
Zhara masih terdiam merenungkan semua kesalahannya di masa lalu, sementara Seo Yun terburu-buru karena ingin segera menjenguk ayahnya yang dibawa ke rumah sakit.
"Jadi apa hal penting yang membawamu ke sini? Aku sedang terburu-buru jadi katakanlah dengan cepat..." ujar Seo Yun.
Zhara mengerti dan tidak ingin menghambat urusan Seo Yun, jadi dia langsung mengatakan alasan kedatangannya.
"Sebenarnya...."
...
...
...
Zhara menceritakan semua informasi yang ia dapatkan mengenai Jendral Grinz, termasuk kecurigaannya tentang Jendral Grinz yang berkerja sama dengan aliansi yang menentang dirinya.
Seo Yun menganggukkan kepalanya, "Hm, aku mengerti, tapi aku harus segera pergi..." kata Seo Yun lalu langsung pergi begitu saja tanpa memberikan tanggapan lebih.
Tampaknya gadis itu masih sangat marah kepadanya setelah Zhara memukuli ayahnya sampai separah itu.
'Sepertinya aku tidak bisa bergantung padanya untuk sementara waktu ini...' batin Zhara.
...----------------...
...[635 Days Before The Apocalypse]...
Beberapa hari kemudian Zhara pergi menuju markas Frasier-01 miliknya, dia sudah tidak bisa lagi bergantung pada Seo Yun untuk merencanakan strategi jadi dia memilih untuk merencanakan strategi bersama dengan rekan-rekannya (para kapten Frasier-01).
Jadi disinilah mereka sekarang, duduk di meja melingkar sambil membahas strategi yang akan mereka buat.
"Jadi apa kau sudah menemukan lokasi Jendral Grinz sekarang?" tanya Zhara kepada Warren.
Sebelumnya Zhara sudah mempercayakan Warren untuk mencari lokasi Jendral Grinz.
"Menurut sumber resmi, Jendral Grinz sedang menghadiri rapat militer di Negara Singapura. Namun sayangnya informasi itu palsu karena ketika saya mencari tahunya lebih lanjut, tidak ada rapat militer sama sekali di sana." jawab Warren.
Zhara menghela nafas panjang, "Jadi kau tidak menemukan keberadaannya?"
"Saya memang tidak menemukannya, tapi dapat menyimpulkan bahwa Jendral Grinz pergi ke Negara Jepang atau sekitarnya. Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat data ini." kata Warren sambil menyodorkan sebuah tablet.
Zhara menerimanya dan melihat informasi yang tercantum disana, di tablet itu terlihat rekaman video Jendral Grinz yang diambil melalui CCTV bandara internasional.
Sesaat sebelum Jendral Grinz menaiki pesawat dengan tujuan resminya yaitu rapat militer di Negara Singapura, seorang pria berjas hitam datang menghampirinya sambil memberikan secarik kertas.
Zhara tidak bisa melihat apa isi kertas itu karena gambar CCTV yang kurang jelas, tapi ia kemudian mengklik wajah pria berjas hitam itu dan sebuah foto pria berjas hitam itu muncul dengan lebih jelas.
Dia adalah seorang pria paruh baya dengan sedikit kumis dan ekspresi wajah yang tegas, di samping foto itu juga muncul beberapa informasi mengenai identitas pria itu.
"Tuan Hiroaki, seorang Diplomat yang berasal dari Jepang hebat. Apa karena ini kau menyimpulkan jika Jendral Grinz berada di Jepang?" tanya Zhara.
"Benar tuan." balas Warren.
Zhara menganggukkan kepalanya, dia kemudian menutup tampilan rekaman video CCTV dan membuka tampilan informasi mengenai pria yang bernama Hiroaki dengan lebih detail.
Disana terdapat banyak sekali informasi mengenai dirinya, bisa dibilang ia adalah orang yang sangat terkenal di Jepang dan banyak diliput oleh berita di TV ataupun internet.
Tapi ada satu informasi yang menarik perhatian Zhara ketika membaca tentang keluarga Tuan Hiroaki....
"Kinata? Dia anak dari Hiroaki?" gumam Zhara.
Dia baru mengetahui hal ini karena dulu ketika dia menjalani petualangan pasca Apocalypse bersama dengan Kinata, gadis itu tidak pernah membicarakan tentang keluarganya terutama ayahnya.
Satu-satunya yang Zhara ketahui adalah jika Kinata membenci ayahnya sendiri...
"Kinata? Maksud anda detektif muda itu?" kata Queen mulai memasuki percakapan.
"Dia sebenarnya cukup terkenal di Jepang karena kemampuannya dalam memecahkan kasus, dia kemudian dikenal sebagai detektif muda atau detektif cilik. Akan tetapi ada rumor yang beredar jika sang ayah melarangnya untuk menjadi detektif yang membuatnya pergi dari rumah." kata Queen.
Zhara bertanya-tanya bagaimana Queen bisa begitu tahu tentang Jepang, dan baru menyadari jika Queen sebenarnya adalah blasteran Jepang dan Indonesia.
Dalam informasi itu juga Zhara mengetahui jika Tuan Hiroaki memiliki sebuah bisnis yang awalnya diperkirakan akan sukses malah menjadi bangkrut karena kedatangan perusahaan Futuristik Generation miliknya.
Pria itu pasti memiliki dendam kepada Zhara karena hal ini, jadi bisa disimpulkan jika Tuan Hiroaki merupakan salah satu orang dari aliansi yang menentang kekuasaan Zhara.
"Sudah diputuskan, kita akan menargetkan Tuan Hiroaki bersama dengan keluarganya." kata Zhara sambil berdiri dari kursinya.
"Warren, Felix, Queen, kalian bertiga akan pergi ke Jepang untuk mengawasi pergerakan Tuan Hiroaki. Dia pasti memiliki banyak pengawalan jadi jangan sampai diketahui olehnya." lanjut Zhara.
""Baik tuan!"" balas Warren, Felix, dan Queen.
Alasan Zhara mengutus Queen adalah karena wanita itu mengenal Jepang jauh lebih baik daripada yang lainnya, karena sejatinya dia memang pernah tinggal di Jepang.
"Asher, Jack. Aku mendapat kabar jika anak Tuan Hiroaki, Kinata sedang berada di Korea Selatan, jadi aku ingin kalian berdua mencari keberadaannya, jika kalian menemukannya kabari aku secepatnya." kata Zhara beralih memberikan perintah kepada Asher dan Jack.
""Baik tuan!"" balas Asher dan Jack bersamaan.
Ini hanyalah rencana awal Zhara untuk mengetahui pihak siapa saja yang terlibat dalam aliansi yang menentang kekuasaannya.
Setelah semuanya sudah jelas maka Zhara pasti akan melakukan serangan penuh kepada mereka...
Setelah semua kapten Frasier-01 berangkat untuk menjalankan tugas mereka masing-masing, Zhara langsung menghubungi Aurel yang berada di markas pusat.
"Jadi bagaimana dengan perkembangan kapal induk yang sebelumnya aku suruh buat?" tanya Zhara.
[Semuanya berjalan dengan baik, kami telah berhasil menciptakannya dan bisa digunakan kapan saja!] jawab Aurel terdengar senang.
Zhara tersenyum, "Bagus, aku akan mulai memperluas kawasan militer sampai ke lautan Eropa. Aku harap semuanya masih berjalan dengan lancar sampai saat itu tiba."
[Aku menantikannya.]
Kapal induk yang mereka bicarakan adalah projek terbaru yang telah Zhara rencanakan, itu adalah kapal induk yang jauh lebih besar dan canggih dibandingkan kapal induk Frasier-01 saat ini.
...----------------...
Sementara itu di sebuah restoran makan yang ada di Korea Selatan, terlihat seorang gadis cantik tengah mengumpat dengan.
"Tch! Karena orang tua itu membuat kita terlambat datang ke tempat ini."
Sementara di depan gadis itu terlihat seorang pria yang tengah menikmati jus jeruk sambil menatap gadis itu dengan ekspresi pasrah, dia sama sekali tidak bisa melawan gadis di depannya itu saat sedang emosi.
Tak lama kemudian datanglah seorang pria dengan mengenakan pakaian kulit dan masker wajah, dia duduk di samping pria itu dan menyodorkan sebuah smartphone kearah gadis itu tanpa basa-basi.
"Apa ini semua yang kau dapatkan?" tanya gadis itu.
Pria bermasker itu menganggukkan kepalanya.
Gadis itu menghidupkan smartphone pemberian pria bermasker itu dan langsung memutar rekaman video yang sudah disediakan.
Ekspresi terkejut tempak dengan jelas di matanya yang membulat dengan sempurna ketika ia menyimak rekaman di smartphone itu.
Di rekaman itu terlihat seorang pria dan wanita yang mengenakan topeng tengah bertarung dengan sengit, tak lama kemudian serangan si wanita menghancurkan topeng si pria begitupun sebaliknya sehingga gadis itu bisa melihat dengan jelas wajah asli kedua orang itu.
Gadis itu tersenyum manis, "Ternyata orang yang aku selama ini aku cari adalah orang paling terkenal di dunia..."
Dia kemudian menutup smartphonenya dan mengalihkan pandangannya kearah pria yang sedang minum jus.
"Reynald, hubungi ayahku dan katakan jika aku bersedia bergabung dengannya." kata gadis itu.
Benar, gadis itu adalah Kinata, sementara pria yang sedang minum jus adalah Reynald. Dan pria bermasker yang baru saja datang itu adalah Nrqur15, orang yang mengirimkan pesan rahasia kepada Kinata sebelumnya...