
Beberapa saat setelah pasukan Frasier-01 yang dipimpin oleh Felix Rogue berhasil menangkap letnan Holden di padang rumput Afghanistan, pasukan lainnya yang bertugas untuk menangkap letnan Theo di Dubai juga berhasil menangkapnya.
Letnan Theo tengah berlibur di salah satu pantai yang ada di Dubai, dia tidak membawa senjata ataupun pasukan bersamanya, jadi Warren saat itu berhasil menangkapnya dengan cukup mudah.
Kedua orang yang berhasil ditangkap itupun langsung dibawa ke hadapan Zhara.
...
...
...
Holden membuka matanya setelah sadar dari pingsannya dan langsung memaki penuh kekesalan.
"Sial! Apa apaan dengan anak baru itu, apa dia berkhianat!?" katanya dengan kesal.
Butuh waktu beberapa saat untuk Holden menyadari situasinya saat ini.
Dirinya berada di sebuah ruangan yang dikelilingi oleh dinding baja yang terlihat kedap suara, sementara tubuhnya diikat di sebuah kursi yang terbuat dari baja juga.
Ketika dia menyadari situasinya, dia juga menyadari jika dirinya tidak sendirian di tempat itu.
Disampingnya terdapat seorang pria yang tubuhnya juga diikat seperti dirinya, pria itu adalah Theo, rekan seperjuangannya.
"Hei, Theo! bangunlah!"
Theo akhirnya terbangun berkat Holden, dan dia juga mengeluarkan ekspresi wajah yang kebingungan.
"Tempat apa ini, bukankah sebelumnya aku sedang berlibur di pantai, dan tiba-tiba.... ada seseorang yang memukul kepalaku hingga pingsan..." ujar Theo.
"Aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, yang pasti pasukanku menggalami hal yang buruk ketika ingin kembali ke markas." balas Holden.
"Lupakan tentang itu, sebaiknya kita memikirkan bagaimana cara kita keluar dari tempat ini, aku memiliki firasat buruk tentang ini...." ajak Theo.
Tapi sebelum mereka berdua sempat berkutik, satu satunya pintu baja yang ada disana tiba tiba terbuka dan memperlihatkan seorang pria muda tampan.
Itu adalah orang yang dikenal oleh semua orang termasuk Theo dan Holden....
"Kau.... CEO Futuristik Generation! apa yang kau lakukan disini!?"
Holden tampak sangat terkejut, dalam beberapa saat dia sudah tahu siapa dalang dari penyergapan sebelumnya.
Zhara tersenyum, "Sepertinya aku tidak perlu memperkenalkan diri lagi." ujarnya.
Holden terlihat semakin kesal.
"Brengsek! Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan pada kami!? Kami adalah anggota militer kenegaraan, ini sama saja dengan tindakan terorisme!" teriak Holden.
Zhara menaikan satu alisnya, "Tindakan terorisme? Lalu apa yang kau perbuat dengan warga sipil itu? itu sudah melampaui batas kemanusiaan." kata Zhara dengan dingin.
Dalam perang apapun, ada peraturan yang mengatakan tidak boleh menyerang atau melukai warga sipil yang tidak terlibat dalam peperangan, itu adalah peraturan internasional.
Sekarang pasukan Holden ditemukan sedang menangkap warga sipil yang pastinya menggunakan kekerasan dan bertujuan tidak baik.
Holden langsung mengkerut setelah hal itu dikatakan oleh Zhara.
"I-Itu adalah perintah, sebagai tentara aku harus selalu menuruti perintah atasan." kata Holden dengan gugup.
"Siapa yang memerintahkanmu? apakah itu pak presiden?" tanya Zhara.
"Itu....."
Holden terlihat kesulitan menjawab pertanyaan Zhara.
Siapapun orang yang memerintahnya pasti adalah seorang pembelot negara atau pemerintah yang korupsi dan tidak bertanggung jawab.
"Kenapa kau tidak menjawab?" tanya Zhara dengan tatapan tajam.
"Jika kau membuang waktuku lebih lama dari ini maka jangan salahkan aku bersikap buruk." lanjut Zhara.
Zhara mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya, itu adalah sebuah alat seperti remote yang memiliki beberapa tombol diatasnya.
"A-Apa yang kau lakukan?" tanya Holden penuh ketakutan.
"Menyetrummu sampai mati..." balas Zhara dengan dingin.
Kursi yang mereka duduki telah dialiri oleh listrik yang cukup kuat untuk mengintrogasi seseorang, itu bisa menyiksa manusia hingga ke dalam daging dagingnya.
"T-Tidak!"
"Tunggu!"
Theo menghentikan Zhara sebelum dia sempat menekan tombol di remote di tangannya itu.
Zhara berhenti dan menatap Theo.
"Akan kukatakan siapa yang memerintahkan kita selama ini asalkan kau melepaskan kami setelah ini...." kat Theo.
"...... Baiklah." kata Zhara sambil menyimpan remotenya.
"Theo, apa yang kau lakukan!? kita dilarang untuk membocorkan informasi apapun-"
"Diamlah dasar keparat! aku masih ingin hidup!" teriak Theo sedikit menangis.
Dia adalah orang yang cengeng.
"....."
Holden terdiam, membiarkan Theo melakukan apapun yang dia inginkan.
"Jadi, katakanlah." kata Zhara.
"..... Jenderal Grinz, dialah yang memerintahkan kami...." kata Theo.
Zhara mengernyitkan dahinya, "Apakah dia juga adalah orang yang membersihkan jejak penelitian manusia yang dilakukan Alastrine Industrions?" tanya Zhara.
Theo terkejut.
"Bagaimana kau bisa tahu itu?"
"Jawab saja pertanyaanku!" bentak Zhara.
"I-Itu benar.... dialah yang membersihkan jejak penelitian Alastrine Industrions, dia juga mengambil semua data penelitian mereka bersama dengan Jack, sekretaris Mr. Amril." jawab Theo.
Sejak awal Zhara sudah memperkirakan bahwa Jendral Grinz adalah dalang dibalik pembersihan jejak penelitian Alastrine Industrions sehingga tidak diketahui oleh publik dan mungkin pemerintah setempat.
Itu karena hanya Jendral Grinz yang memiliki status tertinggi di TKP.
Tapi Zhara tidak menyangka jika sekretaris Mr. Amril, Jack juga terlibat dalam hal itu.
Setelah Zhara memikirkannya, dia sama sekali tidak melawan Jack ketika menyusup ke dalam perusahaan Alastrine Industrions, ketika dia membunuh Mr. Amril juga Jack tidak pernah terlihat padahal dia adalah sekretaris Mr. Amril.
Ini cukup janggal bagi Zhara.
"Apa ada orang lain yang terlibat?" tanya Zhara.
"Aku tidak tahu pasti orangnya siapa, tapi sepertinya masih ada orang yang bersekongkol dengan Jendral Grinz. Beberapa bulan lalu, kami pernah disuruh mengantar puluhan tunawisma dan tahanan penjara ke sebuah tempat penampungan yang ada di Amerika."
'Tunawisma dan tahanan penjara? untuk apa dia membutuhkan mereka?...... jangan jangan!' batin Zhara menyadari sesuatu.
"Ya, mereka adalah orang orang yang akan menjadi subjek percobaan dalam penelitian manusia, sebenarnya warga sipil yang sebelumnya di tangkap itu juga akan dijadikan subjek percobaan...."
Ini sedikit rumit.
Jika Jendral Grinz dan rekannya telah melakukan penelitian manusia cukup lama, maka mereka pasti sudah berhasil menciptakan beberapa mutant buatan seperti Five Fingers.
Mungkin mereka sudah menciptakan puluhan sampai ratusan mutant, atau mungkin mereka berhasil menciptakan mutant dengan kekuatan yang sempurna.
Yang pastinya itu akan sangat merepotkan Zhara.
Menghadapi musuh yang tidak diketahui jumlah dan kekuatannya, ini akan menyulitkan Zhara yang masih belum selesai mempersiapkan markas pasukannya.
Sejauh ini Zhara hanya memiliki beberapa ribu pasukan yang berasal dari markas Frasier-01 dan markas pusat Futuristik Generation.
Untuk mempersiapkan hal yang tidak diketahui, Zhara memutuskan untuk memerintahkan seluruh pegawainya entah itu dari markas pusat atau perusahaan cabang untuk meningkatkan produksi persenjataan militer miliknya.
Mulai dari kapal induk, robot tempur, hingga perekrutan anggota pasukan akan dilakukan secepatnya.
Zhara tidak masalah menggunakan uang pribadinya sebanyak apapun karena yang terpenting sekarang adalah mempersiapkan pasukan dan persenjataan sebanyak banyaknya.
Kemungkinan besar musuh kali ini bukan hanya dari militer Indonesia yang sebagian besar sudah dimanipulasi oleh Jendral Grinz, tapi juga banyak pihak militer dari berbagai negara yang ada.
Sebenarnya Futuristik Generation sudah memiliki cukup banyak musuh semenjak berkembangnya perusahaan itu, banyak perusahaan yang bangkrut akibatnya, serta banyaknya orang orang yang kehilangan pekerjaannya.
Akibat perkembangan perusahaan Futuristik Generation, ekonomi dunia telah berubah drastis, negara negara maju seperti China dan Amerika yang menguasai sebagian besar ekonomi dunia telah bangkrut.
Mereka pasti menyimpan dendam kepada Zhara.
Dan hal terburuk yang bisa terjadi adalah pihak pihak yang membenci Zhara akan membangun aliansi untuk menentang kekuasaan Zhara.
Ini akan menyebabkan perang terbesar dalam sejarah.
Memikirkan hal ini Zhara akhirnya sadar jika mengubah masa depan tidak selamanya bagus....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perang dunia ketiga dimulai:v (ikutan trending)