
Pesta ulang tahun putri Kim Park Lee telah usai dan Zhara langsung pergi bersamanya ke tempat diadakannya pelelangan gelap milik Kim Park Lee, di perjalanan mereka berdua berbincang bincang dengan santai walaupun Kim Park Lee masih sedikit canggung dengan Zhara.
Tujuannya mengundang Zhara untuk datang ke pesta ulang tahun putrinya tidak lain adalah untuk menjodohkan mereka berdua, jika dia memiliki menantu seperti Zhara pasti derajat keluarganya akan meningkat drastis.
Tapi siapa sangka Zhara akan mengetahui bisnis gelapnya...
"Ngomong ngomong apa ada mafia di kota ini?" tanya Zhara tiba tiba.
"O-Oh, itu memang benar adanya, mereka adalah organisasi bawah tanah, mereka biasanya menyembunyikan identitas mereka dan melakukan sesuatu yang ilegal tanpa di ketahui masyarakat awam." balas Kim Park Lee walaupun agak enggan mengatakannya.
Kim Park Lee juga salah satu orang yang melakukan bisnis bawah tanah, jadi dia pasti tahu banyak organisasi semacam mafia dan sebagainya, jadi Zhara ingin menggali informasi darinya.
"Kau pasti tahu banyak tentang mereka, bisa kau sebutkan?"
"Baiklah..."
Sebenarnya menyebarkan informasi bawah tanah merupakan sesuatu yang sangat dilarang dan siapapun yang melanggarnya pasti akan dieksekusi mati.
Tapi Kim Park Lee juga tidak memiliki pilihan lain selain memberitahu semuanya kepada Zhara.
"Di kota Seoul ada beberapa kelompok mafia yang paling terkenal dan disegani karena kekuatan dan kebruntalannya yaitu Moonlife, Hwanafa, Seoyunice. Tapi kabarnya kelompok mafia Hwanafa sekarang sedang berada ambang kehancuran sejak ketua mereka dibunuh oleh orang dari kelompok mafia Seoyunice."
"Seoyunice? sepertinya aku pernah mendengar nama itu..." gumam Zhara yang bisa didengar oleh Kim Park Lee.
"Aku sarankan agar tidak terlibat dengan kelompok gila itu, walaupun kabarnya ketua mereka sedang tidak sehat tapi mereka memiliki putrinya yang baru berumur 16 tahun yang jauh lebih sadis dan bruntal daripada ayahnya..." saran Kim Park Lee.
Walaupun memiliki perasaan aneh tentang hal ini tapi Zhara tidak terlalu memikirkannya dan tetap menenangkan dirinya.
Dia yakin jika kelompok mafia yang disebutkan tadi tidak memiliki hubungan dengannya sama sekali.
Jika ditanya apakah Zhara takut dengan ketiga kelompok mafia tersebut, maka jawabanmu pasti tidak mungkin karena dia memiliki senjata andalan yang tak terkalahkan saat ini....
Beberapa menit kemudian, mereka berdua sampai di tempat tujuan mereka yaitu sebuah bar yang cukup terkenal di daerah sana.
Zhara bersama Kim Park Lee memasuki bar dan berjalan melalui jalan rahasia yang terhubung dengan ruang bawah tanah yang merupakan tempat diadakannya pelelangan gelap.
Tapi sebelum itu Kim Park Lee menyuruh Zhara untuk mengenakan sebuah topeng untuk merahasiakan identitasnya.
Di pelelangan gelap, semua orang yang terlibat di dalamnya wajib menggunakan topeng dan merahasiakan identitasnya. Mulai dari pembeli, orang yang melelang, bahkan sampai para staf wajib menggunakan topeng yang menutupi seluruh wajah mereka.
Setelah semua persiapan sudah siap, Kim Park Lee menuntun Zhara menuju ruangan khusus yang disediakan untuk orang yang melelang barangnya.
"Em, maaf.... memangnya apa yang ingin kau lelang?" ujar Kim Park Lee.
Zhara belum menjawab, melainkan mengeluarkan sebuah kristal dari sakunya dan memberikannya kepada Kim Park Lee.
"I-Ini!"
Mata Kim Park Lee langsung membulat melihat kristal yang diberikan Zhara, dia sangat tahu tentang kristal itu, itu adalah sebuah kristal berusia ribuan tahun yang didapatkan oleh seorang Arkeolog di sebuah makam kuno yang ada di mesir.
Dan beberapa bulan yang lalu kristal itu dicuri oleh orang misterius dan membuat dunia gempar dibuatnya, seorang detektif hebat dari jepang sudah menyelidiki kasus itu dari beberapa bulan lalu tapi sampai sekarang masih belum ditemukan pelakunya.
Hal ini membuat Kim Park Lee menduka kalau Zhara terlibat dalam pencurian itu.
"Kenapa kau sangat terkejut begitu? bukankah disini memang tempat untuk menjual barang barang ilegal seperti itu?" ujar Zhara menaikan satu alisnya.
"M-Memang benar disini tempat untuk menjual barang barang ilegal, tapi ini sudah jauh melebihi ilegal!"
Kenapa hanya sebuah kristal sudah membuat dunia gempar? itu karena itu bukanlah kristal biasa, menurut Arkeolog kristal itu sebelumnya dimiliki oleh ratu mesir Cleopatra VII Philopator yang diberikan oleh Ptolemaios XIII Theos Philopator.
Ptolemaios XIII Theos Philopator adalah raja dari Dinasti Ptolemaik di Kerajaan Ptolemaik di Mesir. Dia adalah salah satu raja terakhir dari dinasti itu.
Jadi bisa dibilang kristal itu merupakan salah satu benda paling bersejarah dari peninggalan kerajaan mesir sekitar 69 SM.
Kembali ke sisi Zhara.
"Memangnya kenapa dengan itu? aku tidak peduli dengan apapun alasanmu yang terpenting kristal itu terjual disini berapapun harganya." ujar Zhara dengan dingin.
Kim Park Lee merinding ketakutan dan menyanggupi perintah Zhara, dalam hatinya dia sangat berharap agar pihak yang menyelidiki kristal itu tidak mengetahuinya...
Beberapa jam telah berlalu dan pelelangan akhirnya di mulai, tempat pelelangan itu adalah sebuah panggung besar dengan banyak kursi di depannya yang di duduki oleh peserta pelelangan yang menggunakan topeng.
Zhara dan beberapa orang lainnya yang melelang barang berada di tempat khusus yaitu di atas belakang para peserta.
Jadi Zhara bisa melihat barang yang dilelang dengan mudah.
Seorang pria bertopeng badut naik keatas panggung dan memperkenalkan dirinya dengan gaya khasnya.
Orang yang bernama Mr. Clown itu memperkenalkan dirinya dan acara pelelangan dengan panjang lebar, kemudian memulai acara pelelangan dengan barang pertama yaitu sebuah lukisan kuno dari dinasti tang china.
Zhara pernah mendengar berita tentang pencurian lukisan ini dan ternyata di jual disini.
Bukan hanya lukisan kuno, tapi ada berbagai barang yang sebenarnya dilarang diperjualbelikan dari berbagai negara seperti hewan hewan eksotis yang sudah terancam punah, patung patung kuno dari thailand dan indonesia, bahkan ada beberapa obat obatan terlarang.
Sebelumnya Zhara berharap untuk mendapatkan beberapa barang yang menarik perhatiannya, tapi tampaknya dia harus kecewa karena apa yang dilelang tidak sesuai harapannya.
Berjam jam telah berlalu dan sudah saatnya barang terakhir akan dilelang yaitu kristal milik Zhara.
"Kami sengaja menyimpan benda ini diakhir acara agar lebih meriah! saksikanlah keindahan dari kristal tertua yang pernah ada!"
Beberapa wanita seksi bertopeng datang dengan membawa sebuah kristal yang ditempatkan di wadah kaca hias.
Para peserta pelelangan langsung terkejut dan gempar melihat kristal.
"Bukankah itu kristal yang dicuri beberapa bulan lalu!?"
"Itu benar, aku tidak pernah mengira akan melihatnya di tempat ini!"
"Aku harus mendapatkan kristal itu berapapun harganya!"
Mereka semua sama sekali tidak memikirkan siapa yang mencuri kristal itu ataupun mencoba mencari tahunya, mereka adalah orang orang kaya yang hidup hanya untuk menghabiskan uang demi kesenangan.
Jadi mereka akan berlomba lomba untuk mendapatkan barang itu berapapun harganya.
"Harga awal dimulai dari 7 miliar USD, kenaikan harga tidak boleh dibawah 1 miliar!"
Harga awal kristal sudah ditentukan dan orang orang kaya dan bodoh itu mulai menawarkan uang mereka sebanyak banyaknya untuk mendapatkan satu barang saja.
"9,5 miliar USD!"
"10 miliar USD!"
"12 miliar USD!"
"14 miliar USD!"
Harga penawaran semakin naik dengan cepat hingga mencapai 20 milliar USD, ini adalah penawaran tergila yang pernah dilihat oleh orang orang tapi tidak dengan Zhara yang memiliki kekayaan jauh melampaui semua orang yang ada disana.
Bahkan Zhara sampai dibuat mengantuk karena terlalu lama menunggu, hingga suara salah seorang penawar membuat Zhara langsung membuka matanya.
"50 miliar USD..."
Tidak, Zhara tidak terkejut karena harga yang ditawarkan oleh orang itu, melainkan terkejut karena suara orang itu.
Itu adalah suara seorang gadis yang terdengar sangat halus dan lembut, bahkan ketika dia menawar sebanyak 50 miliar USD suaranya masih terkesan santai seolah olah mengeluarkan 50 miliar USD itu tidaklah sulit (50 miliar USD sekitar 72 triliun rupiah).
Zhara melihat perempuan yang menawarkan jumlah fantastis itu, dia tidak bisa melihat keseluruhan badannya dan hanya bisa melihat rambutnya dari belakang, itu adalah rambut hitam pekat dan terlihat sangat halus.
Tapi entah kenapa Zhara merasa tidak nyaman dengan perempuan itu dan ingin segera pergi dari tempat itu.
Disisi lain para peserta yang berusaha keras untuk mendapatkan kristal itu juga sangat terkejut karena ada seorang perempuan yang tiba tiba menaikan harga penawaran setinggi langit.
Tapi mereka tidak berani protes karena tahu jika perempuan itu pastilah bukan orang sembarangan jika bisa mengeluarkan 50 miliar USD dengan mudahnya, jadi mereka hanya bisa membiarkan kristal itu jatuh ke tangan perempuan itu.
"Selamat untuk peserta nomor 45 karena telah berhasil memenangkan kristal berharga ini..."
Mr. Clown memberikan ucapan selamat dan pertanda pelelangan sudah berakhir. Zhara berdiri dari duduknya dan langsung ingin pergi dari sana.
"Lalu bagaimana dengan uangnya?" ujar Kim Park Lee melihat Zhara yang tiba tiba pergi.
"Nanti kuambil, sekarang berikan kunci mobilmu terlebih dahulu." kata Zhara dengan terburu buru.
"Baiklah." respon Kim Park Lee dengan cepat.
Zhara tidak membawa mobinya sendiri untuk datang ke tempat ini, jadi dia ingin menggunakan mobil Kim Park Lee.
Zhara berjalan meninggalkan tempat pelelangan tanpa melepas topengnya melalui jalan rahasia yang diberitahu Kim Park Lee, itu adalah jalan yang langsung terhubung dengan tempat parkir bar.
Tapi Zhara merasakan ada yang aneh ketika berjalan melalui lorong yang terhubung dengan tempat parkir.
"Ada yang mengikutiku...."