1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 49: Terpojok



Walaupun dia sudah mendapatkan kesimpulannya, tapi Rosalie masih merasakan keganjilan akan situasinya saat ini.


Untuk apa Mr. Amril melakukan hal merepotkan seperti ini?


Akan lebih mudah jika Mr. Amril langsung membunuh Rosalie ketika pingsan...


Walaupun itu cukup janggal, tapi Rosalie tidak terlalu memikirkannya karena saat ini ada yang lebih penting daripada menebak isi pikiran kakek gila itu.


Karena seluruh lantai telah di taburi oleh keripik kentang yang akan menimbulkan suara ketika di injak, Rosalie berjalan lebih pelan dan hati hati untuk tidak menginjak keripik kentang itu hingga dia sampai di tempat dimana pistolnya tergeletak.


Tapi masih ada masalah jika Rosalie mengambil pistolnya, ketika Rosalie mengambil pistol dan melepaskan pengaman tembakan yang ada di pistolnya, pasti itu akan menimbulkan suara yang akan memancing wanita buta itu.


Dengan kecepatan tembakan wanita itu, Rosalie sama sekali tidak mempunyai peluang untuk menghindarinya dan disanalah akan menjadi akhir darinya.


'Apa yang harus aku lakukan....' batin Rosalie dengan putus asa.


Namun, di tengah keputusasaannya Itu, Rosalie tiba-tiba mengingat perkataan Zhara sebagai gurunya.


'Jika kau tidak bisa bertarung menggunakan senjatamu, maka gunakanlah benda yang ada di sekitarmu untuk bertarung, batu, pasih, kayu, semuanya akan menjadi berguna ketika saatnya...' kurang lebih seperti itulah yang Zhara katakan.


Rosalie mendapatkan sedikit harapan untuk memenangkan pertarungan, dia melihat ke sekelilingnya untuk menemukan benda yang akan membantunya, tapi disana hanyalah ruangan kosong tanpa benda apapun.


Rosalie kemudian melihat kearah kakinya yang mengenakan sepatu pekerja karena masih menggunakan penyamaran.


'Kurasa ini satu-satunya cara...' batin Rosalie.


Rosalie melepaskan salah satu sepatunya dengan pelan dan hati hati agar tidak menarik perhatian wanita itu, kemudian Rosalie melemparkan sepatunya jauh ke samping dan mendarat dengan suara yang cukup keras di ruangan hening itu.


Buk!


Perhatian wanita itu langsung teralihkan kearah sumber suara dan langsung menembakinya dengan beberapa tembakan.


Dor! Dor! Dor!


Rosalie mendapatkan kesempatan emas untuk mengambil pistolnya dan melepas pengaman tembakannya hingga terdengar suara 'cklek'


Telinga wanita itu berkedut mendengar suara pistol Rosalie yang padahal saat itu masih terdengar suara tembakan darinya, itu membuktikan seberapa sensitif pendengaran wanita itu.


Rosalie menggerakkan jari telunjuknya untuk menekan pelatuk pistolnya dan menembak wanita buta yang tidak berdaya itu.


Dor!


Dalam situasi ini, sudah dipastikan jika wanita itu akan tertembak karena akurasi tembakan Rosalie yang tidak dapat diremehkan dan sudah mendapatkan pengakuan dari Zhara.


Namun, yang sebenarnya terjadi sangat berbeda dengan perkiraan Rosalie...


'Apa!!'


Ketika tembakan dilepaskan dan meluncur ke arah wanita buta itu dengan kecepatan yang tidak dapat di tangkap oleh mata telanjang, wanita itu memiringkan kepalanya hingga membuat peluru hanya mengenai beberapa helai rambut putihnya.


Tentu saja hal itu membuat Rosalie sangat kaget karena mustahil seorang manusia bisa menghindari peluru yang dengan kecepatan yang luar biasa.


'Tidak, wanita itu bukannya menghindari peluru melainkan sudah memprediksinya!'


Rosalie sampai pada satu kesimpulan, ternyata bukan hanya kemampuan pendengarannya saja yang sangat baik, tapi juga kemampuan berpikirnya yang sangat luar biasa.


Manusia memiliki sebuah situasi dimana ketika dalam keadaan sangat darurat, maka adrenalin mereka akan terpacu hingga maksimal.


Biasanya mereka akan mampu melakukan hal yang tidak mampu dilakukan manusia pada saat kondisi normal, berpikir dengan super cepat adalah salah satu kemampuan khusus manusia ketika dalam kondisi darurat.


Tapi bukankah ini sudah sangat berlebihan untuk seorang manusia? Rosalie bahkan berpikir jika wanita buta itu bukanlah manusia.


Perlu diketahui jika peristiwa itu terjadi sangat cepat atau bisa disebut dalam skala mili detik.


Saat wanita itu berhasil menghindari tembakan Rosalie, itu juga berarti dia telah mengetahui keberadaan Rosalie melalui arah tembakannya.


Wanita itu kemudian menembakan tembakan beruntun kearah tempat dimana Rosalie berada.


Dor!


Tembakan wanita itu tepat mengenai pistol Rosalie hingga membuatnya terlempar beberapa meter darinya.


Karena itu, Rosalie tidak memiliki pilihan lain selain berlari dan mendekati wanita itu secara langsung.


Rosalie berlari secara abstrak hingga sulit ditebak oleh wanita itu, Rosalie juga sengaja menginjak seluruh keripik kentang untuk mengecoh pendengaran wanita itu.


Rencana Rosalie terbilang sukses karena tembakan wanita itu yang sudah tak kunjung mengenainya, hingga akhirnya saat saat yang ditunggu Rosalie akhirnya terjadi.


Cklek!


Pistol wanita itu akhirnya kehabisan peluru, wanita itupun kemudian ingin mengambil pistol cadangan yang tersimpan di pinggangnya. Namun, tanpa diketahui olehnya, Rosalie sudah tepat berada di depannya.


"Rasakan ini brengsek!"


Bugh!


Tanpa basa basi, Rosalie langsung memukul perut wanita itu dengan sangat keras hingga wanita itu memuntahkan seteguk darah segar.


Wanita itu kemudian ingin mengambil pistolnya yang terjatuh ke lantai, tapi Rosalie dengan cekatan langsung menendangnya untuk menjauhkannya lalu menginjak tangan wanita itu.


"Semuanya sudah berakhir..." kata Rosalie dengan dingin sambil menjambak rambut wanita itu.


"......."


Wanita itu masih tidak mengeluarkan suara sedikitpun dari awal pertarungan hingga saat ini, jujur saja hal itu sedikit aneh bagi Rosalie.


Apakah wanita itu bukan hanya buta tapi juga bisu?


Ketika Rosalie berpikir seperti itu, dia sedikit mendengar wanita itu berbicara dengan suara yang sangat kecil dan lirih hingga tidak dapat di dengar oleh Rosalie dengan baik.


"Apa yang kau katakan? Aku tidak mendengarnya..." kata Rosalie dengan kebingungan.


Wanita itu belum menjawab pertanyaan Rosalie, melainkan mendongkak dan menatap Rosalie dengan sangat menyeramkan.


'Apa-apaan dengan wanita ini...' batin Rosalie.


"JA... JANGAN SENTUH AKU!!!"


Wanita itu tiba-tiba berteriak dengan sangat keras hingga membuat telinga Rosalie sangat kesakitan dan terus berdengung.


Karena suara keras yang sangat mendadak itu, pegangan Rosalie pada wanita itu terlepas. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas, wanita itu kemudian melompat dan menendang Rosalie dengan keras hingga terlempar ke belakang.


"Uhuk!"


Rosalie terbatuk, dia kemudian mencoba bangkit dengan susah payah dan melihat wanita itu yang saat ini terlihat lebih berbahaya daripada sebelumnya.


'Apa apaan dengan teriakannya itu? teriakannya sangat keras hingga hampir membuat gendang telingaku hancur!' batin Rosalie, bahkan saat ini dia belum bisa mendengar dengan baik karena telinganya masih berdengung.


Pertarungan Rosalie melawan wanita itu akan semakin sulit mengingat dia memiliki kemampuan pendengaran, refleks, dan suara yang sangat keras dan tidak normal.


'Sial! Siapa sebenarnya wanita ini!'


...---------------...


Tidak jauh berbeda dengan situasi Rosalie, pertarungan Rian dan Laura melawan dua pria yang tiba-tiba datang itu sangat merepotkan.


Rian dan Laura bersembunyi di balik tabung berisi manusia menjijikkan itu sambil menembakan beberapa peluru ke tempat kosong.


Itu mungkin terlihat aneh, tapi Rian dan Laura nyatanya tidak benar-benar mengetahui keberadaan musuhnya.


'Sial! Apa apaan mereka itu!? Yang satu bisa menghilang dan yang satunya bisa menjulurkan lidahnya seperti seekor kodok! Itu menjijikkan!!' batin Rian.


Memang benar jika kedua musuhnya memiliki kemampuan yang tidak normal atau bisa dibilang mustahil. Tapi mengingat tembakan pertamanya yang di tangkis oleh lidah panjang pria satunya, mau tidak mau Rian dan Laura harus mempercayainya.


Mereka memperkenalkan diri mereka sebagai anggota Five Fingers, Clam si jari tengah adalah pria tak terlihat, dan Freed si jari manis adalah pria berlidah panjang.


Pyaar!


Tabung kaca tempat Laura bersembunyi tiba-tiba hancur setelah lidah panjang musuhnya melesat dengan sangat cepat dari arah yang tidak diketahui.


"Ck!"


Dor! Dor! Dor!


Rian menembakan beberapa peluru kearah lidah musuhnya ketika itu terlihat ingin menyerang Laura.


Tembakannya berhasil hingga melukai lidah itu dan membuatnya langsung mundur.


Rian tampaknya telah mengetahui keberadaan musuh dengan lidah katak melalui arah dimana lidahnya mundur dan menyuruh Laura untuk mengarah ke sana.


"Laura, pria kodok itu ada di sebelah sana dan dia sedang terluka!"


"Biar kuurus."


Setelah kepergian Laura, Rian ingin mencari keberadaan pria tidak terlihat itu, namun..


Bugh!


Rian terpukul ke belakang hingga menghantam tabung salah satu tabung kaca, pukulan itu tidak terlalu keras dan menyakitkan, hanya saja itu sangat merepotkan bagi Rian.


Rian melirik arah dimana pukulan berasal dan langsung menendangnya.


"Disini!"


Swoosh!


Tidak ada apapun disana...


Tiba-tiba sebuah pukulan kembali mengenai Rian dari arah kiri, Rian kemudian membalasnya juga dengan sebuah pukulan, tapi sama sekali tidak mengenai apapun, lalu pukulan kembali mengenai Rian dari arah kanan.


Kejadian itu terus berulang hingga membuat Rian sangat kerepotan untuk menangkisnya.


"Bagaimana dengan ini, hah? Sudah kubilang jangan pernah meremehkan pasukan Five Fingers terutama aku! Clam si jari tengah!!" kata orang tidak terlihat itu.


Bugh!


Pyaar!


Pukulan terakhir sepuluh kali lebih kuat daripada sebelumnya dan membuat Rian terlempar hingga menabrak salah satu tabung kaca hingga hancur.


Rian tergeletak dengan di lumuri cairan berwarna hijau menjijikkan. Rian ingin bangkit, tapi leher Rian tiba-tiba di cekik oleh pria tidak terlihat itu.


"Akh!"


Rian terlihat sangat kesakitan dan tidak bisa bernafas sama sekali, lehernya terdapat bekas genggaman tangan dan terlihat sangat jelas.


"Inilah balasan karena tidak mendengarkanku dasar cecunguk rendahan... nikmatilah kematianmu dengan pelan dan penuh siksaan...." ujar Clam, pria tak terlihat itu.


...----------------...


Boom!


Zhara terlempar dan menghantam dinding akibat pukulan dari Ford yang sangat kuat, walaupun pukulan itu sudah ditangkis oleh Zhara, namun tetap saja efek pukulannya masih melukai Zhara.


Swoosh!


Boom!


Tidak berhenti sampai disana, Ford kembali melesat dan memukul Zhara yang masih bersender di dinding dengan penuh tenaga.


Namun, Zhara dapat menghindarinya dengan cara menggulirkan dirinya ke samping.


Pukulan dahsyat yang dihasilkan dari Ford membuat dinding menjadi retak, jelas itu bukan kemampuan manusia biasa.


Karena Zhara masih berada di dekat Ford, dia kemudian mengambil kesempatan untuk mendaratkan pukulannya dengan sangat kuat yang juga merupakan pukulan pertamanya.


Bugh!


Zhara memukulnya tepat di wajahnya dan membuat pria berotot itu langsung mundur ke belakang karena pusing.


"Lumayan juga pukulanmu itu, bocah.." ujar Ford memegangi kepalanya.


Walaupun sudah mendapatkan pukulan Zhara yang sangat kuat, tapi pria berotot itu masih bisa terlihat santai dan tidak mengangap Zhara sebagai lawannya.


Sementara Zhara, dia menggepalkan tangan kanannya yang barusan dia gunakan untuk memukul Ford karena kesakitan.


Ternyata bukan hanya kekuatan serangannya yang sangat besar, tapi juga kemampuan bertahannya.


'Apa apaan orang ini... dia sudah memiliki kekuatan yang setara dengan seorang mutant ketika Apocalypse!' batin Zhara.


Seharusnya tidak mungkin seorang manusia biasa memiliki kekuatan sebesar itu, kecuali jika dia bukan manusia.


"!!!"


Zhara membulatkan matanya seolah-olah menyadari sesuatu, tidak, dia memang sudah menyadarinya.


'Modifikasi genetika... orang ini adalah hasil dari percobaan modifikasi genetika yang dimiliki perusahaan Alastrine Industrions!!' batin Zhara dengan sangat terkejut.


Jika memang begitu maka pertarungannya itu akan sangat sulit, belum lagi mengingat masih ada orang lain yang memiliki kemampuan tidak normal sama seperti Ford melalui perkataannya sebelumnya.


Jika begitu maka rekannya yang lain pasti dalam bahaya!


Tidak, Zhara tidak memiliki waktu untuk memikirkan teman-temannya, dia harus fokus pada lawan yang ada di depan matanya.


Selain itu Zhara sangat percaya jika teman-temannya akan mempu menghadapi musuh mereka...


'Jika aku tidak bisa menandingi kekuatannya, maka aku harus menggunakan teknik bertarung yang kuat..' batin Zhara.


Zhara tidak boleh terkena serangan lagi mengingat satu serangan saja sudah membuatnya sangat kesakitan, jika Zhara terkena serangan lagi, maka sudah dipastikan jika dia akan terluka berat.


"Huff...."


Zhara menarik napas panjang panjang dan mengeluarkannya dengan perlahan lalu menatap Ford dengan tajam sembari membentuk sebuah kuda kuda yang kuat dan terlihat berbahaya.


Namun, tidak ada jejak ketakutan dalam ekspresi pria berotot itu.


"Akhirnya kau serius juga, ya... Kalau begitu akan kuladeni kau dengan baik!" kata Ford lalu melesat kearah Zhara.


Ketika Ford sudah berada di depan Zhara dan sudah melayangkan pukulan kearahnya, waktu seperti melambat, Zhara menggerakkan tangannya untuk menangkap tinju Ford dengan lembut dan cekatan lalu membalik tubuhnya untuk membanting tubuh besar Ford ke lantai.


Duaar! Boom!


Dengan satu hantaman tubuh besar Ford, lantai di bawah langsung retak membentuk jaring laba-laba dengan Ford yang berada di pusatnya.


Ford tampak tercengang tak percaya dengan peristiwa yang terjadi hanya dalam beberapa mili detik itu, ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan serangan telak seperti itu.


Seolah tek terima dengan perlakuan Zhara, Ford bangkit dengan penuh kemarahan dan menatap Zhara dengan penuh kebencian.


"Jangan harap kau bisa pergi dariku, bocah!!!" teriak Ford dengan sangat keras.


Swoosh!


Ford kemudian melesat dengan penuh kemarahan kearah Zhara, tapi memang itulah yang diinginkan oleh Zhara.


Ketika seseorang berada dalam kondisi marah ketika bertarung, maka gerakan mereka akan sangat buruk dan tidak beraturan, mereka juga tidak akan bisa berpikir dengan jernih karena dikendalikan oleh kemarahan.


Itu juga diperlihatkan oleh Ford, serangannya sangat buruk sehingga dapat dengan mudah dihindari oleh Zhara sembari terus mendaratkan pukulan kepada Ford yang membuatnya tambah emosi.


Pertarungan itu berlangsung cukup lama dengan Zhara yang mendominasi pertarungan, walaupun serangan Zhara tidak terlalu memberikan dampak besar kepada Ford, tapi Zhara yakin jika itu terus berlangsung selama beberapa jam maka Ford akan segera tumbang.


Namun, kenyataan tidak sebaik itu...


Zhara tiba-tiba merasa pusing di tengah pertarungan bersama Ford, pandangannya memudar dan kepalanya berdenyut kesakitan.


Bugh!


Karena Zhara yang tidak fokus dalam menghadapi Ford membuat dirinya terkena pukulan telak dari pria berotot itu dan membuat Zhara terlempar ke dinding sekali lagi.


"Uhuk!"


Zhara memuntahkan seteguk darah segar, pukulan itu ternyata lebih kuat daripada sebelumnya hingga membuat beberapa tulang rusuk Zhara patah.


'Apa yang sebenarnya terjadi...' batin Zhara dengan pandangannya yang masih memudar.


Melalui pandangannya yang pudar itu, Zhara melihat wanita berambut hijau yang bernama Eve bangkit setelah tak sadarkan diri akibat pukulan Ford sebelumnya.


Namun sekarang Zhara dapat melihat mata wanita itu dengan sangat jelas, kedua pupil matanya berwarna hijau gelap dan terlihat sangat besar.


Zhara mendapatkan kesimpulan jika penyebab dari kesadarannya yang bersalah itu adalah karena wanita itu.


"Ada apa, bocah... apakah kau mengantuk? hahaha!" kata Ford dengan sombong.


Ford kemudian mendekati Zhara yang tidak berdaya melawannya lalu mengangkat lengan kanan Zhara keudara tubuhnya ikut terangkat.


"Sudah kubilang jangan pernah meremehkanku, sekarang kau dan teman temanmu akan celaka karena rekan rekanku." kata Ford dengan menyeringai.


"Cuih!"


Zhara meludahi wajah Ford hingga ekspresi sombongnya berubah menjadi kemarahan.


"Jaga omong kosongmu dasar tikus percobaan... teman temanku celaka? justru sebaliknya rekan rekanmulah yang akan celaka di tangan teman temanku... walaupun mereka lemah, tapi aku percaya mereka bisa menghadapi ribuan orang sepertimu..." kata Zhara dengan percaya diri dan penuh ejekan kepada Ford.


"Dasar bocah tidak tahu diri..." kata Ford lalu meremas tangan Zhara hingga patah...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: Belum bisa up tiap hari karena masih sibuk di dunia nyata