
Padahal sudah berbulan-bulan lamanya Kinata tetap menyelediki tentang pencurian yang Zhara lakukan tanpa membuahkan hasil sama sekali, tapi dia masih belum menyerah dan masih melanjutkan penyelidikannya yang membuat Zhara sedikit terkejut.
Zhara sangat mengenalnya, dia adalah gadis yang sangat keras kepala dan bertekad kuat, tapi tetap melanjutkan penyelidikan walaupun kasus itu sudah mulai dilupakan, bukankah itu berlebihan?
Tapi sepertinya Kinata sekarang sudah mendapatkan petunjuk.
"Jadi dia tahu tentang pelelangan itu, ya?" ujar Zhara.
"Dia itu bukan dari keluarga biasa, pasti dia memiliki banyak mata mata yang tersebar di seluruh dunia, dan salah satunya pasti ada ketika pelelangan itu terjadi." balas Seo Yun.
Itu masuk akal, tapi Zhara masih memiliki kejanggalan dalam benaknya.
"Bukankah pelelangan waktu itu terjadi hampir dua bulan lalu? tapi kenapa dia baru sampai di tempat ini? tidak mungkin pengiriman informasi akan memakan waktu selama itu..." kata Zhara.
Seo Yun juga tidak menemukan jawabannya, sebenarnya dia juga baru mendapat informasi soal hal ini dari bawahan ayahnya, jadi dia baru menginformasikan hal ini kepada Zhara.
Walaupun begitu mereka berdua masih memiliki dugaan kasar yaitu pasti terjadi sesuatu di dalam keluarga Kinata.
Sebelumnya Zhara melihat berita tentang Kinata yang disuruh mundur oleh ayahnya dalam penyelidikan yang tidak membuahkan hasil, tapi dia menolaknya, itu pasti membuat perselisihan diantara ayah dan anak.
Yah, walaupun dia bertemu dengan Kinata sekarang, Zhara yakin jika gadis itu tidak akan mengenalinya sebagai Z....
Zhara berdiri dari tempat duduknya sementara Seo Yun mengerutkan keningnya.
"Mau kemana kau?" tanya Seo Yun.
"Masih ada satu orang yang pasukanku tangkap selain kedua letnan itu, jadi aku ingin mengintrogasinya sekarang." balas Zhara.
"Apa orang itu termasuk dalam kasus penelitian manusia dari perusahaan Alastrine Industrions seperti dua lainnya?"
"Tidak, dia tidak ada hubungannya dengan itu, dia bahkan tidak ada di TKP waktu itu, hanya saja dia melakukan tindakan tak terduga ketika pasukanku menangkap tersangka, jadi pasukanku menangkapnya untuk diinterogasi." balas Zhara.
Orang yang dimaksud disini adalah Henry yang memukul kepala Holden saat itu, hal itu membuat Kapten Felix sempat kebingungan tapi dia memilih untuk menahannya terlebih dahulu dan menyelidiki tentang alasan pengkhianatannya itu.
Seo Yun mengangguk mengizinkan Zhara untuk pergi.
Semenjak mereka berdua menjalin kerja sama, Seo Yun menjadi bersikap lebih waspada dengan Zhara, dia selalu mengawasi pergerakan Zhara untuk mencegah pengkhianatan.
Mungkin dia masih tertekan dengan pengkhianatan Zhara pasca Apocalypse dahulu kala, jadi dia bersikap berlebihan seperti itu walaupun mereka berdua sudah melakukan kesepakatan.
...----------------...
Zhara sampai ke markas Frasier-01, tempat Henry di tahan oleh pasukannya, berbeda dengan Holden dan Theo yang diikat di kursi listrik sebagai penyiksaannya, Henry hanya di kurung di ruangan semacam ruang tamu yang tidak berbahaya.
Itu dilakukan karena menurut Kapten Felix, Henry bersikap baik dan tidak melawan ketika di tangkap, Felix juga tidak merasakan adanya niat perlawanan dari Henry.
Setelah memasuki ruang tamu tempat dimana Henry dikurung, Zhara melihat pria muda itu yang hanya duduk melamun di sofa, dia bahkan tidak menyadari kedatangan Zhara hingga Zhara menghampirinya.
Henry menyadari kedatangan Zhara dan langsung menyapanya dengan hormat.
"Salam hormat tuan Zhara." ujar Henry sambil menundukkan kepalanya.
"Duduklah." balas Zhara.
Mereka berduapun duduk di sofa dengan saling berhadapan, ini lebih terkesan seperti mengobrol secara formal dibandingkan interogasi.
"Namamu Henry, benar kan?" tanya Zhara.
"Itu benar tuan." balas Henry.
Zhara sedikit takjub dengan sikap Henry yang tenang dan tidak gugup walau dalam situasi yang mungkin saja akan mengancam nyawanya.
"Jadi Henry, aku tidak ingin membuang-buang waktuku, begitupun dengan waktumu, jadi bisa kau jawab pertanyaanku dengan jujur?"
"Dengan senang hati."
"Baiklah kalau begitu.... jadi apa alasanmu mengkhianati rekanmu sendiri saat itu dengan cara memukul kepalanya saat itu?" Zhara melemparkan pertanyaan.
Henry berpikir sejenak sebelum menjawab.
"Itu karena dia menyandra anak anak... waktu kecil, aku pernah diselamatkan oleh seorang prajurit tangguh, aku mengagumi prajurit yang rela membantu orang lain walaupun nyawanya sendiri menjadi taruhannya, oleh karena itu aku memutuskan menjadi seorang prajurit. Tapi apa yang terjadi saat itu benar-benar berbeda dengan seorang prajurit yang aku kagumi..." jawab Henry.
Hanya dengan satu jawaban saja Zhara sudah mengerti maksud dari Henry, padahal dia adalah prajurit baru tapi sudah terlibat dalam hal mengerikan seperti itu.
Dia pasti memiliki ketidakpercayaan kepada seorang prajurit sekarang...
"Tapi untungnya pasukanmu datang di waktu yang tepat dan menyelamatkan para sandra, aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan pada para sandra itu, tapi aku sudah memiliki firasat buruk tentang apa yang akan terjadi."
Zhara bisa melihat kekaguman Henry terhadap pasukannya melalui mata Henry yang polos, jika dipikir-pikir lagi umur mereka berdua tidak terlalu jauh berbeda.
Dia masih muda tapi memiliki sikap yang baik, dia pasti akan sangat berharga di masa depan jika mendapat pelatihan yang sesuai.
Zhara tersenyum, "Sepertinya kau sangat tertarik dengan pasukanku, bagaimana kalau kau ikut bergabung? kau bisa bekerja di bawah kapten Felix."
Henry sedikit terkejut.
"Bolehkah?" tanyanya.
Henry sadar dirinya adalah musuh Zhara karena ikut melakukan tindakan ilegal bersama prajurit lainnya, dia sudah pasrah jika harus mendapatkan hukuman dari Zhara, tapi tawaran yang Zhara berikan membuatnya sangat terkejut.
"Tentu, sebelumnya kau hanya salah memasuki kelompok sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan, aku yakin kalau kau juga tidak menginginkan hal itu, jadi kurasa kau tidak bersalah sama sekali." kata Zhara memberikan alasan atas tawarannya.
Henry merasa terharu atas kebaikan Zhara, dia bahkan sempat meneteskan air matanya.
"Terima kasih banyak, suatu kehormatan yang besar bagiku untuk bergabung dengan pasukan hebat seperti pasukanmu!" kata Henry.
Zhara juga mendapat keuntungan dari bergabungnya Henry bersama kelompoknya, mungkin sekarang masih belum terlihat tapi nanti ketika dia sudah mendapatkan pelatihan terbaiknya pasti, Henry pasti akan menunjukkan kemampuannya yang sebenarnya.
...
...
...
Setelah Henry setuju untuk bergabung dalam pasukan Zhara, Zhara kemudian langsung mengajaknya untuk menemui Felix, orang yang akan menjadi mentor Henry.
Tapi ketika mereka berdua tengah berjalan, sebuah tangan mungil tiba-tiba memegang tangan Zhara.
Zhara menoleh dan melihat seorang anak kecil perempuan yang berusia sekitar 7 tahun.
"Anak ini..." gumam Henry.
"Kau mengenalnya?" tanya Zhara.
Henry menganggukkan kepalanya, "Dia adalah anak yang aku selamatkan ketika Holden menjadikannya sebagai sandra."
Sebelumnya ketika Felix melakukan penangkapan kepada Holden, mereka juga menyelamatkan warga sipil yang Holden dan pasukannya tangkap untuk dijadikan bahan eksperimen.
Dan disinilah mereka sekarang tinggal untuk sementara.
Anak kecil itu menggerakkan mulutnya untuk berbicara kepada Zhara, tapi Zhara sama sekali tidak mengerti bahasa yang anak itu gunakan, tapi tidak dengan Henry.
Henry berjongkok untuk menyelaraskan tingginya dengan anak itu dan berkata sesuatu dalam bahasa yang anak itu gunakan sambil mengelus rambutnya dengan halus.
"Kau mengerti bahasanya?" tanya Zhara.
"Aku bisa mengerti walaupun sedikit."
"Apa yang dia katakan?"
"........"
Henry terdiam. Tampak ekspresi Henry yang terlihat marah sekaligus sedih ketika mendengar pertanyaan Zhara.
Tak lama kemudian akhirnya Henry berbicara.
"Katanya dia punya keluarga yang juga ditangkap oleh orang orang seperti Holden beberapa bulan sebelum Holden menangkap anak ini.... jadi dia meminta bantuan kita untuk menemukan keluarganya."
Zhara mengerti perasaan Henry yang sangat membenci orang orang seperti Holden yang sering menangkap warga sipil yang tidak bersalah.
Selain itu Zhara juga merasa kasihan dengan anak itu yang kehilangan keluarganya di usianya yang masih sangat kecil, jadi Zhara juga berjongkok untuk menyelaraskan tingginya dengan anak itu lalu mengelus rambutnya.
"Kami akan membantumu mencari keluargamu." kata Zhara lalu diterjemahkan oleh Henry.
Anak itupun langsung tersenyum senang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...