1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 64: Pesta Ulang Tahun



Hari menjelang malam dan tamu undangan dari CEO Kim Park Lee telah berdatangan, tempat diadakannya pesta adalah di sebuah hotel bintang lima yang ada di kota itu.


Keseluruhan hotel telah dipesan oleh Kim Park Lee dan di dekorasi dengan sangat indah dan mewah demi ulang tahun sang putri tercinta.


Di ruang hias hotel, terlihat seorang gadis cantik berambut hitam menawan, dia didandani oleh para perias dan desainer ahli sehingga penampilannya benar benar sangat menawan.


Ia mengenakan kalung berlian yang sangat indah dan gaun hitam dengan hiasan biru yang selaras dengan mata biru indahnya yang bagaikan sebuah mutiara.



Setelah selesai berdandan, seorang gadis yang berusia sama dengan Kim Yeona datang memasuki ruang hias.


"Acaranya akan segera dimulai, apa kau sudah siap?" ujar gadis itu.


Gadis itu adalah So Young, pengawal pribadi Kim Yeona sekaligus teman masa kecilnya.


"Aku sudah siap." jawab Kim Yeona.


Para pelayan yang meriasnya langsung keluar dari ruangan itu setelah kedatangan So Young karena tugas mereka sudah selesai.


"Woah.... Kau terlihat sangat cantik sekarang, aku yakin tuan Zhara pasti akan tergila gila padamu!" puji So Young.


"Jangan berharap terlalu tinggi, orang sekelas tuan Zhara tidak mungkin tertarik pada gadis manja sepertiku." ujar Kim Yeona dengan lembut tapi terlihat kesedihan dalam matanya.


Sebenarnya Kim Yeona tidak pernah senang setiap hari ulang tahunnya, dia sudah muak dan malas melihat orang orang yang datang dan bersikap baik kepadanya hanya untuk mendapatkan keuntungan.


Mereka semua bermuka dua, memuji kecantikannya dan memberikan hadiah yang tidak berarti kepadanya, tapi di balik sikap baik mereka, mereka hanya menginginkan satu hal dari keluarga Kim, yaitu bisnis perusahaannya.


Begitupun dengan para lelaki yang mendekatinya, hampir semua anak pebisnis pasti disuruh mengincar bisnis keluarga Kim, dan itulah yang membuat Kim Yeona menjadi muak.


"Jangan bersikap seperti itu, aku dengar jika tuan Zhara adalah pria yang baik dan tampan, dia juga tidak akan mengincar apapun karena sudah memiliki kekayaan dan kekuasaan yang melebihi keluarga Kim."


'Jika dipikir pikir itu memang benar, orang sekaya Tuan Zhara pasti tidak membutuhkan kekayaan keluarga Kim....' batin Kim Yeona, tapi ia tidak menghilangkan kewaspadaannya sama sekali.


"Bagaimana jika dia mengincar tubuhku? Orang kaya sepertinya pasti suka bermain main dengan para gadis, mengikatnya, menjambaknya dan menjadikannya sebagai pemuas napsunya!" ujar Kim Yeona merinding.


"Tidak. Kurasa kau terlalu banyak menonton film seperti itu......" balas So Young dengan wajah datarnya.


"A-Apa maksudmu!? Aku hanya menontonnya untuk edukasi, bukan berarti aku tertarik untuk terus menontonnya!" sangkal Kim Yeona dengan wajah memerah.


"Baik baik aku mengerti, cepatlah bergegas, ayahmu sudah menunggumu di bawah."


"Hm...." balas Kim Yeona lesu.


...----------------...


Kim Yeona berjalan menuruni tangga dengan anggun dan penuh kesopanan, parasnya yang begitu cantik dan menawan memikat perhatian para tamu yang telah hadir.


Pria dan wanita begitu terpana dengan sosok Kim Yeona yang terlihat bagaikan seorang dewi kecantikan.


Mereka semua hanya terdiam di tempat mereka tanpa mengeluarkan sepatah suarapun.


Kim Yeona hanya sedikit melirik para tamu dan berjalan menuju tempat ayah dan ibunya berdiri.


"Maaf telah membuat kalian menunggu, ayah, ibu." ujar Kim Yeona dengan sopan.


"Ohoho, tidak perlu terburu buru putriku." balas sang ayah, Kim Park Lee.


"Kau terlihat sangat cantik hari ini sayang." kata Kim Hyung Su, ibu Kim Yeona dengan lembut.


Kim Park Lee mengalihkan pandangannya kepada para tamu dan mengerutkan keningnya karena belum melihat keberadaan Zhara.


"Sayang, sudah saatnya menyambut para tamu." bisik Kim Hyung Su kepada suaminya.


Kim Park Lee mengubah ekspresinya dengan cepat dan batuk beberapa kali untuk mempersiapkan dirinya berbicara kepada para tamu.


"Pertama tama saya ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada para rekan rekan bisnis sekalian karena telah menerima undangan pesta ulang tahun putri semata wayangku, semoga di dalam pesta ini kita bisa mempererat hubungan kita semua layaknya saudara."


Kim Park Lee memberikan sambutan hangat dan diiringi dengan tepuk tangan meriah dari para tamu.


Walaupun Zhara yang dianggapnya sebagai tamu spesial belum datang, tapi pesta tetap dilaksanakan dengan meriah.


Banyak makanan mewah dihidangkan oleh Kim Park Lee yang memanjakan lidah para tamu.


Bersamaan dengan itu acara pemberian hadiah telah dimulai.


"Untuk Nona Kim yang cantik bagaikan cahaya rembulan di malam hari ini, saya memberikan anda hadiah kalung permata bulan yang saya dapatkan langsung dari Dubai." ujar seorang pria memberikan hadiahnya.


Kim Yeona menerima hadiah itu dengan senang hati, "Terima kasih atas hadiahnya tuan muda Su." balas Kim Yeona dengan sopan.


'Yah.... Walaupun sebenarnya aku sudah memiliki puluhan benda ini....' batin Kim Yeona dengan malas.


"Untuk menjaga kesehatan nona kim, saya menghadiahkan gingseng berusia 100 tahun yang saya dapatkan langsung dari Tiongkok." ujar salah seorang pria memberikan hadiahnya.


Seperti biasa Kim Yeona juga hadiah itu, 'Lumayan untuk memberi makan kucingku....' batin Kim Yeona.


Bukan hanya dua atau tiga hadiah, tapi ada lebih dari 30-an hadiah tidak berguna yang orang orang berikan kepada Kim Yeona.


Kim Yeona tentu menerima semua hadiah itu walaupun nantinya hanya akan menjadi seonggok sampah di kamarnya.


'Sama seperti ulang tahun sebelumnya, tidak ada hadiah yang berguna sama sekali....' batin Kim Yeona dengan malas, namun masih menujukan senyuman palsu.


Selain memberikan hadiah, orang orang juga mencoba mengobrol dengannya untuk menarik perhatian Kim Yeona.


Tapi Kim Yeona yang sudah melihat sifat orang orang bermuka dua seperti mereka sedari kecil tidak akan terjebak dalam tipuan busuk mereka.


'Ngomong ngomong orang itu belum datang ya....' batin Kim Yeona.


Walaupun begitu dia sebenarnya sangat senang di dalam lubuk hatinya karena tidak terlibat hal merepotkan dengan orang besar sepertinya.


Kim Yeona tahu betul jika dia pasti akan di dorong untuk mendekati Zhara oleh kedua orang tuanya, jika keluarga Kim bisa bekerja sama dengan perusahaan Futuristik Generation, maka dapat di pastikan jika keluarga Kim akan meraih kesuksesan besar.


Dan sekarang Kim Yeona terlihat agak senang karena Zhara tidak datang.


Namun, kesenangan Kim Yeona langsung dirusak oleh perkataan seorang pria yang tiba tiba datang ke pesta.


"Maaf aku sedikit terlambat."


Kim Yeona mengalihkan pandangannya dan menemukan seorang pria atau lebih tepatnya seorang remaja seusia dengannya masuk ke dalam pesta.


Bersamaan dengan itu, bisik bisik para tamu mulai terdengar.


"Hei, bukankah itu CEO Futuristik Generation?"


"Kau benar, aku tidak menyangka tuan Kim bisa mengundangnya dalam pesta ulang tahun putrinya."


"Aku dengar rumor kalau dia selalu menolak undangan pesta bahkan dari perusahaan besar, apakah dia datang karena Nona Kim?"


Para tamu terlihat sangat terkejut dengan kedatangan Zhara dan mereka mulai memberikan spekulasi liar mengenai hubungan Zhara dan Kim Yeona.


Seharusnya orang yang datang terlambat dalam sebuah acara penting dianggap tidak sopan ataupun tidak menghargai sang pembuat acara.


Tapi sepertinya hal itu tidak berlalu untuk Zhara.


Zhara mengabaikan bisik bisik para tamu dan sedikit melirik Kim Yeona hingga pandangan mereka berdua saling bertemu.


Jika itu adalah dirinya yang dulu, Zhara pasti akan tertarik dengan Kim Yeona dan ingin mendapatkannya, namun bukan itu tujuan Zhara sekarang.


Dia memiliki sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan daripada bermain main dengan seorang gadis.


Tapi sebelum itu, alangkah baiknya Zhara memberikan hadiahnya terlebih dahulu.


"Maaf atas keterlambatanku nona Kim." kata Zhara mendekati Kim Yeona.


"T-Tidak masalah...." balas Kim Yeona gugup karena Zhara yang mendekatinya sambil menatapnya dengan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi Kim Yeona.


Tanpa ia sadari, Kim Yeona melangkahkan kakinya mundur selangkah karena saking gugupnya.


"Hm?"


Zhara menaikan alisnya kebingungan.


"Apa kau tidak ingin menerima hadiahku?" ujar Zhara.


"T-Tidak, bukan begitu." Kim Yeona menyangkal.


Banyak orang melihat interaksi mereka berdua dan Kim Yeona tidak ingin bersikap aneh dan memalukan keluarganya.


Kim Yeona menahan dirinya, membiarkan Zhara mendekatinya.


Di depan Kim Yeona yang terlihat sangat gugup, Zhara mengeluarkan hadiahnya yang membuat Kim Yeona dan semua orang menjadi kebingungan.


"Ini....." Kim Yeona tampak tak percaya.


"Aku rasa memberikan barang mewah tidak akan terlalu berkesan untukmu, jadi aku memilih pita biasa ini." ujar Zhara.


Kim Yeona pernah melihat pita biru seperti itu, itu adalah pita yang biasa dipakai gadis gadis normal seusianya.


Namun sayangnya Kim Yeona tidak bisa membeli sesuatu sederhana seperti itu karena tuntutan keluarganya.


Kim Yeona melirik ayahnya, seolah olah meminta persetujuannya.


"Ambilah nak...." balas Kim Park Lee.


Selama pemberi hadiah adalah Zhara, maka itu tidak masalah baginya.


Kim Yeona menerima hadiah pemberian Zhara dengan kedua tangannya, matanya berkaca kaca karena terharu.


Dia tidak pernah menyangka akan bisa menggunakan benda normal seperti itu selama hidupnya.


"Terima kasih... Ini adalah hadiah terbaik yang pernah kudapatkan....." ujar Kim Yeona dengan tulus.


...----------------...


Setelah itu pestapun di mulai dengan lebih meriah daripada sebelumnya.


Orang orang mencoba mendekati Zhara dan berharap bisa membangun kerja sama bisnis dengannya.


Zhara menanggapi mereka semua dengan santai tapi tidak memberikan peluang bisnis sedikitpun kepada mereka.


Bagi Zhara, bisnis kecil mereka tidak akan berpengaruh besar terhadap perusahaannya.


Jadi tidak ada gunanya bekerja sama dengan mereka.


Tapi bukan berarti semua bisnis di sana buruk untuk perusahaan Zhara.


Ada beberapa orang yang menarik perhatian Zhara di tempat itu.


Salah satunya adalah Ferruccio Kilberg, dia adalah pemilik perusahaan lokomotif yang memberikan mobil Miura Nova kepada Zhara.


"Bagaimana menurutmu mengenai mobil hadiahku itu tuan Zhara?"


"Itu adalah mobil ternyaman yang pernah aku kendarai... Bagaimana jika kita bekerja sama, tuan Kilberg? Aku memiliki banyak ide yang bisa diterapkan dalam lokomotif."


Zhara menawarkan ajakan kerja sama tanpa basa basi, dan itu membuat Ferruccio Kilberg agak terkejut.


"Saya tidak pernah menyangka jika anda akan memberikan penawaran terlebih dahulu..." ujarnya.


"Tidak perlu banyak pertimbangan untuk bekerja sama dengan perusahaan berpotensi." balas Zhara sambil meminum segelas anggur.


"Kalau begitu akan saya terima dengan senang hati."


Keputusan untuk bekerja sama telah terjalin dengan kedua belah pihak yang berjabat tangan.


Ferruccio Kilberg sangat senang karena akhirnya bisa bekerja sama dengan perusahaan Futuristik Generation.


Sementara Zhara juga senang karena akhirnya memperluas bisnisnya ke bidang lokomotif.


Setelah berbincang bincang dengan Ferruccio Kilberg, Zhara mendekati Kim Park Lee.


"Saya kira anda tidak akan datang dalam pesta ulang tahun putriku, hahaha..." ujar Kim Park Lee dan tertawa garing.


"Sejujurnya aku melupakan tentang hadiahnya, jadi aku harus ke mal untuk segera membelinya..." balas Zhara dengan santai.


"B-Begitu ya...." jawab Kim Park Lee canggung.


Mereka berdua berada di tempat yang agak jauh dari kerumunan tamu lainnya, jadi mereka bebas mengobrol apapun.


"Oh, ngomong ngomong bagaimana dengan putriku?" ujarnya berharap Zhara tertarik.


"Dia adalah gadis yang baik dan cantik, dia juga memiliki tubuh yang bagus, tapi...."


"T-Tapi apa?"


Kim Park Lee menelan ludahnya diam diam, dia begitu gugup dan takut jika Zhara tidak tertarik.


"Tapi bukan itu tujuanku datang ke sini...."


"Lalu.... Apa tujuanmu datang kesini?" kata Kim Park Lee.


Dia sangat takut jika Zhara menginginkan sesuatu yang mustahil dari keluarganya.


Zhara menarik ujung bibirnya dan membentuk seringai penuh arti kepada Kim Park Lee.


"Itu adalah pelelangan gelap milikmu."


Sekeika Kim Park Lee sangat tercengang mendengar perkataan Zhara.


"B-bagaimana kau bisa mengetahuinya...." bisik Kim Park Lee ketakutan.


Hampir tidak ada yang mengetahui pelelangan gelap miliknya.


Itu adalah pelelangan ilegal yang sangat dirahasiakannya bahkan dengan keluarganya.


"Kau tidak perlu tahu itu, aku hanya ingin menjual sesuatu di sana... Selama kau bersikap baik dan penurut, maka rahasiamu akan tetap terjaga bahkan sampai kau mati...." kata Zhara dengan dingin dan penuh intimidasi.


Sekarang tidak ada lagi yang bisa Kim Park Lee lakukan selain menuruti perkataan Zhara.


Jika tidak maka bukan hanya dirinya yang terancam, tapi keluarganya.