1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 68: Berpisah Lagi



Zhara kembali mengingat hal keji apa yang telah ia lakukan terhadap Seo Yun dan tidak berusaha membantahnya sama sekali karena itu memang benar adanya.


Zhara marah karena ditolak oleh Seo Yun dan kehilangan kendali hingga tega memerkosanya untuk mempertahankannya di sisi Zhara, itu memang benar, dia sendiri yang melakukan itu secara sadar.


Namun Zhara membantah jika dia yang membunuh Seo Yun.


Dunia pasca Apocalypse membuat banyak manusia yang memiliki berbagai jenis kekuatan mutant, salah satunya yang paling berbahaya dan merepotkan adalah kemampuan mengendalikan pikiran manusia.


Benar, Zhara saat itu sedang dikendalikan oleh seseorang untuk membunuh Seo Yun dan mengambil kristal yang dimilikinya.


Sebenarnya itu bukan kristal biasa melainkan suatu material misterius yang bernama Anti-Life Equation.


Zhara pernah ditemui oleh orang misterius dan ingin mengambil Anti-Life Equation dari Seo Yun, tapi Zhara menolaknya karena tahu jika material itu bukanlah material biasa.


Karena itu pertarungan dahyat tidak bisa dihindari, Zhara bertarung melawan orang itu sepanjang malam tanpa berhenti sama sekali, itu adalah pertarungan tersulit yang pernah ia alami.


Namun pada akhirnya Zhara mengalami kekalahan karena ternyata orang itu mempunyai kemampuan pengendali pikiran.


Zhara dikendalikan untuk membunuh kekasihnya sendiri dan merebut Anti-Life Equation darinya, tapi tanpa diduga Seo Yun malah menghancurkan material itu sehingga membuat ledakan besar.


Dan Zhara terbebas dari pengendalian pikiran orang itu setelah ledakan itu dan hanya bisa menyesali perbuatannya karena sudah membunuh kekasihnya.


Karena itu juga Zhara sangat membenci orang itu dan melakukan perjalanan untuk membalaskan dendamnya, tapi sampai dia matipun ia masih tidak menemukan orang itu seolah olah dia tidak pernah ada...


Itulah kenyataan yang ada dibalik kebencian Seo Yun, tapi dari sudut pandang Seo Yun sendiri tidak seperti itu, kebenciannya kepada Zhara telah melekat di dalam dirinya dan sulit untuk menyingkirkannya walaupun Zhara menjelaskan semua hal yang terjadi.


Setelah mengingat masa lalu, Seo Yun kembali ke kenyataan.


Dia masih menodongkan pistolnya kepada Zhara dan berniat untuk menarik pelatuknya.


"Kurasa ini pertemuan terakhir kita...." ujar Seo Yun.


Akan tetapi sebelum dia menarik pelatuknya, seseorang tiba tiba datang ke tempat mereka dan mengalihkan perhatian Zhara dan Seo Yun.


"Eh? Em..... Ini tidak ada hubungannya denganku...."


Itu adalah seorang pria dengan menggandeng dua orang wanita di sampingnya.


Tampaknya dia juga ingin ke tempat parkir tapi tanpa sengaja melihat Zhara dan Seo Yun yang menodongkan pistol satu sama lain, tentu saja ini situasi yang sangat gawat baginya.


Pria itu bersama kedua wanitanya mundur perlahan dan langsung melarikan diri begitu memdapatkan kesempatan.


Tapi Seo Yun tidak membiarkan hal itu.


Dor!


Dor!


Dor!


Tiga tembakan dilepaskan dan tepat mengenai punggung pria dan kedua wanitanya hingga langsung membunuh mereka seketika.


Mereka telah melihat wajahnya, jadi mereka tidak boleh dibiarkan lepas begitu saja....


Karena suara tembakan yang keras itu, beberapa petugas keamanan langsung bergegas datang ke tempat kejadian.


Seo Yun memutar pistol di tangannya dan langsung memasukannya ke tempatnya lalu melihat Zhara dengan dingin.


"Hari ini kau selamat, tapi lain kali jangan biarkan aku melihat wajahmu." kata Seo Yun dingin lalu pergi memasuki mobilnya.


Karena petugas keamanan akan segera datang, jadi Zhara juga tidak bisa berdiam diri saja disana.


Dia juga memasuki mobilnya dan pergi dari tempat itu walaupun agak berat rasanya.


Sekarang Seo Yun telah membencinya dan mustahil untuk berbaikan lagi, jika Zhara mendekatinya dengan sengaja maka itu akan sangat berbahaya karena Seo Yun tidak akan segan segan menembaknya seperti dia menembak lengannya.


Zhara meraba lengannya dan mengambil peluru yang menacap sejak tadi, terlihat peluru itu sudah berbentuk lempeng dan hampir hancur.


Zhara adalah penemu teknologi masa depan, jadi membuat sistem keamanan untuk dirinya sendiri bukanlah hal yang sulit.


Tapi ada baiknya Zhara menjaga jarak terlebih dahulu dari Seo Yun walaupun terasa agak berat.....


...----------------...


Kinata bersama Reynald sebagai asistennya sangat kesusahan untuk memecahkan kasus pencurian kristal oleh orang misterius bernama Z, yaitu Zhara.


Dia sudah memeriksa semua kejadian dari beberapa kasus kejahatan sebelumnya tapi tidak ada satupun petunjuk yang dia dapatkan.


Kasus pertama adalah kasus tentang kematian kepala keluarga Verdiansyah yang terkesan sangat janggal.


Selain waktu peristiwa yang berdekatan dengan kasus pencurian kristal, korban yang bisa diidentifikasi dalam peristiwa itu hanyalah kepala keluarga Verdiansyah.


Ada beberapa korban juga disana yang merupakan putra bungsu keluarga Verdiansyah dan teman temannya, tapi Kinata tidak bisa melakukan otopsi sama sekali karena kondisi mayat yang benar benar hancur.


Kemungkinan letak mereka berdekatan dengan sumber ledakan.


Tidak ada rekaman CCTV yang ditemukan sebelum ataupun sesudah kejadian naas itu, jalan menuju mansion juga terlihat normal tanpa ada satupun orang mencurigakan yang terekam CCTV.


Dan hal yang paling janggal dari semua itu adalah tentang para wanita penghibur yang disewa oleh putra bungsu keluarga Verdiansyah.


Kinata dan Reynald telah menyelidikinya dan menemukan jika putra bungsu keluarga Verdiansyah menyewa 3 wanita penghibur dari salah satu rumah bordil di kota itu dan membawa mereka ke mansionnya di malam yang sama dengan kejadian naas itu.


Seharusnya ketiga wanita itu juga tewas dalam ledakan itu tapi tidak ada satupun jejak mayat mereka di sana, walaupun mayat mereka hancur berkeping keping karena ledakan, setidaknya pasti ada sedikit bukti yang masih tersisa.


Kinata sudah mencari informasi pribadi tentang ketiga wanita penghibur yang menghilang itu namun tidak ada satupun informasi berguna yang dia dapatkan.


Itu seolah olah informasi mereka telah dihapus...


Selain kasus keluarga Verdiansyah, kasus tentang kematian kepala keluarga Alastrine juga memberikan banyak misteri yang sulit dipecahkan.


Kinata menyelidiki kasus itu dan menemukan jika penyusup yang datang ke perusahaan Alastrine Industrions itu berkelompok, sangat berbeda dengan Z yang melakukan aksinya sendirian.


Jadi pertanyaan adalah apakah salah satu dari kelompok itu adalah Z si pencuri kristal?


Kinata tidak bisa memastika itu cukup jauh karena sebagian informasi tidak sesuai dengan hasil penyelidikannya, seolah olah fakta tentang Alastrine Industrions ditutup tutupi oleh seseorang.


Apa yang menyebabkan alarm tanda bahaya aktif di Alastrine Industrions? apakah benar itu adalah radiasi nuklir? penelitian apa yang sebenarnya Alastrine Industrions kerjakan? semua itu masih menjadi tanda tanya.


Sebenarnya bukan hanya kasus keluarga Verdiansyah dan keluarga Alastrine yang Kinata selidiki, namun banyak kasus lainnya yang terjadi di tahun yang sama tapi hanya kedua kasus itu yang paling dekat dengan kasus Z si pencuri kristal.


'Ini pertama kalinya aku mendapatkan kasus sesulit ini...' batin Kinata.


Selama ini Kinata dikenal sebagai detektif muda yang paling berbakat di Jepang, tidak, bukan hanya di Jepang tapi di seluruh dunia.


Tapi hanya baru kali ini dia mendapatkan kasus serumit ini, jelas ini pertanda jika lawannya kali ini sangatlah pintar hingga bisa membuatnya sangat kebingungan dan selalu mendapatkan jalan buntu.


Ini seolah olah lawannya telah mengetahui pola pikirnya.


Jadi bisa dibilang jika lawannya sudah benar benar mengenal Kinata dengan baik....


'Jika itu benar maka ini akan semakin sulit....' batin Kinata menggigit kuku jarinya.


Tak lama kemudian, HPC Kinata menerima sebuah pesan email dari seseorang dengan codename Nrqur15, ini bukan sebuah pesan biasa melainkan sebuah pesan rahasia dari mata mata miliknya yang dia tempatkan di seluruh belahan dunia.


Pesan itu terlihat tidak jelas dengan berbagai campuran huruf seperti alpabeth, angka, simbol, dan lain sebagainya.


Namun Kinata memahami isi pesan itu dengan sangat baik.


'Kristal yang dicuri telah dilelang di Korea Selatan...' batin Kinata mengerutkan keningnya.


Sangat berresiko menjual kristal itu di indonesia yang merupakan tempat pencurian terjadi, jadi wajar si pencuri menjualnya di negara lain yang jauh dari jangkauan tim penyelidik.


'Cih! kenapa aku tidak memperkirakan ini!?'


Kinata berdiri dengan kesal, dia kemudian langsung menghubungi Reynald.


"Cepat persiapkan penerbangan, kita akan ke Korea Selatan sekarang!" kata Kinata tanpa basa basi.


[Baik!]


Reynald sudah tahu tujuan Kinata hanya dalam satu kalimat, jadi dia tidak perlu mempertanyakan keputusan Kinata lagi dan langsung melaksanakan apa yang dia suruh.


'Z..... aku tidak akan membiarkanmu lari lagi kali ini....'