1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 52: Kekuatan Eve Sebenarnya



"Hei, Eve! Sudah kubilang jangan ganggu duelku dengannya! kenapa kau malah ikut campur!?" bentak Ford memelototi Eve yang berjalan menghampirinya.


"Ini balasan karena kau telah memukulku sialan! selain itu kau terlihat kerepotan melawannya jadi aku sedikit membantumu~" ejek Eve yang membuat Ford semakin murka.


Ford adalah tipe orang yang tidak suka diejek dan direndahkan apalagi jika perkataannya di tentang, diantara anggota Five Fingers yang lainnya Ford adalah orang yang paling kuat.


Tidak ada yang berani menentangnya kecuali Eve yang memiliki keberanian lebih besar daripada yang lainnya ketika dia serius.


Walaupun begitu Ford menahan dirinya untuk tidak terlibat masalah dengan Eve karena kemampuannya yang sangat merepotkan yaitu melumpuhkan makhluk hidup hanya dengan menatapnya saja.


Buktinya Zhara yang sebenarnya memiliki kemampuan yang lebih baik daripada Ford mampu dilumpuhkan hanya dengan satu kali tatapan matanya.


"Cih! lupakan tentang itu... sebaiknya kita segera lakukan sesuatu padanya..." ujar Ford menunjuk Zhara yang tidak berdaya di tangannya.


Karena terkena kemampuan Eve yang tidak disadari olehnya, Zhara tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali seolah olah terkena obat bius.


Perlu diketahui jika Zhara hanyalah manusia biasa tanpa kekuatan mutant dari masa Apocalypse, Zhara mungkin memiliki kemampuan bertarung yang hebat, tapi itu tidak sebanding dengan orang orang yang memiliki kemampuan dari modifikasi genetika.


"Apa yang harus kita lakukan dengannya? bolehkah aku membunuhnya?" ujar Ford tidak sabar.


"Jangan lakukan itu dasar bodoh, bukankah Mr. Amril menyuruh kita menangkapnya?" kata Eve.


"Cih! baiklah baiklah.." kata Ford pasrah.


Dia mungkin kuat, tapi dia masih harus melayani seseorang, itu adalah Mr. Amril.


Mr. Amril adalah orang yang telah mengubahnya menjadi sosok kuat seperti itu dari yang awalnya hanya bocah lemah, jadi dia memiliki kehormatan tersendiri kepada Mr. Amril.


Ketika mereka bersiap untuk pergi, tiba tiba alarm darurat berbunyi di tempat mereka yang membuat mereka menjadi kebingungan.


"Sepertinya telah terjadi sesuatu..." ujar Ford


"Cepat, ayo kita pergi." kata Eve lalu keluar dari ruangan merah itu dan tiba di lorong baja sambil menyeret Zhara.


Zhara sama sekali tidak panik walaupun tubuhnya tidak bisa bergerak dan lengannya yang patah, melainkan dia menyeringai dengan penuh arti.


"Apa apaan dengan ekspresimu itu? apakah kau sudah gila?" ujar Ford menyadari ekspresi yang Zhara tunjukkan.


"Tidak tidak tidak, aku hanya menyarankanmu untuk memeriksa keadaan sekitar sebelum keluar.." ujar Zhara dengan penuh arti.


Ford dan Eve awalnya kebingungan, namun beberapa saat kemudian mereka menegang seolah olah menyadari sesuatu.


""Mungkinkah!!""


"Sekarang! Rosalie!!" teriak Zhara memberikan aba aba.


Mendengar itu, Rosalie langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan menghujani Ford dan Eve dengan peluru dari dua pistol.


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


"Hiyaaa!"


Ford menutupi wajahnya menggunakan tangannya yang besar dan berotot sehingga tangannyalah yang terkena tembakan sedangkan Eve bersembunyi di balik badan Ford yang besar.


Zhara lepas dari genggaman Ford dan menggulingkan tubuhnya di lantai untuk menghindari tembakan bruntal Rosalie yang tepat beberapa senti diatasnya.


"Graaahh!!"


Dengan satu teriakan sangar, Ford mulai berlari menerobos hujan peluru dan mendekati Rosalie, Rosalie yang melihat itu menghentikan tembakannya karena Ford sudah berada di jarak yang cukup dekat dengannya.


Rosalie kemudian berlari ke belakang untuk mengindari Ford, tetapi Ford malah semakin mempercepat larinya untuk menyusul Rosalie.


Rosalie tetap berlari hingga sampai di sebuah jalan buntu, tetapi Rosalie tidak berhenti dan malah mempercepat larinya.


Ketika Rosalie sudah mendekati dinding dan Ford sudah mendekati Rosalie, Ford melayangkan tinjunya dengan sangat kuat kearah punggung Rosalie, tapi bertepatan dengan itu Rosalie menapaki kakinya di dinding dan melakukan salto belakang hingga melampaui tubuh Ford.


Booom!


Dinding retak berbentuk jaring laba laba dengan tinju Ford yang berada di pusatnya, Ford kaget karena serangannya yang tidak mengenai Rosalie dan memalingkan pandangannya untuk menemukan keberadaan Rosalie.


Tap!


Pundak Ford terasa berat, dia melihat ke atas dan menyadari jika Rosalie telah berada di atas pundaknya dengan melilit lehernya menggunakan kakinya.


"Sialan!!"


Ford mencoba melepaskan kaki Rosalie dari lehernya, tapi sebelum dia bisa melakukan hal itu, Rosalie telah membanting tubuhnya ke belakang hingga tubuh besar Ford jatuh dengan keras di lantai.


...----------------...


Disisi lain, Eve tertegun tak percaya melihat kebrutalan tembakan Rosalie.


"Apa apaan wanita itu..." gumam Eve dengan tidak percaya.


Bersamaan dengan itu, Eve menyadari sesuatu.


"Oh, benar! dimana anak itu!!" ujar Eve.


Anak yang dimaksudnya adalah Zhara yang telah lumpuh karena kemampuannya, dia melihat sekitar, tapi tidak ada siapapun disana.


"Ini mustahil, kemana perginya dia..." ujar Eve dengan tidak percaya.


Bersamaan dengan itu, sebuah tangan menepuk pundaknya yang membuat Eve sangat kaget, dia melihat ke belakang dan menyadari jika orang yang menepuk pundaknya adalah Zhara.


"Kau-"


Sebelum Eve menyelesaikan kalimatnya, Zhara melayangkan pisau yang dia pegang di tangan kirinya tepat ke mata Eve dan menusuk mata kirinya hingga hancur.


"Aaaaarrgh!"


Eve berteriak histeris, Zhara mendorong tubuhnya hingga terbanting ke lantai dan mencabut pisau yang menancap di mata kirinya dan kembali menusuk mata kanannya sebelum Eve bisa menggunakan kemampuannya lagi untuk melumpuhkannya.


"Aaaaarrgh!"


Eve berteriak histeris lagi, dia sekarang tidak memiliki mata untuk menggunakan kemampuannya, dia sekarang bagaikan anjing sekarat yang menunggu kematiannya.


".... kenapa... kenapa kau bisa lepas dari pengaruhku..." ujar Eve dengan lirih.


Tidak ada gunanya untuk melawan, jadi dia sudah pasrah dengan keadaannya.


"..... mudah saja, aku menyadari jika matamu itu memiliki warna dan simbol yang absrak, jika seseorang menatapnya maka akan menyebabkan ilusi optik yang membuat seseorang mengalami hal seperti kelumpuhan sementara, oleh karena itu kau selalu menutup matamu menggunakan rambut dan ingin segera membawaku pergi cepat cepat, itu karena kau tidak ingin aku menyadarinya dan tersadar.." kata Zhara dengan datar.


Intinya kemampuan Eve yang sebenarnya bukanlah pelumpuhan, melainkan mata dengan ilusi optik yang membuat seseorang terhipnotis dan merasakan kelumpuhan.


Eve terlihat tertegun.


"K-Kau menyadari hal itu secepat ini..." ujar Eve tak percaya.


"Tidak, aku sudah menyadarinya dari awal, hanya saja aku menunggu waktu yang tepat untuk keluar karena pintu keluar yang terkunci dan hanya kalian yang bisa membukanya."


".... kau sampai mengorbankan tangan kananmu untuk itu..."


"Itu diperlukan..."


Eve merasakan perasaan yang aneh, selama ini dia selalu bangga dengan kemampuannya yang tidak diketahui oleh rekan rekannya yang lain.


Rekan rekannya selalu mengira jika kemampuan milik Eve adalah dapat melumpuhkan seseorang hanya dengan sekali lihat, tapi nyatanya tidak seperti itu.


Jika ada orang yang menyadari jika kemampuannya bukanlah pelumpuhan, maka bisa dipastikan orang itu akan dapat terlepas dari hipnotisnya.


"... padahal rekan rekanku tidak ada yang menyadarinya...." ujar Eve dengan lirih.


"Itu karena mereka terlalu bodoh untuk menyadarinya..." kata Zhara masih dengan nada datarnya."Apa hanya itu yang ingin kau tanyakan?" lanjutnya.


Eve mengangguk, jika masih memiliki mata, mungkin dia akan menangis sekarang.


Zhara menempelkan pisaunya di leher Eve dan menebasnya dengan cepat sehingga perempuan menyedihkan itu langsung tewas.


Zhara mengibaskan pisaunya untuk menghilangkan noda darah yang menempel padanya, dia kemudian melihat pisaunya dan sedikit tersenyum.


"Ternyata dia cerdik juga..." gumam Zhara.


Orang yang Zhara maksud adalah Rosalie karena sebelum Rosalie pergi, dia melemparkan pisau itu terlebih dahulu kepada Zhara.


'Lebih baik aku segera menyusulnya...' batin Zhara lalu berlari menelusuri lorong yang sebelumnya dilewati oleh Ford.


Karena kekuatan Ford yang besar, Zhara dapat menemukannya melalui jejak kakinya yang tampak dengan jelas di lantai baja.


Hingga Zhara sampai di lorong buntu tempat Rosalie dan Ford berada, Zhara langsung di tabrak Rosalie yang dilemparkan oleh Ford dengan kencang.


Brak!


"Uhuk!"


Rosalie batuk darah, tampaknya pertarungannya tidak seimbang satu sama lain.


Mungkin Rosalie memiliki kelincahan yang baik dan trik yang hebat, tapi dia masih kalah dengan kekuatan Ford yang sangat besar.


"Maaf aku tidak bisa menahannya lebih lama..." ujar Rosalie dengan lirih.


"Tidak masalah, biar aku yang atasi selanjutnya." kata Zhara lalu menidurkan Rosalie di lantai dan membiarkannya istirahat sejenak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...