
...[640 Days Before The Apocalypse]...
Zhara telah sepakat untuk membantu Seo Yun dalam menemukan Chip penelitian milik perusahaan Alastrine Industrions yang menghilang entah kemana.
Zhara tidak sendirian dalam membantu Seo Yun, melainkan bersama rekan rekannya yang sebelumnya ikut dalam penyerangan ke Alastrine Industrions seperti Aland, Adney, Aurel, Iris, Laura, Rosalie, Lily, Viola, dan Rian.
Zhara menghubungi markas pusat dan menyuruhnya untuk mengumpulkan semua informasi mengenai orang orang dari kemiliteran yang melakukan olah TKP di perusahaan Alastrine Industrions dulu.
Dan karena mereka memiliki semua informasi kependudukan setengah masyarakat dunia, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengumpulkan semua informasi orang orang itu.
Ada total 500 tentara dan pasukan khusus yang terlibat dalam olah TKP waktu itu, dan hanya ada 2 orang yang dicurigai sebagai tersangka yang bersekongkol dengan Mr. Amril dalam penelitian manusia yang ia lakukan.
Mereka adalah letnan Holden dan letnan Theo.
Mereka dicurigai karena memiliki latar belakang yang tidak jelas dan menjadi orang yang berpengaruh ketika olah TKP dilakukan, walaupun bukan mereka pelakunya tapi setidaknya mereka pasti memiliki informasi penting.
Letnan Holden saat ini sedang berada di Afganistan karena sedang bertugas sementara Letnan Theo sedang mengambil cuti di salah satu pantai yang ada di Dubai.
Jadi Zhara harus menangkap mereka dan mengintrogasinya terlebih dahulu, tapi bukan Zhara yang akan turun tangan langsung, melainkan para pasukannya.
Untuk apa dia membangun pasukan sebegitu banyaknya jika bukan untuk saat saat seperti ini? Lagipula seluruh pasukan Frasier-01 sudah menyelesaikan pelatihan mereka di pulau pelatihan.
Jadi Zhara hanya tinggal duduk bersantai dan menunggu kedua tikus itu tertangkap dan dibawa ke hadapannya....
...----------------...
Lokasi:
Padang Rumput Afganistan
Matahari bersinar sangat terik di sebuah padang rumput Afganistan hingga membuat beberapa fatamorgana yang bisa dilihat oleh orang orang yang melaju di tempat itu.
Tiga unit mobil jeep khas kemiliteran melaju dengan cepat di tempat itu hingga meninggalkan gempulan asap di belakangnya.
Di dalam mobil jeep yang melaju paling belakang, terlihat beberapa orang warga sipil yang meringkuk dengan penuh ketakutan karena dijaga oleh orang orang bersenjata.
Warga sipil itu terlihat memiliki beberapa memar akibat dipukuli, para wanita dewasa memeluk para anak anak sementara para pria dewasa pingsan dengan luka yang lebih serius.
Jika dilihat dari cara berpakaian dan postur wajah mereka, kemungkinan mereka adalah penduduk asli Afganistan.
Para anak anak berbisik membicarakan tentang nasib mereka, dan itu membuat salah satu tentara yang ada di mobil itu menjadi risih dan marah.
"Berhentilah berbicara dalam bahasa yang tidak aku mengerti, itu menjengkelkan!" teriaknya dengan marah.
Dia menatap anak anak itu dengan sangar, membuat mereka semua meringkuk ketakutan di pelukan wanita dewasa.
"Percuma saja kau menghiraukan mereka, Brodin. mereka tidak akan mengerti bahasamu." ujar salah satu tentara, mengejek kebodohan temannya yang bernama Brodin.
"Cih!"Brodin berdecak kesal.
Melihat kedua rekannya yang sedang asyik mengobrol tanpa memperdulikan situasi, tentara ketiga yang duduk di samping tentara pengemudi menjadi kesal.
"Hei Brodin, Lawryn, perhatikanlah sekeliling kalian... kita tidak tahu kapan musuh menyergap..." kata tentara ketiga dengan serius.
Matanya masih menatap tajam ke sekeliling dengan senapan di tangannya.
"Hei, Holden, kurasa kau terlalu berlebihan."
"Itu benar, kita sudah mengalahkan semua musuh kita sebelumnya, jadi bersantailah sebentar."
Kedua rekannya menyuruh Holden untuk sedikit bersantai, tapi dia tidak menghiraukan mereka dan tetap fokus pada sekelilingnya.
Holden memegang prinsip keras, yaitu tidak bersantai sebelum menyelesaikan misinya.
Walaupun mereka sebenarnya telah menyelesaikan misinya setelah menangkap warga sipil Afghanistan, tapi mereka masih berada di musuh, jadi tidak seharusnya dia bersantai ketika dalam situasi ini.
"Anu.... bolehkah aku bicara, senior?" si tentara pengemudi mulai memasuki percakapan.
Brodin mengalihkan perhatiannya.
"Bukankah kau adalah anak baru itu?" tanyanya.
"I-Itu benar, sebenarnya ini adalah misi pertamaku, namaku Henry dan orang orang biasa memanggilku-"
"Anak baru." potong Brodin.
"..... Benar, itu nama panggilanku..." ujar Henry dengan lesu.
"Jangan hiraukan orang itu.... silakan tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan, anak baru." kata Holden.
Sebenarnya dalam misi kali ini Holden dipilih sebagai pemimpinnya karena memiliki sikap yang tegas dan waspada.
Oleh karena itu dia memiliki tanggung jawab kepada anggotanya sendiri, termasuk mendidik anak baru di kelompoknya.
"..... Sebenarnya pikiranku terganggu dari tadi. Apakah misi kita ini sudah benar? maksudku kita sedang menangkap warga sipil yang tidak ada hubungannya dengan peperangan..." kata Henry.
""......""
Mereka bertiga terdiam.
Henry sedikit merasa aneh dan melirik kearah Holden yang masih memasang wajah serius.
BOOOOOOOM!
DUUUUAAAARRR!
Ledakan besar tiba-tiba terjadi di depan mereka, menggulingkan kedua mobil di depannya.
Henry panik, dia kemudian membanting setir mobilnya ke samping kanan hingga terguling ke dalam tanah yang tidak rata.
Seluruh warga sipil terlempar dari mobil dan tiarap ditanah selagi suara ledakan tanpa henti terdengar dengan keras di tempat itu hingga mengguncang tanah.
"Serangan musuh! serangan musuh! persiapkan senjata!"
DUUUARR!
"Sial! Dari mana asal serangan itu!"
Para tentara yang sebelumnya berada di mobil lainnya mulai berteriak, memperingati kedatangan musuh yang menyergap mereka.
Tapi tempat mereka masih di bombardir oleh ledakan besar yang entah dari mana datangnya, hingga menewaskan beberapa tentara.
"Sial! bukankah kita sudah menghabisi mereka!?" teriak Brodin kesal setelah bangkit dari tanah.
"Jangan banyak mengoceh, persiapkan senjata kalian!" teriak Holden.
Brodin dan Lawryn mendapatkan senjatanya, sementara Holden membantu Henry yang terhimpit mobil.
Bersamaan dengan itu musuh yang menyerang mereka akhirnya terlihat.
"Apa-apaan itu....."
DOR!
CRASH!
Salah satu tentara tertegun melihat sosok penyerang, akan tetapi ia langsung mati karena tembakan yang tepat mengenai kepalanya.
Para penyerang menggunakan armor lengkap yang menutupi seluruh tubuh mereka, menjadikan mereka terlihat lebih sangar dan kuat daripada kelompok Holden.
Mereka adalah tim Zrayin dari pasukan Frasier-01 milik Zhara .
"Target kita hanya letnan Holden, bunuh yang lainnya kecuali para sandra!" teriak Felix Rogue memberikan perintahnya.
""Siap laksanakan!""
Pertempuran telah dimulai dan langsung dimenangkan oleh pasukan Frasier-01 yang terlebih dahulu melakukan penyergapan.
Selain itu perbedaan teknologi senjata mereka menjadi faktor utama kemenangan pasukan Frasier-01.
Dengan cepat pasukan Holden telah musnah....
"Tunggu!!!"
Holden berteriak keras.
Dia menatap Felix sambil menodongkan senjatanya ke salah seorang anak gadis yang sebelumnya adalah warga sipil Afghanistan yang ia sandra.
"Jika kalian mendekat akan kutembak kepala anak ini!!" teriak Holden menunjukkan keseriusannya.
"Sungguh? apa menurutmu menggunakan sandra akan membuat kami berhenti?" kata Felix dengan santai.
"Apa maksudmu?"
"Asal kau tahu.... kami memiliki hantu di pihak kami...." kata Felix dengan seringai penuh arti.
Holden kebingungan, tapi tak lama setelah terdengar suara teriakan di belakang Holden.
"Lepaskan anak itu!!"
BUGH!
Sebuah pukulan keras dari batu mengenai kepala Holden dan membuatnya pingsan seketika.
Di belakangnya terlihat seorang tentara muda dari pasukan Holden, dia adalah Henry yang memukul kepala Holden.
'Apa apaan ini, siapa anak muda itu?' batin Felix dengan penuh kebingungan.
Ketika dia tengah kebingungan seseorang tiba-tiba muncul di samping Felix, dia adalah Asher Dean dengan seragam invisible miliknya.
"Sepertinya hantu ini tidak perlu bergerak...." kata Asher dengan wajah datarnya.
Orang yang Felix maksud sebagai hantu adalah Asher yang memiliki kemampuan invisible, rencananya Asher akan meringkus Holden yang menggunakan sandra tapi malah terjadi hal yang tidak terduga.
'Yah.... setidaknya kami sudah menyelesaikan misi dengan lancar, aku penasaran bagaimana rekan lainnya yang mendapatkan misi di dubai, kuharap mereka tidak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang disana...' batin Felix.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...𝐽𝑖𝑘𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑚𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑇𝑦𝑝𝑜 𝐴𝑡𝑎𝑢 𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎𝒉𝑎𝑛 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑃𝑒𝑛𝑢𝑙𝑖𝑠𝑎𝑛, 𝑇𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔 𝐵𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎𝒉𝑢 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐿𝑒𝑤𝑎𝑡 𝐾𝑜𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑃𝑎𝑟𝑎𝑔𝑟𝑎𝑓 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 𝐷𝑖𝑟𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖...