1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE

1095 DAYS BEFORE THE APOCALYPSE
Chp 46: Penyamaran



Setelah disepakati bersama, akhirnya mereka menjalankan rencana penyusupan ke perusahaan Alastrine Industrions untuk mendapatkan kembali data penelitian perusahaan mereka.


Mereka tidak akan menggunakan seluruh padukan SIERRA yang bagaikan pasukan kemiliteran negara itu agar tidak menimbulkan keributan.


Orang yang ikut serta dalam penelitian itu hanya beberapa orang seperti Zhara, Rosalie, Laura dan Rian.


Iris sama sekali tidak ikut serta karena kemampuan bertarungnya yang masih lemah, sebaliknya Rian sudah memiliki pengalaman dalam pertarungan jalanan, jadi dia lebih cocok untuk ikut serta.


Karena Zhara, Rosalie, Laura dan Rian yang bertugas untuk menyusup dan mendapatkan kembali data penelitian, jadi yang lainnya bertugas sebagai orang yang memberikan informasi dan memantau jalannya penyusupan.


Setelah diputuskannya peran mereka masing-masing, merekapun bersiap untuk melaksanakan tugasnya.


Adney adalah orang yang paling profesional dalam meretas sistem, jadi dia berhasil mendapatkan seluruh informasi mengenai struktur gedung perusahaan Alastrine Industrions beserta seluruh CCTV yang ada.


Gedung perusahaan Alastrine Industrions memiliki 50 lantai, 5 lantai teratas merupakan tempat dimana petinggi perusahaan bekerja dan yang lainnya merupakan tempat karyawan.


Sama seperti perusahaan Futuristik Generation, perusahaan Alastrine Industrions juga memiliki ruang bawah tanah yang menjadi tempat mereka dalam melakukan penelitian.


Setelah mengawasi aktivitas seluruh orang yang bekerja di perusahaan Alastrine Industrions, Adney akhirnya menemukan keberadaan Mr. Amril selaku pemilik perusahaan Alastrine Industrions.


"Mr. Amril berada di lantai 45 dan sedang bekerja, aku tidak melihat keberadaan cucunya sama sekali.." kata Adney.


"Apakah data penelitian kita sudah berada di tangan Mr. Amril?" tanya Aurel.


"Kemungkinan besar sudah, aku sudah memeriksa mansion cucu Mr. Amril dan menemukan jika cucunya segera pergi beberapa saat setelah kepergian Zhara dari tempat itu, kemungkinan besar dia sudah memberikan data itu kepada Mr. Amril..." kata Adney.


"Lalu dengan apa kita harus menyusup ke perusahaan Alastrine Industrions?" tanya Rosalie.


"AC dan Wifi perusahaan Alastrine Industrions yang berada di lantai 1 dan 20 mengalami masalah, kalian bisa menyamar menjadi tukang servis untuk menyusup." kata Adney.


"Tapi bukankah mereka sudah memiliki tukang servis langganan?" kata Rosalie mengerutkan keningnya.


"Aku sudah mengurus hal itu." kata Rian dengan tiba-tiba ketika memasuki ruangan.


"Apa maksudmu?" kata Aurel kebingungan, bukan hanya Aurel tapi juga semua orang yang ada disana juga kebingungan.


Sebelumnya Rian tiba-tiba pergi meninggalkan semua orang yang ada di ruangan tanpa alasan yang jelas, dan sekarang dia tiba-tiba datang dan mengatakan jika dia sudah mengurus masalah yang belum dia ketahui.


"Tukang servis langganan mereka tidak akan datang karena aku baru saja menculik mereka, jadi kalian bisa santai menyusup menggunakan pakaian mereka."


""Uwoohh!! Hebat!"" kata mereka semua dengan kagum.


Tanpa diduga ternyata pria berpenampilan norak itu sangat pintar dan bergerak lebih cepat dari yang lainnya, bahkan Zhara yang dari tadi hanya diam dan menyimak percakapan mau tidak mau harus mengakui jika Rian adalah orang yang sangat pintar.


Setelah mendapatkan cara yang bagus untuk menyusup, Zhara, Rosalie, Laura dan Rian mempersiapkan diri mereka dengan menyamar menjadi tukang servis yang telah disewa oleh perusahaan Alastrine Industrions.


Mereka berempat juga mengendarai mobil khusus yang digunakan oleh tukang servis dan membawa kotak peralatan yang nyatanya berisi berbagai alat-alat untuk menyusup.


Setelah sampai di gedung perusahaan Alastrine Industrions yang terlihat hampir sama besarnya dengan perusahaan mereka, Zhara, Rosalie, Laura, dan Rian langsung memasuki perusahaan itu tanpa kendala sama sekali.


"Hei, mau kemana kalian!"


Tiba-tiba perkataan resepsionis membuat mereka berempat langsung menegang karena kaget.


Bukan hanya mereka berempat yang terkejut, tapi juga Adney dan yang lainnya yang senantiasa memantau mereka melalui kamera CCTV yang telah diretas.


"Apakah penyamaran mereka telah diketahui?" kata Aurel dengan gugup.


"Seharusnya itu tidak mungkin, penyamaran mereka sangatlah sempurna dan tidak mudah untuk diketahui." kata Adney.


"Sebaiknya kita pantau terus.." kata Aland.


Kembali ke sisi Zhara dan yang lainnya.


Rian berbalik dengan gugup menghadap resepsionis itu dan berkata dengan sangat gugup.


"K-Kami telah disewa untuk memperbaiki AC dan Wifi perusahaan yang bermasalah..."


"O-Oh.. Maaf, kami melupakannya." kata Rian dengan lega, dia benar-benar mengira jika penyamaran mereka telah diketahui.


"Hm...."


Resepsionis itu masih menatap Zhara dan yang lainnya dengan penuh kecurigaan.


"Bisa kalian perlihatkan kartu identitas kalian?" kata Resepsionis itu.


"Tentu." kata Zhara dengan santai lalu memberikan kartu identitasnya.


Resepsionis itu melihat kartu identitas Zhara dan agak terkejut.


"K-Kamu laki-laki?" kata Resepsionis itu dengan sangat kaget.


Bagaimana dia tidak kaget, penyamaran Zhara terlihat sangat feminim dan karena ketampanannya yang berlebihan hingga membuatnya terlihat cantik, selain itu Zhara juga sangat kesal dengan orang yang mendandaninya yaitu Aurel.


Tampaknya wanita itu masih memiliki dendam kepada Zhara...


"..... Itu benar, banyak yang salah paham akan jenis kelaminku, apakah ada masalah?" kata Zhara dengan berakting, tapi ekspresi kesalnya masih tampak dengan jelas hingga mengintimidasi resepsionis itu.


"M-Maafkan aku!" kata resepsionis itu dengan gugup lalu memberikan kartu identitas Zhara kembali.


Kemudian resepsionis itu memeriksa identitas Rosalie dan Laura tanpa masalah sama sekali.


"Rose, Liana, nama yang indah..." kata resepsionis itu memuji nama Rose dan Liana.


Kemudian hanya tinggal kartu identitas Rian yang belum dilihatnya, dan ketika resepsionis itu melihat nama yang tertera di kartu identitas Rian...


"Pufft... R-Rina? Ini bercanda, kan? N-Namamu Rina? Pufft... Maaf aku tidak bisa menahan tawaku, hahahaha!"


Iris dan Laura juga kesulitan menahan tawanya ketika mengingat nama samaran Rian yang menggunakan nama perempuan.


Sepertinya Viola selaku orang yang mempersiapkan kartu identitas palsu memiliki dendam pribadi kepada Rian...


"A-Aku tidak tahu kenapa orang tuaku memberikanku nama perempuan, tapi aku menyukai nama itu." kata Rian berakting dengan pasrah.


Disini, nama samaran Zhara adalah Nara, Rosalie adalah Rose, Laura adalah Liana dan Rian adalah Rina.


"Baiklah, karena anda sudah mengonfirmasi identitas kita, apakah sekarang kita bisa melakukan pekerjaan kita?" kata Zhara yang tampak risih dengan keadaannya saat ini.


"Maaf sudah mencurigai kalian jadi kalian bisa bekerja sekarang... Sampai jumpa lagi nanti, Rina~"


"💢"


"Baiklah. Aku dan Nara akan memperbaiki AC dan Wifi yang ada di lantai 10, AC dan Wifi lantai yang ada disini akan diperbaiki oleh Liana dan Rina~"


"💢"


Dengan penuh kekesalan, Rian akhirnya memulai pekerjaannya di lantai 1 bersama Laura sementara Zhara memulai pekerjaannya di lantai 10 bersama Rosalie.


Di ruang pemantau perusahaan Futuristik Generation.


"Mereka berpisah, ya... Ini berbeda dengan apa yang kita rencanakan..." kata Aland.


"Tidak, ini jauh lebih sempurna daripada sebelumnya." kata Adney dengan tersenyum.


"Kenapa bisa begitu?"


"Karena kita tidak tahu pasti dimana data penelitian kita disimpan, Zhara dan Rosalie akan memeriksa kantor Mr. Amril, sementara Rian dan Laura akan memeriksa ruang bawah tanah..." kata Adney.


"Tapi bukannya untuk memasuki ruang bawah tanah itu sulit?" kata Lily yang ikut bergabung dalam pembicaraan.


"Oleh karena itu kita akan terus memantau mereka..." kata Adney dengan penuh arti.