
Acara wisuda Rain dan Ikoh berlangsung dengan sangat meriah. Semua keluarga dari para wisudawan/wisudawati nampak sangat terharu dan bahagia karena putra dan putri mereka sudah menyandang gelar sarjana.
Tak terkecuali Rain dan Ikoh, mami Sherly dan papi Rangga, Bu Ratna dan Bang Refal hadir dengan pakaian yang senada. Mami dan papi Ikoh juga hadir dengan wajah yang sumringah. Sudah bukan rahasia lagi, karena setelah acara wisuda ini Ikoh dan Refal akan melaksanakan ikatan janji suci mereka yaitu pernikahan.
Acara wisuda di kampus Biru itu, berlangsung hingga sore hari. Rain dan Ikoh terlihat bahagia saat nama mereka dipanggil ke depan dan disebut sebagai mahasiswi terbaik pada tahun ini.
"Akhirnya, kamu berhasil menyelesaikan kuliahmu dengan nilai terbaik!" ucap Davian pada sang istri dengan bangga.
"Iya Bang!" hanya itu yang terucap dari bibir mungil Rain.
Ikoh juga nampak sedang berbincang dengan Refal, suasananya benar-benar menyenangkan.
"Oya mami sama papi udah nyiapin makan malam untuk kita semua, sebagai perayaan buat kamu dan Ikoh, Yank!" ucap Davian sambil merangkul pinggang sang istri.
Setelah acara selesai, mereka pulang dan langsung menuju ke Hotel Brata untuk merayakan kelulusan menantu dan sahabatnya itu.
Ternyata sebuah kejutan sudah Davian dan Refal siapkan untuk wanita pujaannya. Refal dan Davian mengajak Rain dan Ikoh ke lantai paling atas di gedung itu. Rain dan Ikoh juga sempat mengerutkan keningnya, saat melihat kedua pria di hadapannya begitu kompak.
"Mau ngapain ya Rain? Kita diajak ke sini mana dingin lagi, gue nggak bawa jaket," cerocos Ikoh sambil terus berjalan mengikuti pria jangkung di depannya.
"Nggak tahu," jawab Rain singkat. Setelah mereka sampai di tempat tersebut. Terlihat dua meja dengan dekorasi yang indah dan di sana juga sudah tersedia beberapa menu makanan favorit mereka.
Rain dan Ikoh duduk di meja yang berbeda. Saat mereka hendak memulai makan malamnya, tiba-tiba sebuah kembang api muncul di langit, hingga mengalihkan perhatian mereka. Namun, yang membuat mereka takjub tiba-tiba di langit tertulis Rain I LOVE YOU. Hingga membuat gadis berambut panjang itu menutup wajahnya.
Letusan kedua juga ternyata ada tulisan Alfaikoh I LOVE YOU . Ikoh dengan antusias menjawab I LOVE YOU TOO. Refal terkekeh dan memeluk calon istrinya dengan erat, begitu pun Davian, ia memeluk sang istri dari belakang, karena ia tahu istrinya selalu senang jika ia memeluknya dari belakang.
Suasana makan malam romantis pun berlangsung dengan sukses.
******
Pesta pernikahan Ikoh dan Refal dilaksanan di rumah Ikoh. Padahal Davian sudah menyiapkan acara pernikahan abang iparnya itu di hotelnya, tapi Ikoh dan keluarganya bersikeras ingin melaksanakan acara sakral itu di rumah mereka.
Rumah Ikoh sudah didekor dengan sangat cantik. Pelaminannya berada di halaman rumahnya yang memang luas. Nuansa putih biru mendominasi dekorasi pelaminannya.
Sementara itu Ikoh sedang dirias oleh MUA dari WO nya. Gadis mungil itu tampak sangat cantik dengan balutan kebaya berwarna putih tulang yang sangat pas di tubuh langsingnya.
Rain tak bisa menemaninya karena sang suami juga membantu sang abang untuk persiapan.
Sementara itu di rumah Bu Ratna, Rain, Bu Ratna dan Bu Mirna, ibu dari Bang Refal sedang di make up oleh MUA yang sengaja mereka sewa. Davian membantu Refal merapihkan penampilannya agar terlihat sempurna.
Sekitar jam sembilan pagi akad nikah antara Ikoh dan Refal berlangsung. Acara sakral itu berlangsung dengan hidmat, setelah kata 'SAH' bergema, suasana haru pun terasa pekat.
Tak terkecuali bagi Rain dan Davian.
Pengantin pria dan wanita sudah duduk di pelaminan.
"Kamu cantik banget si," bisik Refal pada sang istri.
"Abang juga ganteng banget, makin cinta aku sama abang," balas Ikoh sambil melingkarkan tangannya pada lengan kekar sang suami.
Refal terkekeh saat mendengar penuturan sang istri.
Tamu yang mulai berdatangan dan memberi selamat pada raja dan ratu sehari. Acara berlangsung hingga sore hari.
"Selamat ya sahabat gue yang paling baik, paling bawel pokoknya paling semuanya!" ucap Rain sambil memeluk Ikoh erat. Namun, tiba-tiba Refal mengusak rambut adiknya seperti biasa, padahal Rain sudah menata rambutnya dengan rapi.
Namun Refal menggeleng dan langsung berucap, "ingat ya, Dek! Dia itu sekarang kakak ipar kamu."
"Iya, iya aku ingat, Bang," gerutu Rain yang sekarang sudah berada dalam pelukan suaminya.
Davian juga mengucapkan selamat pada pernikahan kakak iparnya itu.
****
Acara pernikahan Ikoh dan Refal, ternyata menguras tenaga mereka, sehingga saat malam hari tiba Ikoh dan Refal sudah merebahkan tubuh lelah mereka di kamar pengantin. Sebelumnya mereka telah membersihkan badan mereka yang lengket.
"Bang!"panggil Ikoh sambil menarik lengan suaminya yang menutupi kedua matanya.
"Hmm"
"Ini malam pertama kita lo, Bang. Masa kamu tidur?" ucap Ikoh sambil beranjak duduk dan bersandar ke kepala ranjang.
Refal sempat heran mendengar penuturan istrinya. Karena yang ia dengar dari sahabatnya, biasanya perempuan yang baru saja berstatus menjadi seorang istri menc9ba menghindari malam pertama mereka. Namun sang istri justru kebalikannya.
Pria tampan itu, kemudian beranjak mengikuti sang istri duduk dan bersandar ke kepala ranjang.
"Emang kamu udah siap, cantik?" tanya Refal sambil mencondongkan tubuhnya ke arah sang istri yang refleks terpundur.
"Hmm, ya siaplah, Bang!"
"Ya udah ayo!" ajak Refal sambil menarik tubuh sang istri merapat ke tubuhnya.
"Katanya sakit lo, Yank!" bisik Refal sambil mencium bibir merah istrinya. Ikoh sempat mengernyit saat mendengar bisikan suaminya.
"Iya gitu, Bang?"
"Hmm." Sambil mengangguk, kemudian mulai menciumi wajah sang istri dengan rakus, hingga berakhir di bibir merahnya yang sedari tadi menggodanya. Refal mulai memperdalam ciumannya, hingga istrinya merasa terbuai dan mengeluarkan desahan yang begitu sexy didengar oleh Refal.
Setiap inci dari tubuh Ikoh tak luput daei sentuhan dan ciuman Refal yang sudah sah menjadi suaminya siang tadi. Saat keduanya mulai terbuai dan netra mereka sudah berkabut dengan hasrat yang besar.
Refal mulai menanggalkan kain yang melekat di tubuh sang istri dan dirinya. Ikoh yang mulai menyadari dirinya yang polos, tiba-tiba mengerjap, "abaang,"bisiknya.
"Iya sayang, apa kamu siap?" ucap Refal dengan suara parau karena inti t7buhnya!sudah bereaksi.
Ikoh sempat terdiam sejenak, "benar apa yang dikatakan orang kalau malam pertama itu ternyata__" gumamnya.
Sementara itu Refal kembali mencumbui istrinya yang terlihat pucat, "aku akan melakukannya dengan sangat lembut, sayang. Jadi jangan takut!" bisiknya.
Ikoh hanya mengangguk, dan Refal pun dengan sangan lembut mulai menyatukan diri mereka, hingga jambakan dan lenguhan terdengar dari bibir merah sang istri.
Mereka menikmati malam pertama mereka hingga akhirnya terlelap dengan saling berpelukan.
Bersambung....
Eeeaaaa 😅 😅
Bab-bab terakhir ngapa isinya malam pertama semua ya😂😂
Jan. Lupa tinggalin jejak ya