"DR"

"DR"
Reza Mahendra



Tampak cowok dengan tinggi sekitar 175 centimeter,menggenggam ponselnya erat, satu tangannya mengepal dan memukul benda yang ada di hadapannya.


"Kenapa kamu masih sama aja kaya dulu, sulit banget buat aku ajak jalan, Rain?" geramnya. Cowok itu tak lain adalah Reza Mahendra yang sekarang kembali menjadi kekasih Rain Almahera.


Cowok itu memang sangat mencintai Rain, ini merupakan kesempatannya untuk memiliki gadis itu sepenuhnya. Setelah waktu itu ia harus mengalah karena sang mamih melarangnya dan menjodohkan dengan Rena.


Saat ini Rena sedang kuliah di luar negri, sebelum ia kembali, ia sudah harus memiliki gadis yang ia cintai, agar bisa lepas dari Rena.


Reza Mahendra terlahir dari keluarga kaya raya, sang papih yang bekerja di pelayaran luar negri, membuat sang mamih bebas melakukan apa saja dan hidup berfoya-foya, sehingga ia selalu menatap rendah pada orang lain, bahkan pada Rain gadis yang dicintai putranya sendiri, hanya karena Rain anak pemilik kedai.


Reza sendiri sudah bosan dengan kehidupannya yang selalu diatur oleh sang mamih bahkan masalah jodoh pun harus menurut kriteria mamihnya, tapi Reza juga ngga mau jadi anak durhaka sehingga apapun keinginan sang mami harus ia turuti. Apalagi amanat sang papih yang selalu mewanti-wanti putranya untuk selalu menjaga dan menuruti apa yang mamih mau, karena sang papih memang jarang bisa pulang cepat.


Terus apa hubungan Rena dan Reza masih berlanjut?


Ya, mereka masih berhubungan bahkan setelah Rena pulang dari luar negri, mereka akan langsung melaksanakan pesta pernikahan.


Maka dari itu Reza mendekati Rain kembali agar pernikahannya batal, ia ingin memiliki Rain seutuhnya. Rencananya sudah sangat matang, apapun yang terjadi ia harus memiliki Rain dan bersanding bersamanya.


********


Seminggu setelah pembatalan kencan dengan Rain, akhirnya Reza bertemu dengan gadisnya. Saat ini mereka sedang makan malam di restoran tempat mereka jadian.


"Maafin aku waktu itu ya, Kak." ungkap Rain entah yang keberapa kali ia mengucapkannya. Ia memang merasa menyesal tapi kondisinya saat itu benar-benar sulit.


"Udah sayang,ngga apa-apa, aku juga ngerti, apalagi dia sampe ngancem buat ngeberhentiin kontrak kerja sama kedai secara sepihak." jawab Reza sambil mengelus puncak kepala gadisnya. Rain pun tersenyum bahagia saat mendapati kekasihnya begitu pengertian.


Mereka pun terhanyut dengan suasana romantis yang ditampilkan di restoran tersebut. Setelah makan malam, mereka pergi ke sebuah taman kota yang menampilkan kelap-kelip suasana malam.


Reza memeluk Rain dari belakang saat gadis itu sedang menikmati suasana malam di tengah kota. Hal itu membuat Rain sedikit terhenyak, tapi Reza tak memperdulikan itu, ia menopangkan dagunya di bahu Rain.


"Kak_" ucapan Rain terhenti saat Reza menempelkan telunjuknya di bibirnya sendiri, mengisyaratkan untuk diam. Rain pun terdiam ini kali pertama Reza memeluknya, karena dulu waktu ia menjadi kekasihnya tak pernah berlaku seperti ini, paling cuma pegangan tangan.


. Lama sekali Kak Reza membenamkan wajahnya di bahu Rain, hingga gadis itu menoleh.


"Kak, jangan tidur!" bisiknya sambil mendorong pipi cowo ganteng itu dengan telunjuknya. Reza terkekeh kemudian membuka matanya.


"Ngga sayang, ternyata meluk kamu senyaman ini ya, nyesel ngga lakuin dari dulu." kilahnya yang malah langsung mendapat cubitan di lengannya.


"Udah ah, lepasin hayu kita pulang kasian ibu!" ajak Rain sambil berbalik untuk menutupi pipinya yang merona karena malu dan berjalan menuju mobil Reza. Sementara Reza mengikutinya dari belakang sambil terkekeh.


Sekitar jam 9 malam mereka sampai di rumah Rain, bahkan Reza mampir dulu sebentar untuk pamit pada Bu Ratna dan Bang Refal. Reza memang anak yang sopan dan baik jika ia berada di luar rumah.


Setelah Reza pulang, Rain pun pamit ke kamarnya. Ia menelusupkan wajahnya di bantal, pipinya terasa panas saat ia mengingat kejadian di taman. Rain bukan tipe gadis yang selalu mengobral kemesraan dimana saja dengan kekasihnya sejak dulu. Bahkan ia sulit sekali untuk diajak bermesraan, karena itu banyak cowoknya yang mundur gara-gara itu.


Tapi Kak Reza merupakan cowok sopan yang pernah ia pacari, dia selalu menghargai Rain sebagai seorang wanita baik-baik. Jadi pelukan tadi merupakan pelukan pertama dari kekasihnya. Sedangkan pelukan kemarin dari Om Rese ia anggap kecelakaan.


Rain sempat gedeg saat mengingat bahwa yang pertama kali memeluknya adalah Om Rese yang selalu bikin ia kesel. Hingga kantuk menghinggapinya dan akhirnya terlelap dan berkelana ke alam mimpi.


Reza yang baru datang disambut sang mamih dengan berkacak pinggang.


"Kamu abis dari mana, Za?" ucapnya dengan nada sedikit tinggi.


"Abis kerja lah, Mih, tadi toko buku ramai." kilahnya sambil berlalu melewati sang mamih.


"Kamu jangan boong, tadi mang Kosim udah ke toko buku, tapi udah tutup." jawab sang mamih, saat menyuruh supirnya untuk mencari Reza.


Reza pun menghembuskan nafasnya kasar.


"Kenapa sih, Mih?" tanyanya sambil berhenti melangkah.


"Rena tadi nelpon mamih, katanya kamu susah dihubungi, sekarang telpon dia, gimana pun juga dia calon istri kamu, Za! Inget mamih ngga mau denger alasan kamu nolak dia!" jelasnya kemudian berlalu ke kamarnya.


Reza mengacak rambutnya frustasi, seolah ia tak punya kebebasan dan pilihan lain. Semua ini gara-gara mamih yang udah bikin perjanjian dengan keluarga Rena, jika Reza menolak maka keluarga Rena tak segan untuk menghancurkan kelurganya gimana pun caranya.


"Shiit! Bre***k...!" umpat Reza di kamarnya. Baru saja ia merasa bahagia saat bisa bertemu kekasih yang dicintainya bahkan sekarang gadis itu mampu ia peluk dengan erat. Tapi apa yang ia dapat saat pulang ke rumah.


Reza kemudian pergi ke kamar mandi, ia hendak membersihkan tubuhnya yang lengket, dan menenangkan pikirannya. Sekitar 20 menit ia berendam di bathtub, kemudian ia pun keluar dengan handuk melilit di pinggangnya, rambutnya masih basah. Belum sempat ia mengambil pakaian di lemari, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Terlihat nama Rena di sana, Reza tak langsung mengangkat telponnya, ia kembali membuka lemari dan memakai piyama tidurnya. Setelah selesai baru ia mengangkat telpon dari Rena.


"Kok lama banget si ngangkatnya!" sebelum menyebutkan halo sudah ada omelan di sebrang sana, yang membuat Reza menjauhkan ponselnya.


"Iya, maaf aku baru beres mandi." ucapnya datar. Kemudian perbincangan diantara mereka pun terjadi walau ternyata Reza hanya menjawab iya doang. Setelah lama akhirnya telpon pun terputus. Reza kemudian menyimpan ponselnya di nakas, sementara ia membaringkan tubuhnya di kasur king sizenya.


"Rain, maafin aku, tapi aku beneran sayang banget sama kamu, aku mencintaimu Rain Almahera!" lirihnya sambil mengusap wajahnya kasar. Masih terbayang kejadian di taman tadi saat ia memeluk gadis kesayangannya, ada rona merah di pipinya yang terlihat lebih cantik dan menggemaskan.


Kemudian ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Rain.


Reza : aku mencintaimu Rain, met malam have a nice dream 😘😘😘


Kemudian ia membuka galeri di ponselnya, ia melihat foto kekasihnya yang sedang tersenyum. Bahkan ada beberapa foto mereka berdua.


Tak lama setelah itu akhirnya Reza pun terlelap. Nafasnya mulai teratur dan terdengar dengkuran halus di sana.


Bersambung....


Happy Reading 😘😘😘


Moga ga banyak typo, dan cepet up.


Monmaaf ya hari ini authornya lagi ngga enak badan semoga ceritanya tetep nyambung.


Tetap jaga kesehatan dan dirumahaja