
Malam ini acara resepsi pernikahan Rain dan Davian masih berlangsung di hotel Brata. Saat pengantin masuk untuk duduk di pelaminan terdengar lantunan musik mengiringi mereka.
Love you every minute, every second
Love you everywhere and any moment
Always and forever I know
I can't quite you
Cause baby you're the one, I don't know how
Love you till the last of snow disappears
Love till a rainy day bocomes clear
Never knew a love like this
Now I can't let go
I'm in love with you and now you know
(I love you so much you'll know it__Ysabelle Cuevas)
Davian menggandeng sang istri dan menganjaknya duduk di pelaminan.
"Kamu cantik banget si , Yank, beruntung aku dapatin kamu." bisiknya saat mereka sudah duduk, sementara tangan mereka saling menjalin kuat.
"Iya, Bang aku udah denger dari tadi siang," gerutu Rain sambil terkekeh, karena memang semenjak ia sah menjadi istrinya, Davian tak pernah berhenti bilang bahwa dirinya cantik.
Davian hanya tersenyum kemudian mengecup punggung tangan istrinya yang ia genggam erat.
Para tamu undangan yang mulai berdatangan, membuat pengantin mulai sibuk kembali karena harus berdiri dan menerima ucapan selamat dari mereka.
Rain saat ini hanya menggunakan slip on toh sepatunya juga tertutup oleh gaun panjangnya, namun ia lebih merasa nyaman dan leluasa. Walau tinggi tubuhnya jadi lebih kentara dengan sang suami yang menjulang tinggi.
Suasana malam semakin ramai apalagi kolega papi Rangga dan Davian hampir semua datang, mereka nampak berbincang, bahkan kadang Davian mengajak sang istri untuk menemui beberpa koleganya yang penting.
Semua tamu menikmati hidangan yang sudah tersedia.
Ikoh dan Isma tiba-tiba menarik tangan Rain, hingga jalinan tangannya dengan sang suami terlepas.
"Aaaaw,,, apaan si?" gerutu Rain pada sahabat dan sepupu barunya itu.
"Kita tok-takan lagi lah biar tambah meriah, lo ga pake high heel lagi, kan?" cerocos Isma.
"Hooh, yuk sebelum acara dansa dimulai, ayolah ntar mah lo udah ama laki yakin dah, nggak bakalan dibolehin ma dia." lanjut Ikoh dan ternyata Rain juga berfikir yang sama.
"Ya udah, ayo!" jawab Rain sambil mengikuti kedua sahabatnya.
"Yank, mau kemana?" panggil Davian.
"Sebentar, Bang" ucapnya pelan, namun dapat dimengerti oleh Davian. Kemudian ia pun kembali berbincang dengan para koleganya, sampai suara musik terdengar dan riuh tepuk tangan terdengar.
Savage love, did somebody, did somebody
Break your heart? Lookin's like an angel
But your savage love, when you kiss me
When you kiss me, I know you don't give two f*s but I still want that
(Savage Love__Jason Derula)
Tampak tiga gadis cantik sedang menari di atas panggung dengan lincahnya, dan salah satu dari mereka adalah pengantin perempuan.
"Ya ampun, gue beneran nikah sama bocah." gumam Davian sambil menepuk dahinya. Ternyata hal itu tak lepas dari perhatian sang mami dan mertuanya.
"Maafin, Rain ya Dav, ibu juga baru tahu ternyata anak ibu pinter nari kaya gitu." ucap Bu Ratna tiba-tiba sambil memegang pundak menantunya.
Davian menoleh dan tersenyum pada mertuanya itu, kemudian menggenggam tangannya, "nggak apa-apa, Bu, Davi seneng ko, mungkin Rain sedang meluapkan kebahagiaannya."
"Kenapa kamu nggak ikut ke sana aja si, Dav?" sela mami Sherly, yang membuat putra semata wayangnya itu berdecak.
Mami Sherly hanya terkekeh geli melihat kekesalan putranya.
Setelah tarian itu berakhir, Ikoh dan Isma mengantar kembali Rain ke suaminya.
Davian yang sudah bersedekap memandang ke arah mereka terutama Isma, sepupunya bahkan ia menunjukan kedua jarinya ke mata Isma.
Setelah mereka berhadapan, Isma pun terkekeh, "yaelah pinjam bentar doang, nih gue balikin," sambil mendorong tubuh Rain ke Davian, yang langsung ia peluk merapat ke tubuhnya.
"Awas kalau nari lagi, Yank, udah diem ntar bareng aku aja." bisik Davian dengan suara berat, kemudian mengecup pipi istrinya. Rain hanya mengangguk sambil merona, karena kecupan di pipinya barusan.
Malam semakin larut, suasana pun semakin terasa romantis. Rain dan Davian masih menikmati makan malamnya, sampai sebuah penggilan dari MC mengalihkan perhatian mereka.
Baby, I'm dancing in the dark
With you between my arms
Barefoot on the grass
Listenging to our favorite song
When I saw you in that dress
Looking so beautiful
I don't deserve this
Darling you look perfect tonight.
Lagu Perfect milik Ed Sheeran itu mengalun dengan indah, setiap pasangan yang berdansa larut dengan alunan musik itu dan menikmatinya.
Davian yang memeluk erat tubuh sang istri, berdansa mengikuti irama sambil berbisik ke arah istrinya, "setelah acara ini, malam pertama kita lo, Yank."
Rain terkesiap dan malah refleks memukul bahu suaminya," ih abang, ntar ada yang denger, malu." bisiknya pula.
Davian hanya terkekeh dan mengeratkan pelukannya.
Acara pun akhirnya selesai sekitar jam 10 malam, para tamu ada yang kembali ke rumah mereka masing-masing, adapula yang menginap di hotel Brata.
Rain saat itu terburu-buru langsung ke kamarnya, setelah sampai ia bergegas ke kamar mandi.
"Uh, pantesan perut gue sakit banget," gumamnya, kemudian ia keluar dari kamar mandi hendak membawa sesuatu.
Saat sedang membongkar kopernya, ternyata suaminya sudah duduk santai di ranjang sambil memperhatikan tingkah istrinya.
"Ah, dapat!" gumam Rain saat menemukan barang yang dicarinya dan hendak kembali ke kamar mandi, sampai suara panggilan mengejutkannya.
"Kenapa si, Yank?" tanya Davian yang sudah tepat berada di belakangnya.
"Abaaang, ngagetin ih!" pekik Rain sambil memukul dada suaminya. Davian hanya terkekeh sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang istrinya.
"Emang, kamu nggak liat ada aku dari tadi?" tanya Davian sambil menjawil hidung mancung istrinya. Rain hanya menggelengkan kepalanya yang membuat suaminya berdecak, kemudian ia berucap, "maaf, Bang, qku ke toilet dulu bentar mau ganti__" ia tak melanjutkan ucapannya saat suaminya itu tiba-tiba mencium bibirnya.
Setelah pagutan mereka terlepas, Davian berbisik, "mandi bareng yu, Yank!"
Rain mengerjap kaget, kemudian ia mendorong dada suaminya refleks.
"A-aku nggak mau mandi sekarang ah, besok aja." sambil berlari masuk ke kamar mandi. Sekitar sepuluh menitan Rain di kamar mandi, ia juga sudah mengganti gaunnya dengan piyama tidur.
Dia hanya mencuci mukanya, rasanya dingin untuk mandi malam ini, apalagi dia sedang kedatangan tamu.
Davian nampak memainkan ponselnya di sofa saat Rain sudah keluar dari kamar mandi.
"Udah beres, Yank? Aku mandi dulu bentar, kamu jangan bobo dulu ya!" titahnya kemudian masuk ke kamar mandi.
Sementara Rain duduk bersandar pada kepala ranjang dengan selimut menutupi tubuhnya sampai perut, tangannya asyik memainkan ponsel, yang seharian ini tak ia sentuh.
Davian sudah selesai dengan ritual mandinya, ia hanya mengenakan handuk putih yang menutupi bagian bawah tubuhnya, tangan satunya menggosokan handuk kecil ke rambutnya yang basah, jika yang berada di hadapannya itu cewek lain, pasti mereka akan berdecak dengan kagum, tapi tidak dengan istrinya ia bahkan tak menyadari keberadaan suaminya, ia malah asyik membaca novel di aplikasi baca mamitoon.
Davian bersecak kesal, saat sang istri tak menghiraukannya, ia pun bergegas memakai boxer tanpa memakai baju, karena kebiasaan Davian memang tak pernah memakai baju saat tidur.
"Anteng banget!" sambil mengambil ponsel istrinya dan menyembunyikannya di balik punggungnya.
"Iiih,,, abang ganggu!" gerutu Rain sambil mengerucutkan bibir mungilnya.
"Kamu lupa ini, malam pertama kita, masa main hp?" sela Davian.
"Aku nggak lupa kok, Bang."
"Terus?"
"Malam ini aku nggak bisa soalnya aku baru dapat tamu bulanan barusan." ucap Rain sambil tersenyum puas.
"Apa, Yank?"
"Ish,,, aku lagi 'dapat', abang sayang"
Bersambung...
Eeeeeaaaa,,, penonton kecewa😂😂😂
Aku suka deg-degan kalau bikin part udah nikah kaya gini... Wkwkwk
Terus pantengin ya kali aja ntar othor hilap trs bikin part yg haredang wkwkwk