"DR"

"DR"
Sah



Davian sudah rapih dengan tuxedo putihnya. Dia memutar tubuhnya di depan cermin besar.


"Akhirnya gue bisa nikah sama gadis yang benar-benar gue cintai." gumamnya sambil merapihkan dasinya yang agak longgar.


"Daaviii,,, udah selesai belum?" teriak sang mami dari lantai bawah.


"Iya, miii bentar!" jawab Davian setelah merapihkan dasinya, kemudian ia bergegas keluar dan berjalan menuju lantai bawah.


Acara pernikahan Davian dan Rain akan dilaksanakan di hotel Brata. Semua tamu yang datang selain kerabat dari kedua mempelai juga para kolega dari papi Rangga dan Davian.


Rain sudah berada di tempat acara untuk dirias oleh perias pengantin yang sudah disiapkan oleh mami Sherly, sedangkan Bu Ratna bertugas untuk mengatur konsumsi makanan apa saja yang harus tersedia untuk para tamu.


Perias yang bernama Tami itu mulai membubuhkan beberapa alat make up ke wajah cantik Rain.


"Kamu pakai skincare apa sih, muka ampe licin kek gini?" tanya Tami saat ia merias wajah Rain.


"Ah, mba Tami bisa aja, mana ada aku pake skincare, cuma pelembab sama lipcream doang, dibedakin kalau ada Ikoh." jawabnya sambil menunjuk sahabatnya yang asyik dengan ponselnya.


"Tapi beneran bagus ini kulitnya, jadi iri!" sela Tami sambil tersenyum tulus.


Sekitar jam 8 pagi pengantin pria sudah siap menunggu di tempat akad, sementara Rain baru saja selesai memakai gaun pengantin warna putih yang senada dengan tuxedo Davian.


Gadis terlihat sangat cantik dan anggun, bahkan dengan mahkota kecil yang tersemat di rambutnya yang tertata rapih, ia terlihat seperti ratu di sebuah kerajaan.


"Ya Allah, sahabat gue cantik banget sumpah!" pekik Ikoh yang sudah siap dengan kebaya goldnya.


"Ih, apaan si Koh," ucap Rain dengan menndukan kepalanya.


"Sumpah, Rain ternyata lo bisa secantik ini kalau dandan ya, si Om Rese pasti makin cinta sama lo, udah bucin juga si ya!" lanjutnya sambil terkekeh.


Rain hanya terkekeh, sebenarnya ia merasa gugup menghadapi pernikahannya. Rain memilin kedua jari tangannya untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Terdengar dari luar suara berisik dan terdengar seseorang mengatakan untuk membawa mempelai wanitanya ke tempat akad.


"Ayo, Rain gue anterin lo, akhirnya sahabat gue sold out juga!" ucap Ikoh dengan antusias dan terpancar aura bahagia dari manik coklatnya untuk sahabatnya itu. Sementara Rain hanya menyikut sahabat bawelnya itu,karena rasa gugupnya malah makin bertambah bahkan tangannya terasa dingin dan berkeringat.


"Gue deg-degan sumpah, Koh." bisik Rain pada Ikoh saat mereka berjalan menuju tepat akad.


"Baguslah, artinya lo masih idup," kekeh Rain yang malah mendapat cubitan di lengannya,hingga gadis itu meringis.


Davian menunggu kedatangan calon istrinya, ia duduk di kursi dengan meja di depannya. Pak penghulu dan Om nya Rain duduk berdampingan menghadap Davian. Om Galih adalah ayah dari Refal yang bertugas sebagai wali bagi Rain menggantikan ayah Rain yang sudah meninggal dunia.


Saat terdengar derap langkah dari lorong sebelah kanan, Davian dan semua orang yang ada di sana mengalihkan perhatiannya. Tak berapa lama nampak wanita yang terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun pengantinnya menundukan kepalanya dalam.


Davian terpesona dengan gadia mungil yang sebentar lagi sah menjadi istrinya itu.


Ikoh tak melepaskan gandengannya pada Rain, sampai sahabatnya itu duduk di samping calon suaminya. Setelah sahabatnya duduk di samping calon suaminya, ia pun berjalan menuju kursi kosong yang sudah disiapkan oleh kekasihnya di belakang mempelai. Mereka ingin menyaksikan momen sakral pernikahan sahabat dan adik kesayangannya mereka.


Detik-detik yang mereka nantikan pun akan dimulai. Davian sempat menatap intens ke arah kekasih hatinya yang sebentar lagi jadi istrinya, "kamu cantik banget, Yank," bisiknya.


Pak penghulu pun mulai acara akad kedua mempelai setelah sebelumnya ia bertanya mengenai berkas-berkas dari kedua mempelai itu benar adanya.


Setelah semuanya dirasa beres, acara akad pun dimulai.


Om Galih menjabat tangan Davian kemudian berucap, "ananda Davian Bratasukma bin Rangga Bratasukma saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Rain Almahera binti Heryawan dengan mas kawin seperangkat perhiasan, tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Rain Almahera binti Heryawan dengan mas kawin tersebut, tunai." ucap Davian dengan lancar.


"Bagaimana saksi, sah?"


Rain pun mencium punggung tangan Davian yang sekarang sah menjadi suaminya. Setelah itu Davian mencium kening Rain. Semuanya berjalan dengan lancar dan khidmat.


Setelah acara sungkem pada orangtua, mereka digiring menuju ke pelaminan dan duduk di sana sebagai mempelai. Suasana bahagia terpancar dari kedua keluarga yang sudah bersatu.


"Akhirnya kamu sah jadi istri aku, Yank," bisik Davian saat mereka akhirnya bisa istirahat sejenak setelah menerima selamat dari keluarga dan para tamu. Rain hanya mengangguk dan tersenyum manis pada suaminya.


Saat mereka saling menatap tiba-tiba terdengar musik yang sedang viral di aplikasi toktak.


I need somebody to heal


Somebody to know


Somebody to have


Somebody to hold


It's easy to say but it's never the same


(Someone you loved_Lewis Capaldi)


Suara musik itu dipergunakan Ikoh dan Isma untuk menari ala-ala toktak yang sedang viral yang ternyata banyak beberapa tamu juga yang mengikuti mereka.


Acara pun semakin ramai dan semarak, tak disangka Isma dan Ikoh mengajak Rain dan Davian untuk ikut bergabung bersama mereka, akhirnya mereka pun ikut dan bahkan ikut melakukan tarian yang Ikoh dan Isma pimpin.


Rain ternyata dengan piawai bisa melakukannya bahkan gerakannya terlihat lincah, walau gaun yang ia gunakan sedikit mengganggu gerakannya.


Sementara Davian yang memang tidak pernah melakukan hal dianggapnya konyol itu terlihat kaku dan sulit untuk melakukannya.


Akhirnya Davian pun menarik sang istri ke pelukannya dan mengajaknya untuk kembali duduk di pelaminan.


"Udah, Yank ayo, aku nggak mau kamu jadi pusat perhatian." ucapnya sambil menarik pinggang ramping istrinya ke pelukannya.


"Bang, acaranya masih lama ya? Kaki aku udah pegel banget ini." saat setelah keduanya kembali menyambut para tamu yang memberikan selamat pada mereka.


"Sampai sore, Yank, tapi nanti malam masih dilanjut acara resepsi, karena masih ada beberapa kolega aku dan papi yang hanya bisa datang di malam hari." jelas Davian yang membuat sang istri menghela nafas.


Davian hanya tersenyum melihat istrinya yang kelelahan, kemudian ia pun berinisiatif memijat kaki sang istri yang katanya pegal.


"Abang, ngapain?" pekik Rain saat tiba-tiba suaminya membungkuk dan melepas highheel yang sipake Rain.


"Udah diem, biar kamu nggak sakit lagi, Yank!" sambil terus memijat kaki sang istri yang membuat beberapa tamu melihat ke arah mereka dengan senyuman.


"Bang, udah bang malu, ih!" sambil menepuk bahu suaminya. Namun tak berapa lama asinten Tami memanggil mereka untuk berganti baju.


"Akhirnya, aku bisa istirahat sejenak." lirih Rain sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.


Davian dengan santai ikut berbaring juga di samping Rain, hingga membuat gadis itu memekik.


"Abaang!!"


Bersambung....


Happy Reading


Makasih buat kalian yang udah support aku buat nggak hiatus dan lanjutin cerita bang Davi sama Rain.


Aku usahain buat nulis cerita ini sampai akhir.