"DR"

"DR"
Honeymoon



Tak terasa pernikahan Davian dan Rain sudah berlangsung selama satu tahun, besok adalah hari anniversary mereka yang pertama. Rain juga selain sibuk di Resto barunya yang dulu jadi hadiah pertunangan mereka, ia sedang mempersiapkan acara Wisudanya.


Davian selalu datang ke Resto Almahera tempat sang istri menyalurkan hobinya. Bahkan resto yang dirintisnya itu selalu ramai dengan pengunjung dari mulai anak sekolah sampai pegawai kantoran. Sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Rain.


"Sayang, hari ini kamu mau makan apa?" tanya Rain saat Davian baru saja sampai ke Restonya dan masuk ke ruangan sang istri. Ia langsung mendudukan tubuhnya yang lelah di sofa besar yang ada di sana.


"Aku akan makan apa pun yang kamu buat, asalkan itu masakanmu, Yank!" jawab Davian yang selalu saja berkata seperti itu jika Rain bertanya.


"Ya udah, aku masak mie instan nih, mau?" goda Rain yang membuat Davian beranjak dan menghampiri sang istri.


"Masa masak mie doang?" gerutu Davian sambil melingkarkan kedua tangannya ke perut rata sang istri. "Ya abis, kamu kalau ditanya jawabannya itu mulu, yang lain kek?" rajuk Rain dengan sedikit mengerutkan bibir mungilnya.


"Iya sayang, maaf!" ucap Davian, kemudian mengecup pelipis sang istri, "kapan di sini akan tumbuh junior aku, Yank?" sambil mengusap perut rata sang istri.


Rain mengelus pipi suaminya, karena dagunya betah banget bersandar di bahu kecil istrinya, "sabar ya sayang, mungkin belum waktunya."


Davian hanya mengangguk pasrah, tapi sebuah ide terlintas di benaknya."Gimana kalau kita coba di sini, Yank?"


Rain yang baru saja selesai menata makan siang mereka, berbalik ke arah suaminya, "nyobain apa si, Bang?"


"Bikin dedek bayi," bisik Davian dengan menaikan satu alisnya.


"Dih, nggak!" tolak Rain mentah-mentah sambil memukul bahu suaminya, ia kadang heran dengan sang suami yang selalu punya ide gila untuk berkencan.


"Aku udah pengen gendong bayi, Yank! Apalagi mami sama papi," ucapnya dengan sedikit merajuk.


"Denger ya Abang Sayang! Kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan berusaha, yang nentuin tetep yang di atas!" jelas Rain sambil menangkup kedua pipi suaminya.


"Oya, besok anniversary kita yang pertama kan? Kamu mau ke mana? Mau hadiah apa?" tanya Davian yang tetap melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping sang istri.


"Apa ya?" ucap Rain sambil melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami.


"Gimana kalau kita liburan, Bang? Yah sambil refreshing lah buat ngilangin penat karena setahun ini kita sibuk dengan kerjaan kita masing-masing."


Davian mengangguk mengiyakan, "ide bagus, sambil honeymoon juga lah sekalian."


"Iya,,udah sekarang kita makan dulu lah!"ucap Rain sambil melepas pelukan suaminya. Mereka pun makan siang bersama yang kadang diselingi dengan rencana mereka untuk honeymoon. Karena memang honeymoon mereka dulu sempat tertunda karena mereka sama-sama sibuk dengan kuliah dan kerjanya.


******


Di Kedai Bu Ratna


Kedai ini makin ramai juga setelah Bu Ratna memilih untuk berhenti dan menikmati masa tuanya di rumah. Lalu kedai siapa yang pegang?


Alfaikoh Janita calon istri Bang Refal, sekarang ia yang dipercaya Bu Ratna untuk memegang kedainya. Karena sang anak sudah sibuk dengan Resto barunya yang diberikan sang suami.


"Iya abang, nanti kalau udah nggak sibuk aku ke sana!" ucap Ikoh di ponselnya. Dia sedang telponan dengan sang kekasih saat makan siang. Refal jadi sedikit lebih manja pada Ikoh kalau sang kekasih tak menemuinya untuk makan siang. Padahal ia tahu jam itu adalah jam sibuk bagi Ikoh dan karyawan kedai.


Sekitar jam tiga sore, kedai baru mulai santai dan Ikoh pun bergegas menemui sang kekasih yang menunggunya di luar.


Kedai ia titipkan pada mbak Dita.


"Titip dulu ya, Mbak!" ucap Ikoh sambil beranjak keluar dengan terburu-buru.


"Iih, Abaaaang!!!"omel gadis itu saat melihat sang kekasih sedang bersandar pada mobilnya dengan tangan dilipat.


Refal hanya menarik bibirnya membuat lengkungan indah.


"Kenapa sih cantik?" goda Refal yang membuat Ikoh makin cemberut. Pria tinggi itu pun langsung menggandeng sang kekasih dan mempersilakan masuk ke mobilnya. Dengan berlari kecil ia menuju kursi kemudi setelah menutup pintu mobilnya untuk sang kekasih.


Saat mobil sudah melaju, Ikoh pun mulai mengeluarkan unek-unek di hatinya.


"Kita tuh sebenarnya mau ke mana si, Bang?" tanya Ikoh sambil berbalik menghadap sang kekasih yang tampak fokus menyetir.


"Davian sama Rain ngajak kita makan di Resto mereka, sambil ada yang mau diomongin katanya," jawab Refal menoleh sebentar, kemudian kembali fokus ke jalan.


Ikoh pun hanya mengangguk, kemudian kembali duduk seperti semula, selama perjalanan mereka tidak banyak bicara, seolah sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Sekitar dua puluh menit, akhirnya mereka sampai di Resto Almahera. Mereka turun dari mobil dan langsung naik ke lantai atas menuju ruangan Rain. Saat Refal membuka pintu ruangan itu, terlihat tiga orang sedang berbincang. Mereka adalah Rain, Davian dan Dio.


"Kenapa sih lo? Tetep aja ngerepotin, Dav?" gerutu Dio, saat Davian bilang kalau ia dan sang istri akan pergi honeymoon selama seminggu.


"Ngertilah kita kan pengantin baru, honeymoonnya ketunda mulu!" jawab Davian sambil memeluk tubuh sang istri, yang membuat Dio berdecak kesal.


"Hai semua!!" sapa Ikoh dengan gaya berisiknya yang tak pernah hilang. Dio bahkan memutar bola matanya jengah, ya mereka sekarang memang sudah seakrab itu, saling sindir, saling cela tapi juga saling sayang.


Rain menyambut sahabat baiknya itu, yang sebentar lagi resmi jadi kakak iparnya.


"Ada apa sih, gue sampai dirusuhin sama Bang Refal?" Cerocos Ikoh pada sahabatnya itu.


"Makannya nikah sana!" cibir Davian yang membuat Dio reflek menendang kaki sahabat sekaligus bosnya itu.


"Ya udah sana honeymoon, cepet kasih gue keponakan!" timpal Ikoh yang membuat Davian bersorak.


"Tapi ingat, minggu depan kita wisuda lo, Rain," lanjut Ikoh mengingatkan. Rain hanya mengangguk mengiyakan.


Oya Refal sekarang menjadi asisten Dio jadi otomatis dia juga akan selalu mendapatkan pekerjaan lain jika Davian tiba-tiba membuat rencana dadakan.


*****


Keesokan harinya


Rain dan Davian sudah siap dengan kopernya, kemudia ia masukan pada bagasi mobil. Mereka pun berangkat menuju tempat untuk acara hobeymoon mereka. Pilihannya jatuh pada suasana pantai di luar kota.


Rain bahkan sampai terlelap tidur, karena perjalanan yang cukup jauh. Sebenarnya Davian sudah memesan tiket pesawat, tapi sang istri kekeh nggak mau, katanya biar bisa menikmati perjalanannya. Namun, ia ternyata malah terlelap tidur. Davian hanya menggelengkan kepalanya saat melihat sang istri bernafas dengan teratur dan dengkuran halus juga mulai terdengar.


Ia tahu bahwa istrinya sudah bekerja keras membagi waktu antara kuliah, kerja dan mengurus suami di rumah. Matanya ini momen penting dan berharga bagi mereka.


Saat Davian mulai kelelahan saat menyetir, ia pun menepikan mobilnya ke SPBU, berniat untul mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Namun, Rain tiba-tiba mengerjapkan manik coklatnya dan melihat ke arah suaminya yang memejamkan matanya.


"Aduh, malah ketiduran," gumamnya sambil mengucek matanya yang agak perih. Rain yang menunggu sang suami tertidur, akhirnya membuka bekal di tasnya, perutnya terasa lapar, untung tadi dia membuat makanan dulu sebelum berangkat. Bukan pelit untuk membeli di luar, tapi Davian akhir-akhir ini hanya ingin makan masakan sang istri. Bahkan ia bisa tahu jika, makanan itu bukan sang istri yang memasaknya.


Saat Rain mulai menyuapkan satu sendok makanan ke mulutnya, tiba-tiba sebuah tangan menahannya. Siapa lagi kalau bukan sang suami?


"Kamu, mau makan semua makanannya, Yank? Ko nggak nungguin si?" gerutunya yang membuat Rain terkekeh geli.


"Nggak, aku lihat kamu pules banget bobonya," sangkal Rain saat melihat suaminya cemberut.


"Udah, sini aku suapin! Aku juga baru mau makan kok," lanjut Rain sambil menyuruh suaminya membuka mulut.


Akhirnya mereka pun makan siang di mobil dan Rain tetap menyuapi suami manjanya itu.


"Bang, kamu akhir-akhir ini perasaan manja banget deh!" ucap Rain saat mereka baru saja selesai dengan makan siangnya.


Davian menaikan satu alisnya, kemudian berucap, "emang aku nggak boleh manja sama istri sendiri?"


"Boleh dong, cuma aneh aja si."Jawab Rain singkat karena ia menyimpan kotak makanan kosong tadi ke jok belakang.


"Daripada aku manja ke cewek lain, kan mening ke kamu," goda Davian yang membuat Rain mendelik kesal.


"Dih, maunya kamu itu mah! Emang kamu punya cewek lain, Bang?" selidik Rain dengan menatap tajam ke arah suaminya yang nampak tersenyum puas.


"Jangan mulai deh, Yank! Mana ada cewek lain di hati aku. Cuma kamu cewek spesial yang mengisi hati ini sayang!" sambil menarik tangan mungil sang istri ke dada bidangnya.


"Udah ah, abang udah nggak cape kan? Yuk berangkat lagi biar cepet nyampe!" ajak Rain mengalihkan pembicaraan suaminya. Davian menatap intens ke arah sang istri yang sudah merona. Kemudian tanpa aba-aba ia langsung mencium bibir mungil sang istri dengan lembut.


Setelah itu, mereka kembali melajukan mobilnya menuju tempat tujuannya. Rain dan Davian menikmati perjalanan mereka, bahkan apa yang mereka lihat di perjalanan mereka selalu jadi pembahasan. Sehingga waktu perjalanan yang jauhnpun jadi tak terasa cape, dan tempat tujuan mereka sebentar lagi sampai.


"Bang, serius ini tempatnya?" tanya Rain takjub dengan pemandangan alam yang disuguhkan di sana.


"Iya sayang, kamu suka?" tanyanya sambil menarik tangan sang istri, kemudian mengecupnya lembut.


"Aku sukaaaaa banget, makasih sayang!" ucap Rain antusias.


Davian pun kemudian turun dari mobilnya dan membuka pintu untuk sang istri. Setelah itu ia mengajak ke tempat mereka akan menginap. Semuanya sudah dipersiapkan oleh Davian.


Penginapan di sini sangat unik, setiap kamar berada di sebuah pohon. Rumah - rumah pohon itu dibangun dengan sangat indah. Apalagi atapnya dibuat transparan, jadi jika malam hari kita bisa menikmati langit malam yang bertabur bintang.


Rain dan Davian diantar oleh pelayan, menuju kamar mereka. Saat sampai Rain sangat takjub dengan suasana kamar dan letaknya yang menghadap langsung ke arah pantai.


Mereka sudah berada di kamar itu, Rain langsung membongkar kopernya dan meletakan pakaian mereka ke dalam lemari. Setelah itu ia hendak membersihkan dirinya yang sudah berkeringat.


Davian yang sebelumnya sibuk dengan ponselnya tiba-tiba beranjakndan menghampiri sang istri yang hendak masuk ke kamar mandi.


"Ngapain, Bang?"


"Kan kita ke sini mau honeymoon sayang!" ucapnya sambil mengangkat tubuh istrinya.


"Abaaang!"


Bersambung...


Happy Reading


Honeymoon nya bang Davi ama Rain kira-kira aja lah ya mereka ngapain aja 😂