"DR"

"DR"
Terungkap



Perjalanan yang ditempuh Rain dan Reza memakan waktu cukup lama karena jarak yang mereka tempuh cukup jauh. Reza hendak mengajak gadis itu ke apartemennya.


Davian, Dio, dan Ikoh mengikuti mereka dari belakang. Ya, orang yang berpakaian serba hitam dan ada di restoran itu mereka. Davian mempunyai firasat buruk terhadap Reza, apalagi Bu Ratna juga menelponnya untuk mengikuti mereka.


Namun saat di pertengahan jalan, bensin mereka habis, otomatis mobil Davian mampir dulu ke SPBU,yang sialnya malah penuh, jadi antre.


"Aduuh, gimana nih? Aku takut kehilangan jejak mereka!" ucap Ikoh panik sambil menoleh ke arah belakang.


"Tenang aja, kita pasti bisa ngejar mereka, jangan panik!" jawab Dio berusaha menenangkan gadis di belakangnya.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mobil mereka pu keluar dari SPBU, dan kembali melajukannya menuju arah yang Reza lewati, memang mereka sudah ketinggalan jauh, tapi tak mengurungkan niat mereka untuk mengejarnya.


Reza sudah sampai di gedung apartemennya. Dia pun menarik Rain untuk mengikutinya, dengan memeluk erat pinggang ramping Rain, yang membuat gadis itu risih.


"Kak, jangan kaya gini aku ngga nyaman!" ucapnya saat mereka menaiki lift, yang sudah ada sekitar 3 orang di sana. Namun, cowok tinggi di sampingnya tak menggubris sedikitpun, hingga suara lift berdenting dan pintunya terbuka.


Reza membawa kekasihnya ke apartemennya yang berada di ujung, setelah sampai, dia memencet beberapa tombol di depan pintu, dan benda itu pun terbuka. Reza menarik Rain masuk ke dalam dan memerangkapnya di dinding.


Rain berusaha mendorong dada Reza, saat cowo itu mendekatkan wajahnya.


"Kak, jangan kaya gini, kamu bikin aku takut!" ucapnya lirih. Namun Reza tak menghiraukan gadisnya yang memalingkan wajahnya ke samping.


"I LOVE YOU RAIN ALMAHERA!" bisiknya tepat di telinga Rain kemudian mengecup pipi gadis itu. Rain merasa pipinya terasa panas dan pastinya memerah, namun kemudian ia mendorong dada Reza dan bilang izin ke toilet.


Reza hanya terkekeh kemudian menunjukan arah toilet di mana. Rain bergegas pergi bahkan sedikit berlari, namun saat sampai, tertera tulisan RUSAK di pintu.


"Kaaak,, toiletnya rusak!" teriaknya sambil berbalik hendak kembali, namun ternyata Reza sudah ada di sana sambil menepuk jidatnya.


"Iya, sayang lupa, di kamar aku aja ngga apa kan?" ucapnya sambil menggandeng sang kekasih menuju kamarnya.


"Tapi, Kak_" ucapannya terhenti saat Reza sudah membuka kamarnya dan mendorong Rain ke arah toilet di sana.


"Udah ngga apa-apa, aku tunggu di luar sambil nyiapin buat makan malam kita." ucapnya kemudian keluar dari kamar dan menutup pintu di belakangnya. Rain bergegas ke kamar mandi, setelah selesai ia menatap wajahnya di cermin besar yang ada di toilet itu, masih nampak pipinya yang merona.


"Kenapa, sekarang gue takut banget sama sikap Kak Reza ya? Pokoknya gue harus pulang saat ini juga!" gumamnya sambil meyakinkan dirinya. Setelah merapikan sedikit rambutnya yang berantakan, ia pun keluar.


Rain menatap sekeliling ruangan kamar tersebut, suasanya memang maskulin, dengan cat warna abu-abu dominan, namun yang ia heran kenapa di ranjangnya ada penataan bunga mawar berbentuk hati.


"Ngapain Kak Reza menghias tempat tidur kaya gitu? Kaya pengantin baru kalo liat di tv-tv." kekehnya sambil berjalan menuju pintu, namun saat ia hendak membuka benda itu, ada sesuatu yang menarik perhatiannya di nakas.


Rain pun kemudian menghampiri nakas, saat ia sudah berada di depannya. Gadis itu menutup mulutnya, menahan rasa kaget dan sakit yang ia rasakan bersamaan. Terdapat surat undangan pernikahan dengan nama pengantin RENA AULIA & REZA MAHENDRA, selain itu disebelahnya ada beberapa foto prewedding mereka.


"Kak Reza!" lirihnya sambil menahan tangis dan sesak di dadanya. Kemudian ia pun membawa surat undangan dan foto prewed mereka untuk diperlihatkan pada Reza.


Saat keluar nampak pria itu sedang menata makan malam untuk mereka berdua, bahkan beberapa lilin dinyalakan untuk menambah suasana romantis.


"Kak Reza!" pekik Rain sambil menahan amarah yang terpendam di dadanya.


"Iya sayang!" jawab Reza saat menyalakan lilin terakhir, kemudian berbalik ke arah gadisnya. Dia sempat mengerutkan kening saat melihat gadisnya begitu marah, bahkan matanya sudah berkaca-kaca.


"Kamu kenapa sayang?" ucap Reza lembut sambil menghampiri gadisnya, hendak memeluknya.


"Jangan sentuh aku!" bentak Rain sambil melemparkan surat undangan dan beberapa foto.


"Aku bisa jelasin semuanya sayang!" ucapnya sambil berusaha meraih gadisnya.


"Penjelasan apa, kalo kamu selama ini ternyata udah bohongin aku, kamu tega, Kak!" bentak Rain dan pertahanan di matanya akhirnya luruh juga, ia menangis.


"Aku terpaksa harus menikah dengan Rena, karena perjanjian mamih, sayang! Aku nggak pernah mencintai dia, yang aku cinta cuma kamu!" jelas Reza sambil menggenggam tangan Rain erat, walau gadis itu berusaha menepisnya.


"Heh,,terus kamu mau jadiin aku orang ketiga diantara kalian!" sarkas Rain, "aku mau pulang!" lanjutnya sambil berusaha beranjak dari sana hendak ke ruang depan.


"Aku nggak akan pernah lepasin kamu, sebelum kamu jadi milik aku!" tegas Reza sambil kemudian menggendong Rain di bahunya.


"Aaaaaaa,,, lepasin aku!" teriak Rain sambil memukul punggung Reza dengan keras. Reza terus berjalan menuju kamarnya, dan menguncinya.


Rain dilempar ke tempat tidur king sizenya. Hingga gadis itu mengaduh.


"Jangan macam-macam, Kak, aku mohon!" ucap Rain sambil beringsut ke kepala ranjang. Sementara Reza yang memang sudah merencanakan semuanya, tampak tenang bahkan ia mulai membuka kancing kemejanya satu per satu.


Rain makin panik, ia mengeratkan pegangan pada kemeja depannya.


"Jangan,,,!" pekik Rain sambil menggelengkan kepalanya dan terus beringsut mundur,saat Reza mulai naik ke ranjangnya.


"Kamu harus jadi milik aku sayang, nggak boleh ada yang mendahuluiku!" ucapnya sambil terbahak. Kemudian ia menarik kaki Rain, hingga gadis itu terlentang.


"Jangaaaaan....!" jerit gadis itu saat Reza mulai menarik kerah baju Rain hingga robek. Rain meronta, memukul dada bidang Reza dengan keras, tapi cowok itu tak bergerak sedikitpun, bahkan ia berusaha mencium Rain.


Rain menyesal sudah mencintai pria brengsek dihadapannya, rasa cintanya berubah menjadi rasa benci yang tiada tara, saat pria itu hendak melecehkannya.


"Tolooooong,,,!"


"Berteriaklah, sayang, karena tidak akan ada yang menolongmu di sini! Kamu milikku!" ejek Reza dengan seringai di bibirnya.


"Gue benci sama lo, gue nyesel udah cinta sama lo, ba***gan!!" teriak Rain sambil berusaha mendorong tubuh kekar Reza.


"Makasih atas pujiannya sayang!" sambil terus menarik helai baju Rain yang sudah koyak. Ia menelusupkan bibirnya ke leher jenjang Rain, hingga gadis itu menjerit kesakitan saat tanda merah berada di lehernya.


Rain makin kewalahan dengan tindakan Reza, tapi apapun alasannya ia harus bisa lepas dari ******** ini. Gadis itu terus meronta, memukul bahkan mencakar wajah Reza hingga berdarah.


"Sebut namaku sayang!" Reza terus melancarkan aksinya sampai mengunci kedua tangan Rain di atas kepala. Rain menangis, menjerit sekuat tenaga agar bisa lepas darinya. Sampai akhirnya


"Braaaak....!"


Bersambung....


Happy Reading 😘


Mf telat upnya, akunya lg sakit gigi ini, mana kalo sakit gigi mh ngga ada yang jenguk lagi😀


Jan lupa like, komen, vote nya ya,, aku padamu😘😘


Oya atu lagi nih, yang belum baca MY POSSESSIVE LOVE, mampir ya jan lupa favoritin, inshaAllah bakal ada bonchap.


Tetap jaga kesehatan dan dirumah aja