YES, I'M SINGLE!

YES, I'M SINGLE!
Mencari Kosan Baru



Seorang wanita muda tersenyum ramah mengantarkan kepergian Clarissa. Sekali lagi Clarissa mengucapkan terima kasih lalu berjalan menunduk ke arah mobil Rena. Begitu masuk ke dalam mobil Clarissa menghela napas panjang.


"Jadi gimana mba?" tanya Nurul yang tadi ikut menemaninya survei kamar kosong di kosan yang baru saja mereka datangi.


"Hmm.. " Clarissa menggeleng ia masih belum menemukan kamar kos yang cocok dengannya.


Ini sudah kosan kelima yang mereka kunjungi dari tadi pagi. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Rena memacu mobilnya keluar dari jalan kecil tempat kosan yang mereka datangi saat ini menuju jalan besar.


Karena ini hari minggu, jalanan terlihat cukup ramai sampai di satu lampu merah saja mereka harus berhenti tiga kali.


"Ya Udah. Kita sholat dulu yuk. Habis itu makan." saran Anggi yang di setujui semuanya.


Mereka sudah cukup lelah dan kelaparan. Jadi, Rena memutuskan berhenti di salah satu masjid besar untuk mampir sholat lalu nanti mencari rumah makan di sekitaran masjid.


"Bagaimana dengan Izria? kapan dia akan pindah?" tanya Rena sambil berjalan beriringan bersama Clarissa menuju tempat wudhu.


"Minggu depan mak. Sepertinya hari sabtu. Setelah ia balik dari pulang kampungnya" Clarissa mencoba mengingat-ingat yang dikatakan Izria tadi pagi sebelum ia berangkat ke terminal bus untuk pulang kampung.


"Enak ya. Berarti dia sudah nggak ada tugas selama minggu tenang ini dong, mbak?" timpal Nurul yang sudah melepas peniti di jilbabnya bersiap untuk berwudhu.


"Iya, katanya begitu. " Clarissa meletakkan jam tangan yang baru di lepasnya di pinggir wastafel.


"Kamu nggak mau pulang kampung juga? Kan kita cuma sampai selasa habis itu free. " tanya Rena yang juga menuju keran tempat wudhu


"Rencananya gitu mak. Tapi, ini aja masih belum nemu kosannya" wajah Clarissa cemberut memikirkan nasibnya saat ini.


"Udah tinggal di rumah Rena dulu, Sa. Paling nggak sampai ujian selesai dan kamu bisa santai nyari kosan" Anggi mencoba membujuk Clarissa lagi. Namun, tak ada jawaban dari Clarissa ia hanya langsung menuju keran air untuk berwudhu.


Anggi dan Nurul saling pandang begitu juga Rena. Dari tatapan mereka seolah berkata ini akan sulit untuk membujuk Clarissa.


Selesai sholat, tidak ada lagi yang mau menyinggung tentang 'tinggal di rumah Rena' pada Clarissa. Mereka memilih mengikuti kemauan Clarissa dulu hari ini seperti janjinya.


Untuk makan siang mereka memilih makan di rumah makan yang cukup besar dan ramai di dekat masjid. Setelah mendapatkan tempat untuk mereka duduk. Mereka mulai memesan makanan yang ingin mereka makan.


"Oke deh. Aku tinggal di tempat mamak dulu" ucap Clarissa tiba-tiba membuat ketiga temannya menoleh kearahnya dengan tatapan senang.


"Alhamdulillah" ucap mereka bertiga bersamaan


"Kok lebih cepat keputusannya, Sa? " Rena penasaran ia bahkan merasa takjub jangan-jangan karena pencerahan setelah sholat tadi begitu yang ada di pikirannya.


"Biar aku bisa tenang pulkam mak hehehe" Clarissa tertawa malu yang membuat teman-temannya ikut tertawa.


"Oke. Jadi mbak mau pindahan hari sabtu juga? " tanya Nurul sudah memajukan badannya mendekat ke arah Clarissa yang ada di hadapannya.


"Iya, hari yang sama dengan Izria aja. " Clarissa mendorong dahi Nurul dengan tangannya karena wajah Nurul yang terlalu dekat dengannya membuat Anggi dan Rena terkekeh melihat wajah Nurul yang sok-sokan cemberut.


"Oke, kasih tahu kita aja ya. Nanti kita bantu." Anggi tersenyum lembut ke arah Clarissa yang membuat Clarissa merasa terharu memiliki teman-teman seperti mereka.


_kosan_


Clarissa baru saja sampai di depan pintu kosannya saat melihat kamar sebelahnya yaitu kamar Lisa dan Susan sedang sibuk memasukkan beberapa barang-barang mereka ke dalam kardus.


"Eh, iya nih Sa. Nyicil aja dulu." Clarissa mengangguk-anggukan kepalanya lalu melepas sandalnya dan masuk ke kamar kos Lisa mulai membantu.


"Ya ampun, Sa. Kok jadi ikutan bantu sih. " Lisa merasa tak enak melihat Clarissa yang baru saja sampai kosan malah ikut duduk bersama mereka membantu persiapan pindahan mereka.


"Nggak apa-apa mbak. Biar cepat selasai" Clarissa tersenyum lembut membuat Lisa dan Susan tersentuh dengan kebaikan Clarissa.


Begitu selesai mengepak beberapa barang Lisa membawakan beberapa cemilan untuk mereka bertiga.


"Kapan pindahnya mbak?" tanya Clarissa penasaran karena mereka masih punya waktu seminggu. Bahkan ia saja masih belum kepikiran mulai dari mana mengepak barang-barangnya ditambah ia mau pulang kampung dulu beberapa hari.


"Masih hari kamis atau jum'at kok, Sa. Cuma kami nggak mau capek dan ribet aja. Jadi, kami packing beberapa barang yang kira-kira nggak urgent untuk digunakan buat kita cicil bawa ke kosan yang baru besok" Lisa sudah membuka salah satu snack yang di bawanya dan mulai memakannya.


"Kalian kapan rencananya pindah? jadi pisah nih ceritanya? " tanya Susan penasaran karena yang dia tahu Izria sudah dapat kosan baru sedangkan Clarissa sampai hari ini masih mencari.


"Rencananya sabtu, San. Iya, kami pisah. " Clarissa mengambil snack yang di tawarkan Lisa padanya.


"Terus, kamu sudah dapat? " Susan masih penasaran begitu juga Lisa yang terlihat menunggu jawaban dari Clarissa yang masih asyik mengunyah snack nya.


"Untuk sementara aku tinggal di rumah teman. Kebetulan dia cuma berdua sama sepupunya dan masih ada satu kamar kosong. Soalnya masih belum nemu yang pas di hati. " Clarissa mengambil snack yang sama bahkan sekarang sudah berpindah di hadapannya.


"Alhamdulillah kalau begitu, Sa" Lisa merasa lega mendengar Clarissa sudah dapat tempat tinggal.


"Ini gara-gara bapak kos nih. Mendadak banget ngasih tahunya! " Susan masih terlihat geram dengan perlakuan bapak kos mereka.


"Sudah, San. Jangan emosi lagi" Clarissa menepuk-nepuk lengan Susan yang menunjukkan wajah kesalnya "Gimana nih masih ada yang mau di bantu nggak? " tawar Clarissa lagi sebelum Susan kembali melampiaskan kekesalannya terhadap bapak kos mereka


"Sudah, ini aja dulu Sa. Sana kamu istirahat saja. Kasihan baru juga pulang langsung bantu kami berdua. " tolak Lisa cepat, ia tak ingin menyusahkan Clarissa lagi.


"Oke. Kalau gitu besok misalkan ada yang bisa aku bantu bilang aja ya mbak, Susan" tawar Clarissa lagi


"Iya, tenang aja kami pasti bilang kok kalau ada yang perlu di bantu. Emang kamu nggak ada keperluan ke kampus? " Lisa memasukkan beberapa cemilan ke kantong plastik lalu memberikan pada Clarissa.


"Ya ampun, mbak Lisa. Aku kok berasa di bayar sih" Clarissa menerima kantong plastik dengan malu-malu tapi ia tak berniat menolak pemberian teman satu kosannya ini sementara Lisa hanya menepuk lengan Clarissa dan tersenyum lembut "Ada sih mba, cuma siang. Aku cuma ngumpul laporan akhir aja ke asisten praktikum. Nggak bakal lama juga"


"Ya sudah. Sana balik ke kamarmu. Istirahat." Lisa membantu Clarissa berdiri dan menggandeng ke luar kamar kosannya.


"Waduh, aku di usir nih? " Clarissa tertawa sambil memakai sandalnya, ia tahu Lisa dan Susan tak ingin menyusahkannya makanya mereka sampai menyeretnya keluar dari kamar mereka. Meskipun terlihat kasar.


"Iya, sudah sana. Istirahat. " usir Susan dengan senyum lembutnya, Ia tahu pasti Clarissa sudah sangat kelelahan.


Clarissa hanya nyengir kuda lalu melambaikan tangannya berpamitan dan menuju ke kamarnya. Setelah masuk ke kamarnya Clarissa menjatuhkan diri di tempat tidurnya memandang langit-langit kamarnya. Merasa mellow karena harus pindah dari kosan ini.


"Aaahhh... aku bakal kangen tempat tidur ini" Clarissa mengerakkan tangannya naik turun di atas tempat tidurnya benar-benar merasa sedih harus berpisah dengan kamarnya saat ini.


Tapi, tidak lama senyum bahagia muncul di wajahnya. Ia senang mulai minggu depan bisa tinggal dengan Rena meskipun begitu ingat Izria ia kembali sedih.


'Ada apa denganku sih? ' batin Clarissa merasa takut dengan dirinya sendiri.