
Ella yang sudah tak berdaya, sama sekali tidak melawan saat dirinya diseret oleh wanita gila yang telah menyiksanya. Wajah putih bersihnya, sekarang dihiasi dengan cairan merah kental yang merembes dari luka-luka sabetan cambuk serta goresan kuku tajam wanita berambut violet itu.
Sang gadis kecil merasa dirinya sudah tidak memiliki harapan lagi untuk hidup ataupun bertemu dengan orang-orang yang disayanginya.
Dia sudah pasrah terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya. Matanya menatap kosong langit-langit lorong, ketika tubuhnya diseret. Meninggalkan bekas darah terseret di sepanjang lorong yang ia lalui.
“Hei, Kalian! Cepat bawa gadis ini dan pindahkan ke dalam gerbong! Segera!” seru wanita itu saat melihat dua orang berjubah hitam.
“Baik Nona Roleane.”
Dengan segera dua orang berjubah hitam itu menggotong tubuh Ella dan membawanya ke salah satu gerbong kereta.
“Kita harus segera memindahkan segala sesuatu yang ada di kastil ini.” gerutu lelaki berjubah hitam dengan tubuh gempal.
“Ya ... kita tidak mau segala rencana dihancurkan oleh mereka,” sahut orang berjubah hitam satunya, yang bertubuh pendek.
“Cepat kita masukkan dia ke dalam kurungan yang ada dalam gerbong!” hardik si gempal, karena si pendek terlalu banyak bicara.
“Ya ....” jawabnya dengan nada malas.
Mereka berdua bergegas meletakkan Ella dalam kurungan. Setelah meletakkan sang gadis kecil itu, mereka berdua keluar setelah mengunci pintu kurungan. Dengan lemah, Ella membuka kedua matanya perlahan.
“Allan ... di mana engkau? Bukankah kau sudah berjanji untuk melindungiku?” batin Ella yang tak mampu lagi membuka matanya.
Iapun memejamkan matanya yang terasa sangat berat, kemudian tak sadarkan diri.
***
Di luar kereta, si gempal dan si pendek menemui seseorang. Seorang yang nampak seperti pimpinan kelompok berjubah hitam tersebut, sedang memberikan arahan pada anggota yang lain.
“Bos! Kami sudah selesai dengan tugas yang diberikan oleh Nona Roleane dan memasukkan gadis itu dalam kurungan.” si gempal melaporkan tugas yang diberikan pada mereka telah selesai.
“Bagus. Sekarang segera selesaikan semuanya!” perintah pemimpin kelompok.
“Tapi Bos ....” si pendek menyela.
“Hm?” pemimpin tersebut meliriknya.
“Apa tidak apa-apa, kita tidak mengikat tangan dan kaki gadis itu?” tanyanya dengan agak takut.
“Bukannya kau sudah melihat kondisinya tadi? Aku yakin ia tidak akan bisa untuk menggerakkan seujung jarinya sekalipun sekarang, apalagi mencoba untuk melarikan diri.” ucap si pemimpin dengan percaya diri.
“Apalagi kalau Nona Roleane yang turun tangan. Bisa dipastikan kalau dia disiksa hingga tak bisa berpikir untuk melarikan diri.” imbuhnya lagi.
“Baik Bos!” seru si pendek.
“Sudah. Kalian berdua lebih baik menjaga gadis itu, sana!” perintah si pemimpin.
“Siap Bos!” ujar si gempal dan si pendek bersamaan. Mereka berdua bergegas kembali ke gerbong tempat Ella disekap.
Pemimpin itu melihat dua orang tadi berlalu, hingga anggota lain memanggilnya. Ia segera menatap orang yang memanggil dirinya itu.
“Bos. sudah selesai memasang peledak anti sihir itu.” ucapnya melaporkan.
“Kerja bagus! Saat mereka menggunakan sihirnya, mereka akan langsung hancur berkeping-keping. Dengan begitu mereka tidak akan bisa selamat dan menjadi persembahan yang bagus untuk Raja Kegelapan.” Ucap si pemimpin yang kemudian tertawa terbahak-bahak.
“Bos memang hebat, bisa mendapatkan ide yang bagus seperti itu.” puji anggotanya pada pemimpin kelompok mereka yang kemudian ikut tertawa.
Saat ia tertawa dengan bahagia, sekelebat bayangan nampak memasuki salah satu gerbong.
***
Beberapa saat yang lalu ....
Di Aula besar yang terdapat bola kristal raksasa, terlihat pemimpin anggota berjubah hitam sedang menghadap ke bola itu.
Bola kristal yang hanya menampakkan sesosok bayangan hitam dengan mata yang merah menyala. Menanyakan tentang keadaan di sana.
“Bagaimana keadaan di sana?” dengan suaranya yang parau nan serak, sosok yang ada di dalam bola kristal bertanya.
“Kami merasakan ada beberapa orang dengan kekuatan besar sedang menuju kemari, Tuan.” ucap pemimpin kelompok yang memiliki postur tubuh tegap itu.
“Kalau begitu, segera jalankan rencana selanjutnya!” perintah sosok tersebut yang langsung mendapat jawaban dengan semangat.
“Baik, Tuan!” seru pemimpin kelompok menggebu-gebu dan segera berlalu menuju ke suatu tempat.
Kembali ke waktu sekarang
Para anggota berjubah hitam yang berjumlah hampir 100 orang itu sedang sibuk memindahkan segala sesuatu ke dalam gerbong kereta.
Di dalam gerbong kereta tempat di mana Ella dikurung. Terlihat dua orang berjubah hitam yang sedang berjaga, mereka pun mengamati si gadis kecil yang terkadang merintih kesakitan karena memaksakan diri untuk mencoba bangun. Namun kembali meringkuk dengan pasrah.
“Sadis juga ya Nona Roleane. Lihatlah gadis kecil ini, ia sampai merasa hidupnya sudah berakhir.” ujar si gempal menatap mata Ella yang seperti telah kehilangan cahaya kehidupannya.
“Halah! Kenapa juga kau bersimpati padanya? Dia hanya akan menjadi salah satu ancaman bagi kebangkitan Penguasa Kegelapan!” bentak si pendek pada si gempal.
“Ya ya ya ....” ujar si pendek dengan nada malas.
Ketika mereka berdua terus berdebat, si gadis kecil itu mengerahkan tenaganya untuk menggerakkan telunjuknya dan dengan hati-hati serta perlahan, ia memanggil sesosok peri angin kecil.
“Sylph tolong jemput Allan. Lelaki yang memiliki kekuatan Naga di dalam dirinya dan segera beritahu dia tempatku berada saat ini.” ucap Ella melalui telepati pada peri kecil tersebut.
Sang peri kecil pun mengangguk dan segera membuat sosoknya transparan layaknya angin. Kemudian pergi terbang dengan cepat menuju ventilasi udara.
“Kumohon ... cepatlah datang Allan ....” batin Ella yang kemudian tak sadarkan diri.
***
Sylph yang melihat pemanggilnya tak sadarkan diri dengan cepat terbang menuju ventilasi udara yang hanya berupa lubang di dinding. Namun sebelum ia masuk, dia iseng untuk menghembuskan angin kencang dan membuat para anggota berjubah hitam kerepotan karenanya. Mereka jadi pontang-panting, terkena serangan dari Sylph.
Sylph tertawa sembari memegang perutnya lalu menatap tajam mereka yang sedang kebingungan. Sylph yang geram pun bertekad untuk segera menemukan pemuda yang disebut oleh pemanggilnya, supaya segera menyelamatkan sang gadis kecil.
Sylph pun masuk ke lubang ventilasi dan saat ia di dalam lorong ventilasi. Dia bergidik, melihat betapa kotornya keadaan di situ. Namun dengan semangat tinggi, demi menjalankan misi yang diberikan oleh sang pemanggil. Iapun membulatkan tekad untuk menerjang serta melalui lorong ventilasi tersebut.
Setelah melewati berbagai rintangan. Mulai dari debu-debu yang berhamburan akibat kibasan sayap kecil Sylph, hingga kejaran dari seekor tikus raksasa. Iapun akhirnya mencapai ujung lorong ventilasi. Namun, saat ia hendak keluar melalui lubang-lubang kecil itu. Badannya tersangkut.
***
Ferdinand menyiapkan sebuah sihir, dengan berkonsentrasi dan mulai mengeluarkan aura putih di sekitarnya. Lelaki bertubuh besar itu melihat ke Ferdinand dan hendak menyerangnya. Namun Erebos menahan serangannya sembari berkata.
“Lawanmu adalah aku. Jangan kau melihat yang lain! Apa kau takut untuk melawanku?” ejek sang naga yang sedang menguasai kendali tubuh Vartan.
“Heh?!” lelaki tersebut menyeringai seolah mengejek lawan di hadapannya itu.
“Kalau kau bisa menumbangkanku!” sahut Gale dengan sombongnya.
Mereka berdua pun saling memberikan serangan demi serangan, menahan dan menangkis serta memberikan tinjuan. Pertarungan Erebos dan Gale membuat pepohonan di sekitarnya porak poranda.
Hingga akhirnya tangan kanan Erebos menghantam pipi kiri Gale dan membuatnya terpental menghancurkan sebuah batu besar, hingga berkeping-keping.
“Rasakan itu!” seru Erebos dengan girang.
“Bodoh! Jangan senang dulu!” bentak Ferdinand yang membuat Erebos menoleh padanya.
Seketika itu juga wajah Erebos terkena suatu hantaman mendadak yang membuatnya terpental jauh.
“Cih! Sialan. Yang aku hajar dan menghajar aku bukan sungguhan, tapi sakitnya luar biasa.” Erebos menggerutu sembari menyeka darah yang ada di tepi bibirnya.
Dalam suasana yang mencekam penuh tekanan, Erebos menatap tajam lawannya yang sedang berdiri tegak tanpa tergores sedikitpun itu. Dan sekali hentakan, dirinya sudah berada di hadapan Gale dan hendak meninju wajahnya lagi.
... ~ ☽ ☾ ~
...
Hai 😭
Maaf kemarin update tidak sesuai tanggal yang dijanjikan. 😭
Karena setelah liburan, Na langsung ujian. 🤧
Briallen : Hm ....
*menatap tajam VR.
VR. : Apa?
Briallen : Kami tidak dapat jatah tampil.
*tatap dingin
VR. : Chapter selanjutnya lah. Sabar. Istirahat sono!
Briallen : Ya ....
Na : Jangan lupa like, Comment, vote, dan share
Dukung Kakak untuk terus semangat buat naskah
Sampai jumpa di chapter selanjutnya.
*dibawa terbang ke langit
VR. : NAAAAAAAAAAAAAAAAA?!
*kejar
...VR. Stylo
...