
Eropa, 2010
Kan kutemukan dirimu, walau kuharus menerjang segala yang ada di dunia ini...
Tak peduli jika sampai butuh berapa abad pun
Takkan kubiarkan kau menderita sendiri
Karena kau adalah....
"Ah?"Ku bangun dari tidur.
“Mimpi itu lagi...” Gumamku.Tanpa kusadari setetes air mata mengalir di pipi.
“Selalu saja setelah memimpikan mimpi itu...” Ucapku sembari mengambil tisu dan mulai menyeka jejak air mata ini.Sudah 3 tahun ini aku sering memimpikan hal itu.
Suara lembut yang kurindukan...
Tapi aku tak tau itu suara siapa?
Wajahnya pun terlihat samar dan aku tak bisa membuka mataku, karena terasa berat.
Ah!Cuma mimpi juga.
Aku pun bersiap untuk bersiap menjalani jadwal hari ini.
Namaku Nea.Aku seorang gadis biasa berumur 23 tahun, yang memiliki kesibukan sebagai seorang Mahasiswi di sebuah Universitas yang ada di kota tempatku tinggal.Aku mengambil studi Arkeologi.
Kata Ibu, aku adalah seorang gadis berambut hitam keunguan yang panjang dengan bola mata berwarna merah muda.Aku tidak tahu, mengapa bola mataku berbeda dengan anggota keluargaku.
hanya aku dan Kakak laki-lakiku saja yang memiliki bola mata berwarna merah muda ini.Sedangkan kedua orang tua serta Adik-adikku memiliki bola mata berwarna merah.Walau bola mata Kakak berukuran lebih gelap.
Yaa... Katanya sih ini kelainan genetik yang langka gitu.Tapi Ibu bersyukur, bahwa kami tumbuh dengan sehat tanpa ada masalah.Aku sayang Ibu.
Aku tinggal bersama kedua orang tuaku serta 3 Adik yang manis.Aku juga memiliki seorang Kakak laki-laki.Tapi sekarang sudah tinggal sendiri, lebih dekat dengan tempat kerja.
Yah....
kadang pulang ke rumah untuk melepas rindu dengan membawa banyak hadiah untuk kami.Hm.. Dia Kakak yang terbaik.Dia sangat peduli dengan keluarganya, terutama kami Adik-adiknya.
Buku bernama Sarah dan Ayahku Nathaniel.Sedangkan Adik-adikku yang manis bernama Ella, Ellard dan Liz.Ellard dan Liz adalah saudara Kembar.Untuk Kakakku, dia bernama Theo.Keluarga yang aku cinta.Dan kami tinggal di kota Valetia yang ada di Eropa Selatan .Kami adalah Keluarga Rozenweits.
Jam 6 pagi, saatnya aku membangunkan Adik-adikku dan membantu mereka bersiap untuk sekolah.Segera aku berjalan menuju kamar mereka.
“Ella, Ellard, Liz... Ayo bangun.Sudah pagi sayang.”Ucapku sambil membuka pintu mereka dan melihat mereka yang mulai kamar membangun.
“5 menit lagi, Kak...” Jawab Ella sambil menarik selimut untuk menutupi wajahnya.
Ellard dan Liz yang duduk di tempat tidur, karena sudah bangun.Hanya memandangi Ella, bersamaku yang memelototinya.
“Kak bangun.Kak Nea serem, lho.”Bisik Ellard yang menarik-narik selimut Ella.
“Ampu Kak.Ampunan.”Ucap Ella yang langsung membuang perhatiannya ke arah mana dan duduk sambil merapatkan kedua tangan di depan wajah.
"Oke.Bereskan tempat tidur kalian, sayang."Mereka bertiga dengan cepat merapikan tempat tidur mereka.
“Beres Bos.”Ucapkan mereka serentak setelah menyelesaikan apa yang kuperintahkan.
“Tidak.Ayo siap-siap untuk sekolah.”Akupun membantu ketiga Adikku untuk bersiap.Selesai bersiap, kami sarapan bersama kedua orang tua kami.
“Ayo makan Ella.kamu kemarin nggak makan siang.Sekarang harus makan.”Ucapku sambil tersenyum.
“Iya iya Kakak...” Ella langsung memakan sarapannya.
“Hm…” Aku memberikan senyuman termanis ke Ella.
“Serem...” Gumam si Kembar yang memakan memakan sarapannya.
“Apa sayang?”Aku menoleh ke si Kembar.
“Tidak Kak.Kakak cantik deh.”Jawab Ellard.
“Makasih sayang.Kan Kakak pasang senyum termanis sekarang, jadi pasti cantik lah.”Ucapku dengan bangga.
“Hehe… Iya Kak.”Ellard lalu sarapannya.
Jam 7 mereka berangkat sekolah.Aku mengantarkan Adikku ke sekolah mereka.Dan sampai di sekolah Ella.Aku menepikan mobilku, lalu berkata pada Ella
“Maaf El.Kakak nanti tidak bisa dihubungi Ella sepulang sekolah.Karena Kakak harus mengerjakan tugas dari.”Ucapku dengan cemas.
“Baik Kak.Kakak jangan khawatir.Nanti Ella akan pulang bersama teman Ella.”Balas Ella sambil tersenyum dan turun dari mobil.
Ella pun masuk ke sekolah sambil menikmati tangan ke Kakaknya.Akupun membalas dengan lambaian tangan juga.Kemudian aku pergi ke kampus.
Sesampainya di tempat parkir mobil, Nea langsung memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju ruang kelas.Saat di lorong, ia tiba-tiba dihadang oleh seorang cowok yang... Um... Seperti jagoan kampus gitu...
“Nea.Malam ini kau nganggur kan?”Ucap si cowok sambil berdiri dihadapannya.
“Maaf.Aku sibuk.”Jawab sambil mencoba untuk melewatinya.Tapi cowok itu masih tetap menghadang Nea.
“Ayolah.Kuajak kau keluar.Untuk utama.”Rayu cowok itu.
“Tidak.Aku sudah ada janji.Dengan seorang lelaki.”Masih berusaha melewatinya, tapi tetap sulit.
“Siapa cowok itu?”cowok itu dengan geram.
"Oh.Dia tampan dan rupawan.Dia lembut serta berwibawa.matanya Biru Saphire.Rambutnya hitam seperti pekatnya malam.Dan dia bukan kau."Kataku seraya melewatinya dan masuk ke kelas.
Penjelasan tentang ucapannya tadi, saat ia di kelas dan tidak memperhatikan dosen yang sedang dijelaskan.
“Yang kusebutkan tadi, ciri-cirinya siapa ya?Aku seperti pernah mengetahuinya.Tapi siapa...” Batinku saat tenggelam dalam pikiran.
“Yak.Jelaskan apa yang dimaksud dengan Aelius?”Ucapkan dosen yang membuyarkan pikiranku.
“Aelius yang berarti Matahari adalah nama dari sebuah Istana yang ada di Eropa Selatan.Yang memiliki luas sekitar 30.000 meter persegi itu..”
“Yak. Cup.”Potong sang dosen saat aku menjelaskan.
“Baik Pak.”Aku kembali larut dalam pikiran.
Usai kelas....
“Hei, Nea!Kamu tadi kenapa?Dosen killer itu sampai nunjuk kamu tadi.”Celetuk seorang cewek yang di belakangku.
“Tidak.Mungkinkah dia menguji pengetahuanku?”Jawabku sambil memutar mata ke arah lain.
Pukul 3 sakit.Aku sudah berada di tempat, dimana aku harus meneliti serta mempelajari tentang sejarah yang ada disini.
“Hm… Istana Aelius.Mari kita mulai~” Ucapku dengan semangat dan mulai memasuki Istana.Setelah membayar biaya masuk.
“Aelius, seperti kataku sebelumnya.Adalah sebuah nama dari Istana yang berarti Matahari.Memiliki luas 30.000 meter persegi.Dengan panjang 130 meter dan tinggi 50 meter ini adalah Istana Kerajaan Aeterna pada masa 1810. Kerajaan Aeterna yang berarti Abadi.Tapi menurutku tak abadi, kecuali Istana ini sih” ucapku dalam hati sambil mengelilingi dan melihat-lihat bagian dalam Istana.
Istana yang sudah diterangi gemerlap cahaya, saat aku mulai masuk.Membuatku terkesima.
Kuedarkan pandangan.Ada beberapa orang juga yang mengunjungi Istana ini.Yaa.Istana Aelius termasuk Istana yang indah namun memiliki sejarah kelam.
“Istana ini luas sekali sih?Tidak bisa membayangkan mereka pas zaman itu, saat ingin ke toilet.”Aku tertawa kecil saat membayangkan hal itu.
“Ukh?!Tempat ini...” Saat tiba di Hall tempat biasanya diadakan.Aku terdiam, entah mengapa aku merasakan suatu perasaan yang aneh.Aku merasakan nostalgia, sedih, marah.. Aku hanya bisa bersandar di dinding menuju ketenangan.
“Huufft...” Setelah aku kembali tenang, akupun melanjutkan perjalananku untuk menjelajahi Istana ini.Hal-hal menarik dan penting aku catat di catatan.
“Hm... Hm~” Tak terasa kakiku membawaku ke sebuah ruangan.Hm... Bisa dibilang ini kamar raja deh, sepertinya.
Ruangan yang terlihat sangat mewah, dengan banyak hiasan yang gemerlap.Tempat tidur mewah, sepertinya sangat nyaman.UPS.Tak boleh dicoba.Ruangannya masih terawat.Padahal sudah 2 Abad berlalu.
Akupun melihat-lihat sekeliling ruangan.Dan...
“Maaf Nona.Kami mau tutup.”Ucap seorang penjaga yang mengagetkanku.
"Ah?!Ah?Maaf.Baik.Terima kasih Pak.”Jawabku sambil keluar ruangan dan kembalilah di jalanan yang kulalui tadi.
“Ke arah mana ini tadi?”Gumamku yang mencengangkan sambil clingukan melihat sekeliling, mengingat-ingat jalan yang kulalui.
"Ah!Kesini.”Ucapku dengan PD nya.
"Lah?Dimana ini?"Aku yang semakin bingung saat tiba-tiba di sebuah ruangan lain.Ruangan ini gelap, hanya ada penerangan dari cahaya bulan.Saat aku melihat isi ruangan itu.Aku seperti melihat sesosok laki-laki berambut perak yang sedang mengungkapkan keluar jendela, tampak jelas rembulan disana.
“Permisi.”Namun saat saya hendak bertanya ke arah jalan keluar ke orang itu.Tiba-tiba..
“Nona.Nona sedang apa disini?”Aku dikagetkan oleh suara Penjaga Istana ini.
"Ah?Saya tersesat.”Jawabku sambil melihat ke arah jendela yang hanya ada buka disana.
“Bukan ke arah sini Nona.Mari ikuti saya.”Ucapnya seraya berjalan lebih dulu.
"Ah?Baik."Akupun menjaga sambil berpikir.
“Tidak ada siapa-siapa disana tadi?Padahal aku yakin melihat seseorang disana.hanya halusinasiku saja memang.”Batinku sambil menganggapnya tak penting.
“Tidak.Ini pintu keluarnya Nona.”Seru penjagy yang membuyarkan lamunanku.
“Terima kasih banyak Pak.”Ucapku sambil keluar dan menuju ke parkiran.
Tak terasa, menjelajahi Istana Aelius membuatku lupa waktu.Hingga jam 9 malam begini.ya.Aku segera pulang, tidak khawatir.Akupun mempercepat langkahku.
Namun tiba-tiba aku dihadang oleh Michael.Si cowok yang tadi pagi juga menghadang ku.Dih, jantan banget.
“Minggir kau.Aku mau lewat.”Ucapku dengan tenang.
"Kenapa?Mana tuh cowok yang kamu bilang tadi, Nea?Katanya ada janji dengannya.Ternyata Kau ke Istana ini."Michael bicara seolah sedang mengamatiku.
"Masalah?Aku tuh nggak suka sama kamu.Emang ya, semua harus diucapkan dengan jelas.Biar otak bodohmu itu bisa dijelaskan."Balasku sambil berjalannya.
"TONGKANG?!"Michael menghidupkanku dengan mencengkram erat tanganku.
“Lepasin!!”Akupun memberontak untuk menarik tanganku.Namun Michael semakin memperkuat cengkramannya.
Saat itu aku melihat ada sesosok laki-laki di belakang Michael.Aku tak bisa berkata apa-apa, karena apa yang dilakukan itu mudah sekali.Hanya dalam satu kedipan mata, Michael sudah tersungkur di tanah.
Tanganku sudah bebas dari Michael, tapi malah berpindah ke tangan seorang laki-laki.
“Terima kasih sudah membantu saya.”Ucapku sambil tersenyum dan saat melihatnya.Bola mata berwarna abu-abu yang indah, layaknya bulan yang berkabut.
Melihat mata itu, aku seperti merasakan perasaan rindu yang mendalam.Hingga tanpa sadar kuteteskan air mataku.Dia terbelalak saat aku mengungkapkan.Namun setelah itu, ekspresi sedih yang terlihat di wajah terlihat.
“Maaf Tuan?Terima kasih telah membantu saya.”Ucapku untuk kedua kalinya yang membuat kesadarannya kembali.
“Maafkan aku.Ya, sama-sama.Lain kali hati-hati.”Lelaki itu mulai menggerakkan dan mengembangkan usaha-usaha tempatku berada.
Aku hanya bisa memandangi dia yang menjauh.Badan yang tegap dan gagah.Rambutnya yang berwarna silver...?Seperti...
"Ah?Jam berapa ini?Aaaa... Jam 10 malam.Aku harus segera pulang.”Ucapku yang akan tayang hari yang sudah larut.Dengan panik, aku segera menuju tempat mobilku terparkir.
Sesampainya di rumah....
“Maafkan aku.Ibu, Ayah.Aku lupa waktu karena terlalu menjelajahi Istana Aelius.”Ucap yang sampai rumah jam 11.
“Hm...” Kedua orang tuaku hanya melihat kepalanya.
“Dah sana tidur.”Ucap Ibu.
“Baik Bu.”Jawabku yang kemudian menuju kamarku.
Di kamar, aku hanya bisa masalah sambil membayangkan kejadian tadi.
“Lelaki itu siapa ya?Entah mengapa saya pernah bertemu dengannya.”Pikirku.
“Suaranya pun seperti pernah... Ah!?Suara lelaki yang ada dimimpiku.Iya.Suaranya mirip orang tadi.”Aku terus berpikir dan mulai merasa ngantuk.
“Apa cuma perasaanku saja ya?Entahlah.Aku lelah.Mau tidur saja.”
Akupun masalah sambil menarik selimut dan kemudian mematikan lampu kamarku.Akupun mulai terlelap dalam tidurku.
Malam itu aku memimpikan mimpi yang lain.Sebuah Hall luas yang sudah nampak ramai orang.Mereka semua memakai pakaian yang indah dengan aksesoris yang terlihat sangat mahal.Mereka semua berhubungan tentang entah apa aku tak tau.Karena aku tak bisa mendengar doa mereka.
ketika lagu dansa pertama dimainkan.Ada seseorang yang menghampiriku dan berkata.
“Maukah Anda berdansa denganku, My Lady?”Ajaknya dengan lembut dan sopan.
“Dengan senang hati saya mau, Pak.”Akupun menerima ajakannya untuk berdansa.
Kami berdansa mengikuti irama musik.Entah mengapa, saya tidak melakukan kesalahan saat berdansa.Seperti saya sudah hafal ritmenya.
Saat lagu selesai.Kami berdua saling memberikan rasa hormat satu sama lain.Dan para tamu undangan yang lain secara bersamaan memberikan tepuk tangan kepada kami.
Aku merasa sangat bahagia.Karena bisa bersamanya..