When The Night Come

When The Night Come
Bahaya



"Tring-tring"


Suara handphone Ares membuat fokus mereka teralihkan. Mereka berhenti didekat taman bunga Delphidin, sang pemuda segera mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Diusapnya layar tersebut dan muncul notifikasi. 


1 pesan baru dari Ayam


Nea yang mengintip layar handphone Ares dari belakang, jadi bingung.


"Ayam?" tanyanya menelisik dengan mata yang tajam mengungkapkan Ares, menanti jawaban.


“Kenapa Xita?Ayam itu ya si Allan, Sayang.”


Jawaban enteng dari sang pemuda membuat manik merah muda itu melembut dan ikut mengamati isi pesan yang diterima Ares.


“Allan berhasil mengakses cctv gedung dan mengirim sebuah foto dari dua orang cowok yang dia bilang ingin menangkap Lily.” Ares yang mendapatkan sebuah ekspresi cemas sebagai jawaban dari sang kekasih.


“Jadi Ella diculik?” suara Nea terdengar bergetar dengan pedih.


“Tenang sayang. Di cuplikan video yang juga dikirim oleh Allan, menunjukkan jika Lily melepaskan diri dari cengkeraman mereka dan membawa diri keluar gedung.” Imbuh pemuda bersurai hitam keunguan itu yang membuat Nea sedikit bernafas lega.


“Coba tanyakan pada Allan. Apa si Kembar masih terjaga?” pinta gadis tersebut yang langsung dilaksanakan oleh Ares.Tak lama balasan dari Vartan diterima.


“Tidak. Kata Allan, mereka sekarang bangun.”


“Baik.Terima kasih sayang,” jawab Nea setelah mendengar jawaban dari sang kekasih.


“Rio!” seru Nea melalui telepati.


“Iya Nona, apa ada yang bisa saya bantu?”jawab Rios seketika.


“Segera kemari sambil membawa si Kembar!” perintah Nea yang seketika membuat Rio muncul di hadapannya dengan membandingkan si Kembar.


“Xita ….” tegur Ares dengan nada penuh penekanan.


“Hehe ... kan di sini tidak terlalu banyak orang. Dan Rios muncul dengan mode manusia,” ucap Nea sembari menjulurkan lidahnya sedikit sambil tertawa kecil.


“Apa ada tugas yang harus kukerjakan Nona?” ucap Rios yang membuat Ares dan Nea kembali melihatnya.


“Aku mau minta bantuanmu untuk melacak keberadaan Lily.” Pinta Nea dengan serius.


“Tapi bagaimana dengan Diego dan Liz, sayang?” sela Ares yang membuat Nea produksi akan si Kembar yang digendong oleh Rios.


“Aah … bagaimana ya?” Nea seketika bingung untuk menjawab.


“Bagaimana kalau mereka pulangkan ke Mansion-ku terlebih dahulu?” usul Ares yang membuat Nea berpikirlah.


“Tapi di sana sepi?”pertanyaan yang sekaligus bisa menjadi pernyataan dari sang gadis membuat Ares merasa tertusuk.


“Tenang sayang. Di sana ada beberapa bodyguard serta pelayan,” ucap Ares yang mendapat tajam dari Nea.


“Mereka bukan manusia, apalagi sesuatu yang bisa kupakai untuk pelampiasan. hatiku sudah kau kuasai dan bawa sejak awal,” imbuh Ares yang tak terlalu didengarkan oleh Nea.


“Rio! Pulangkan Ellard dan Liz ke Mansion-nya, baringkan mereka di tempat tidur yang nyaman!” perintah Nea yang segera dilaksanakan oleh sang serigala.


Rios seketika menghilang seraya membawa si Kembar. Ares mengangkat panggilan masuk, Melihat sekeliling dan sebuah benda menarik perhatiannya. Ia dekati benda yang diletakkan di atas jalanan tersebut, dipungutnya dan nampak itu adalah panda yang dibawa oleh adiknya.


“Allen!” seru Nea, membuat Ares segera mendekatinya.


“Apa Lan? Dah jangan banyak protes, buruan kesini!” ucap Ares sedikit membentak orang di seberang panggilan.


“Apa Xita?” tanya Ares setelah menutup panggilan dari Ayam tadi.


“Ini boneka milik Ella,” Nea menunjukkan benda yang ia pungut.


“Sepertinya dia mengarah ke taman bunga, untuk wisata.” Ucap Ares seraya melihat arah jalan yang terlihat di hadapan mereka.


“Mari kita periksa!”


Segera beranjak dan menuju ke taman bunga Delphinidin, sambil membawa boneka panda milik adiknya itu.


Sesampainya di sana, Nea langsung mencari dan meneriakkan nama Ella. Ares yang melihat kekasihnya kerepotan membawa boneka, dengan sigap mengambil boneka tersebut dan membawanya.


Ares mengedarkan pandangannya dan melihat sekeliling.


“Tidak ada tanda-tanda seseorang di sini. Kecuali ....” Nea tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Ares, karena penutupan bunyi ledakan kembang api.Tanda hari sudah berganti.


***


Beberapa detik sebelumnya ....


“Ya ... Mari kita mulai menghitung mundur dan mengatakan selamat tinggal 2010.”seorang tuan rumah wanita yang berada di panggung kepada pengunjung yang berdiri untuk menyaksikan peluncuran kembang api tersebut.


“Ah … sudah mau berganti tahun, dan Tuan Putriku hilang. Ck!”decak kesal terdengar dari mulut Vartan.


“Diamlah kadal!” seru Vartan yang membuat salah satu pengunjung melihat sekitar, namun tak terlihat siapa yang berteriak.


Vartan yang berlari dengan kecepatan tinggi, membuat dia tak terlihat oleh manusia biasa.


“Sudah kubilang, Lebih baik kau lewat atas,” imbuh Erebos yang tak digubris oleh Vartan.


Namun ia segera mengambil jalan atas, dengan cara berpijak di setiap wahana yang ada di hadapannya.


“Xi xi xi,” terdengar tawa sang Naga di pikiran Vartan. Namun ia tidak mempedulikannya.


Pikirannya sekarang terfokus untuk segera menemukan sang Tuan Putri yang sudah lama ia menantikan kehadirannya.


Dia tak mau pertemuannya kali ini hanya sesingkat ini. Ia menjadi kesal, setelah mendapat kabar bahwa Ella hilang. Dia merutuki kesalahannya, karena tidak mengikutinya tadi. Sebab Vartan takut jika sang gadis tidak menyukainya, apalagi sampai kepada dirinya sendiri.


Vartan dengan pikiran yang kalut, akhirnya sampai di tempat abangnya berada. Ketika ia mendarat di dekat Ares, dia merasakan aura mencekam dan menggilas taman bunga tersebut.


***


Ucapan Ares yang tak terdengar oleh Nea karena ledakan kembang api di langit malam, membuatnya bertanya dan bingung. Apalagi setelah itu sang pemuda membelalakkan matanya melihat ke arah Nea.


Sang gadis terkesiap, ketika dirinya merasa tubuhnya ditarik oleh sepasang tangan besar nan kokoh. Menjauh dari lelaki yang ada di hadapannya.


“Xita!?”Ares berteriak dan mengejar lelaki berambut pirang panjang yang membawa Nea.


Hingga lelaki tersebut berhenti di sudut terdalam taman dengan sebuah pohon besar di belakangnya.Ia membocorkan tajam Ares yang daritadi mengejarnya.


“Kembalikan gadis itu!” bentak Ares dengan geram, rambut dan matanya berubah menjadi abu-abu.


Ucapan Ares tak digubris oleh lelaki berambut emas panjang itu. Dari balik bayangan, muncul sesosok yang mirip dengan lelaki bersurai emas di hadapan Ares. Namun ia memiliki rambut yang berwarna silver.


“Cih!? Malah muncul seorang lagi,” gerutu sang pemuda yang seketika membuat daerah sekitar menjadi dingin dan mencekam.


“Bang. Aku sudah datang,” suara Vartan membuyarkan fokus Ares dan tersadar, jika adiknya daritadi ada di belakangnya.


Vartan yang melihat abangnya dalam mode Vampire, seketika bersiaga dan bersiap di samping Ares.


...~ ☽ ☾ ~...


Hai hai hai. >


Back to my channel 🤣


Setelah Na dan Rios kemarin mengejar Dinand, enaknya sekarang kita ngapain ya? 🤔


*ditabrak Rios yang ditunggangi oleh Na


Aaaaghhhh???!!!! 😵


Na : Ups? Maaf Kakak.


*melarikan diri bersama Rios


VR. : Naaaaaaaaa. Dx


*mengejar Na dan Rios


Noxita : dimohon untuk memberikan like, karena like kalian sangat berarti untuk si Paus VR.


Briallen : Like dan vote ya


Share juga


Comment? Bolehlah


Lauryn : Ada yang lihat Aim-ku?


*celingukan


Ferdinand : *diseret Na yang menunggangi Rios


Hai Rin Melambaikan tangan pada Lauryn


Lauryn : Aim???!


*ikutan mengejar Serigala dan Panda


Briallan : Follow IG @rirymocha1 untuk melihat apa yang sedang dikerjakan oleh VR.


...VR.Stylo


...