When The Night Come

When The Night Come
Serangan



Sesampainya di rumah Nea, Ares segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Nea. Tampak wajah Nea yang kelelahan, Ares menggandeng tangan Nea dan menuntunnya ke pintu rumah. Ditekannya bel pintu sekali, muncullah Theo yang membukanya.


“Nea? Kenapa ini?” tanyanya saat melihat adiknya lemas.


“Anemia Nea kambuh, tolong minggir. Saya mau mengantar Nea ke kamarnya,” ucap Ares yang berjalan masuk melewati Theo. Pemuda bermanik pink gelap itu merasa kesal dan tidak suka dengan Ares, namun ia tetap tenang dan berwajah datar.


Ares mengantarkan Nea ke kamarnya dan segera membaringkan Nea di tempat tidurnya. Setelah Ares memberikan kecupan di kening Nea, iapun pamit pada Sarah.


“Saya pulang dulu Ma'am.”


“Terima kasih sudah mengantar Nea pulang nak Ares,” ucap Sarah yang dibalas anggukan perlahan. Ares bergegas pulang.


Dilaluinya jalanan yang sepi, setelah melewati jalan kota. Suasana gelap menyelimuti pepohonan yang ada di samping jalan. Ia merasa seperti ada yang mengamatinya di pepohonan itu. Namun ia tak peduli dan terus melajukan mobilnya sampai ke Mansion.


Sesampainya Ares di Tanzanite, terlihat Vartan yang sedang menemani Rios diluar. Ares pun heran dan segera menghampiri mereka. Setelah sampai dan turun dari mobil, Ares bertanya.


“Kenapa kalian diluar?”


“Eh? Abang. Nggak ada apa-apa kok Bang,” ucap Vartan cengengesan.


“Nggak ada apa-apa kok diluar? Kan sudah kusuruh kau untuk jaga dia di dalam saja,” tegur Ares pada Adiknya.


“Ini Bang, kata Rios ada yang aneh dengan keadaan hutan,” akhirnya Vartan berterus terang. Ares hanya menaikkan satu alisnya.


“Hm ... Dah, kita masuk kembali!” perintah Ares yang kemudian dituruti Vartan, iapun memanggil Rios untuk kembali.


Saat mereka hendak masuk ke dalam Mansion, terdengar gemuruh ratusan derap langkah kaki berat dari arah hutan. Suaranya terdengar makin mendekati mereka.


Terlihat puluhan Hellhound menerjang ke arah mereka. Langkah kaki puluhan Hellhound itu mengakibatkan tanah di sekitarnya berguncang. Dengan cepat Ares merubah rambutnya menjadi silver dengan mata abu-abu, begitu juga Vartan. Sedangkan Rios, ia telah siap dengan wujud serigala berbadan manusia. Tangannya berubah menjadi cakar serigala, lengannya ditumbuhi rambut berwarna putih.


Ares melompat dan mendaratkan kakinya di kepala salah satu Hellhound, yang membuatnya terpental kembali ke hutan. Vartan mengeluarkan pedang sihirnya dan mulai menebas Hellhound yang mendekatinya.


Rios dengan cakarnya, berhasil menyabet kepala Hellhound yang berniat menerkam Ares. Malam itu mereka bertarung sengit dengan para Hellhound.


Hingga fajar menyingsing, mereka bertiga tergeletak kelelahan dengan puluhan Hellhound yang sudah tak bernyawa di sisi lain. Satu persatu mayat Hellhound itu berubah menjadi asap hitam dan menghilang.


“Apa artinya semua ini?” gumam Ares yang kemudian beranjak dan masuk ke dalam Mansion. Dengan langkah yang gontai, ia menuju ke ruangannya.


Pagi itu Nea bangun dengan perasaan aneh, ia melihat simbol mawar yang ada di punggung tangannya sedikit terbuka. Ia lupa menanyakan perihal simbol ini pada kekasihnya. Dan dia berniat untuk menanyakannya, saat mereka akan bertemu lagi.


Seperti biasa, Nea beranjak dari tempat tidur dan membersihkan dirinya. Setelah bersiap untuk menjalani hari ini, ia turun dan menuju ke dapur. Dilihatnya sang Ibu sedang menyiapkan sarapan, Ayahnya sedang membantu Ellard dan Liz yang ingin menata peralatan makan. Ella pun sedang mengisi gelas dengan susu.


“Mau kubantu Bu?” tanya Nea yang sedikit mengagetkan Ibunya.


“Tidak usah Nea, sedikit lagi selesai kok. Kamu duduk saja menunggu,” ucap Sarah.


Setelah ia duduk, Nea baru sadar jika kakaknya tidak ada di ruang makan. Iapun bertanya pada ayahnya.


“Kakak kemana Ayah?”


“Kakakmu sudah kembali ke apartemennya, ia bilang kalau ada pekerjaan penting yang harus segera ia urus. Makanya ia tidak bisa menghabiskan liburan akhir tahun bersama kita,” jawab Nathan sambil mengambilkan peralatan makan untuk ditata oleh si Kembar.


“Begitu ...” Nea bergumam.


“Oh iya. Kata Theo hadiahmu ia letakkan di meja belajarmu,” imbuh Nathan. Nea hanya mengangguk dengan malas.


Setelah Sarah selesai memasak roti panggang, dengan bacon serta telur mata sapi. Iapun membagikannya ke piring Suami dan anak-anaknya.


“Sarapan sudah tersedia,” ucap Sarah dengan riang. Setelah semua menerima hidangannya, mereka pun berdoa dan mulai memakan sarapannya.


“Oh iya. Ibu, Ayah Ares mengajak Ella, Ellard dan Liz serta aku untuk menghabiskan libur akhir tahun dengan bermain di taman hiburan Delphinidin. Bolehkah?” tanya Nea pada kedua orang tuanya.


Adik-adik Nea yang mendengar kata ajaib 'taman bermain' itu, serasa tersihir dan melancarkan serangan puppy eyes pada kedua orang tuanya. Melihat mata anak-anaknya yang berkaca-kaca menatap penuh harap, sang Ayah tak kuasa untuk berkata tidak.


“Baiklah. Kami ijinkan, tapi jaga adik-adikmu dengan baik!” ayahnya berpesan. Nea mengangguk dan tersenyum. Ia kemudian berdiri dari tempat duduknya dan memeluk Ayahnya dan juga Ibunya.


“Terima kasih banyak Ayah dan Ibu.”


Ella, Ellard dan Liz pun melakukan hal yang sama. Merekapun saling memeluk. Terdengar riuh gelak tawa dari rumah keluarga Rozenweits.


Setelah selesai sarapan, Nea merapikan peralatan makan yang kotor dan membawanya ke tempat cuci piring. Ella mengekornya di belakang, dan berkata.


“Sini kubantu mengeringkannya Kak.”


“Terima kasih Ella sayang,” ucap Nea saat melihat adiknya sudah siap dengan lap kering. Nea pun segera mencuci peralatan makan tersebut, setelah dibilas baru ia berikan pada Ella.


“Kak Kak,” panggil Ella saat Nea mencuci piring terakhir.


“Hum?” sahut Nea menyelesaikan kegiatan cuci piringnya.


“Tolong bantu aku mengerjakan tugas sekolah Kak,” ucap Ella dengan nada memohon. Nea tersenyum saat melihat adiknya.


“Baiklah.”


Ella bersorak dan segera menyelesaikan kegiatan mengeringkan peralatan makan yang telah dicuci itu.


“Ayo Kak,” ajak Ella sambil menarik tangan Nea dengan semangat.


“Iya iya sayang,” jawab Nea dengan pasrah.


“Sebentar ya, Kakak mau beritahu Kak Ares. Kalau kita diijinkan oleh Ibu dan Ayah untuk ikut dengannya,” ucap Nea pada Ella dengan lembut.


“Ella siapkan dulu tugasnya. Nanti Kakak ke kamar Ella,” imbuh Nea yang kemudian pergi ke kamar untuk mengambil handphone-nya.


Setelah mengambil handphone-nya yang berada di nakas, Nea pun mencoba untuk menelpon nomor Ares. Namun yang menjawab adalah seorang perempuan.


“Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk, silakan coba beberapa saat lagi.”


“Allen sedang sibuk ternyata. Lebih baik aku kirim pesan saja,” Nea mendengus dan segera mengirim pesan ke Ares. Karena tak mau membuat Ella menunggu terlalu lama.


“Allen, Ibu dan Ayahku mengijinkan kami untuk menerima ajakanmu kemarin.”


Dengan segera Nea menekan send dan meletakkan kembali handphone-nya ke nakas, Nea beranjak menuju kamar Ella.


Nea pun membantu Ella untuk mengerjakan tugas sekolahnya, di kamarnya Ella sudah siap di meja belajar.


“Oke sayang. Mari kerjakan tugasmu,” ucap Nea yang melihat adiknya mulai mengerjakan tugas.


Nea membantu Ella dengan mengajari tentang cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari tiap soal. Nea membantu Ella hingga waktu jam makan siang tiba.


“Kruyuukk ...” terdengar bunyi perut yang keroncongan. Nea dan Ella pun tertawa, Nea kemudian mengajak Ella untuk makan siang terlebih dahulu.


“Ayo kita isi perut dulu sayang.”


Ella menganggukkan kepalanya, mereka berdua bergegas menuju ke dapur. Nea membuat pancake untuk makan siang mereka. Setelah jadi, Nea meminta tolong Ella untuk memanggil si Kembar.


“Ellard Liz. Ayo sini kita makan siang,” ajak Ella saat ia sampai di depan kamar si Kembar. Si Kembar langsung keluar dari kamar dan mengikuti Ella menuju ruang makan.


Terlihat sepiring pancake sudah tertata di atas meja makan, membuat mata Ellard dan Liz berbinar-binar. Mereka segera duduk manis di kursi masing-masing. Nea pun membagikan 2 buah pancake untuk tiap piring. Ellard dan Liz pun gembira.


“Mari berdoa terlebih dahulu,” ajak Nea pada adik-adiknya. Setelah mereka berdoa, pancake pun diberi macam-macam topping sesuai selera masing-masing.


“Kakak! Aku mau Eskrim,” ucap Ellard.


“Iya sayang. Semuanya Kakak beri satu sendok Eskrim,” ucap Nea yang kemudian meberi satu scoop besar Eskrim di atas pancake mereka.


“Yeey!” seru Ellard dan Liz serempak.


“Nah. Dihabiskan ya sayang,” ucap Nea yang mulai memakan pancake-nya. Ellard dan Liz mengangguk, Ella hanya bisa tersenyum melihat tingkah sepasang adik Kembarnya itu.


Selesai makan siang dan merapikan peralatan makan. Nea kembali ke kamar Ella untuk membantu tugasnya lagi, namun Ella berkata.


“Kakak istirahat saja, tugasku tinggal yang mudah kok.”


Mendengar hal itu, Nea mengangguk dan masuk ke kamarnya. Diperiksanya handphone yang ada di atas nakas, tidak ada pesan masuk. Iapun segera merebahkan dirinya dan berpikir.


“Allen masih sibuk juga,” ada rasa cemas di hatinya. Namun ia tepis, karena Nea berpikir jika Ares sibuk dengan pekerjaannya.


Kelopak mata Nea pun akhirnya terpejam, membawanya hanyut dalam tidur yang lelap.


Tanzanite


Nampak seorang pemuda bersurai silver bangun dari dalam peti. Terlihat manik abu-abu saat ia membuka matanya. Ia melihat ke arah jendela dan nampak sang Dewi malam yang bergelayut anggun di pekatnya malam.


“Sudah malam ternyata,” gumamnya dengan suara yang agak serak. Ia keluar dari peti tersebut dan menuju ke lemari pakaian. Terlihat badan tegap nan indah dengan kulit putih pucat, nampak simbol mawar hitam di leher kirinya. Bersanding dengan kissmark dari sang kekasih.


Saat ia mengingat sang gadis, pemuda tersebut segera memeriksa handphone-nya. Setelah ia mengenakan pakaian. Terlihat ada beberapa panggilan dan pesan yang masuk hari ini, semuanya dari satu orang.


'Allen, Ibu dan Ayahku menginginkan kami untuk menerima ajakanmu kemarin.’


'Allen sayang, gimana keadaanmu?’


'Allen sibuk sekali ya? Tetap semangat ya sayang.’


‘Apa pekerjaan Allen berat? Jangan lupa istirahat sejenak ya.’


'Allen.’


‘Allen.’


'Semoga kamu baik-baik saja sayang.’


‘Miss you mawar hitamku.’


Sang pemuda hanya bisa menyunggingkan senyuman dan mencoba untuk menelpon sang gadis.


Saat Nea menatap langit-langit kamarnya, ia tersentak ketika terdengar bunyi.


‘Trrrr’ bunyi dering handphone Nea. Ia langsung memeriksa siapa yang menelponnya.


“Allen.”


Dengan segera sang gadis menerima panggilan itu. Terdengar suara yang ia rindukan seharian ini.


“Apakah Tuan Putriku merindukan Pangerannya?” tanya suara lembut sang pemuda ketika telponnya diterima.


“Halo sayang. Apa aku mengganggu tidurmu?” imbuh sang pemuda, Nea yang bahagia karena mendengar suara Ares lagi akhirnya berbicara.


“Allen!? Nggak kok sayang. Malah aku belum tidur,” sang gadis mengaku jika belum tidur. Ares hanya bisa menggelengkan kepalanya di seberang panggilan.


“Maaf sudah membuatmu cemas sayang. Tapi aku baik-baik saja kok,” ucap Ares menenangkan Nea.


“Syukurlah. Allen ku baik-baik saja,” Nea merasakan lega meliputi hatinya.


“Rindu? Bukan rindu lagi, tapi amat sangat merindukan Pangerannya,” imbuh Nea.


Merekapun berbincang hingga jam 11 malam. Saat suara sang gadis sudah terdengar lelah, Ares pun menyudahi dan menyuruh kekasihnya untuk segera istirahat.


“Xita, istirahatlah sayang. Oh iya, besok aku masih sibuk ya sayang. Jadi ke taman hiburannya 2 hari lagi ya,” ucap Ares dengan lembut.


“Baik sayang. Selamat malam, selamat beristirahat mawar hitamku. Love you,” jawab sang gadis yang langsung terlelap.


“Selamat beristirahat Alba-ku. Love you so much,” jawab sang pemuda yang kemudian mematikan sambungan teleponnya.


~ ☽ ☾ ~


VR. : Ai Ai Ai~


Heyooo


Welcome back to my channel. 🤣


My story maksudnya 😌


Briallen, Briallan, Rios : *menatap tajam VR.


VR. : Eh? Eh?


Pada kenapa ini? OAO


Jangan makan hamba. Dx


Briallen : Kau buat kami babak belur.


VR. : Kan bisa minta diobati Xita, Bang.


Briallen : Aku nggak mau buat dia sedih, karena hal ini. *bicara dengan datar.


VR. : Uuu...


Co cweet


*diseret Rios


Gendong weee.


*digendong ala sekarung kentang


Nasib ... Nasib....


Briallan : Jangan lupa tinggalkan jejak kehidupan kalian di...:


・Like ✔️


・Comment ✔️


・Subscribe ✔️ Favorit maksudnya 😌


・Vote ✔️


Sampai jumpa di chapter selanjutnya....


IG @rirymocha1 menyediakan rupa dan wujud para pemeran WTNC


VR. Stylo