The Ultimate Principality System

The Ultimate Principality System
Chapter 4 - Pangeran Yang Meningkatkan Skill



"Ada apa itu?" Aku penasaran dengan apa yang ada disana.


Maksudku, itu pasti sangat-sangat kuat sehingga bisa membuat semuanya berlari ketakutan seperti itu.


Aku kemudian berlari ke dalam untuk mencari tahu.


Tidak butuh waktu yang begitu lama, aku segera sampai ke lokasi yang aku yakini sebagai suara itu terakhir kali terdengar, dan menemukan pemilik sumber bunyi adalah ...


[Ras: Orc] | [Level: 50]


Wow ... Tunggu, dia bahkan lebih tinggi dari levelku.


"Dua kali lipat?" Jika ini memang benar, bahwa monster yang membuat semuanya menjadi ketakutan adalah makhluk yang mempunyai wujud mirip manusia kepala babi tersebut.


"Bagaimana dengan melakukan sesuatu yang konyol?" Seperti tiba-tiba melompat dan berada dihadapannya langsung.


Nah, sepertinya itu cukup bisa disebut nekat.


Aku langsung mengeluarkan pedangku dan memulai melakukan gerakan sederhana untuk pertama kali memulai serangan.


Tentu, Orc yang masih bingung dengan kemunculanku yang tiba-tiba tidak terlalu siap dengan pedangku yang tiba-tiba meluncur untuk menusuk sesuatu.


"GgghHhggGHhh!" Aku tidak tahu apa yang dikatakan oleh monster ini, tapi aku segera melakukan sesuatu pada bagian lain tubuhnya sekarang.


Pedangku kali ini mengincar bagian bawah, di bagian kakinya itu.


Aku membuat mereka berdarah dan rusak.


Orc yang menerima lebih banyak luka kemudian mengambil inisiatif untuk mundur.


"Dia bahkan belum mati setelah menerima semua serangan itu." (Lein)


Maksudku, itu aku sudah buat sangat-sangat mendadak dan tidak terduga.


Tapi, dengan tubuhnya itu dia bahkan masih bisa berdiri tegak.


Memangnya dia tidak merasa sakit apa?


Aku menggelengkan kepala dan membuat semua konsentrasiku fokus kepada monster ini.


Orc menyerang dan dia kali ini tidak bertahan lagi, aku kemudian mengambil posisi sebaliknya setelahnya.


Dia memiliki sesuatu yang besar sebagai senjatanya.


Itu adalah kapak, jika aku bisa mengatakannya, mereka dibuat dengan sangat besar dan tentu tajam.


Bertanya-tanya mengapa ada monster dengan senjata?


Kupikir dunia fantasi ini sungguh sangat penuh dengan misteri.


Fokus kepada musuh, aku kemudian melompat ke atas pohon.


Tapi itu bahkan tidak berhasil membuat keberadaanku menghilang.


"Bagaimana dengan ini?" Aku melemparkan batu-batu kecil ke arah mata Orc yang menatap ke atas.


"Ghgahhh!!!" Orc memegangi bagian matanya sekarang.


Sekarang, dengan ini dia pasti sudah dibutakan selama beberapa waktu.


Nah, dengan begini aku bisa memulai ofensifku.


Dhuak! Dan yang terakhir mirip seperti tusukan, DHWACK! Ketika pedangku terhunuskan.


Pedangku kemudian menembus perutnya.


Aku menoleh ke atas, dia bahkan masih bisa bergerak dalam kondisi itu.


"Aghh ..." Aku merapatkan gigiku ketika tangan besar sudah menyentuh tubuhku dan meremukan ... KRAK, KRAK, KRAK! Awwwgh ... Itu sakit, tapi. "Aku tidak akan kalah!"


Orc yang merasa perlawanan itu akan berpengaruh terhadap keputusanku yang mundur ternyata sudah salah mengira aku akan berbuat demikian.


Dia tidak mengetahui, seberapa keras dia berusaha untuk menghancurkan tulangku itu tidak akan membuatku menghentikan untuk merobek bagian perutnya.


[+10.000 emas] | [+100 Medali]


"Ahhh ..." Tubuhku terjatuh bersamaan dengan bunyi keras setelahnya.


Orc berhasil dikalahkan dengan satu serangan itu.


Tapi aku tidak menyebutnya sebagai kemenangan yang sesungguhnya, karena itu membuat tubuhku terasa remuk.


Sekarang, aku bisa merasakan ada pergeseran dalam tulang ini.


Lalu, KRAK! Yang membuat aku "Arghh!" tidak terkendali.


Aku kemudian buru-buru menuju ke mayat Orc yang terbunuh, berniat mengambil dagingnya untuk penyembuhan.


"Emmm ... Ah ... ummm ..." Aku menelan setiap daging yang ada.


Entah itu tanah atau batu, aku memasukan mereka meskipun benda-benda itu menempel pada tubuh Orc.


Dan ketika aku selesai dengan semua itu.


Rasa hangat kemudian mendominasi dalam tubuhku meskipun disana terasa sangat dingin.


[+1 Skill \= Ketahanan Binatang Buas: Naik Level]


[+1 Skill \= Menebas: Naik Level]


Aku tahu ini.


Ada dua pemberitahuan yang muncul lagi setelah pemberitahuan tentang rincian jumlah medali dan emas yang didapat.


Aku sungguh mengharapkan ini.


Mereka memang sepadan untuk didapat dengan apa yang sudah aku korbankan untuk bisa mengalahkan Orc.


Setidaknya, malam itu aku habiskan waktu disana.


Duduk pada malam itu, bersadar pada sebuah pohon.


"Aku yakin monster-monster itu tidak akan berani mendekat karena ada orc ini." Yah, untuk sementara aku bisa menyebutnya aman.


Meskipun begitu, aku tidak bisa mempercayainya begitu saja.


Tetap saja, aku tertidur disana karena rasa lelah ini, tapi tidak lama kok.


Hanya beberapa jam dan itu bahkan tidak termasuk dalam waktu tidur yang cukup.


Aku merasa tenang dengan tidur ini, seolah-olah rasa lelah ini berhasil dihilangkan hanya dengan memejamkan mata tersebut.