
[Misi: Membangun Kota tahap 1]
Aku kemudian mendapatkan pemberitahuan lagi dari sistem, dan itu kemudian bertambah setelah.
[Membangun \= 1 Kastil | 1 Penginapan | 1 Restoran | 1 Barak | 1 Benteng]
Dan, selesai.
"Itu terlalu banyak!" Oh, ya? Yang benar saja, misi ini terlalu mendadak dan banyak.
Lalu, [Hadiah: +5.000.000 Emas]
Aku pingsan sambil berdiri melihat angka ini, sungguh terlalu mengejutkan!
"Jadi, aku perlu membangun benteng terlebih dahulu, ya?" Dan, tepat.
Aku baru saja melakukannya, atau lebih tepatnya ... Lucfier dan Rokie yang sudah mengatur untuk konstruksi dinding kokoh tersebut sehingga aku tidak perlu membangunnya lagi.
Tapi, tetap saja.
Aku masih harus mendirikan yang namanya kastil.
Untuk itulah aku mengumpulkan uang mulai dari sekarang dan menurut perhitunganku.
"Itu kurang dua puluh emas."
"Bagaimana dengan menyelesaikan misi di guild, Tuan?" (Aisha)
"Aku bisa saja melakukan itu, tapi ..." Tetap saja, akan membutuhkan banyak waktu dan tenaga.
Aku berniat untuk menyelesaikannya sekarang pada bagian benteng, begitupun dengan pembangunan kastil.
Tidak tahu, apa yang akan menyerang desa jika itu tidak dilengkapi oleh pelindung.
"Bwahaha ... Tuanku, aku memiliki satu berita yang menarik untuk anda." (Lucfier)
"Oh, apa itu?" (Lein)
Aku melihat Lucfier memanggil namaku ketika aku memikirkan semuanya di rumah.
"Ada sekelompok bandit yang baru-baru ini terlihat membawa banyak emas hasil rampasan, dan mereka berada tidak jauh dari lokasi markas kita." (Lucfier)
"Tunggu, apa?" (Lein)
"Ya, benar. Seperti yang ada dalam pikiranmu, tuanku."
Apa, aku?
Memangnya apa yang aku pikirkan?
Ketika pertanyaan itu memenuhi kepalaku.
"Ahahaha ... Kita bisa merampok mereka." Bercanda, bagaimana mungkin aku akan ...
"Tuanku memang hebat. Kita memang akan melakukannya, tuan. Kami menemukan bahwa emas yang dibawa cukup banyak."
Wah?! Apa? Serius? Aku hanya bercanda tentang itu, kau tahu?
"Tapi ... Darimana kau mendapatkan berita semacam ini?" (Lein)
"Kabar dari rekan baru kita, Ellen. Sepertinya dia menemukan sesuatu yang menarik ketika dalam perjalanan ke ibu kota." (Lucfier)
"Wah, bagaimana itu bisa terjadi?"
Sederhana saja, ketika aku menanyainya begitu.
Ada seekor burung berwarna putih yang berada di tangan Lucfier sekarang.
Oh, tentu. Itu mungkin berkat bantuan hewan tersebut.
"Sekarang aku mengharapkan perintah anda, tuanku. Bagaimana dengan memulai pertarungan pertama pasukan kita?"
"Apakah kau berniat menggunakan para mantan ketua bandit itu dan bawahannya untuk melawan bandit?" Eh, mengapa ini menjadi cukup membingungkan?
Mantan bandit lalu bandit saling bertarung meskipun mereka dulunya satu pekerjaan.
Ah, tidak, para budak itu sekarang sudah menjadi bagian dari negaraku, mungkin tidak cocok menyebutnya seperti itu.
"Kita akan melakukannya! Siapkan pasukan!"
Oke, pertarungan pertama, ya? Kedengarannya tidak terlalu buruk.
"Serang!!!"
"Bawa semua yang mereka miliki, fokus pada apa yang berwarna emas tersebut!"
Aku melihat, sudah ada sekitar dua puluh prajurit ku yang maju untuk menyerbu rombongan kereta kuda dengan gerobak.
Tentu ini akan menjadi pertempuran kecil.
Aku dan Lucfier hanya mengamati pada tempat yang cukup tinggi dan tidak jauh dari lokasi.
Melihat situasi, sepertinya pada bagian awal pihak ku bisa mendominasi, tapi ... Ketika itu menjadi pertarungan pejalan kaki melawan kavaleri.
"Hmmm? Apa yang terjadi?"
"Sederhana saja tuanku. Kita kalah dalam persenjataan."
Kau benar, mungkin aku harus mempertimbangkan untuk membeli beberapa kuda.
"Aku pikir kita akan memenangkannya." (Lucfier)
"Mengapa kau bisa berfikir seperti itu?" Yah, mudah saja.
Jika Lucfier mengatakan aku yang turun tangan maka aku akan mengatasi para bandit dengan mudah karena kebanyakan berada di level dua kali lebih kecil dariku.
"Mudah saja, tuanku. Mereka hanya kelelahan dan lelah karena sudah melewati serangkaian pertarungan untuk mendapatkan gerobak emas."
Aku kemudian menemukan jawaban lain dari Lucfier.
Dia berkata para bandit sebelumnya kemungkinan besar mendapatkan bayaran yang setimpal karena sudah nekat mencuri emas.
Dan, itu akan menjadi masuk akal jika orang-orang ini menjadi sasaran kejar-kejaran para prajurit kerajaan setelahnya.
"Untuk itulah, tuanku. Bagaimana dengan menyerang mereka dan menyelesaikan ini dengan cepat?"
Aku mulai memahami hal itu.
Singkat cerita, tetap saja aku akan terlibat dalam pertempuran tersebut dan ini mungkin akan menjadi pertama kalinya aku membunuh seseorang.
"Bagaimana dengan itu, sobat?" Aku melihat seseorang sudah tumbang dengan perut yang mengeluarkan banyak cairan merah.
"Ughhh ... Aku tidak tahu siapa kalian dan darimana asalmu, bocah. Tapi apakah kau mengetahui apa akibat karena sudah berani menyerang kelompokku secara tiba-tiba?"
Aku kemudian menemukan seseorang dengan kekuatan berbeda dari para rombongan bandit ini.
Dia pasti adalah semacam ketua mereka.
[Bandit] | [Level: 45]
"Itu cukup tinggi." Bahkan aku saja bisa melihat dia dipenuhi banyak luka di bagian wajah, ada bekas goresan disana.
Lalu, melihat usianya. Setidaknya pria ini mendekati 40.
Mungkin, orang ini sudah terlibat banyak hal sampai levelnya bisa setinggi itu.
Tapi, tetap saja.
Aku yang sekarang sudah level 50, jadi itu membuat kami selisih 5 angka.
"Baik, aku akan menyuruh anak buahku untuk tidak menggangu. Bagaimana dengan duel? Aku melihat kau merupakan seseorang yang paling dihormati disini, jadi aku akan merasa terhormat jika bisa memiliki kesempatan untuk bertarung dengan seseorang yang tidak biasa sepertimu."
"Aku tidak mempunyai alasan untuk menolak itu." Rencana yang cukup cerdas.
Ketua bandit ini pasti sudah mengira tidak memiliki harapan menang melalui pertarungan yang melibatkan banyak orang.
Dan, dengan menantangku begini, dia tahu jika aku menolaknya maka itu akan memperburuk posisiku di dalam pasukan.
Jadi, ini hanya tentang harga diri.
"Baik, bagaimana kita akan memulainya?"
Aku kemudian melihat ekspresi pria itu menjadi percaya diri lalu menghilang dari hadapanku setelah dia mengucapkan sesuatu.
"Apa?" Aku melihat ke sekeliling dan hanya menemukan orang-orang yang menonton pertarungan kami.
Tapi tidak ada yang memiliki ciri-ciri seperti orang itu, sampai sesuatu tiba-tiba meluncur ke arahku.
"Habis kau!"