
"Tunggu, apa katamu tadi, Lucfier?!" (Carla)
"Tuan sungguh bisa berbicara meskipun sudah die ..." (Rokie)
Lucfier terlihat kesal, dia menatap tajam ke arah Rokie yang mengatakan itu.
"Kalian berdua, tenanglah. Tuan mengatakan sesuatu lagi ..."
Sebelumnya, Lucfier dan kelompoknya yang terdiri dari, Carla dan Rokie sedang mempersiapkan sesuatu untuk menyabotase rencana Kyle untuk menggunakan Aisha sebagai alat meningkatkan level.
Dan sepertinya itu akan melibatkan Eve yang masih berada di dalam kastil.
《Halo Lucfier, bagaimana kabarmu?》
"Tuan?! Te-Ternyata benar Tuan?!"
Lucfier yang tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutan melebarkan mata selama beberapa detik sebelum menjadi netral.
Aku kemudian menjelaskan semuanya, tentang aku yang berhasil selamat dan sekarang berada di dungeon level 206.
"Sungguh mengejutkan, Tuanku. Anda sungguh sangat beruntung."
Aku menggangukan kepala, tapi disisi lain aku juga merasa itu adalah kecerobohanku membiarkan musuh menjatuhaknku ke bawah.
《Tapi satu hal yang ingin aku katakan kepada kalian adalah, jika ingin mengunjungiku, kau bisa menjatuhkan diri di sungai yang akan membawamu ke tempatku. Dan kita akan membicarakan semuanya setelah kalian sampai disini, jadi aku akan menunggu kedatangan kalian.》
Aku merasa, berbicara dengan [Telepati] mengonsumsi banyak MP.
Jadi karena aku sudah terlalu banyak menggunakannya, aku merasa lelah sekarang di bagian tertentu.
Lagipula, akan jauh lebih mudah jika berbicara secara langsung.
Sekaligus, aku ingin mereka bisa bertambah kuat juga dengan ikut bertarung langsung di dungeon ini.
"Apakah mereka rekan saya yang lainnya, Tuan?"
"Ya, bisa dibilang begitu."
Aku menggangukan kepala ke arah Layla yang cukup kebingungan.
Oh, tentu.
Berbeda dari mereka yang dipanggil di tempat itu, aku memanggil Layla di dalam dungeon ketika aku terbawa ke lantai 205.
Jadi, wajar jika Layla tidak mengetahui Lucfier begitupun dengan sekutu nya yang lain.
"Oh tidak! Aku lupa menjelaskan tentang ikan piranha kepada mereka!"
Ya ampun, aku berharap mereka akan baik-baik saja.
Ikan piranha memang ganas dan kuat, jadi aku tentu sangat memperhitungkan mereka.
Plus, aku merasa level bawahanku belum ada yang sampai seratusan, jadi aku menggangap ini adalah bencana jika terjadi hal yang buruk kepada mereka.
Sementara aku yang panik di dalam kastil, Vargha yang diterbangkan oleh Beon mendarat di depan mulut gua yang menjadi tempat tinggal nya.
"Mulai dari sekarang, aku yang akan menyambut mereka, jadi karena kau tidak bisa masuk ..." (Vargha)
"Hmmmm ... Kadang-kadang aku iri kepadamu yang merupakan monster lantai atas." (Beon)
"Salah sendiri karena dilahirkan di tempat ini." (Vargha)
Beon terkekeh.
Vargha setelah mengatakannya pergi menuju ke sungai, tempat dia akan menemukan tiga orang yang tengah berjuang melawan sesuatu disana.
***
Lucfier pada awalnya kebingungan dengan apa yang aku katakan tadi, tapi dia menggangap ini adalah sebagai perintah.
Jadi, dia sungguh melakukannya seperti yang aku minta dan memutuskan untuk terjun ke sungai.
"Apakah kau yakin dengan ini, Lucfier?"
Rokie mengatakan itu sambil terlihat gugup.
Tapi, tidak untuk gadis kecil di sampingnya yang terlihat bersemangat.
"Jika ini bisa membawa kita ke tempat Tuanku, mengapa kita harus melewatkannya?!" (Carla)
"Tuanku, aku datang!" (Lucfier)
Carla yang pertama kali melompat, disusul oleh Lucfier yang antusiasnya meningkat.
Dan yang terakhir adalah ...
"Ummm ... Aku ... Ah, demi menemui Tuan! Air terjun pun akan aku taklukan."
Meskipun, pada awalnya ragu, Rokie tetap melakukannya dan menjatuhkan dirinya ke sungai.