
"Aku berada dimana?" Aku seperti selesai bermimpi tadi. Tidak tahu kenapa, tapi mimpi itu terasa nyata. Rasa sakit karena tertabrak itu seperti benar-benar menyerang tubuhku, lalu percakapan sebelum aku terbangun itu.
[Selamat datang di dunia fantasi!] Aku melihat ke sekeliling. Itu hanya pagar besi dan ... Hm?
"Tunggu, bukankah ini!!!" Tebak, tepat apa yang ciri-cirinya gelap, dilengkapi oleh jeruji besi dan dengan tembok yang bobrok? Penjara! Ya, itu adalah mirip dengan ruangan yang aku kenal sebagai tempat seseorang ditahan! "Apa? Kenapa aku bisa!"
[Wow ... Wow ... Lein, berhentilah panik. Aku akan menjelaskan semuanya.]
Hm? Ini lagi, dan, lagi? Apakah aku sudah mulai kehilangan akal sekarang? Aku seperti mendengar sebuah suara, tapi itu bahkan tidak memperlihatkan siapa pemiliknya. Maksudku, suara itu langsung keluar begitu saja ... Dari dalam pikiranku kurasa.
"Apakah ini adalah bagian dari tujuanmu?" Ah, benar ... Dia mengatakan bahwa akan membawaku ke dunia apalah namanya itu, dan membuat jiwaku menempati tubuh seseorang. "Aku ... Ah, wajah yang tidak aku kenali ini? Kenapa ..."
Seperti ada yang berbeda, tidak ada kumis lagi. Janggut yang sudah dicukur, lalu terasa sedikit lebih kurus dan ... Apakah ini!
[Benar, aku adalah sistem yang membawamu ke dunia lain. Panggil saja aku sistem. Lalu, tentang alasan kamu bisa berada disini ... Sebenarnya kau sudah direinkarnasi dan jiwamu berada pada tubuh seorang pangeran.] Stop! What?! Berhenti disana ...
"Apakah ada kekuatan semacam itu?" Aku tidak mengerti ... Mengapa tiba-tiba muncul sebuah sistem yang mengatakan bisa membuatku berada di dunia lain dan dengan tubuh yang ditukar pula.
[Aku hanya ingin membuatmu tidak menyesal. Kau tahu, aku yakin kau akan mulai mendengarkanku jika aku mengatakan tentang istrimu yang sekarang berada di ...]
"Maksudmu istriku juga berada di dunia ini?!" Jika memang benar, bukankah ada kesempatan untuk kami bisa bertemu!
[Ah, iya! Tentu ... Tapi sepertinya itu akan menjadi sulit untuk bertemu dengannya.] Aku tidak tahu apa maksud dari sesuatu yang bernama Sistem ini. Tapi sepertinya dia mengatakan yang sebenarnya.
"Ini hanya tentang aku pergi dari tempat mengerikan ini, bukan?" Ah, iya ... Lalu bertemu dengan istriku setelah melewati pencarian yang melelahkan. Tapi tidak masalah, asalkan bisa bertemu dengannya ...
[Justru itulah yang menjadi masalahnya. Kau bahkan belum mengerti kenapa bisa berada di penjara! Maksudku ... Apakah wajar pangeran sepertimu berada disini?] Oh, tentu. Satu hal yang aku temukan dari perkataan Sistem adalah.
Yang pertama, mungkin saja pemilik tubuh ini sebelumnya melakukan sebuah kesalahan, lalu ditahan di tempat ini. Lalu, mungkinkah ada seseorang yang merencanakannya?
[Tepat seperti apa yang kaupikirkan yang nomor dua itu. Maksudku, pemilik tubuh itu dijebak beberapa waktu lalu. Ayah dan ibunya yang merupakan raja dan ratu disini, dibunuh oleh seorang perdana menteri ... Lalu, tunanganmu, Ranee yang merupakan istri di kehidupan lamamu juga tidak luput dari sasaran.]
"Apa katamu?" Merissa adalah Ranee di tempat ini? Ah, dengan kata lain mereka berganti nama juga dan, aku?
Sederhana saja, ada pemberontak yang melakukan kudeta di kerajaan yang aku kenal sebagai Kegara Xercia. Dan itu menyebabkan raja tewas di tangan seseorang yang menjadi kepercayaannya. Lalu, alasan aku berada disini, kemungkinan terbesar menjadi tahanan para pemberontak tersebut.
"Jadi aku harus menyelamatkan istriku?" Masuk akal jika harus mengatakannya demikian. Soalnya, aku tidak bisa hanya berdiam diri disini. Aku memang masih tidak bisa menyangka akan direinkarnasi dan memiliki kesempatan hidup bersama Merissa lagi ... Ah, maksudku Ranee. Tapi, bagaimanapun caranya, tujuan pertamaku tidak berubah.
"Asalkan bisa bertemu dengannya, semua yang menghalangi akan aku singkirkan." Tangan ini sudah siap untuk kemungkinan terburuk. Aku adalah pangeran bukan? Berarti aku memiliki kekuatan itu. Dan jika apa yang Sistem katakan memang benar ini adalah dunia fantasi. "Apakah aku bisa menggunakan sihir?"
[Sayangnya ... Pangeran itu lemah dan tertinggal. Kekuatannya saja bahkan hanya menyamai prajurit biasa.] Itu sangat buruk, sobat. Sistem mengatakan hal yang tidak ingin aku dengar. [Tapi tenang saja, kamu akan mendapatkan beberapa hadiah karena sudah direinkarnasi ... Seperti, mendapatkan peningkatan di bagian kemampuan dan keberuntungan tingkat tinggi.]
"Baik, akan aku lakukan!" Aku masih belum mengerti dengan pengaturan kemampuan yang sistem sebutkan iti, tapi aku menyebut itu sebagai keuntunganku sekarang. Tidak tahu mengapa, firasatku mengatakan ini adalah hal yang baik.
Jadi, sebelum aku bisa melakukam sesuatu terhadap jeruji besi ini. Seseorang dengan kumis sudah mendatangiku terlebih dahulu.
"Hah? Pangeran bodoh, bagaimana rasanya dipenjara. Kau hanyalah sampah yang tidak berguna, perdana menteri kami ... Ah, maksudku adalah raja baru kami sekarang akan segera menyingkirkanmu begitu dia selesai mengumumkan sesuatu." Bajingan ini, apakah tidak tahu dengan siapa dia berbicara? Kau hanya tidak lebih dari prajurit rendahan. Dan, apa-apaan ekspresi menghina yang menyebalkan itu.
[Sabarlah ... Lein, ini juga merupakan ujuanmu. Mulai dari sekarang, akan ada banyak yang menginginkan kematianmu, jadi kau harus bisa bertahan dan menjadi kuat.] Aku menggangukan kepala. Mendengar itu aku menjadi sadar, bahwa reputasi pangeran ini sangatlah buruk dikalangan prajurit.
Mereka bahkan sampai merendahkan, tidak tahu bagaimana pangeran ini bisa sampai membuat bawahannya seperti itu.
"Apakah sekarang?" Ehehehe ... Kau mengatakan aku "pangeran bodoh" bukan? Dengan tangan yang panjang ini aku meraih sesuatu dari pinggang prajurit.
"Oi! Apa yan-" DHUAK! Seperti itulah bunyinya, kemudian disusul oleh BAM! Dan, POW! Aku merasa puas setelah menghajar seseorang yang merendahkanku ini.
"Kau ..." Dia ternyata masih bisa bertahan? Aku dengan menyeringai memberikan dia pulukan selanjutnya. Satu ... Dua ...
"Ups ... Sepertinya dia sudah pingsan." Aku tidak peduli dia tidak sadarkan diri atau bagaimana, yang terlebih adalah aku sudah mendapatkan kunci ini, lalu ... Sebuah ide terlintas lagi dalam pikiranku.
Aku kemudian menyeret prajurit itu masuk ke dalam kamar jeruji besi, lalu mentelanjangi tubuhnya sampai hanya tersisa pakaian dalam.
"Ugh ... Kurasa ini lumayan cocok." Untuk pengalaman di dunia baruku, baru pertama kali aku mengenakan yang namanya seragam prajurit. Itu hanya terdiri dari helm besi, baju kulit, perisai, sepatu, celana panjang, lalu pedang pendek tentunya.
Yup, apakah aku sudah terlihat seperti tentara yang jika di dunia lamaku disebut sebagai zaman abad pertengahan sekarang?