The Ultimate Principality System

The Ultimate Principality System
Chapter 16 - Pangeran Yang Memanggil Bawahan Lagi



"Maksudmu aku?" Aisha menunjuk dadanya dan aku melihat Lucfier menggangukan kepala setelahnya.


"Aku tahu, kau memiliki kemampuan itu bukan? Skill yang bisa membantu perkembangan Tuanku. Bagaimana jika kita mulai dengan mengembangkan itu?" (Lucfier)


Aku tidak mengerti kemana arah pembicaraan ini.


Tapi satu hal yang aku ketahui adalah, Licfier yang dengan ajaib mengetahui tentang skill [Peningkatan Level] milik Aisha membuatku tercengang.


"A-Itu hanya berkat salah-satu kemampuan terbaik ku. Pengamatan itu membuat mataku bisa melihat sesuatu yang istimewa dari seseorang." Lucfier tersenyum ke arahku dan dengan bangga menaikan dagu setelahnya.


Itu mulai masuk akal jika memang skill [Pengamatan] yang membuatnya bisa mengetahui itu.


Tapi, aku tidak mengerti maksud dia tentang mengembangkan skill Aisha tersebut.


"Tentu, tuan harus memanfaatkan ini dengan baik. Anda pasti menemukannya bukan, bahwa itu bisa ditingkatkan asalkan Tuan tidak melakukannya dengan lembut dan menyerang secara agresif."


"Ah, itu ..." Aku memalingkan muka setelah Lucfier seolah-olah sedang membongkar rahasia kami.


Aisha yang mendengar itu hanya diam.


Sementara, aku mengakui memang sudah melakukannya, dan sungguh tidak berniat menyembunyikan fakta tentang aku yang ingin menjadi kuat dengan cepat.


"Untuk itulah Tuan, aku memiliki rencana. Bagaimana dalam satu hari kau melakukannya sebanyak puluhan ronde?" Ughhh, tenggorokan seperti tersedak oleh sesuatu, dan itu mencapai tingkat baru setelah Lucfier dengan mudah mengatakan, "Kamu bisa melakukannya seharian."


"Tidak ... Lupakan tentang ini." Aku membuat dia berhenti membahasnya dan memberikan tanda bahwa bukan waktu yang tepat mengatakannya ketika Aisha masih berada di sampingku. "Uhmmm ... Mengenai markas ini ..."


"Maksudmu tentang benteng. Ah, sepertinya kita memerlukan biaya untuk membangunnya." Dan, tepat setelah Lucfier mengatakannya, aku kemudian bertanya-tanya apakah itu memang perlu.


"Bagaimana dengan memulainya dari desa terlebih dahulu?"


"Maksud tuan adalah, perlahan membuatnya menjadi kota besar?" (Lucfier)


Ah, itu mungkin termasuk.


"Tuanku memang hebat, aku akan mulai mengumpulkan informasi sekarang. Jika tuan mengizinkan, aku akan menyediakan ratusan manusia untuk menjadi warga negara pertama di Kerajaan yang anda bangun." (Lucfier)


"Baiklah."


Aku memberikan lampu hijau pada pertanyaan itu, dan juga menjelaskan bahwa Lucfier boleh melakukan apapun demi kelancaran rencana ini meskipun tanpa menanyakan itu kepadaku terlebih dahulu.


"Saya akan mengingat setiap kata itu, tuan. Jadi, izinkan saya pergi dengan hormat dengan skill saya." Lucfier kemudian menghilang seperti lenyap setelah sesuatu yang berwarna hitam seperti menyedot tubuhnya.


Aku tidak mengetahui kemampuan apa yang dimiliki orang ini, tapi dari yang aku lihat sepertinya dia cocok untuk pekerjaan mata-mata dalam bawahanku.


Sementara, Lucfier yang sudah sepenuhnya menghilang. Aku kemudian memperhatikan Aisha yang memikirkan sesuatu.


"Ada apa?"


"... Tidak ..."


Dia menggelengkan kepala ketika aku menanyainya begitu.


"Sementara untuk tubuh naga." Aku kemudian mengambilnya beberapa yang berguna.


Daging mungkin bisa membuatku meningkatkan level, tunggu, apakah aku bisa memakannya?


[+1 skill] | [Bola Api Naga: Memungkinkan menggunakan sihir api.]


"Jadi aku sudah bisa menggunakan sihir, ya?"


Aku mendapatkan skill itu dari naga tersebut. Jadi ini adalah semacam hal yang paling aku tunggu-tunggu.


Maksudku, ini mungkin akan membuat impian kecilku terwujud.


Memiliki sesuatu yang disebut sebagai sihir membuatku sangat bersemangat.


Aku meluncurkan bola-bola setelah lingkaran sihir muncul pada telapak tanganku.


Mereka terbang ke tempat yang aku arahkan dan meledak.


"Sepertinya itu berhasil!"


Meskipun aku merasa MP ku dikonsumsi karena menggunakan sihir tersebut.


Tapi, secara keseluruhan aku bisa mengatakannya bahwa itu adalah sihir yang tidak boros.


Aku berniat melakukannya lagi, tapi aku tidak ingin terlalu banyak menyia-nyiakan MP ku.


Jadi, aku kemudian pergi ke Kathalan setelah misi berburu naga selesai.


[Next Level]


[Next Level]


"Apa yang?" Tiba-tiba sistem mengejutkanku dengan pemberitahuannya yang begitu tiba-tiba.


Aku memeriksa levelku, sekarang dia sudah menjadi angka 43, begitupun dengan Aisha yang sudah mencapai level 12 belas.


Aku tidak tahu, kenapa sistem begitu lambat ketika melakukannya.


Tapi aku tidak mempermasalahkan hal ini.


"Pertama-tama ... Mungkin aku akan kembali ke guild."


Setelah pemburuan naga, aku bertanya-tanya apa yang mungkin terjadi ketika aku memberikan resepsionis berita tentang aku yang berhasil mengalahkan naga.


"Tidak mungkin ... Anda sungguh melakukannya? Tapi ... Oh, tunggu sebentar, bagaimana itu bisa terjadi?" Resepsionis kemudian semacam menginterogasi sebentar.


Menurutnya, dia menemukan ini adalah hal yang tidak biasa bagi petualang peringkat F yang mampu membunuh naga yang berada pada level 70.


Tapi, tetap saja ... Dia masih merasa ragu akan kebenaran cerita ini.


Aku kemudian menunjukan satu potongan bagian naga yang mungkin bisa membuat resepsionis percaya.


"Ini memang benar adalah tanduk naga. Ah, ummm ... Baik. Aku tidak tahu bagaimana caramu berhasil mengambil misi ini secara diam-diam, tapi aku tidak akan mempermasalahkannya jika kamu bersedia menjadi petualang tetap disini."


Ah, sial. Aku baru saja ingin mengatakan akan keluar ketika sudah kuat.


"Aku ... Tentu, asalkan kau bisa membuatku naik peringkat ke B."


"Maaf, sepertinya aku hanya bisa sampai C saja."


Aku menggangukan kepala, tidak mempermasalahkan ini karena peringkat C juga menurutku lumayan.


"Ini Tuan ..." Aku kemudian mengambil kartu petualangku dan menemukan dia sudah C di bagian tertentu, termasuk dengan Aisha.


"Kami sudah peringkat C. Apakah itu berarti aku bisa mengambil misi yang lebih sulit lagi?"


"Ah, tentu ... Tapi aku akan sangat terbantu jika tuan tidak mengambil yang peringkatnya lebih tinggi dari peringkatmu, itu termasuk S." Aku tersenyum canggung kemudian menggangukan kepala.


Tidak lupa, dia memberiku hadiah dari penaklukan dan mengatakan aku bisa menjuak tanduk naga untuk menghasilkan uang.


Total, ada sebanyak 50.000 emas tambahan lagi yang aku dapatkan.


30.000 emas dari guild, lalu 20.000 emas dari hasil penjualan tanduk naga.


Bisa dikatakan, aku akan memiliki cukup banyak uang mulai dari sekarang.


Aku kaya!