The Ultimate Principality System

The Ultimate Principality System
Chapter 26 - Pertempuran Pertama 2



Aku merasakan rasa perih ketika sesuatu tiba-tiba menembus perutku.


"Apa ... Yang ..." Mataku melebar tidak percaya, itu adalah sesuatu yang merah yang keluar dari dalam tubuhku.


"Kau sialan! Dasar curang!"


"Hahahaha ... Salah sendiri yang menerima pertarungan!" Sementara orang-orang di luar sana saling menyalahkan.


Aku dengan cepat mundur untuk mengamati situasi.


Dia menghilang dan bisa menyerangku dengan tidak terlihat.


Apakah dia menggunakan semacam skill khusus atau item tertentu yang bisa membuatnya seperti itu?


"Bwahaha ... Bagaimana, bocah? Apakah hanya segini kemampuanmu?" Aku kemudian mendengar suara lagi, dan itu akan menjadi tebasan yang melukai bahu setelah sesuatu menghantam tubuhku lagi.


"Aghhh ..." Tanganku dengan cepat bergerak untuk mencegah lebih banyak darah keluar dari luka itu.


Dan, ini akan menjadi puncaknya setelah ketua bandit itu dengan satu serangan menembus perutku dengan pedang.


Aku jatuh tersungkur di tanah, bersamaan dengan ketua bandit yang mulai menunjukan diri.


"Aku menang! Kalian lihat! Aku yang memenangkan pertarungan ini!"


Orang-orang yang menjadi pihak ku melihat ini tidak percaya dan geram.


Lucfier, yang sejak tadi menonton terlihat hanya diam ketika melihatku yang tidak melakukan sesuatu untuk memberikan perlawanan, dan hanya memainkan kacamatanya yang kecil itu.


Sementara, untuk Ketua Bandit.


"Aku akan menggangap dirikulah pemenangnya."


"Jadi?" (Lucfier)


"Sesuai kesepakatan kalian harus pergi dari tempat ini, juga tidak lupa meninggalkan sesuatu yang menjadi milik kalian."


Lucfier hanya tersenyum melihat Ketua Bandit yang mulai mendiskusikan tentang hadiah duel.


"Kau tahu, manusia. Kami tidak akan pernah menyerah, bahkan ketika tuanku tidak bisa bertarung, bukankah masih ada aku yang bisa meladenimu?"


"Apa? Kau pasti bercanda, bukan?! Kalian adalah orang-orang dari Kota itu! Mengapa ksatria seperti kalian memilih untuk mengingkari perkataannya?"


Lucfier terkekeh mendengar itu.


"Siapa yang kau anggap ksatria? Kami hanya bagian dari rencana, rencana untuk menghancurkan sesuatu yang dibuat oleh tuan kami. Mengapa kau menganggap kami seperti pahlawan yang terhormat? Oh, tunggu ... Jangan bilang kau masih peduli tentang keadilan, bukan?"


Dalam satu kalimat itu, ketua bandit mulai menyadari sesuatu yang salah dari penampilan Lucfier.


"Itu ada tanduknya, jangan bilang ...-Ugh."


"Berisik, sudah cukup bercanda nya. Kau tahu, aku tidak akan mati semudah itu."


Di belakang ketua bandit, aku sudah berdiri disana sambil membuat pedangku sudah menembus dari punggung dia sampai perut.


"Arghhh! Apa?! Bagaimana bisa? Kau seharusnya sudah mati!"


"Benar, itu mungkin akan terjadi jika daging ini tidak memiliki kemampuan tersebut." Aku menunjuk daging beruang yang aku kalahkan pada beberapa waktu lalu.


Dan, seperti ketika tubuhku dalam proses pemulihan.


Aku merasa hangat di bagian bahu dan perut yang sebelumnya dirobek.


Dan sepertinya ini adalah pembalasanku.


Aku kemudian menarik pedangku lalu menusuknya lagi ke musuhku.


Dia pada awalnya menatapku tajam dan berniat menghilang lagi, tapi aku tidak membiarkan dia melakukan itu lama dan menyiapkan serangan susulan.


Tubuh ketua bandit terjatuh dengan kondisi bagian belakang yang ditusuk beberapa kali.


Aku kemudian membersihkan pedangku dari darah orang itu.


[+50.000 Emas] | [+100 Medali]


"Sungguh adalah rencana yang brilian, tuan." Lucfier dengan kalimatnya memujiku seolah yang tadi aku lakukan sungguh mengejutkan banyak orang. "Anda tahu itu, tuanku? Kau membuat manusia itu mengira bahwa kau sudah tidak sadarkan diri, lalu membuatnya menampakan diri untuk kemudian mengambil kesempatan menyerang ketika dia lengah."


Ya, semacam itulah. Lucfier menangkap lain maksud dari apa yang aku lakukan tadi.


Sebenarnya, jika boleh jujur, aku juga tidak menduga akan seperti ini.


Maksudku, tadi itu memang sungguhan bukan bagian dari rencana.


Kau mengira ditusuk itu adalah hal yang remeh?


Itu sangat sakit, kau tahu? Aku tidak mengharapkan mendapatkannya lagi, dan ide tentang ditebas itu sungguh konyol di dalam kepalaku.


"Ya, seperti itulah. Lalu, sepertinya kita memiliki sesuatu yang perlu diurus terlebih dahulu." Lucfier dan aku sama-sama menoleh ke kelompok bandit yang masih hidup. "Aku berharap kalian menyerah tanpa perlawanan kepada kami."


"Aku menyerah!"


"Menyerah!"


Satu per satu lawan kami menjatuhkan senjata bersamaan dengan mengangkat kedua tangan, ada sekitar 10 yang menyerahkan diri.


Aku menggangukan kepala kemudian menyuruh para prajuritku untuk menangani mereka dengan baik.


Sepertinya, mereka bisa saja dijadikan budak jika dibawa ke kota. Tapi, aku justru memikirkan hal yang lain.


"Bagaimana dengan menyerahkannya kepadamu, Lucfier?"


"Ohoho ... Mereka sangat banyak dan berpotensi, jadi tentu saja aku akan dengan senang hati menerima ini, tuanku."


Jadi, dengan Lucfier yang mengambil tanggung jawab untuk membuat mereka patuh kepadaku di kemudian hari, aku kemudian menuju ke bagian yang merupakan alasan kami menyerang rombongan bandit.


Aku menarik kain yang menutupi isi dari gerobak dan membukanya.


"Itu sangat banyak dan berharga."


Mataku melihat tidak percaya.


Apa yang sekarang berada dihadapanku adalah sesuatu yang ditumpuk sampai memenuhi penyimpanan gerobak.


Jika ditotalkan, itu akan cukup untuk membangun beberapa fasilitas yang diperlukan pada desa atau bisa dibilang adalah sebuah kota, dari sekarang?