The Ultimate Principality System

The Ultimate Principality System
Chapter 48 - Monster Piranha



Terlalu mengerikan.


Level dia bahkan lebih tinggi dari naga yang pernah aku hadapi sebelumnya, tapi aku harus mencobanya.


"Layla! Tolong tangkap!"


Aku yang sudah kembali dari menyelam buru-buru pergi ke daratan setelah melempar satu ikan piranha ke arah Layla.


Gadis itu cukup terkejut pada awalnya dengan benda yang aku lempar, lalu itu memang tidak biasa dan terlihat berontak ketika dia sudah berada pada tangan gadis itu.


Tapi aku yang sudah keluar dari dalam air dengan segera mengambil pedang dan menebas piranha yang dipegang oleh Layla.


[Naik Level] | [+100.000 Emas] | [+1.500 Medali]


"Itu cukup ..." Banyak.


Aku akan mendapatkan 1 juta jika berhasil mengalahkan 10 piranha.


Membayangka jika aku bisa membunuh seratus, bukankah ini akan membuatku cepat kaya?


Namun, mengesampingkan soal itu.


Untuk medali, sepertinya aku harus menyisakan mereka banyak.


Hanya untuk keadaan darurat, aku akan mempersiapkan mereka untuk membuat kontrak lagi jika ada monster yang berhasil aku jinakan.


Tentu, hanya monster yang kuat.


Aku tidak berniat memelihara piranha ataupun serigala, karena mereka adalah sesuatu yang bisa aku manfaatkan untuk meningkatkan levelku mulai dari sekarang.


Setelah mengalahkan piranha tersebut, aku kemudian memutuskan untuk menggunakan dagingnya.


[+1 Skill \= Menyelam]


Akhirnya, ada skill baru lagi.


Tapi, jika itu hanya tentang menyelam, bukankah aku sudah bisa?


"Atau mungkin ini akan menambah kecepatanku ketika berada dalam air?"


Pantas untuk dicoba, tidak tahu apa yang akan terjadi ketika aku menggunakan skill ini.


Ngomong-ngomong, kali ini aku juga berniat mengajak Layla untuk ikut denganku menyelam dan mengalahkan lebih banyak ikan disana.


"Baiklah Tuan, tapi aku tidak yakin apakah aku bisa melakukannya karena perlengkapan yang berat ini."


Layla menunjukan perisai besi berbentuk bundar miliknya, lalu zirah yang hampir semuanya menutupi tubuh kecuali bagian rok, kemudian memakai helm pelindung juga.


Mereka semua memang berat dan cukup merepotkan untuk dibawah menyelam.


Karena selain akan menjadi penghambat, aku takut hal ini akan menjadi kelemahan Layla ketika bertarung di dalam air.


Jadi, aku akan membiarkannya menghadapi piranha setelah aku melempar satu per satu ikan-ikan ini ke darat, sementara dia akan menunggu di sana.


Aku tahu, ikan mungkin akan lemah di darat, karena pada umumnya mereka hidup di dalam air.


Oleh karena itulah, aku akan membawa semuanya sekaligus ke permukaan.


"Layla, sekarang!"


Setelah berjuang dari kejaran ikan-ikan, aku segera berlari ke daratan dan mencoba untuk membuat para pengejarku yang dalam kecepatan tinggi ketika mengejar tidak bisa membalikan haluan pada saat bertemu dengan tanah.


Aku kemudian melihat sebanyak puluhan ekor sudah menggelepar di tanah, dan semuanya hanya bisa memantul-mantulkan tubuh seperti bola.


"Ini adalah kesempatan kita, serang!"


Tusukan demi tusukan akan terjadi.


Dan BOM! Demi BOM! Pemberitahuan tentang peningkatan level akan menghalangi pandanganku setelah kami berhasil mengalahkan piranha sebanyak dua puluh lima.


Nama: Lein


Ras: Manusia


Usia: 18 tahun


Jenis Kelamin: Laki-laki


Pekerjaan: Pangeran Bersenjata


Level: 139


Status:


Skill:


● Ketahanan Binatang Buas level 7: Membuat seseorang kebal selama beberapa waktu.


● Menebas level 8: Membuat kerusakan serangan fisik dan senjata bertambah 19%


● Salin: Menyalin pengalaman dari seseorang yang bersetubuh denganmu.


● Bola Api Naga: Memungkinkan menggunakan sihir api.


● Pedang Suci lv 5: Kecepatan bertambah 50% ketika bertarung.


● Sihir Es: Memungkinkan menggunakan sihir dengan elemen tersebut.


● Sihir Air: Memungkinkan menggunakan sihir dengan elemen tersebut.


● Menyelam


Mantra: [Pemotong] | [Gelombang] | [Tusukan Air] | [Tinju Api] | [Panah] | [Membeku]


 ---


"Ini masih belum cukup."


Jadi ... Aku berniat akan melakukannya lebih keras lagi.


Kurang sekitar sebelas lagi sampai aku benar-benar bisa mengalahkan dan menghajar orang itu.


Sampai pada waktunya tubuhku menolak keinginanku untuk bertarung, aku menjatuhkan diriku di tanah yang meskipun agak keras karena dipenuhi oleh bebatuan, tapi aku tidak merasakan sakit setelahnya.


"Apa mungkin karena kekuatan fisikku meningkat?"


"Ya, begitulah ... Lein, setelah ini kau akan menghadapi banyak masalah. Untuk itu kau harus mencapai level tiga ratus untuk bisa keluar dengan selamat dari lantai ini."


Vargha kemudian berkomentar tentang caraku mengalahkan para piranha yang terkesan pengecut dan mengkritik cara tersebut.


"Jika kau ingin lebih kuat, maka aku akan menyarankan agar kau menambah pengalaman." (Vargha)


Tapi, aku merasa tindakanku tadi tidak sepenuhnya salah.


Karena, jika aku melawan mereka semua di dalam air, tentunya itu akan membuatku dalam kesulitan.


"Lalu, untuk selanjutnya ... Apakah kau ada rencana untuk membawaku berkeliling dungeon di lantai dua ratus lima ini." (Lein)


"Aku menyarankan agar kau mencapai level minimal dua ratus sebelum melakukannya." (Vargha)


"Memangnya berapa level monster terlemah disana?"


"Sekitar, dua atau tiga ratusan." B-betapa kuatnya?


Sungguh, lantai ini memang benar-benar dipenuhi monster-monster mengerikan. Untuk itulah mereka menyebut ini sebagai yang terdalam.


"Tidak tepat menyebutnya yang terdalam, karena aku pernah mendengar ada lantai sampai seribu."


1000?! "Bukankah itu terlalu luar biasa banyak?!"


"Ya, begitulah."


Tapi, aku merasa ini sungguh benar salah dan tidak sesuai dengan yang dikatakan pemilik kedai makanan tersebut.


"Kalian para manusia mengatakan lantai ini berakhir pada ke tiga puluh? Apakah kau yakin mempercayai itu dari orang yang bahkan belum pernah menyelesaikan dungeon dan belum mencapai lantai tersebut?"


Aku menggangap ini masuk akal.


Sungguh, jika manusia baru bisa menjelajah dungeon sampai kurang dari tiga puluh, bukankah berarti mereka tidak mengenal yang namanya lantai setelah tiga puluh?


Contohnya, pada lantai 205 ini.


Tapi, aku merasa heran kenapa Vargha bisa mengetahui manusia.


"Oh, karena aku sering menemukan mereka terbawa arus air ini, dan kau termasuk salah-satunya."


"Jadi untuk pulang, aku hanya perlu pergi melawan arus sungai?"


"Aku bisa membawamu kembali."


"Sungguh?!"


"Namun, itu akan membuatku harus berevolusi sebanyak dua kali lagi sebelum bisa melakukannya."