
Ummm ... Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan toko Sistine sekarang?
Maksudku, aku sudah dua hari ini tidak berkeliling kota dan hanya menghabiskan banyak waktu dalam penjelajahan di dungeon atau kastil setelahnya.
Jadi, bisa dibilang aku belum pernah pergi untuk menemui gadis itu selama beberapa waktu belakangan ini.
"A-Tuan Lein! Akhirnya kamu datang juga!"
Aku melihat, seseorang sudah memelukku setelah aku tiba pada sebuah rumah kecil yang di dalam nya terdapat botol-botol kaca, lalu ada cairan berwarna variasi juga.
Itu pasti adalah toko Sistine, dan dua pemilik toko itu sendiri, Sistine dan ayahnya.
"Ya, maaf karena baru datang ..." Aku menoleh ke bawah dan mengelus kepala gadis itu.
Kemudian, setelah aku mengatakannya, seseorang laki-laki keluar dari dalam toko bersama dengan wanita yang kukenali.
"Eve?" (Lein)
"Selamat datang kembali, Tuanku."
Wanita itu menundukan kepala dan dengan hormat berlutut ke arahku. Itu akan membuat pria disampingnya meniru dengan panik.
"Berdiri."
Aku memberikan perintah, keduanya kemudian berdiri.
"Seharusnya kalian tidak perlu melakukan itu."
Ya, aku menggangap mereka sebagai keluarga dan saudara.
Hal-hal semacam ini tidak perlu dilakukan jika tidak berada pada sebuah acara resmi atau berada pada banyak kerumunan orang.
Jadi, aku menjelaskan semua itu kepada Eve yang mulai kebingungan sekarang.
"Apakah anda yakin, Tuanku?" (Eve)
"Tentu, aku akan lebih senang kau tidak melakukan itu ketika hanya ada aku dan kau. Begitupun denganmu, Fran."
Wanita dan Pria di sampingnya menggangukan kepala.
"Ngomong-ngomong Yang Mulia. Aku sungguh berterimakasih atas bantuanmu mendirikan toko ini." (Fran)
"Ah, kau tidak perlu mempermasalahkannya." Lagipula, aku akan merepotkan dia mulai dari sekarang. "Ngomong-ngomong Eve, kenapa kau bisa berada disini?"
Wanita itu tersenyum sebelum dia menunjuk ke satu atah. "Aku berniat untuk merekrut gadis kecil ini untuk menjadi asisten ku."
"Iya, nona Eve berniat melakukannya. Jadi aku akan menyetujui jika itu tentang meningkatkan kemampuan Sistine membuat potion." (Fran)
Aku juga sependapat, karena Eve mungkin akan membuat Sistine lebih cepat berkembang juga.
"Lalu, untuk penjualan. Apakah kau sudah memiliki banyak potion di dalam toko?" (Lein)
"A-Itu ada banyak sebelumnya, tapi sekarang hanya tersisa beberapa. Anda tahu, pekerjaan orang-orang disana membuatku kehabisan potion penyembuhan kelas ringan." Fran menunjuk ke arah kontruksi pusat peternakanku.
Yah, aku tidak akan heran ini akan terjadi, mengingat mungkin saja ada yang terluka ketika bekerja disana.
Aku kemudian menggangukan kepala. Kurasa dalam hal ini aku tidak bisa mengandalkan keluarga Fran untuk membantuku menambah stok potionku.
Lalu, sebagai gantinya.
"Eve, bisakah kau membuat potion untuk memulihkan MP ku lagi?" (Lein)
"Aku akan dengan senang hati melakukannya, Tuanku." (Eve)
"Lalu, untuk kalian." Aku kemudian menoleh ke arah ayah dan anak disampingku yang kebingungan. "Kalian berdua sudah bekerja dengan baik, bagaimana jika mulai dari sekarang aku akan menyuruh seseorang untuk menyediakan tanaman obat untuk potion mu?"
"Terimakasih Tuanku." (Fran)
"Tuan Lein, aku sangat ..." (Sistine)
Aku tersenyum hangat menanggapi mereka berdua yang bahagia karena perkataanku.
Sebenarnya, aku memang tidak berniat membiarkan sistine keluar dari tembok, karena mempertimbangkan tentang betapa berguna nya dia di masa depan nanti.
Jadi, aku akan menyuruh beberapa orang pilihan dari barak untuk mencari tanaman mulai dari sekarang.
***
Lanjut ke dungeon, kami kemudian naik ke lantai level 4 setelah pertarungan kemarin yang sangat menghasilkan banyak batu.
Ngomong-ngomong, levelku sangat meningkat secara drastis setelah melakukan penjelajahan ini.
Aku tidak tahu bagaimana itu bisa bekerja sebagus ini, tapi aku menggangap mengalahkan serigala dan goblin yang paling membuatnya meningkat, lalu berkat bantuan dari sistem juga.
Nama: Lein
Ras: Manusia
Usia: 18 tahun
Jenis Kelamin: Laki-laki
Pekerjaan: Pangeran Bersenjata
Level: 105
Status:
HP [D] | MP [C] | Pertahanan Fisik [C] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [D] | Kelincahan [D] | Serangan Fisik [C] | Serangan Sihir [D] | Keberuntungan [S]
Skill:
● Ketahanan Binatang Buas level 5: Membuat seseorang kebal selama beberapa waktu.
● Menebas level 5: Membuat kerusakan serangan fisik dan senjata bertambah 12%
● Salin: Menyalin pengalaman dari seseorang yang bersetubuh denganmu.
● Bola Api Naga: Memungkinkan menggunakan sihir api.
● Pedang Suci lv 3: Kecepatan bertambah 30% ketika bertarung.
● Sihir Es: Memungkinkan menggunakan sihir dengan elemen tersebut.
● Sihir Air: Memungkinkan menggunakan sihir dengan elemen tersebut.
Mantra Air: [Pemotong] | [Gelombang] | [Tusukan Air] | [Tinju Api] | [Panah] | [Membeku]
---
Yup, aku akan memulainya dari level dulu, seperti yang terlihat pada status, itu sudah level 105.
Kemudian, pada bagian HP juga sama, disusul MP, Pertahanan Fisik, Kecepatan, dan ... Ah, masih banyak lagi.
Tapi, dari semua itu.
Hanya bagian mantra yang masih belum sebelas.
Maksudku, aku belum bisa menggunakan sihir seperti [Tombak Cahaya] dan [Tembok], karena belum menguasai elemen cahaya dan bumi.
Lalu, aku baru bisa mempelajari sekitar enam saja dari keseluruhan total buku adalah dua belas.
Itu sungguh menyebalkan, maksudku. Aku menyesali perbuatanku yang sembarangan memilih.
Tapi, setelah ini aku akan mencoba untuk menambah lebih banyan elemen. Termasuk gelap.