
[+200 Emas] | [+4 Medali]
Sepertinya ini adalah serigala yang terakhir.
Semuanya sudah habis sekarang.
Memang, serigala akan muncul lagi setelah mereka dihabisi begitu banyak sekalipun. Tapi, tetap saja, mereka terlalu lambat untuk bangkit dibandingkan dikalahkan.
Itu akan membuat aku dan anggota partyku bisa turun ke lantai 5 dengan lancar tanpa hambatan.
Nama: Carla
Ras: Iblis
Usia: ??? Tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Pekerjaan: Penjaga Kastil
Level: 30
Status:
HP [A] | MP [F] | Pertahanan Fisik [A] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [F] | Kelincahan [S] | Serangan Fisik [B] | Serangan Sihir [F]
Skill:
● Pukulan Iblis 3: Kerusakan serangan bertambah menjadi 57%
---
Nama: Jean
Ras: Iblis
Usia: ??? Tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Pekerjaan: Asisten
Level: 39
Status:
HP [F] | MP [A] | Pertahanan Fisik [F] | Daya Tahan Sihir [D] | Kecepatan [F] | Kelincahan [F] | Serangan Fisik [F] | Serangan Sihir [A]
Skill:
● Hancur Lv 2: Kerusakan serangan sihir bertambah menjadi 77%
Mantra: [Api Kecil]
---
Tunggu, melihat ini. Bukankah Carla bisa menyalip saudarinya menurut tingkatan level?
Tapi, tetap saja. Untuk sekarang Jean masih terbilang unggul.
Aku tidak tahu apa yang menyebabkan Carla bisa berkembang sepesat ini, tapi satu hal yang aku temukan adalah bahwa dia terlalu sering terlibat pertarungan.
Dengan kata lain, mungkin pertarungan tadi lah yang menyebabkan dia naik begitu drastis pada bagian level.
Nama: Rokie.
Ras: Dwarf
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Pekerjaan: Tukang
Level: 35
Status:
HP [F] | MP [D] | Pertahanan Fisik [F] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [F] | Kelincahan [F] | Serangan Fisik [F] | Serangan Sihir [F] Kelihaian [S]
Skill:
● Penempa: Membuat senjata dengan kualitas terbaik.
● Arsitek: Bisa membangun rumah secara instan meskipun pekerjaan utamanya adalah penempa senjata.
---
Sementara untuk Rokie, aku bisa bilang dia juga sudah mengalami perkembangan.
Namun, kurasa dia masih terbilang kalah dalam hal bersaing.
Aku mengetahui itu, bahwa tempat ini akan segera di tutup. Untuk itulah kami tidak bisa berlama-lama disini.
Mempertimbangkan bahwa dungeon cukup cepat meningkatkan level, aku akan mengirim Carla dan Rokie ke pertarungan lebih banyak lagi.
"Tuan, bagaimana jika aku tinggal disini selama beberapa waktu dan terus meningkatkan level dari membunuh monster tingkat rendah?" (Carla)
"Tunggu, apa kau yakin?"
Gadis itu menggangukan kepala.
Jika dia tidak keberatan, aku juga akan sama sekali tidak akan mempermasalahkan hal tersebut.
"Aku juga, Tuan. Izinkan saya tetap berada disini." (Rokie)
"Rokie, bukankah urusanmu sudah selesai?"
Pria tua tersebut kemudian tersenyum canggung, "Ah, Ha, Ha! Bisa dibilang aku juga ingin naik level juga ..."
"Eh ... Jadi begitu, ya?"
Aku hanya tersenyum canggung melihat keduanya.
Setelah ini, aku akan meninggalkan mereka berdua di lantai 4 tersebut.
Mengingat itu mungkin akan cukup untuk meningkatkan mereka, aku juga tidak akan berniat menghentikan niat mereka tersebut.
"Ya, akan lebih mudah jika jumlah dikurangi."
Aku tidak menyesali perbuatanku, jika mereka tetap ikut dalam party ku. Aku akan benar-benar kesulitan dan kesusahan nanti!
Maksudku, aku juga ingin naik level. Mereka mengambil setiap monster untuk mereka sendiri!
"Kurasa kita bisa beristirahat sebentar disini, Tuan." (Aisha)
"Ya, tentu ..." Aku menyetujui ide tersebut.
Kami kemudian berhenti di satu tempat tertentu, dengan hanya ada aku, Aisha, Jean dan itu saja.
Dengan hasil pertarungan tadi yang begitu brutal, aku rasa Aisha memerlukan semacam penyembuh untuk HP.
Sementara untuk Jean, kurasa dia lebih memerlukan MP.
Aku tidak bisa membuat daging serigala menyembuhkan mereka, jadi aku akan membuat ramuan dari Eve memulai pekerjaan mereka hari ini.
"Ummm, terimakasih Tuan. Aku rasa sudah pulih."
Aisha yang sudah sepenuhnya menyatakan dirinya sembuh, mengatakan itu sambil dengan sedikit malu menundukan kelala.
"Aku juga, mari kita lanjutkan yang tadi, Tuan!" (Jean)
Jika semua sudah merasa baikan, mengapa harus menunda lagi? Namun, sebelum itu bisa menjadi penjelajahan, aku melihat seseorang yang aku kenali.
"Oh ... Kamu."
"Hmmm?" Aku melihat seorang yang terlihat mirip disuatu tempat.
"Oh, hai. Apakah aku menggangu kalian, nona-nona cantik dan pria tampan." Dia memulai pembicaraan sambil memandangi kami selama beberapa waktu sebelum menyeringai.
Di hadapanku, berdiri seorang laki-laki dengan jubah putih bersama wanita di sampingnya yang sepenuhnya ditutupi oleh mantel berwarna serupa.
Aisha dan Jean segera memasang ekspresi dingin, sementara aku justru melihat ini sebagai sebuah kebetulan.
"Aku tidak terganggu." (Lein)
"Benarkah? Lalu, bisakah kau mengizinkan aku untuk ikut dalam partymu?" (Orang Asing)
Sekarang, ada apa lagi ini? Seorang petualang tingkat tinggi sepertinya bisa ikut dalam kelompok kecil milikku.
Jika ini hanya tentang berburu monster, aku rasa akan mempertimbangkan dia bergabung.
Tapi aku merasa, ini tidak akan sesederhana itu.
"Kau menginginkan batu kami, bukan?"
"Jangan bercanda! Aku tidak menginginkan benda itu! Justru yang membuat aku tertarik adalah tentang [Peningkatan Level] gadis disana."
Mataku melebar selama beberapa waktu sebelum itu bisa netral setelah belasan detik berlalu.
Disana, pria ini menunjuk ke arah Aisha yang semakin waspada, dan jelas sudah mengatakan sesuatu yang membuat aku akan menggangap ini sebagai sebuah masalah.
"Bagaimana kau tahu?"
"Bagaimana aku bisa mengetahuinya begitu?" Dia tertawa sebelum bersedia menjelaskannya.
Aku sangat-sangat merasa keberadaan orang ini sebagai penggangu sekarang.
Karena selain sifatnya yang jauh dari apa yang aku lihat pada lantai sebelumnya, aku bisa bilang dia lebih mendekati kata "buruk" untuk hal tersebut.