The Ultimate Principality System

The Ultimate Principality System
Chapter 63 - Perhitungan



"Habis kau!"


Aku kemudian melihat dia menelan sesuatu sebelum terjadi perubahan yang drastis pada tubuhnya.


"Kau ... Menggunakan pil peningkat level?"


Dari statusnya saja, aku melihat di bagian tertentu menjadi 250 dari 150. Jadi, aku bisa bilang ini adalah efek dari pil, mungkin?


Tapi tetap saja, ada beberapa hal yang sepertinya menjadi efek samping dari mengonsumsi itu.


Aku kemudian menyadari, bola matanya berubah menjadi merah, begitupun kulitnya yang terlihat beberapa tahun lebih tua.


"Aku sudah mengorbankan banyak hal untuk bisa mengalahkanmu! Jadi, aku akan memastikan kali ini akan membunuhmu dengan tangan ini!"


Aku baru saja berniat untuk mengamati efek samping lebih jauh sebelum itu menjadi BOM! Yang menghancurkan ruangan di dalam kastil.


"Akan merepotkan bertarung melawan dia di tempat ini."


Aku juga tidak ingin barang-barang yang baru aku beli rusak, oleh karena itulah aku pergi dari lokasi melalui jendela.


"Mau kabur?! Tidak akan semudah itu!"


Kyle mengejar aku dari belakang.


Dia mengira aku melakukannya, padahal ini hanya tentang memindahkan lokasi pertarungan.


Sekarang, aku dan dia sudah berada di atas atap kastil.


Dan aku rasa itu adalah tempat yang cocok untuk memulai pertarungan kami yang sebenarnya.


"Ayo lakukan, Gelap! [Juggernaut]!"


Aku mengeluarkan Juggernaut dari sarungnya dan melepaskan beberapa asap tebal berbentuk garis vertikal ke arah Kyle yang terkejut setelahnya.


"Woy! Benda apa itu?! Aku bahkan sangat yakun kau tidak pernah memilikinya sebelumnya!"


Aku tersenyum puas, melihat Juggernaut yang melakukan tugasnya dengan baik membuat aku yakin benda ini memang sanggup untuk membantuku mengalahkan dia.


Aku kemudian melantunkan mantra sihir yang sama, Kyle yang sudah menyaksikan betapa mengerikannya efek dari asap itu mencoba untuk menghindar dan menangkisnya.


Namun, tetap saja, ketika dia melakukan itu akan ada setidaknya satu yang berhasil merobek tubuhnya.


"Aghhh!!!"


Antara bagian bahu dia berdarah, dan itu sepertinya adalah luka berat.


Aku melihat ini sebagai kesempatan emas, jadi aku akan mulai melakukan sesuatu kepada tubuhnya yang lain.


"Berhenti! Tolong! Jangan lagi!"


Aku memotong satu le ngan dia, dan dia sangat kesakitan sekarang.


"Kau tahu? Inilah pembalasan dari apa yang sudah kau lakukan kepadaku. Waktunya untuk membalas dendam."


Aku benci untuk berbicara lebih jauh dengannya, jadi aku dengan pedang ini bersiap untuk mengincar bagian yang lain, sementara Kyle sibuk untuk mengucapkan lebih banyak kalimat.


"Aku akan pergi, oke?! Ah, tidak! Aku sungguh akan benar-benar pergi dan tidak akan kembali."


Kyle yang meminta ampun seperti ini membuatku muak.


Balas dendam harus tetap dilakukan, setidaknya itulah yang ada dipikiranku sekarang, sampai aku memotong satu lengan dia yang lain.


"Waahh!!! Kau iblis! Aku ... Aghhh!!!"


Semakin dia berisik maka aku akan membuat dia semakin sakit, jadi aku tidak akan memberikan belas kasihan.


Perlahan, perbuatannya tadi terhadap Aisha menggangu pikiranku.


Untuk alasan tersebutlah, aku tidak akan memberi dia kebebasan lagi.


"Semuanya sudah berakhir, jadi ... Selamat tinggal."


Dan dalam satu tusukan yang menembus jantung, Aku melihat Kyle sudah tidak bersuara lagi.


Mungkin karena dia sudah die yang menyebabkan itu masuk akal.


"Sekarang, Tuanku. Apa yang akan kita lakukan terhadap tubuh orang ini?"


Lucfier bertanya kepadaku setelah mendarat di diidekat ku.


"Aku akan membuang dia ..."


Entah kenapa, sepertinya keputusanku mendapatkan respon kurang setuju dari Lucfier.


"Bagaimana dengan eksperimen membangkitkan orang yang mati, Tuan?" (Lucfier)


"Huh? Kau sungguh berniat aku melakukan hal yang gila seperti itu?" (Lein)


"Maafkan saya, Tuan. Tapi, satu hal yang menjadi maksud dari perkataan saya adalah, bagaimana tentang ide menjadikannya boneka kita?" (Lucfier)


"Boneka?" (Lein)


Lucfier menggangukan kepala.


"Ya, Eve berkata dia bisa membuat kesadaran buatan untuk orang ini. Semacam otak palsu." (Lucfier)


"Lalu, apa yang akan kau berniat lakukan setelah kita berhasil membuat dia terlihat hidup lagi?" (Lein)


"Tentu saja Tuanku, menjadikannya sebagai petualang kita." (Lucfier)


"Hmmm?" Aku masih belum mengerti, tapi sepertinya itu adalah ide yang bagus.


Mempertimbangkan bahwa Kyle memang sudah mati, namun, peringkat petualangnya tetaplah menjadi hal yang tidak boleh aku abaikan.


Tentu saja, dia bisa aku gunakan untuk mengambil misi tingkat B.


Tapi aku rasa, setelah semua hal yang aku lalui di dungeon level 206, aku tidak membutuhkan guild lagi sebagai tempat meningkatkan level.


Namun, akan menjadi lebih baik aku tetap memiliki pengaruh disana, bukan?


"Baik, aku menyetujuinya."


Setelah aku menggangukan kepala, aku melihat wajah Lucfier yang mulai terlihat menyeramkan sekarang.