
"Aku bisa melihatnya, sobat! Melalui mata ini! Semuanya! Semuanya yang sudah kau lakukan untuk merusak gadis ini!"
Dia melotot begitu bebas ke arah Aisha, dengan mulut yang terbuka lebar dan lidah yang dimainkan.
Sungguh, jika ini hanya tentang kekuatan, aku rasa masuk akal mengganggapnya bisa membaca status kemampuan kami karena peringkat petualangnya adalah B.
"Jadi, apa tujuanmu setelah mengetahui ini?"
"Bukankah sudah jelas? Kau biarkan aku menggunakannya mulai dari sekarang. Tapi, ah! Tenang saja, ketika aku mengembalikan dia, akan aku pastikan gadis ini sudah berada pada level tinggi untuk skill [Peningkatan Level] itu."
Sekarang, setelah dia mengatakan itu dengan blak blakan, aku menatap dia marah sambil mengepalkan tinju.
"Heh? Apa kau kesal?"
"Sangat ..."
Sebelumnya hanya Ranee yang tidak bisa aku selamatkan dan dikurung. Lalu, sekarang mereka mengincar Aisha juga?
"Tuanku ... Jangan dipikirkan, anda tinggal menolak permintaan dia dan semua akan selesai." Jean segera berada ditengah-tengah kami dan berusaha untuk menyeretku keluar dari situasi tersebut.
Tapi, sayangnya. Sebelum itu bisa terjadi, tangan seseorang sudah menangkap pipi manisnya.
"Bocah, kau terlihat imut. Aku ... Ahahaha! Menarik-menarik! Aku akan mempertimbangkan untuk menjadikanmu adikku juga!"
"Beraninya kau!"
Pedangku seperti keluar sendirinya dari dalam sarung setelah orang ini membuatku meledak-ledak!
Meskipun dia kuat, memangnya kekuatan itu berdasarkan status?
Pria tersebut langsung mundur beberapa langkah untuk menghindari seranganku yang tiba-tiba.
Sambil tersenyum, dia menolehku kecewa, "Aku rasa kau cukup bodoh untuk mengira aku akan mati dengan serangan itu, dan ... Karena kau sudah marah, yah ... Berarti aku akan menggambil mereka dengan paksa mulai sekarang."
"Coba katakan lagi jika kau berani!"
Hanya Ranee, aku tidak akan berniat membiarkan siapapun yang dekat denganku direbut lagi.
Memang, Aisha dan Jean adalah bawahanku, tapi tetap saja aku tidak akan sudi membuat mereka dirusak oleh orang ini.
"Heh, apa kau yakin? Melawanku yang merupakan level seratus lima ... Atau aku bisa mengatakan keberanianmu ini datang dari status peringkat petualangmu yang C itu?"
"Kau ..." Mata dia terus menoleh tidak terkendali, menatap dan terus menatap skill demi skill yang aku miliki, sampai dia menyadari bahwa aku juga memiliki sesuatu yang sama seperti Aisha.
"Menarik-menarik, ternyata [Salin] bisa membuatmu berbagi pengalaman. Atau, begini saja? Aku akan memberikan pengalamanku kepada gadis itu, dan dia akan memberikannya kepadamu, lalu aku akan mengambilnya setelah itu, oke?"
"Jangan bermimpi!"
Sekarang, aku sudah dalam batas menahan emosi. Aku sungguh muak dengan ini.
Aku sebenarnya memang ingin kekuatan, tapi kekuatan yang tidak di dapat dari hasil menyerahkan bawahanku ke tangan orang lain.
Karena, akan lebih menguntungkan jika aku terus memiliki Aisha, jadi aku tidak akan membiarkan dia berbuat sembarangan.
"Oke, baiklah! Jika itu yang menjadi keputusanmu, aku akan bermain-main sebentar ..."
PANG!
Pedangku sudah mendapatkan benturan dari sesuatu yang keras di depan sebelum itu menjadi, DHUAK! Setelah tangan pria itu menghantam pipiku.
"Namaku Kyle! Petualang berbakat di kerajaan ini! Ingat itu petualang rendahan!"
Meskipun hanya berbeda satu tingkat, memangnya kau bisa menyebut itu sebagai yang tertinggi?
Aku tidak banyak bicara setelahnya.
Melihat dia sungguh bukan hanya mengandalkan level, melainkan berbagai teknik yang belum aku pernah lihat sebelumnya membuatku yakin ini akan menjadi cukup merepotkan.
"Hei! Hei! Jika kau terus melamun maka aku akan mulai menyerang, lho."
Tepat setelah dia mengatakannya, tubuhnya menghilang dan sudah berada di ...
"Samping, kah?"
Setelahnya, terdengar aku mengeluarkan suara keras seperti "UGHH!" atau "Arghhh!!!" Sebelum itu disusul oleh tabrakan di dinding.
Aku dengan susah payah menggerakan tubuhku untuk berdiri, bahkan sebelum itu bisa terjadi, dia lagi-lagi mendaratkan pukulan di bagian perutku.
Sial! Aku bahkan belum bisa melukainya sedikitpun, tapi orang ini sungguh seperti monster.
"Biar aku memberitahu hal ini kepadamu, kau tahu? Aku sangat-sangat sering mengambil sesuatu apapun yang berharga yang dimiliki petualang lain." (Kyle)
Aku menatap dia dendam dan mencoba untuk bangkit sementara orang ini masih sibuk dengan kalimat nya.
"Untuk itulah, tidak ada gunanya memberikan perlawanan yang sia-sia ..."
"Jangan remehkan aku!"
Aku tahu, jika melawanya dengan pedang maka aku yang akan kalah. Tapi, bagaimana dengan mantra?
Kakiku kemudian bangkit untuk mendorong tubuhku mendekati dia sampai beberapa cm sebelum itu menjadi sebuah tebasan.
"Ahahaha ... Itu tidak akan berha-"
"Menggunakan, Skill Air! [Pemotong]!"
Pria itu menaikan alis, sebelum dia bisa merespon seranganku, aku sudah membuatnya mendapatkan luka vertikal di bagian bahu.
Sebelumnya dia hanya membaca kemampuanku sampai [Salin] bukan?
Itu berarti dia masih belum mengetahui tentang aku yang bisa menggunakan sihir.
Aku kemudian melanjutkan lagi, dan kali ini adalah beberapa [Panah] yang keluar untuk mengatasi kaki dan lengan pria itu.
"Hei! Kau! Bodoh! Cepat sembuhkan aku! Aku memerlukannya sekarang ..."
Gadis yang sejak tadi berdiri disampingnya segera menantunkan sesuatu sambil mengarahkan tangannya untuk membuat lingkaran sihir di atas kepala pria yang bernama Kyle tersebut, sebelum mengeluarkan cahaya terang.
"Dia ternyata memiliki penyembuh?!" Ini buruk, jika terus seperti ini aku tidak akan bisa menghadapi pertarungan panjang.
Aku menyesali keputusanku yang membiarkan dia memulihkan diri sebelumnya, tapi aku juga tidak bisa berbuat banyak ketika itu terjadi.
Aisha yang melihat ini sepakat untuk membuat Jean menggangukan kepala dan mendekat ke arahku.
"Tuanku, aku akan ..."
"Tunggu sebentar!"
Aku menghentikan mereka, melihat orang dihadapanku yang sungguh berbahaya, aku tidak bisa membiarkan mereka terlibat lebih dari ini.
"Aku memberimu perintah, lari! Sementara aku akan mengulur waktu."
Memang menyedihkan harus mengambil sikap pecundang, padahal aku bisa bermain keroyokan untuk menang.
Tapi aku memiliki firasat buruk soal ini. Apalagi setelah orang itu menunjukan sesuatu yang berbentuk bulat.
"Kau melakukannya, aku tidak akan menggangap ini selesai sebelum benar-benar menghabisimu. Item ini ... Akan membuat kau jatuh!"
"Apa yang?!"
Tak! Tak!
Perlahan tapi pasti, setelah benda tersebut dilempar dan menggelinding ke arah ku, itu akan membuat sebuah cahaya dan berakhir menjadi sebuah KABOM!
Ledakan yang akan membuat lantai di bawahku menjadi retak.
"Wah!"
Aku buru-buru untuk pergi ke tempat yang aman, tapi sebelum itu bisa terjadi.
"Tuanku!"
"Ups ... Sepertinya aku meledakan itu di lantai yang di bawahnya ada air terjun. Bwahaha! Kalian tahu, disana memang ada air terjun besar dan air! Aku akan menggangap dia tamat setelah terjatuh disana."
Sementara Kyle sibuk dengan penjelasannya, bebatuan yang menjadi tempat pijakanku perlahan menunjukan reaksi yang aneh sebelum itu kemudian menjadi roboh dan membawaku ke bawah.