The Ultimate Principality System

The Ultimate Principality System
Chapter 8 - Pangeran Yang Berburu Goblin



"Mereka pasti berada tidak jauh dari sini." Sementara aku masih diam-diam mengikuti satu goblin itu.


Disana, jauh dari lokasi sebelumnya aku menemukan sesuatu seperti gua.


Aku memperhatikan lebih teliti, goblin memasuki tempat tersebut setelah beberapa saat.


"Aku yakin sekarang, jadi ini adalah sarang goblin?"


Setidaknya, jika itu memang benar maka perlukah aku memasukinya sekarang?


Aku memerintahkan Sistine untuk tidak ikut terlibat mulai dari sekarang, dan menyuruhnya diam disana sementara aku akan masuk.


"Tunggu, Tuan Lein ... Apakah kamu berniat menghabisi goblin di dalam sarang mereka?" Mengapa ide itu terlihat seperti tindakan yang nekat?


Sistine mengatakan itu sebelum melihatku menggangukan kepala.


"Disini pasti akan lebih ada banyak monster lagi."


Dan aku tidak berharap para goblin memasang sesuatu yang disebut sebagai perangkap dalam gua.


***


"Oh, hai."


Baru saja aku masuk ada beberapa yang terlihat bertubuh pendek dan kurus disana.


"GggYyyaAaggGhhh!" Mereka tidak bersenjata, jadi aku mengambil inisiatif untuk mengalahkan salah-satunya dan menganggap itu adalah peluang.


Ini adalah keuntunganku ketika melawan mereka di sini, setidaknya ada yang seperti para goblin ini yang tidak siap bertarung.


Maksudku, ini adalah rumahnya.


Dan, aku rasa para goblin tidak memiliki alasan selalu membawa senjata di tempat ini.


[+100 emas] | [+2 medali]


[+100 emas] | [+2 medali]


[+100 emas] | [+2 medali]


[Hadiah tambahan: +1000 emas dan +100 medali]


Aku tertawa melihat pemberitahuan ini, ternyata akan menjadi semudah itu melakukannya jika aku pandai-pandai memilih musuh.


[Next level] | [Next level]


Selain pemberitahuan hadiah, aku juga bisa menaikan level disini.


Sebanyak, sepuluh kali kurasa aku melihat jendela yang mengumumkan itu.


Nama: Lein


Ras: Manusia


Usia: 18 tahun


Jenis Kelamin: Laki-laki


Pekerjaan: Pangeran Bersenjata


Level: 35


Status:


HP [F] | MP [F] | Pertahanan Fisik [E] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [F] | Kelincahan [E] | Serangan Fisik [E] | Serangan Sihir [F] | Keberuntungan [S]


Skill


● Ketahanan Binatang Buas level 2: Membuat seseorang kebal selama beberapa waktu.


● Menebas level 2: Membuat kerusakan serangan fisik dan senjata bertambah 6%


Kemampuan:



"Jadi levelku sudah 35, ya?"


Aku tidak tahu berapa untuk bisa menjadi yang terkuat.


Tapi aku bisa menggangap level 100 bukan akhir dari semuanya.


Aku kemudian berhenti memikirkannya ketika lebih banyak goblin yang muncul.


Kali ini ada sesuatu yang berubah.


Dia memang goblin tapi aku mengelainya sebagai Orc, maksudku mereka sama-sama bertubuh besar dan tinggi.


"Mungkinkah kau adalah goblin yang berevolusi."


Jika memang benar, aku bisa mengatakan dia yang paling kuat disini bukan?


Memang, ada kemungkinan goblin sejenis dia masih ada.


Tapi aku yakin jika memang begitu bukankah seharusnya mereka sudah mulai muncul sekarang?


Sama seperti melawan Orc, aku menggunakan pedang untuk merobek perut dia dan membuatnya kehilangan cairan merah sebanyak mungkin.


Dia memang besar dan kuat, dengan senjata yang adalah kapak aku bisa dibilang cukup kesulitan ketika dia memutuskan mengambil sikap menyerang.


"Disini sangat sempit."


Ughh, bahkan aku bisa melihat ada beberapa goblin kecil yang mendekat kearahku, ketika tanganku ini masih disibukan memegangi pedang yang beradu ketajaman dengan kapak goblin besar.


Aku mundur beberapa langkah ketika dia berhasil menggoresku sedikit.


"Ini tidak akan selesai jika aku membiarkan makhluk besar ini hidup lebih lama."


Kuncinya hanya satu, adalah menghabisi dia secepat mungkin.


Aku tidak peduli berapa banyak goblin kecil yang akan memberikanku tebasan ringan setelahnya.


Aku bisa saja memulihkannya dengan dagong serigala, tapi akan membutuhkan waktu jika itu adalah tusukan yang parah.


Jadi aku memilih waktu yang tepat untuk menyerang, seperti ketika goblin besar maju sendiri.


Segera, aku menarik pedang dan dengan semangat juang yang tinggi aku menangani bagian perutnya.


"GggYyyaGgghhh!"


"Ughh ... Aww ..." Punggungku, sedikit demi sedikit menerima goresan. Bahu kiriku, serta lengan bagian kiri juga mulai terluka dan mengeluarkan ... . "Hiyaaa!"


Aku kemudian mendorong lebih dalam pedangku dan berhasil menembus sampai ke punggung goblin besar yang terlambat mengayunkan kapak.


DHUAK!


Setidaknya, suara itu menggema di sepanjang gua ketika tubuh dia jatuh, begitupun dengan para goblin yang mulai mundur karena sesuatu.


[+10.000 emas] | [+100 medali]


"Oh, ummm ... Mmmm ..." Tanpa mempedulikan pemberitahuan hadiah, aku buru-buru memasukan daging serigala dalam mulutku untuk menghentikan darah yang mengalir deras dalam tubuhku.


Tidak tahu kenapa, aku akan memanfaatkan situasi panik para goblin untuk memulihkan diri secepat mungkin.


Kemudian, setelah pulih.


Aku kemudian melanjutkan perjalanan ke bagian gua lagi dan lagi.


Disana ternyata ada begitu banyak, mulai dari goblin anak-anak, dan yang sudah tua.


Aku mengalahkan mereka semua tanpa pandang bulu.


Memang, itu sangat kejam.


Tapi, menurutku membiarkan anak-anak goblin ini berkembang adalah sebuah kesalahan.


Maksudku, itu bisa membahayakan jika populasi mereka bertambah pesat, dan pada akhirnya, bukankah itu akan mengancam banyak nyawa manusia setelahnya?


Jadi, aku tidak ragu lagi melakukannya.