
Aku menggangukan kepala, kesempatan untuk pulang sudah ada di depan mata.
Jadi, ini hanya tentang membuat Vargha berevolusi, ya?
Setelah aku memikirkan itu, sesuatu yang mengeluarkan cahaya keluar dari dalam kulit ular itu dan membuatnya yang dari berwarna kehitaman menjadi merah terang.
"Lumayan ..." Varga menggangukan kepala dan mulai membiasakan diri dengan perubahan itu.
Aku hanya melihatnya diam pada waktu itu sampai muncul semacam pemberitahuan.
Nama: Vargha
Ras: Ular
Usia: 1000 Tahun
Jenis kelamin: Jantan
Level: 400
Status:
HP [A] | MP [A] | Pertahanan Fisik [A] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [B] | Kelincahan [A] | Serangan Fisik [A] | Serangan Sihir [F]
Dia bahkan lebih cepat untuk meningkatkan level dibandingkan denganku.
"Apakah manusia bisa berevolusi juga?" Aku tidak tahu, tapi aku juga ingin mendapatkan kemampuan tersebut.
"Mengapa kau tidak memulai mengalahkan monster sekarang?"
Vargha segera menuju ke sebuah lubang besar yang akan membawaku ke tempat lain di luar gua tersebut.
"Sebenarnya aku tidak ingin membawamu pergi sekarang, tapi aku merasa kau pasti akan keras kepala dan menginginkanku membawamu keluar, bukan?" (Vargha)
Aku tersenyum sambil menggangukan kepala.
Kemudian, aku mengikuti Vargha bersama Layla yang berada di belakangku.
"Ini dia ... Tempat yang sesungguhnya dari dungeon, dunia di dalam dungeon itu sendiri."
Vargha membuat mataku melihat pohon besar, bebatuan, sungai, daratan, langit, awan, dan ... Eh?
Bola mataku kemudian tidak bisa berkedip begitu melihat pemandangan yang sudah memenuhi mataku.
Berbeda dari yang ada di dalam dungeon pada lantai sebelumnya, setidaknya sebutan tentang dunia lain di dalam dungeon adalah hal yang tepat untuk menggambarkan situasi yang aku lihat pada saat ini.
"Sungguh indah."
Tempatku berdiri sekarang adalah di atas jurang atau tebing yang kira-kira setinggi lebih dari ribuan meter.
Dan tepat di bawahku sekarang adalah hutan yang luas dan ada padang rumputnya juga.
"Tapi, aku akan membuatmu harus lebih waspada sekarang, karena dunia yang luas paling bawah ini adalah lantai paling bawah dungeon, yaitu seribu. Dan ketika kau terjatuh ke sana secara tidak sengaja, maka bersiaplah untuk kemungkinan menghadapi monster level sepuluh ribu."
"B-betapa kuatnya."
Sepuluh ribu?! Itu bahkan terlalu gila.
"Tunggu, kau bahkan belum pernah kesana, mengapa aku harus mempercayai level monster disana adalah sepuluh ribu?"
"... Kenapa aku mengatakan itu sepuluh ribu katamu? Bukankah sudah jelas, aku hanya mendengar kabar itu dari teman ku."
"Teman?"
Aku masih tidak mengerti, tapi sesuatu yang terbang menyerupai burung akan mendarat di tanah setelah Vargha melakukan sesuatu.
"Sobat, aku pikir kau yang pemalas itu tidak akan keluar dari dalam sarangmu." (Burung)
"Dan aku pikir kau sudah mati karena usia." (Vargha)
Burung itu terkekeh.
Jika aku melihat, dari pembicaraan ini sepertinya mereka berdua cukup akrab.
Seekor ular yang berteman dengan burung purba yang mungkin di dunia lama ku menyerupai salah-satu spesies dinosaurus.
Paruh yang cukup panjang dan dengan sayap yang panjang juga yang dibentuk dari selaput kulit.
Lalu memiliki cakar tajam, aku rasa dia ahli dalam penerbangan.
"Dan, siapakah daging-daging segar ini?"
[Predator] | [Level: 375]
Dan ketika mata kami bertemu, aku akan menemukan predator tersebut segera mengeluarkan niat membunuh.
"Dia adalah tuanku yang memberikanku nama." (Vargha)
Ular itu segera berdiri diantara kami dan menjelaskan semuanya.
"Ohoho, makhluk yang berada di dunia dungeon level nol itu, ya?" (Predator)
Aku memiringkan kepala, "Dungeon level nol?"
"Ya, dungeon yang hanya ada manusia dan monster-monster lemah."
"Tunggu, kau mengatakan kami lemah, memangnya kau pernah pergi kesana?"
Aku menanyakan pertanyaan yang sama tapi sekarang ke pada burung tersebut.
"Aku hanya mengumpulkan informasi dari monster-monster dungeon lantai rendah, tentu aku tidak bisa pergi kesana karena ada penghalang tertentu." (Predator)
"Tapi aku bisa kok, namun hanya sampai lantai ke dua puluh." (Vargha)
Aku menggangukan kepala.
Ini akan menjadi semacam alasan mengapa monster-monster kuat seperti mereka tidak bermunculan di dunia manusia, adalah karena sesuatu mirip pelindung transparan di pintu masuk gua tempat tinggal Vargha yang menutupi mereka untuk tidak bisa melewatinya.
"Jadi gua tempat tinggalmu itu adalah jalan satu-satunya pulang?" (Lein)
Tapi, satu hal yang ingin aku ketahui adalah kenapa dia bisa melewati pelindung meskipun teman nya ini tidak bisa?
"Mungkin karena dia pada awalnya monster lantai rendah." (Predator)
"Monster lantai rendah?" (Lein)
"Ya, yang terjatuh ke lantai bawah sama sepertimu, yang kemudian bekerja keras untuk menjadi kuat dan berevolusi menjadi seperti sekarang."
Eh, jadi bisa seperti itu, ya?
"Aku tidak membantah hal tersebut. Tapi aku meminta kepadamu untuk tidak menceritakan cerita yang menyedihkan itu." (Vargha)
Burung tersebut terkekeh lagi.
Rasanya, aku masih belum terbiasa melihat ini.
Dua monster yang saling berbicara saja sudah mengejutkanku, apalagi mereka yang bisa tertawa seperti ini sungguh akan membuatku menggangap mereka adalah sesuatu yang langka.
"Ngomong-ngomong, jika mau ... Aku akan menyuruh Lein untuk memberimu nama jika kau bersedia membantunya untuk melakukan sesuatu."
Oh no, jangan lagi memberikan nama.
Namun, "Ah, ya! Tentu, aku akan berusaha!"
Ahahaha ... Meskipun aku akan pingsan lagi, tapi kurasa aku perlu bekerja sama dengan burung besar tersebut untuk mendapat informasi.
"Oke ..."
Setelah semuanya setuju, aku kemudian membuat kepalaku berfikir keras dan itu akan membuat pandanganku hitam setelah beberapa waktu berlalu.
***
"Pertama-tama, aku akan membawamu ke lokasi yang ada monster lemah, nya." (Beon)
"Jangan bilang level dua ratus?" (Lein)
"Dua ratus katamu?! Makhluk bersayap mana yang bilang itu adalah level rendah?"
Aku menoleh ke arah samping dan melihat Vargha yang memalingkan muka setelah aku melihatnya begitu.
"Tidak, hanya level seratus sembilan puluh." (Beon)
"Bukankah sama saja?!" (Lein)
Setelahnya, burung yang sudah memiliki nama, yaitu Beon tersebut menerbangkanku juga Layla dari atas dan bersiap untuk melakukan pendaratan.
Tubuhnya sekarang sudah seukuran jerapah dan aku yakin itu karena dia berevolusi setelah diberikan nama.
"Sebelumnya aku berfikir tentang ini, mengapa harus repot-repot turun ke tanah jika bisa menjatuhkanmu dari atas?" (Beon)
"Kau berniat membunuhku, ya?!" (Lein)
Dan, Whoah! Dia melakukan seperti perkataannya.
Menjatuhkan kami dari ketinggian beberapa puluh meter dari tanah.
"Dasar monster rendahan! Aku akan membalas ini, oke?!"