The Ultimate Principality System

The Ultimate Principality System
Chapter 22 - Merekrut Tenaga Kerja



"Apa yang terjadi?" Dua prajurit yang menjaga gerbang tiba-tiba terkejut ketika ada barisan orang sepanjang puluhan meter melewati mereka.


Ah, aku yakin ini akan menarik perhatian pada awalnya.


Karena itu, aku membuat para budak dilengkapi dengan mantel yang menutupi bagian kepala untuk menyembunyikan kerah mereka.


Tapi tetap saja, barisan panjang orang dengan mantel hitam tersebut menarik perhatian tidak sedikit orang.


Aku kemudian menemukan ini akan menjadi masalah jika kami ketahuan.


Maksudku, aku dan Lucfier sudah berbuat hal yang buruk pada pedagang budak. Mengambil ... Atau lebih tepatnya aku mencuri barang dagangan dia.


Bertanya-tanya apakah aku akan dihukum karena melakukan ini?


"Ah, tentang itu Tuan tenang saja. Aku sudah menghabisi dia. Dan, tentu yang harus kita khawatirkan pada saat ini adalah, seberapa cepat prajurit mulai menemukan hal yang aneh di toko pedagang itu." Di sampingku, terlihat Lucfier yang mengenakan jubah yang menutupi sampai bagian kepala.


Tentu, jika ada yang melihat dia memiliki tanduk, mungkin akan menjadi sebuah kehebohan ketika para penduduk melihat iblis berjalan-jalan di jalanan kota.


Aku tidak ingin hal tersebut sampai terjadi. Jadi, aku membuatnya memakai itu.


Sementara, aku juga memakai pakaian serupa, jadi itu membuat identitas kami tidak diketahui.


Sampai kami kemudian tiba di desa yang aku baru bangun.


"Sekarang, itu sudah ada sekitar seratus lima puluh populasi."


Lebih tepatnya, mereka mendapatkan tambahan penduduk yang tidak biasa.


Ada yang merupakan setengah hewan, lalu penjahat, semuanya berada di sana dalam satu lokasi.


Tapi, tetap saja.


Aku yakin akan ada budak yang mengacaukan.


Maksudku, mereka adalah mantan ketua bandit atau pernah berbuat kejahatan berat dalam hidup mereka, tentu itu akan membuat para penduduk lama merasa sedikit khawatir.


"Aku mungkin akan menempatkan mereka dalam lokasi berbeda."


Yup, ketika aku memikirkan tentang membangun beberapa rumah. Ada sesuatu yang tiba-tiba muncul.


[Menemukan lokasi yang cocok.]


Tiba-tiba, puluhan lingkaran sihir muncul pada satu wilayah terpisah dari rumah penduduk.


[Meminta, master, silahkan pilih lokasi untuk mendirikan rumah-rumah yang diperoleh dari misi tersebut]


"Mmmm ... Bagaimana dengan berada di luar pagar?"


Maksudku, itu akan menjadi wilayah atau distrik khusus untuk para budak yang aku curi.


[Memproses ...]


Kemudian, dalam ketenangan itu terdapat sekitar lima puluhan rumah yang perlahan muncul dan mereka berjejer rapi menjadi beberapa barisan.


"Mulai dari sekarang, aku menyerahkan mereka kepadamu, Lucfier."


"Anda bisa mempercayakan ini kepadaku, tuanku. Dalam waktu dekat aku akan menyediakan sumber daya manusia dalam jumlah besar sesuai dengan janjiku sebelumnya."


Aku menggangukan kepala lalu pergi dari sana dan membiarkan Lucfier memulai pekerjaannya.


Sementara itu.


"Tuanku, apakah hari ini kita akan mengambil quest dari guild?" (Aisha)


"Ya, seperti itulah. Aku harus menyumpulkan banyak uang untuk bisa membangun lebih banyak rumah."


Menurutku, ada beberapa fasilitas yang kurang, seperti menara, sekolah, rumah sakit, restoran ... Tunggu, sepertinya itu masih banyak lagi.


Dalam beberapa waktu itu, desa ini hanyalah rumah yang dikelilingi pohon.


Lalu, aku kemudian perlahan menemukan ada sesuatu menyerupai balok kayu yang tinggi terpasang melindunginya lalu ada 50 rumah tambahan lagi di bagian lain.


Sekarang, sudah ada sekitar lima puluh sembilan rumah yang tersedia dan sepertinya aku menemukan beberapa masih kosong.


Aku harus bekerja lebih keras lagi.


***


[Ras: Babi Hutan] | [Level 60]


Aku mengalahkan babi tersebut setelah melewati serangkaian pertarungan.


Sebelumnya, aku kewalahan pada saat menghadapi monster tersebut.


Tapi, karena penggangu seperti orc tidak muncul, semuanya menjadi lebih mudah ketika aku bekerja sama dengan Aisha ketika bertarung.


[+30.000 Emas] | [+150 Medali]


Aku kemudian kembali mendapatkan ide untuk mencuri lembaran quest, kali ini adalah tingkat A.


Namun, ketika aku melihat pencariannya dan mengambilnya, itu mirip seperti misi bunuh diri bagiku.


"Apakah kau serius? Kami harus mengalahkan monster ini?!" Ada seekor beruang dengan ukuran setinggi beberapa meter menatapku dengan matanya yang merah terang.


[Ras: Beruang] | [Level: 100]


Tunggu, aku bahkan baru level sekitar empat puluhan.


Dan sekarang harus melawan yang levelnya dua kali lebih tinggi dari kami?


Penyesalan mulai datang ketika aku sadar perbuatanku ini justru akan membuatku kesulitan nantinya.


Kami memang menang dalam jumlah, tapi tidak untuk status kemampuan.


"Kita mulai?"


"Tuanku, saya bersedia menjadi perisai jika kemungkinan terburuk datang."


Aku menggelengkan kepala, mendengar Aisha yang mengatakan itu membuatku cukup terkejut.


Aku tidak mungkin mengorbankannya dalam misi ini.


Sungguh, aku mungkin bisa kehilangan kesempatan untuk naik level lebih cepat jika dia tidak ada.


Dan, ketika aku mengatakan itu kepada Aisha. "... Terimakasih, Tuan."


Dia menatap mataku dengan ekspresi sedikit tersipu yang membuatku sedikit salah tingkah.


Lalu, fokus ke topik permasalahan.


Aku kemudian mengamati sekeliling lingkungan itu.


Hanya ada padang rumput kering yang luas, lalu tumpukan kayu yang ditebang.


Tunggu dulu!


"GggHhhOooAaarrrGghhh!" Beruang terbakar begitu aku menyalakan api dengan sihir [Bola Api Naga], dan padang rumput yang mulai menimbulkan kobaran api yang besar, perlahan mulai mencapai ketinggian baru setelah angin mengipasinya.


"Dia masih hidup meskipun sudah dibakar seperti itu."


Ini memang cukup sadis.


Aku menggunakan cara licik seperti ini untuk mengalahkannya.


Tapi, antara mendapatkan kekuatan dengan cara curang atau mengorbankan nyawa melalui pertarungan terhormat?


Hehehe ... Aku memilih yang nomor satu itu.


"Seperti yang Tuan katakan, perlukah kita memberikan dia tebasan terakhir?" Aku melihat Aisha sudah siap dengan pedang dia yang mulai terhunuskan.


"Ini akan menjadi semacam pertarungan sengit, apakah kau sudah siap untuk itu?"


Pertempuran kemudian dimulai setelah Aisha menggangukan kepala dan aku yang mulai berlari ke arah beruang.


Monster ini memang sudah berkurang kemampuannya karena sebelumnya sibuk mengurusi masalah tubuhnya yang terbakar.


Aku tidak memberikan beruang kesempatan untuk pulih dari serangan itu, kemudian pertama kali meninggalkan luka pada bagian perutnya.


"Gaaahhh!!!"


Pedangku kemudian beradu ketajaman dengan cakar beruang sebelum itu menjadi sebuah serangan tipuan.


"Fire Ball!"


Api mulai menyerang wajah beruang yang kesakitan dengan bola api kecil.


Beruang yang mulai kehilangan di bagian penglihatan mundur dengan sembarangan.


Dia tidak mengetahui, Aisha yang berada di belakangnya sudah merencanakan sesuatu, dan SREET!


Darah mengalir deras bersamaan dengan sesuatu yang merupakan bagian tubuh beruang, terlepas dan terjatuh di tanah. "RrrOooAaarGgghh!!!"


Beruang menatapku dendam kali ini.


Dia sudah kehilangan satu tangan kirinya sekarang karena serangan kombinasi kami.


Dan dengan nafas memburu dia seperti menargetkanku sebagai sasaran utama.


Aku menjatuhkan tubuhku di tanah setelah semua itu selesai.


[+50.000 Emas] | [+250 Medali] Sebuah pemberitahuan muncul ketika kami selesai menangani beruang itu. [Misi Selesai: Lv 50 tercapai] | [Hadiah: +50.000 Emas] | [+1000 Medali]


"Hmmm? Apakah aku sudah level lima puluh?"