
"Rasanya aneh ..." Ya, itu karena tidak ada bumbunya, dan tidak dimasak pula. "Hmm?"
Aku kemudian menemukan sesuatu setelah menyantap daging tersebut.
"Punggungku sudah bisa diangkat?" Aku menoleh ke belakang, dan itu tidak mengeluarkan rasa sakit lagi.
[Itulah fungsi dari daging monster. Mereka menyembuhkanmu dari luka, dan dalam beberapa kasus bisa membuatmu menambah kemampuan.]
"Jadi, jika terus seperti ini ..." Apakah dengan memakannya bisa semudah itu untuk mengembalikan kondisi tubuh ke normal?
Ah, aku tidak peduli lagi apakah itu berarti harus memakannya lagi, yang terpenting adalah tubuh yang pulih sepenuhnya!
"Nyam ... Ah, mmm ..." Aku kemudian dengan memaksakan diri memasukan daging-daging mentah itu ke dalam mulut.
Itu sangat-sangat buruk tahu? Rasanya seperti kau baru saja memakan sesuatu yang hambar dan lengket.
Bersamaan dengan selesainya memakan satu daging terakhir, tiba-tiba saja aku merasa tubuhku hangat.
"Oke, bagian kaki sudah disembuhkan." Aku sudah bisa berdiri dan berjalan sekarang.
Ngomong-ngomong, bukankah aku tadi terluka begitu banyak? Dan, apa mereka termasuk menyembuhkan di bagian goresan?
[Misi: Berburu 20 Monster] | [Hadiah: 1000 emas + 10 medali]
Aku menggangukan kepala, sepertinya ada misi baru lagi.
Dengan seluruh tubuhku yang sekarang bisa berfungsi sepenuhnya, aku akan menggangap ini sebagai petualangan pertama.
"Itu adalah serigala!" Aku mengamati makhluk berbulu itu dari atas pohon, sejujurnya aku lebih suka berada di bawah daripada di atas ini.
Tapi aku tidak mempunyai pilihan.
Aku masih ragu untuk bertarung menghadapinya secara terbuka, jadi sebagai awal yang pertama mungkin ini adalah pilihan terbaik.
"Sekarang!" Aku melompat dari atas untuk kemudian menusukan sesuatu di atas tubuh binatang buas itu.
"WoOoFff ...!!" Serigala terjatuh bersamaan ketika pedang aku menembus punggungnya.
[Misi: Mengalahkan monster 1/20] Dan ketika sebuah pemberitahuan semacam itu muncul, ada lagi yang berikutnya seperti [+100 emas dan + 2 medali]
Aku tidak tahu apakah emas memang benar-benar bisa berguna di hutan. Dan, untuk di bagian medali, sepertinya itu cukup sulit untuk didapat.
"Oh, ngomong-ngomong, berapa banyak medali yang aku butuhkan untuk memanggil bawahan, sistem?"
[1000 untuk memanggil bawahan.]
Jadi sekitar sembilan ratus lebih lagi untuk aku bisa melakukannya, ya?
Sementara aku sibuk dengan pikiran itu, tiba-tiba saja sesuatu yang ganas menyerangku dari belakang.
"RooOaArrRaaGghh!!!" Wow, apa-apaaan?!
Itu adalah beruang dengan mata merah, dan wajah pendendam.
Aku tidak tahu ini buruk atau tidak.
Tapi dari pengamatanku, bukankah beruang itu terlihat sangat kuat dan ganas?
Tinggi tubuhnya sekitar dua kali lipat dariku, lalu dengan ukuran besar tubuhnya, dia juga lebih unggul di bagian itu.
"Awww ..." Aku terjatuh dan terlempar tepat ketika aku berusaha untuk menangkis cakaran dari binatang itu.
[Hati-hati, Lein! Beruang ini setidaknya berada pada level 40.]
Apa? Kau bahkan tidak menyebutkan itu sebelumnya.
Jika aku tahu lebih awal tentang ini, sudah dari dulu aku kabur dan bersikap pengejut.
Ketika aku melihat beruang itu lagi, dia sudah mendekat dan mendekati.
Aku yang masih dalam proses untuk mencerna situasi tidak siap dengan kemungkinan terburuk.
Jadi ketika ada satu serangan lagi, hal yang paling bisa aku lakukan adalah menghindar dan bertahan.
"Ini tidak akan baik." Aku akan segera berada dalam batas jika hanya menangkis serangan dan tidak melakukan apapun sebagai bentuk perlawanan.
Aku memutuskan untuk mengambil sedikit peluang dari beruang yang dengan beringas menyerang.
Serangan itu ada batasnya, dan ketika beruang sedikit memperlihatkan celahnya.
"Ini dia!"
"RrrOooaArRrrGgghhh!" Aku menusuk bagian perut beruang dengan pedang ini, dan membuatnya berada dalam kondisi pendarahan hebat. "RrrOoArghh!!!"
"Ini masih belum selesai." Dari tusukan sekarang berubah menjadi menggores.
Aku kemudian memainkan pedang yang masih menembus tubuh beruang dan menggerakannya kesamping untuk menemukan cairan berwarna merah muncrat ke arahku.
Beruang yang kehilangan banyak darah langsung terjatuh tidak sadarkan diri.
Aku menyebutnya sebagai keberhasilan pertama.
"Ughh ... Apa ini darah?" Ini sangat menjijikan, mereka lengket dan bau, aku tidak mengharapkan akan mandi secepat ini.
Tapi itu sepertinya perlu, untuk menyembunyikan keberadaanku dari penciuman tajam monster lainnya.
"Grrrr ..." Aku menoleh ke samping dan, sekarang ke belakang lagi. "Awuuu!"
Dan dalam gerakan, Wuush! Menerkam, dua serigala dari dua sisi mengincarku yang tidak dalam posisi siap menghadapi.
"Arrghh-Awww!" Sial, mereka bahkan tidak memberikanku kesempatan untuk mempersiapkan diri.
Punggungku dicakar dan mengeluarkan darah, sementara bagian perut juga dalam kondisi demikian, tapi lebih parah lagi.
Dua serigala yang bekerja sama kembali melakukan serangan balasan, dan kali ini mereka menggunakan mulut sebagai senjata.
"Tidak akan aku biarkan!" Aku dengan reflek menghindari salah-satunya dengan gerakan sederhana lalu membuat sesuatu ditanganku menunjukan ketajamannya lagi.
Tapi tetap saja, aku harus mengambil resiko dari tindakan itu.
"Awww!" Meskipun yang didepan sudah diatasi, di bagian belakang serigala yang tidak diperhatikan menggangap itu sebagai serangan yang mulus.
"Menjauhlah!" Aku memukul serigala yang menggigit bahuku, dan dia mengabulkan keinginanku untuk segera menjauh ketika aku akan menggunakan senjata untuk menusuknya.
Tubuhku mulai kehilangan keseimbangan begitupun dengan lutut yang mulai menyentuh tanah ini.
Ada setidaknya dua luka di belakang tubuhku sekarang, itu masih diperparah dengan bekas goresan di perut juga.