
[Misi] | [Kalahkan Beruang + Serigala + Goblin + Lizardman] Muncul pemberitahuan seperti itu disusul oleh pemberitahuan lainnya seperti [Hadiah] | [+10.000.000 Emas]
Sungguh, ini terlalu mendadak untuk sebuah misi.
Jadi, aku harus menghabisi beberapa monster tersebut untuk bisa mendapatkan 10 juta emas?
Aku kemudian melanjutkan pertarungan yang tadi.
Beruang memulai serangan pertama nya dan membuat kemajuan pesat di awal pertarungan tersebut.
Aku dan Layla memutuskan bertahan.
Sampai menit berikutnya, itu akan menjadi sebuah serangan balasan setelah beruang yang terlalu mendorong kami mundur ke belakang tidak mengetahui aku tengah mempersiapkan sesuatu.
"Rrrr ..."
Beruang yang hanya melihat hanya ada Layla di hadapannya merasa itu adalah sesuatu yang tidak biasa, dan memutuskan untuk mengamati sekelilingnya lebih lama sebelum itu menjadi tusukan dari atas.
"GggOooAaaRrrGggg!!"
Beruang yang kesakitan mencoba untuk melepaskan diri dari penusuk.
Perlahan, dia menggunakan cakarnya untuk menggoresku yang berada di atasnya sekarang.
Tapi aku tidak berhenti dengan serangan tersebut dan terus melakukan tusukan yang dalam sampai itu menembus lehernya.
"Gah!"
Beruang terjatuh bersamaan ketika aku melihat kepalanya hancur seperti semangka yang jatuh, dan.
[Naik Level | Naik Level] | [+150.000 Emas] | [+500 Medali]
"Aku berhasil." Namun, itu juga menyakitkan.
Luka yang didapat dari cakaran beruang ini ternyata cukup mematikan.
Oleh karena itu, aku segera mengambil sesuatu dari tubuh monster itu dan memakan dagingnya bahkan sebelum itu benar-benar dimasak.
***
"Jadi kau sudah mengalahkan sampai monster goblin, beruang, dan serigala itu, ya?"
Aku menggangukan kepala ke arah Vargha yang menatapku bangga.
"Aku memang harus kehabisan potion, tapi aku akan menggangap ini setimpal."
"Tunggu, potion apa maksudmu?" Vargha menatap Beon temannya, meminta penjelasan dari perkataanku.
Yah, aku akan menggangap hal ini wajar, untuk Vargha yang tidak mengetahui tentang obat yang dibuat oleh Eve itu.
"Bisa dibilang itu bisa menyembuhkan HP dan MP."
"Jadi semacam artefak ajaib?" Beon menggangukan kepala, merasa sudah paham dengan penjelasanku.
Tunggu, "Artefak apa maksudmu?"
"Ya, semacam sesuatu yang berasal dari reruntuhan ... Kau bisa mendapatkan sesuatu yang menarik disana, semacam benda-benda aneh atau senjata-senjata kuno dan tua."
Aku tidak akan menggangap itu usang ataupun tua, tapi satu hal yang aku temukan dari ini adalah.
Mungkin saja, sesuatu yang ada di dalam game yang pernah aku mainkan ada di dunia ini.
Ya, biasanya reruntuhan akan menyimpan banyak sesuatu yang ajaib, bahkan emas yang melimpah.
Dan, aku akan menggangap ini sebagai sesuatu yang harus di bawa pulang.
"Jadi artefak itu berada dimana?"
Aku menggangukan kepala.
Jika ini memang benar, bukankah kami harus pergi kesana, sekarang?
***
Satu hal yang aku lihat pada reruntuhan adalah yang pertama, benteng, lalu kedua, tentu itu ada banyak dinding yang melingkari sesuatu mirip bangunan kastil, kemudian ada lapangan luas disekitarnya.
"Bukankah reruntuhan yang dimaksud adalah sebuah kastil?" (Lein)
Ya, jika ini memang benteng, kenapa itu bisa dibangun di tempat seperti ini?
"Tidak tahu, aku menemukan dia terkubur oleh tanaman-tanaman kecil ini." (Beon)
Eh, semua penjelasan ini tidak masuk akal.
Benteng dalam dungeon, monster yang bisa berbicara, lalu, sekarang ... Apakah aku akan menemukan kota disini juga?
"Ya, kau bisa menemukan satu di hutan Elf."
Aku seperti tersedak karena sesuatu sekarang, "Jadi ... Elf juga berada di dungeon?!"
"Ya, mereka memang bukan termasuk monster, tapi lebih ke arah penjaga dungeon di lantai tertentu." (Beon)
Aku ... Benar-benar kehabisan kata-kata.
Jadi aku mengabaikan perkataan Beon yang semakin membuatku tercegang dan fokus dengan apa yang aku lihat sebagai bangunan kuno dihadapanku.
"Oh, karena tubuh kita besar dalam ukuran, jadi aku merasa pintu ini tidak akan muat untuk kami."
Vargha yang sebelumnya merasa kesulitan untuk memasuki bagian gerbang memutuskan untuk menyerah.
"Kau mungkin tidak bisa, temanku, tapi untuk diriku ... Bisa dibilang aku cukup bisa mengatasi hal ini."
Setelahnya, aku melihat Beon yang kepalanya menabrak bagian atas gerbang yang diketahui cukup pendek dan merintih kesakitan.
"Hehehe ... Apa yang aku bilang? Bukankah sudah aku katakan kau tidak akan muat?"
Kali ini giliran Vargha yang mengambil kesempatan itu untuk mengejek.
Mengabaikan mereka, aku kemudian melanjutkan perjalanan ini bersama dengan Layla saja.
Disana benar-benar gelap dan penuh dengan jaring laba-laba.
Memasuki ruang pertama.
"Ini pasti ruang tamu ..."
Lalu, ada perabotannya juga.
Mereka bisa dibilang ditata dengan baik, meskipun tingkat kebersihannya sangatlah buruk karena tidak ada yang mengurusi.
Sebuah ide kemudian terlintas dalam pikiranku.
Tentang menjadikan kastil sebagai markas kedua setelah Kota Reig City, kemudian membuat ini sebagai bagian dari kerajaanku.
Sungguh, ini akan menjadi hal yang luar biasa untuk dilakukan, jadi aku akan memastikan tidak ada monster di dalam kastil setelah ini dan melakukan sedikit perbaikan.
Aku baru saja ingin mengambil beberapa sesuatu dari lemari pakaian sebelum itu mengeluarkan sebuah tengkorak hidup.
"Whoah! Apa?!"
Mereka memang tengkorak yang bisa berjalan dan membawa senjata juga!
Kemudian, di dalam ruangan itu, ada satu lagi yang muncul di bawah sofa, atas langit-langit, jendela, balik kursi, perapian, bawah meja dan ...