The Ultimate Principality System

The Ultimate Principality System
Chapter 55 - Kastil



"Hmmm? Tuanku, sepertinya mereka juga menyimpan beberapa makanan."


Aku yang sambil memungut sesuatu dari bangkai laba-laba melihat Layla menunjuk ke salah-satu penjara.


"Mereka memang menyimpannya disana?!" Aku rasa, itu untuk yang dikurung, mungkin?


Tapi untuk apa ada penjara di dalam kastil?


Ketika aku memikirkannya, aku kemudian menemukan beberapa hal yang aku lihat sebagai tengkorak manusia dan hewan.


"Sepertinya ini adalah bangkai monster."


Lalu, untuk tengkorak manusia, mereka berada terpisah dan berada di luar pagar besi.


Ah, aku mulai memahami ini sekarang.


Jika Mark berkata dia membawa beberapa pengikutnya dalam perjalanan ke tempat ini dengan [Teleportasi], aku rasa akan masuk akal menemukan beberapa monster yang dikurung disini.


Kemungkinan untuk di pelajari mungkin?


Lalu, apakah tengkorak ini adalah semacam bawahannya yang mati juga?


Tapi kenapa?


"Seharusnya mereka membeku dan tidur panjang dalam kapsul seperti yang dikatakan oleh Mark."


Ada banyak hal yang belum aku ketahui dan akan membuatku kebingungan jika di cari tahu, jadi aku hanya akan melakukannya sesuai arus saja.


Pertama-tama menghilangkan kastil dari status "bahaya monster" menjadi "netral" yang berarti, terkendali.


Lalu, sepertinya aku perlu membersihkan mereka juga dari debu.


Ya, aku akan berencana tinggal disini setelahnya, jadi aku akan membuat semacam penyesuaian di dalam kastil.


***


Di dalam sebuah ruangan lantai atas, aku kemudian sampai pada bagian yang ada nama Mark.


"Mungkin ini adalah milik orang itu?"


Kamarnya memang besar dan luas, lalu ada ranjang besar di tengah, meja, bangku, lemari buku dan ...


"Hmmm?"


Jika itu ada bukunya, bukankah ini berarti!


"Ada! Aku menemukannya!"


Aku hampir saya melewatkan ini jika tidak memutuskan untuk mencari tahu.


Aku mengetahui Mark adalah penyihir sebelumnya, dan seorang dengan pekerjaan itu pasti memiliki sesuatu untuk dipelajari lewat benda ini.


Jadi, di tanganku sekarang ada sebuah buku sihir yang sepertinya menjelaskan elemen yang sama yaitu gelap.


[+1 Mantra \= Telepati]


Telepati kurasa. Ya ... Itu tertulis demikian, jadi aku akan menggangap itu semacam mantra gelap.


Dan, yup! Seperti yang terlihat aku berhasil mempelajari dari hanya membaca.


"Jadi akhirnya aku bisa melakukan telepati, ya?"


Begitu aku mengatakannya, sebuah ide nakal terlintas dalam pikiranku setelah melihat Layla dengan penasaran berjalan masuk ke dalam ruangan bersamaan ketika aku bersembunyi.


《Layla, apakah kau mendengarku?》


Tidak menemukan orang yang memanggilnya dia merasa kebingungan pada awalnya sebelum itu berubah menjadi rasa khawatir begitu terdengar seperti ...


《Tuanmu akan dalam masalah jika kau tidak segera menemuinya.》


Jadi, Layla yang panik segera berlari ke setiap ruangan.


"Siapa yang berbicara?! Dan, apa yang sebenarnya terjadi?!"


Wow, aku yang melihat ini merasa kasihan dan tidak bisa berhenti tertawa.


Namun, aku segera membuatnya netral setelah tanganku menyentuh bahunya dan berdiri dihadapan gadis itu.


《Apakah kau bisa mendengarku, Layla?》


"Ya, Tuan ... Tapi ... Bagaimana mungkin ..."


《Yah, ada banyak hal yang terjadi, dan pada akhirnya aku mempelajari skill baru setelah menemukan buku itu secara tidak sengaja. Jadi ...》


Jadi, wajah Layla langsung memerah ketika aku langsung menjelaskan tentang diriku yang menjahili dia tadi, dan Layla langsung menghajar wajahku dengan tameng.


"Ah, maafkan aku Tuan! A-Aku tidak ..."


Aku menggelengkan kepala, "Yah, anggap saja ini sebagai akibat nya."


Dari mengerjai.


Sungguh, aku tidak pernah menduga Layla akan menjadi seperti ini.


Dirinya yang malu ternyata cukup imut.


Tapi dia yang panik terlalu menggerakan tangannya dan tidak memperhatikan perisai besi nya yang menabrak wajahku.


Kemudian, melupakan hal ini.


Aku kemudian mencobanya kepada Vargha yang masih berada di luar kastil.


Meskipun ular tersebut pada awalnya cukup terkejut karena mendengar suaraku, tapi dia kemudian tenang dan membalas perkataanku setelah aku menjelaskan tentang mantra ini.


《Jadi itu sungguh kau, Lein?》 (Vargha)


《Ya, ini aku. Selanjutnya aku akan terus berbicara dengan [Telepati] jika kita berpisah.》 (Lein)


Aku melihat Vargha menggangukan kepala.


《Ini akan sangat berguna, Lein. Karena selain kita selalu bisa berkomunikasi meskipun berada pada jarak yang jauh, aku akan selalu bisa membantumu jika kau dalam masalah dengan bantuan sihir ini.》


《Tentu saja, aku sangat terbantu dengan ini.》


Setelah perbincangan singkat itu, aku kemudian mengubah targetku dari Vargha ke burung di sampingnya itu.


Dan ketika semuanya sudah beres, aku akan memulai bagian yang seru sekarang, seperti menghubungi seseorang di dalam kastil lamaku.


Sebenarnya, aku bisa menggangap mereka pasti khawatir denganku karena aku jatuh dan tiba-tiba menghilang.


Jadi, enaknya aku akan memulainya dengan kalimat apa, ya?


Aku memutuskan untuk memulainya setelah mengatakan,


《Halo Lucfier, Bagaimana kabarmu?》


Seperti itu yang akan membuat seseorang memgeluarkan suara dengan nada panik semacam,


《T-Tuan?! Te-Ternyata memang anda?!》