
Sementara itu, setelah kerajaan resmi berdiri.
Aku kemudian mendapatkan pemberitahuan lagi oleh sistem.
"Oh, apakah itu adalah hadiah dari misi?"
Yup, itu akan menjadi sesuatu yang menambah uangku.
[Misi Selesai] | [+5.000.000 Emas]
Aku kemudian memberikan semuanya pada Lucfier.
Seperti sebelumnya, ketika aku melakukan, sesuatu yang terlihat luar biasa dimatanya, Lucfier langsung memujiku meskipun hal yang aku lakukan terbilang cukup remeh bagiku.
Sementara, karena urusan pembangunan sudah selesai untuk saat ini.
Yup, waktunya untuk pergi ke rumah kecilku setelah bekerja keras hari ini.
"Sellamat datang kembali, Tuanku." Aku melihat Aisha sudah menyambutku tepat ketika aku membuka pintu.
Kali ini, mataku menoleh tidak percaya. Gadis itu kali ini menunjukan hal yang baru.
Maksudku, di bagian pakaiannya!
Itu sekarang dilengkapi dengan celemek!
Plus, di balik kain itu adalah celana mini dengan bagian atas dihiasi oleh gaun putih yang ketat sehingga setiap detail tubuhnya akan terlihat dengan jelas.
"Aku belajar memasak dari seseorang. Dan dia mengatakan aku harus melakukan ini untuk bisa memenuhi semua kebutuhanmu, tuanku." Ya, apa?!
"Kamu belajar memasak?!"
Aku bahkan tidak tahu apakah dia pandai dalam hal tersebut.
Aisha kemudian membawakan satu piring penuh dengan berbagai makanan.
Jika bukan karena wajahnya yang imut, aku tidak akan memakan masakan yang terlihat gosong dihadapanku ini.
"Keras ..." Aku melihat sesuatu yang berbentuk kue tersebut, sebelum memasukkannya ke dalam mulut yang cukup membuat sakit gigiku ketika mengunyahnya.
Lalu, pada makanan lain pun juga sama.
Aku memang benci mengatakannya, tapi menurutku Aisha tidak memiliki kemampuan memasak yang ajaib.
"Maafkan aku, Tuan. Hanya ini yang aku bisa lakukan." Aisha menundukan kepala setelah melihat perubahan ekspresiku yang seperti menolak memakan itu.
"Tidak masalah, percobaan pertama. Yah, aku bisa memakluminya."
Meskipun berkata demikian, aku hanya berusaha untuk menghiburnya, bukan berniat memakan ini lagi di lain hari.
Rasanya benar-benar aneh, kau tahu?
Atau mungkin aku perlu membuat Aisha belajar dari seseorang yang tepat untuk membuatnya bisa memasak sesuatu dengan baik.
"Ngomong-ngomong, tentang kebersihan di rumah ini." (Lein)
"A-Itu sudah diurus oleh beberapa gadis telinga kucing." (Aisha)
"Oh, jadi mereka mengambil pekerjaan pembantu?" (Lein)
B-Betapa luar biasanya.
Maksudku, mulai dari sekarang aku akan mendengar setiap setengah-hewan tersebut mengakhiri kalimatnya dengan mengeong, atau semacamnya ketika berbicara.
"Tapi hanya untuk siang hari, pada malam mereka akan kembali pulang." Aku menggangukan kepala.
Dari penjelasan ini sepertinya aku sudah mengetahui siapa yang mengaturnya.
Oke, memasuki rumah.
"Ssshhh ..." Aku kemudian duduk di sofa dan menegak minuman disana.
Meskipun makanan yang dibuat Aisha benar-benar tidak biasa, tapi aku cukup menikmati minuman buatannya.
"Ngomong-ngomong, bukankah sudah waktunya, Tuanku?"
"Hmmm? Untuk apa?"
Ketika aku memikirkannya, aku baru saja teringat akan sesuatu ketika gadis dihadapanku menundukan kepala dengan wajah memerah.
Aisha kemudian melepaskan semua pakaian yang menutipinya dan mulai tertidur di ranjang setelah kami pergi ke kamar.
Seperti biasa, akan terdengar berbagai macam suara yang keluar dari mulut gadis itu ketika sesuatu berulang kali menusuk.
Nama: Aisha
Usia: 16 tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Pekerjaan: Ksatria Pedang
Level: 15
Status:
HP [F] | MP [F] | Pertahanan Fisik [F] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [E] | Kelincahan [E] | Serangan Fisik [E] | Serangan Sihir [F]
Skill:
● Peningkatan Level Lv 3: Membuat siapapun yang bersetubuh dengannya naik level tiga tingkat.
● Salin: Dapat menyalin pengalaman dari seseorang yang bersetubuh denganmu.
● Percepatan Pedang: Kecepatan mengayun pedang bertambah 10% ketika mengaktifkan skill ini.
---
"Jadi sekarang sudah level tiga?" Betapa cepatnya.
Aku bahkan bisa menghitung dengan jari, sebanyak berapa hari aku melakukannya hingga itu sekarang sudah di level ... 4.
Serius?
"Apa yang terjadi, Tuanku?" Aku melihat Aisha yang berbaring menanyakan itu dengan penasaran.
"Ah, tidak masalah. Lanjutkan." Kemudian, aku berfikir untuk melakukannya dengan baik malam ini.
Aku tidak menyangka sekarang dia sudah level 4 pada skill [Peningkatan Level], bahkan ketika aku melihatnya lagi. Tentu, itu belum naik level setelahnya.
Tapi sungguh! Aku akan membuat itu terjadi selanjutnya!
***
Next day ...
"Begini tuanku, setelah kita berhasil mendirikan Kerajaan. Apakah anda memiliki rencana untuk memperluas wilayah tersebut?" (Lucfier)
"Mungkin saja, kita akan menyerang wilayah sekitarnya untuk berjaga-jaga." (Lein)
Ya, kota Kathalan akan mulai menunjukan tanda-tanda mengancam jika mereka menemukan ada sebuah kastil di tengah-tengah hutan.
Aku yakin, masih banyak lagi kemungkinan orang-orang mengetahui keberadaan kota tersembunyiku, jadi aku akan membuat semacam penyerangan ke lokasi lain untuk mengamankan kerahasiaan kota.
"Brilian tuanku. Kita akan melakukannya. Setelah anda mengejutkan saya pada pidato itu. Kali ini, saya sudah sangat yakin kita akan berhasil!"
Eh? Berhasil untuk apa?! Lalu, apa yang berniat kita lakukan?
"Ada beberapa desa di sekitar ini, dan mereka sepertinya merupakan tempat yang cocok jika untuk menambah uang negara kita." (Lucfier)
"Maksudmu kita akan membuat mereka membayar pajak setelah menguasainya?" (Lein)
"Tentu, itu akan terjadi tergantung bagaimana caramu menaklukan tempat tersebut." (Lucfier)
Itu akan menjadi sebuah masalah lain.
Aku bingung, bagaimana cara menguasai tanpa kekerasan.
Ah, tentu, jika menggunakan militer aku melakukannya, takutnya orang-orang ini akan mengira aku tidak lebih dari orang yang haus akan kekuasaan.
Jangan sampai warga mulai menggangapku seperti itu.
"Tuanku, aku mempunyai sebuah rencana."
"Oh, iya? Aku akan senang mendengarnya."
"Baik, aku akan memulainya dari monster yang menghuni satu desa di dekat Kota Kathalan. Sederhana saja, aku menemukan desa itu hampir setiap hari menjadi sasaran serangan naga yang mengamuk. Para prajurit dan petualang bahkan tidak mampu melakukan tugas mereka. Setelah itu berhasil menghancurkan setengah kekuatan pasukan, akhirnya mereka memilih mundur dan mengabaikan kondisi desa yang akan segera hancur jika dibiarkan begitu saja."
Dengan kata lain. "Bukankah kita hanya perlu mengirim seseorang untuk pergi kesana dan mengalahkan naga?"
Sekaligus mendapatkan kepercayaan warga.
"Sekaligus, untuk membuat mereka berhutang budi karena sudah menyelamatkan semua anak-anak mereka dari Naga? Jenius tuanku, kali ini saya yakin ini akan berhssil." (Lucfier)
Aku hanya terdiam mendengar itu, Lucfier selalu salah menangkap maksud dsri apa yang aku katakan.
Tapi tidak masalah, asalkan itu membuat aku memiliki satu desa tambahan.