
Aku memutuskan untuk mampir ke kedai makanan milik pria sebelumnya dan membeli beberapa tusuk sate untuk dimakan bersama dengan anggota party ku.
Sate itu memang enak menurut rasa, tapi ... Setelahnya, semua rasa itu seakan dilupakan setelah kemunculan dua orang dengan jubah putih.
"Eh, bajingan ini ..."
"Ada urusan apa dia pergi ke dungeon ini?!"
Orang-orang mulai menjauh beberapa langkah dari dia.
Aku yang sebelumnya tidak peduli memutuskan untuk melirik sebentar sebelum menemukan ada sesuatu yang membuatku tertarik.
Mata kami memang bertemu sebentar, sampai aku melihat pria itu mengeluarkan senyuman menyeringai ke arah ku.
"Hmmm? Apakah dia terkenal?"
"Sangat ..."
Melihat pemilik toko yang ikut mengamati pria itu dengan tanpa kedipan mata selama belasan detik membuatku yakin orang ini tidak biasa.
Aku kemudian melihat dia lagi.
Dan, menurut penampilan, orang ini setidaknya memang cukup terkenal di kalangan gadis-gadis.
Rambut yang pirang, wajah yang polos lalu senyuman hangat nya itu.
"Dia setidaknya berada pada peringkat B petualang."
Berarti level 150?!
Kali ini aku yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutan, "Tidak heran dia begitu dikenali banyak orang."
"Penampilan bisa menipu."
Hmmm?
"Tapi satu hal yang perlu kau ingat adalah, jangan sekali-kali berurusan dengan dia?"
"Kenapa seperti itu?"
Sebelum aku bisa menemukan jawabannya, aku melihat Aisha yang menghalangi pandanganku setelahnya.
"Ngomong-ngomong Tuanku, apakah kita akan berangkat sekarang?" (Aisha)
Aku menggangukan kepala ke arah Aisha yang sudah selesai menyantap lima porsi besar sate tusuk.
"B-betapa rakusnya ..."
Mengabaikan dua petualang tingkat B tersebut, kami kemudian melanjutkan urusan kami untuk menjelajah.
Meskipun aku masih bertanya-tanya dalam pikiran kenapa perut gadis itu sanggup menampung begitu banyak makanan?
***
[Naik Level]
[Naik Level]
[Naik Level]
[Naik Level]
[Naik Level]
[Naik Level]
[Naik Level]
[Naik Level]
Pemberitahuan yang panjang memenuhi kepalaku setelah aku mengatasi sebanyak ratusan serigala disana.
Kebanyakan berada pada level 30-an. Jadi aku akan menyebut ini sebagai sesuatu yang membuat levelku meningkat secara drastis.
Nama: Aisha
Ras: Manusia
Usia: 16 tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Pekerjaan: Ksatria Pedang
Level: 65
Status:
HP [C] | MP [F] | Pertahanan Fisik [D] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [D] | Kelincahan [D] | Serangan Fisik [C] | Serangan Sihir [F]
Skill:
● Peningkatan Level Lv 5: Membuat siapapun yang bersetubuh dengannya naik level lima tingkat.
● Salin: Dapat menyalin pengalaman dari seseorang yang bersetubuh denganmu.
● Percepatan Pedang Level 5: Kecepatan mengayun pedang bertambah 50% ketika mengaktifkan skill ini.
---
Heh, ternyata gadis ini juga naik begitu cepat, ya?
Sekarang, aku akan menggangap ini berkat hasil dari mengalahkan monster atau skill [Salin] pengalaman itu?
Aku akan menggangap keduanya berpengaruh, karena ... Mungkin saja pengalamanku yang membuat Aisha lebih cepat mengetahui situasi, yang pada akhirnya membuatnya naik level lebih cepat.
Ya, aku bisa menyebutnya demikian.
Tapi satu hal lagi yang akan aku selidiki adalah, tentu tentang gadis kecil disampingku yang selalu meletakan ke dua tangannya yang mengepal di depan dada.
Ras: Iblis
Usia: ??? Tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Pekerjaan: Asisten
Level: 19
Status:
HP [F] | MP [A] | Pertahanan Fisik [F] | Daya Tahan Sihir [D] | Kecepatan [F] | Kelincahan [F] | Serangan Fisik [F] | Serangan Sihir [A]
Skill:
● Hancur Lv 2: Kerusakan serangan sihir bertambah menjadi 77%
Mantra: [Api Kecil]
---
Wow, itu termasuk banyak dan cukup cepat. Tapi, dibandingkan denganku, Jean mungkin lebih lambat lagi.
Aku akan menggangapnya masuk akal karena dia hanya terlibat beberapa pertarungan dari keseluruhan berjumlah belasan.
Aku kemudian berfikir untuk meningkatkan level bawahanku yang lain juga, termasuk Lucfier yang aku ketahui cukup rendah, Carla, dan Eve lalu Rokie.
Yah, untuk pria tua itu, aku akan mengecualikannya, karena aku rasa dia mumgkin bukan seseorang yang cocok pada bagian itu.
"Jadi, anda berniat mengundangku untuk ikut serta dalam penjelajahan ini Tuanku?" (Lucfier)
"Aku juga?" (Carla)
Aku menggangukan kepala kepada kedua nya sebelum itu menjadi yang ketiga setelah aku pergi ke rumah sakit kecil di dalam kastil.
"A-Maafkan saya Tuanku, sepertinya aku memiliki banyak pekerjaan yang harus diurus, jadi aku tidak punya banyak waktu."
Aku menepuk kepalaku, kenapa aku bisa lupa bahwa Eve masih dalam permintaan membuat lebih banyak potion.
Aku kemudian meninggalkan dia dengan sedikit canggung, sebelum bertemu dengan Rokie yang mendengar pembicaraanku.
"Izinkan saya bergabung, Tuanku."
"Eh? Bukankah kau hanya seorang tukang?" Mempertimbangkan tentang pekerjaannya yang hanya bisa membangun, kurasa Rokie tidak cocok dalam pekerjaan menjelajah dungeon yang berbahaya dan penuh dengan pertarungan.
"Tidak Tuanku, aku hanya ingin melatih tangan ini untuk bisa mengayunkan palu besar buatanku. Sebagai bahan percobaan." Oh, jadi begitu.
Aku mulai memahami apa maksud dari pria itu. Sederhana saja, itu hanya tentang menguji produk baru buatannya.
Jika alasannya sudah jelas, mengapa harus menunda lagi?
Dengan begitu, sudah ada aku, Aisha, Jean, Lucfier ... Ngomong-ngomong, iblis itu kemudian menolak ajakanku untuk bergabung karena dia lebih suka meningkatkan level sendiri.
Tapi aku bisa mengundang Carla untuk bergabung, meskipun pada akhirnya itu akan membuat pekerjaan gadis itu untuk menjaga benteng bertambah menjadi lebih banyak.
"Jadi ini adalah monster-monsternya, ya?!"
Aku melihat Carla sambil tertawa menghantamkan tangannya ke wajah serigala yang kemudian hancur menjadi menyerupai cairan.
Aku akan mulai menggangap kekuatan Carla sungguh luar biasa sekarang. Mungkinkah itu karena skill dan serangan fisik nya yang berada pada level tinggi?
Aku akan menyebutnya demikian, karena aku sudah melihatnya secara langsung.
"Oke, sepertinya ini adalah giliran benda ini untuk menunjukan kehebatannya!"
Rokie kemudian berlari ke arah kerumunan monster, lalu dengan satu gerakan palu besar seperti DHUAK! Dan, BAM! Satu per satu serigala terbang bersamaan dengan tanah yang dibawahnya retak dan berlubang.
Dan, tidak sampai disitu saja, senjata yang aku sebut cukup berat itu ternyata bisa dia ayunkan sebanyak belasan kali dalam waktu bersamaan pula!
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
[+200 Emas] | [+4 Medali]
Eh, tunggu! Apa yang terjadi sekarang?
Pemberitahuan ini seolah-olah tidak ada habisnya!
Menurutku, ini terlalu sangat banyak sampai menutupi pandanganku meskipun sebelumnya tidak separah ini karena aku melakukannya perlahan, tapi ...!
Tetap saja, ini sangat-sangat menggangu!!!
Dan itu akan diperparah setelah Aisha dan Jean ikut terlibat dan mengatakan akan memusnahkan semua monster disana.