The Ultimate Principality System

The Ultimate Principality System
Chapter 62 - Kembali



"Nah, sebelum itu bisakah kau membantuku untuk meminumkannya?"


Kyle dengan senyuman jahat mencoba untuk menjelaskan cara kerja dari apa yang dia maksud dari "meminumkan" itu.


Sederhana saja, dia meminta Aisha menimunkannya dari mu lut ke mulut.


"Aku tidak ..." (Aisha)


"Ah, aku tahu! Ini pasti adalah racun, bukan?" (Kyle)


Wajah Aisha sedikit pucat, namun dia segera netral lagi setelah mencoba untuk melakukan sesuatu.


"Tidak, aku akan melakukannya ..." (Aisha)


Mulut Aisha menyesap air yang ada di dalam cangkir sebelum mendatangi Kyle yang tertawa keras.


"Baiklah, mari kita ... Hmmm?"


Sebelum itu bisa terjadi, ada sesuatu yang membuat Kyle tidak bisa berhenti mengalihkan perhatiannya.


"Cukup sudah, ini terlalu mencurigakan. Tapi aku senang, kau berani melakukan ini pasti sudah mengetahui resikonya, bukan?"


Dan dalam satu gerakan cepat, Kyle membuat mulut Aisha mengeluarkan cairan yang dia ambil sebelumnya dan menarik kedua pergelangan tangan gadis itu.


Kyle tidak membiarkan Aisha melakukan perlawanan, jadi dia segera menjatuhkan gadis itu diranjang dalam posisi kedua tangan sudah dikunci.


Aisha menatap Kyle dendam, rasanya dia ingin melakukan sesuatu.


Tapi sebelum itu, Kyle sudah mengambil benda di balik punggung Aisha dan memainkannya.


"Pisau yang cukup bagus, aku berfikir setelah meracuniku kau akan menusukku, bukan?"


Aisha hanya diam, sementara Jean yang masih berada di ruangan yang sama menjerit ketakutan karena melihat Kyle menggunakan benda itu untuk merobek atasan Aisha.


Perlahan, satu kancing terbuka yang memperlihatkan sedikit demi sedikit dua bu ah besar.


"Mmmm ... Dasar, kau--"


Mulut Aisha ingin mengatakan sesuatu, tapi Kyle dengan kesenangan yang berlipat ganda membuat gadis itu bungkam setelah satu kancing terakhir yang terbuka, akan memperlihatkan tubuh Aisha yang tanpa tertutupi sehelai benangpun setelahnya.


"Ohoho ... Sepertinya kau terlihat menikmati ini?"


"Siapa?!" Wajah Kyle menjadi pucat.


Dia tidak berfikir itu adalah suara dari Jean yang berada di sampingnya ataupun gadis jubah putih tersebut.


"Aku yakin itu adalah laki-laki! Jadi, keluarlah jika kau bukan pengecut!" (Kyle)


"Pengecut?" Bersamaan dengan suara itu, sesuatu di atas kemudian hancur menjadi beberapa bagian dan itu akan menjadi pendaratan yang menghajar wajah pria tersebut.


Sementara Kyle terpental karena serangan, penyusup itu kemudian menampakan diri.


"Kau bocah penggangu, ternyata masih hidup?"


Melihat orang yang dikenalinya, ya, itu aku ... Lein yang merupakan pangeran di kerajaan ini membuat pria itu marah bukan main.


***


"Jadi, kau sungguh kembali?!" (Kyle)


"Ya, mengejutkan, bukan? Melihatku yang bahkan bisa kembali setelah terjatuh di air terjun." (Lein)


Lebih tepatnya beberapa jam, bahkan aku belum bisa mengatakan itu sehari.


Kyle mengepalkan tangan dan berusaha untuk meraih sesuatu di atas meja, sementara aku akan membebaskan Aisha terlebih dahulu.


"Kau baik-baik saja?" (Lein)


"Ah, ummm ... Tuan, kau ..." (Aisha)


Aku melihat gadis itu yang sekaligus kebingungan karena kemunculanku yang mendadak.


Tapi aku tidak berusaha untuk menjelaskan apa yang terjadi, dan mendekati Jean sekarang.


"Kalian berdua, pergilah ke tempat Eve sementara aku akan menyelesaikan urusanku dengan dia." (Lein)


Aisha mengganguk, dan dia membawa Jean pergi bersamanya.


Dan, untuk Kyle.


Dia yang sudah dilengkapi oleh pedangnya datang ke arahku dengan wajah yang dipenuhi dendam.


Aku tersenyum kecut.


Sebenarnya aku tidak berniat untuk berbicara lebih lama dengan bajingan ini, jadi aku akan memulainya lebih cepat saja, seperti mendaratkan beberapa luka di bahu dia sebagai permulaan.


"Aghhh!!!"


Pria itu segera menutupi darah yang mengalir di bagian itu menggunakan tangan.


Aku bahkan mulai melihat Kyle memanggil seseorang sekarang.


"Kau, cepat! Sembuhkan--"


Gadis dengan jubah putih mulai menantunkan sesuatu sebelum itu menjadi sihir cahaya yang menyembuhkan luka.


"Ternyata memang benar." Dia bisa elemen cahaya!


Aku bertanya-tanya apakah aku juga bisa memilikinya juga?


Ngomong-ngomong, sepertinya aku harus mengatasi gadis ini untuk benar-benar bisa menghajar orang yang disana.


"Ha! Ha! Ha! Lihat! Aku bahkan berhasil pulih setelahnya! Berapapun kau berhasil melukaiku, aku tidak akan mati semudah itu!"


Tapu entah kenapa aku tidak berfikir demikian, "Bagaimana dengan satu tebasan yang memotong leher?"


Aku lihat, wajah dia menjadi tegang setelah aku mengatakan sesuatu yang mengerikan baginya, mungkin?


"Aku ... Tapi, aku tidak yakin kau memiliki kekuatan untuk melakukannya! Harus aku akui tadi aku cukup lengah, tapi tidak untuk selanjutnya!"


Oh, aku sangat menantikan itu.


Kenyataan tentang dia yang masih mengira aku di level yang sama membuatku cukup bisa tertawa.


Jadi, aku tidak akan membongkar rahasia ini selama beberapa waktu, untuk melihat sejauh mana orang ini akan berbicara.


PANG!


Pedangku kemudian beradu ketajaman dengan pedang dia.


Dari pertarungan itu, aku akan dengan jelas akan menggangap ini sebagai DHUAK! yang mengenai wajahku jika aku tidak segera menghindari pukulannya.


"Bagaimana kau bisa?!"


Sementara dia masih terkejut tentang kecepatanku yang meningkat, aku memanfaatkan hal ini untuk melumpuhkan kakinya.


"Eek!"


Dia tersungkur sekarang dengan posisi tiarap.


Aku menyeringai sebentar, sebelum menendang dia yang masih di lantai.


"Tidak! Tidak! Tidak! Seharusnya kau sangat lemah!" (Kyle)


Dia memanggil gadis jubah putih itu lagi dan membuatnya bernyanyi.


Aku melihat perempuan itu cukup kelelahan dengan semua sihir penyembuhannya, jadi aku berniat untuk mengakhir ini segera setelah merebutnya.


"Kau sungguh menderita, bukan?" (Lein)


Dia menggangukan kepala.


"Aku ... Cukup ..."


Mataku menyipit sebentar, sebelum melihat ada sesuatu yang mirip kerah terpasang pada leher gadis itu.


"Jadi kau seorang budak?!" (Lein)


Gadis itu menggangukan kepala.


Itu menjelaskan, tentang perlakukan yang didapatnya dari orang tersebut.


Mataku melebar selama beberapa waktu.


Akan sulit untuk membebaskan budak yang sudah memiliki pemilik, dan jika melepaskan kerah secara paksa pun aku masih belum yakin itu akan berhasil.


"Jadi satu-satunya cara adalah menyingkirkan orang itu, bukan?"


Pandanganku diahlihkan dari gadis jubah putih ke arah seseorang.


Aku baru saja berniat menebas Kyle ketika pria itu terlihat mengonsumsi sesuatu.