
"Apa yang kalian katakan?! Kalian kehilangan Tuanku?"
Aisha menggangukan kepala sambil menjelaskan semuanya kepada Lucfier yang terlihat marah.
"Aku melihat, istana yang dimiliki oleh orang itu cukup bagus juga." (Kyle)
"Kau ..."
Lucfier langsung menatap tajam dan tidak berusaha untuk menghentikan langkah kaki orang yang sekarang berjalan melewati dirinya.
"Oh, biar aku katakan. Tuan kalian sudah mati terjatuh ke lantai terdalam." (Kyle)
"Bagaimana mungkin? Bukankah kau hanya meledakan satu lantai?" (Lucfier)
Kyle membalikan badan sambil menggelengkan kepala.
"Tidak ... Ini tidak hanya sekedar menjatuhkan ke lantai enam, tapi lebih tepatnya ... Atau aku bisa bilang sesuatu yang membuat aku yakin dengan itu adalah mungkin karena pada lantai itu ada air terjun yang akan membawanya pergi sampai ke lokasi terdalam."
"Aku tidak percaya Tuan meninggalkan kami seperti ini." (Lucfier)
"Kau ... Hanya bawahan, bagaimana kau bisa percaya kepada ucapanku. Ya, sudahlah, karena gadis ini repot-repot membawaku kemari, jadi aku akan melakukan perubahan pada kota ini. Dan kau akan kuberikan kehormatan untuk menjadi pemimpinnya mulai dari sekarang." (Kyle)
"Aku tidak akan sudi ..."
Dan, dalam satu gerakan, Lucfier sudah terbang ke luar dan menerobos jendela.
"Aku tidak tahu dia bisa memiliki kekuatan itu ..."
Sementara Kyle masih mengamati Lucfier yang terlihat terbang semakin menjauh dengan sesuatu yang menyerupai sayap.
Mata dia kemudian jatuh ke arah dua gadis yang menatapnya dendam.
"Sementara untuk kalian ... Kau! Bersiaplah untuk bermain denganku malam ini." Tangannya menunjuk ke arah Aisha yang menggelengkan kepala.
"Aku akan memilih mati daripada harus melayanimu!"
Aisha sudah siap dengan pedangnya, dia akan menusuk sesuatu pada arah yang berlawanan dari pria itu, tapi Kyle segera menanggapi dengan tertawa.
"Oh, benarkah? Bagaimana jika aku mengatakan akan mempertimbangkan untuk membawa Tuanmu kembali?" (Kyle)
"Kau bersungguh-sungguh?" (Aisha)
"Ya, lagipula dia tidak bisa berbuat banyak dengan kekuatanku." (Kyle)
"... Aku mengerti." (Aisha)
(Jika ini bisa membawa tuanku kembali)
"Ohoho ... Aku menantikan ini." (Kyle)
***
Sementara, untuk Lucfier yang sekarang dalam situasi untuk menjauhi kastil.
"Apakah dia tidak mengejar?"
Lucfier segera terbang menjauh, meskipun dia tidak peduli dengan keputusan Kyle yang ternyata tidak menunjukan tanda-tanda menjatuhkannya dari atas dengan sihir ataupun senjata jarak jauh.
"Jika ini memang benar, bukankah Carla dan Rokie masih berada dalam labirin?"
Lucfier segera menemukan, jika kastil semudah itu diterobos, itu karena Carla tidak menjaga tempat tersebut.
Lalu, mengenai Aisha yang menurutnya dengan bodoh membawa pria itu ke dalam kerajaan.
"Aku akan membuat perhitungan kepada mereka. Tapi, untuk sekarang aku akan pergi menyelidikinya sendiri."
Setelah itu, dengan kecepatan tinggi dia menuju kota Fhezhyum dan mengabaikan kerumunan orang-orang yang memandanginya terkejut.
"Hei! Apa yang kau-"
Dia melewati penjaga, menerobos pintu masuk, memasuki sedikit demi sedikit lantai dan segera bertemu dengan dua orang yang dikenalinya.
"Oh, Lucfier ... Apa yang terjadi denganmu?" (Carla)
"Kenapa kau bisa berada disini?" (Rokie)
"Kalian bawahan gagal!"
Lucfier segera menjelaskan semuanya, tentang Kyle yang memasuki kastil dan mengambil alih semuanya.
"Bagaimana, apakah kita akan kembali?" (Rokie)
"Ya, mempertimbangkan bahwa adikku mungkin saja akan terluka jika kita terlalu lama berdiam diri. Tapi, aku lebih mengkhawatirkan keadaan Tuan sekarang." (Carla)
"Aku juga setuju dengan ide tersebut."
Lucfier kemudian menggangukan kepala.
"Mungkin saja, Tuan berada di lantai itu dan masih bertahan. Sementara untuk Aisha, kita harus melakukan sesuatu untuk tidak membiarkan manusia itu menodai dia malam ini." (Carla)
"Apa kau punya ide, Lucfier?" (Rokie)
"Aku ... Memang memiliki sebuah rencana." (Lucfier)