
"Baik, aku pikir ini adalah tempat yang cocok." Aku duduk di lantai kamar penginapanku yang terbuat dari kayu. "Sistem, bisakah aku melakukan pemanggilan setelahnya?"
[Saat ini kamu sudah memenuhi syarat. Tapi master harus kehilangan 1000 medali untuk pemanggilan.]
"Aku tidak keberatan." Jika itu hanya medali, aku pikir bisa mencarinya lagi.
Dan untuk bawahan, aku memang sangat-sangat memerlukannya sekarang untuk rencana besarku.
[Dimengerti, memanggil bawahan ...] | [-1000 medali]
Tiba-tiba, sesuatu yang mirip seperti yang terjadi di istana muncul di lantai.
Mereka berwarna putih terang dan berbentuk lingkaran.
Mataku dibutakan selama beberapa waktu, tapi itu tidak berakhir lama karena sesuatu kemudian muncul disana.
Seseorang dengan rambut perak panjang dan berwajah manis muncul setelah cahaya putih lenyap.
Ngomong-ngomong, dia adalah seorang perempuan yang tampak langsing dengan kulit putih bersih.
Tapi, yang membuat mataku tidak bisa berkedip selama beberap waktu adalah, itu tidak lain karena tubuhnya.
"Sangat besar." Aku tidak bisa tidak memperhatikan sesuatu yang sudah melewati proses pertumbuhan di bagian atas perutnya.
Dan sebagai tambahan, lekukan tubuhnya juga sangat indah dan ideal.
Pakaiannya yang terdiri dari rok pendek dan gaun putih ketat yang terbuka di punggung juga membuatnya terlihat seksi.
Dia mengenakan pita di dada dan terlihat sangat kuat.
Dari wajahnya saja, aku bisa menebak sifat gadis ini adalah serius dan pendiam.
"Namaku adalah Aisha. Mulai dari sekarang aku akan melayanimu. Tolong perlakukan aku dengan baik, Tuanku." Gadis yang bernama Aisha itu berlutut hormat sebelum menoleh ke arahku.
"Oh, tentu."
Setelah aku perhatikan lebih teliti, dia ternyata memiliki bola mata merah terang.
Nama: Aisha
Ras: Manusia
Usia: 16 tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Pekerjaan: Ksatria Pedang
Level: 1
Status:
HP [F] | MP [F] | Pertahanan Fisik [F] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [F] | Kelincahan [F] | Serangan Fisik [F] | Serangan Sihir [F]
Skill:
● Peningkatan Level: Membuat siapapun yang bersetubuh dengannya naik level satu tingkat.
---
"Tunggu, apa?" Aku melihat ke sesuatu yang membuat mataku terbuka sangat lebar.
Tunggu, jadi jika aku melakukan itu dengannya hari ini? Apakah aku akan naik level?
[Menjawab, iya. Tapi, maksimal hanya 1 level yang ditingkatkan setiap satu hari.] (Sistem)
Aku menggangukan kepala dan masih tidak percaya dengan ini.
Maksudku, aku memang mengatakan akan menjadi lebih kuat dan membalaskan dendam dengan semua cara.
Apakah itu termasuk melakukan sesuatu yang mungkin bisa membuat istriku sedih?
Jadi, tunggu ... Jika aku melakukannya selama satu bulan, bukankah itu menjadi kurang lebih tiga puluh level yang ditingkatkan?
Aku memang harus mempercepat untuk peningkatan bagian level ini jika tidak ingin melihat istriku menderita lebih lama lagi.
Masalahnya adalah, aku tidak yakin melakukan itu dengan seseorang yang baru pertama kali aku temui.
"Aku mengetahui itu, Tuanku. Kamu pasti sangat terkejut ketika mengetahui tentang skill ku ini, bukan? Aku sudah siap untuk kemungkinan itu, Tuan! Jadi, perlakukan aku dengan baik malam ini." Meskipun tidak tersenyum ketika mengatakannya, tapi aku melihat Aisha terlihat pasrah dengan ini.
Itu mungkin karena sesuatu yang dilindunginya akan diambil malam ini.
Dan, eh? Tunggu, sejak kapan aku berniat untuk melakukannya?
***
"Apa kau yakin dengan ini, Aisha?" Aku menatap mata Aisha yang sekarang berada di bawahku dengan tubuh berbaring di ranjang.
Aku berada di atasnya dalam posisi tangan menyentuh bantal di samping kepala gadis itu.
Pada akhirnya, aku memilih untuk melakukannya.
"Tenanglah Lein ... Ini hanya tentang meningkatkan kemampuan, tidak lebih." Aku yakin itu adalah jawabannya.
Meskipun aku masih ragu-ragu, tapi bagaimana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa naik level dengan mudah?
Yang pertama-tama kulakukan adalah menyentuh pipi Aisha dan melakukan sesuatu di bibir gadis itu.
"Nnnn ..."
"... Mmmm ... Nnnn ..." Aisha memejamkan mata dan mengeluarkan sedikit suara kecil ketika bayangan kepala kami menyatu.
Aku melakukannya, ini akan menjadi ciuman pertamaku di dunia ini.
Beruntung aku pengalaman dalam hal ini sebelumnya. Jadi aku tidak merasa terlalu grogi ketika melakukannya.
Tapi, tentu saja itu adalah menjadi yang pertama bagi Aisha.
Tidak tahu kenapa, wajah gadis ini yang tadinya terlihat serius dan dingin tiba-tiba memerah ketika aku meminta izin darinya untuk melakukan sesuatu di bagian lain.
"Silahkan ... Tubuh ini adalah milik Tuan sekarang." Aisha menggangukan kepala.
Aku kemudian melanjutkan pada tahap selanjutnya.
Pertama-tama tanganku menuju ke bagian bawah untuk menyentuh paha nya yang lembut, dan perlahan bergerak ke atas untuk mele pas kan sesuatu yang menutupi bagian itu.
"... Akh ..." Aisha mengeluarkan suara kecil lagi yang terdengar manis setelah aku menarik sesuatu sampai terlepas di bawah, lalu membuatnya kehilangan penutup di bagian itu.
Dia sekarang menatapku dengan tangan yang menyentuh bagian dadanya yang masih tertutupi baju.
Bertanya-tanya, apakah aku perlu menghilangkan pakaian di bagian itu?
Aku kemudian menanggalkan gaunnya nya, melepaskan setiap kancing dan membuat Aisha benar-benar tidak ditutupi oleh sehelai benang pun.
Sekarang, aku sudah melihat semuanya.
Sungguh, aku merasa dia benar-benar memiliki tubuh yang indah dan wajah yang cantik.
"Apakah kau sudah siap?" Aku melihat Aisha menggangukan kepala dan mengatakan seperti, "Tolong lakukan dengan lembut." Atau semacamnya, yang kemudian membuatku melepaskan pakaian bagian bawahku juga dan memasukan sesuatu milikku di tubuhnya secara perlahan.
Tidak lama setelah itu, terdengar Aisha yang mengeluarkan berbagai macam suara setelahnya.
[Naik Level]
Aku tidak tahu akan semudah ini melakukannya.
Tidak tahu mengapa, seperti aku tidak merasa bersalah kepada Aisha setelah melakukan ini.
Tapi, tetap saja ... Aku merasa sebaliknya kepada Ranee.
Aku kemudian melihat ke bagian bawah, terlihat Aisha yang seperti gelisah dan berusaha menyembunyikan wajah memerahnya.
Tapi aku menggangap itu wajar karena itu adalah pengalaman pertamanya.
Jadi aku akan dengan hati-hati melakukan itu kepada tubuhnya pada ronde selanjutnya.