
"Ini adalah?!"
Aku melihatnya, buku ini seperti memunculkan sesuatu yang menyerupai sesuatu semacam ... pedang mungkin?
Ah, maksudku itu bukan menyerupai lagi, itu memang pedang dan pedang!
"Apakah ini adalah senjata yang dimaksud?"
Itu terlihat luar biasa, dengan ukiran di gagang pedangnya lalu dihiasi oleh batu permata berwarna merah di bagian tertentu, siapapun yang melihat meskipun sekilas akan menggangap ini istimewa dan kuat.
Jadi, aku menggangap ini adalah benda yang dimaksud.
"Kau berhasil?! Ternyata memang ada benda berharga disana." (Beon)
"Ya, begitulah. Dan aku juga menemukan bahwa pemilik kastil ternyata seorang penyihir." (Lein)
Beon memandangi temannya Vargha yang juga keningungan.
Tidak menemukan apa yang aku maksud, aku kemudian menjelaskan beberapa hal.
"A-Jadi begitu ... Ada kejadian seperti ini, ya?" (Beon)
"Bukankah itu akan menjadi sedikit mudah? Dengan kau yang memiliki buku ini, Lein, mengapa tidak mulai mengumpulkan bagian dari reruntuhan dan membuat mereka bersatu?" (Vargha)
"Kau benar, tapi aku masih belum yakin bisa melakukannya." (Lein)
Meskipun sekarang kastil sudah berganti kepemilikan dari Mark ke aku, aku masih belum mengatakan bangunan ini aman untuk digunakan.
"Aku masih perlu melakukan pembersihan, dan aku juga tidak berharap ada undead disana."
Misalnya, sewaktu-waktu aku pergi ke bagian tertentu kastil yang gelap dan menyeramkan, aku tidak akan berharap ada puluhan mayat hidup disana tiba-tiba menyerbuku.
"Jadi aku harus mempelajari sihir cahaya untuk mengakalinya."
Meskipun, aku merasa hal semacam ini tidak akan terjadi.
Karena sepertinya setelah Mark menghilang, tidak ada satupun Undead yang tersisa.
Namun, aku lebih merasa perlu mempelajari sihir cahaya terlebih dahulu.
Semacam untuk berjaga-jaga.
"Bwahaha, Lein ... Kau terlalu berlebihan."
Beon hanya tertawa dengan kekhawatiranku.
Sungguh, aku merasa itu sangat menyebalkan karena aku yakin dia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya diserbu seperti itu oleh undead.
Mengabaikan burung besar.
Aku melihat Vargha berfikir dengan keras.
"Apakah kau mengetahui sesuatu, Vargha?" (Lein)
"Tadi kau mengatakan tentang sihir cahaya, bukan?" (Vargha)
Aku menggangukan kepala.
"Yah ... Sejujurnya aku tidak dapat menyimpan hal-hal mengenai ini."
Vargha menggelengkan kepala.
Jadi tetap saja percuma, ya?
Sementara aku dalam suasana murung, Layla terlihat mempedulikan tentang sesuatu.
"Bagaimana cara mereka tinggal di dalam kastil jika pintu masuk nya saja sangat kecil?" (Layla)
"Bukankah Vargha bisa tidur di gua miliknya sendiri?" Beon mengatakannya sambil mengejek. "Dasar anak pemalas, hanya makan ikan disana lalu tidur tanpa mengundangku ikut makan enak."
"Dan, bukankah kau hanya bisa tidur di atas sesuatu yang menyerupai dahan? Burung tua!"
Aku memutuskan untuk tidak terlibat setelah ini, jadi aku menyeret Layla untuk kembali memasuki kastil.
***
Setelah diamati lebih jauh, ternyata ada banyak ruangan dan kamar kosong disana.
Aku akan memulainya dari luar terlebih dahulu.
Disana, memang ada halaman yang luas dengan taman yang sekarang sudah dipenuhi oleh tanaman belukar.
Tapi aku yakin, setelah itu diperbaiki sedikit akan menyerupai taman bunga.
Kemudian, memasuki rumah, itu memang bisa dikategorikan sebagai kastil ukuran menegah.
Yang artinya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, sedang.
Dan sepertinya mereka mampu menampung ratusan penghuni sekaligus.
Ini membuatku teringat akan kastil gaya barat di dunia lamaku.
Ada banyak jendela yang mengarah ke luar, lalu ... Pada masing-masing kamar juga sudah dilengkapi oleh berbagai perabotan, jadi aku rasa kami tidak kekurangan pada bagian itu, kecuali.
Ya, kecuali, ada beberapa penggangu di bagian lantai tertentu.
Tepatnya di bawah tanah.
Sepertinya Mark mendesain kastilnya agar memiliki ruangan tersembunyi.
Aku melacak sebuah keberadaan penjara disana, dan mereka memang penuh dengan pagar besi.
Kemudian, dari sinilah sumber masalah terjadi.
"Ada banyak monster ..."
Aku akan memulainya dari laba-laba terlebih dahulu.
[Laba-Laba] | [Level: 190]
Menurutku itu cukup lemah, namun tetap saja termasuk melewati levelku.
Aku kemudian menarik senjata baruku, ngomong-ngomong aku sudah menemukan nama yang cocok untuknya.
"Rasakan ini, sihir gelap [Juggernaut]!"
Pedangku mengeluarkan seperti kabut hitam berbentuk vertikal dan itu tepat mengenai laba-laba yang belum bisa menghindar.
Sesuai nama skil nya, gelap.
Sepertinya aku berhasil mempelajarinya dari mengalahkan undead, dan itu akan membuatku berkesempatan untuk mempelajari mantra lain yang berhubungan dengan elemen tersebut.
"Tapi aku masih harus belajar banyak menggunakannya."
Ketika itu mengenai laba-laba, tubuhnya memang menjadi dua bagian terpisah setelahnya, lalu diikuti tembok yang meninggalkan bekas goresan.
Aku merasa akan mulai berhati-hati menggunakan Juggernaut setelahnya, karena kemungkinan kastil bisa roboh karena kekuatan pedang ini.
"Dan juga ..."
Dia menghisap terlalu banyak MP ku!!!
"Ugh!"
Tubuhku seperti lemas dan tidak berdaya, ternyata menggunakan senjata ajaib seperti ini tidak selalu membuatmu menjadi tidak terkalahkan.
Kadang-kadang, mereka akan kelelahan seiring waktu berjalan.
Contohnya dalam kasus aku kali ini yang kehabisan banyak MP ketika bertarung dengan lebih banyak laba-laba.