
"Mulai dari sekarang, izinkan saya yang bertanggung jawab atas benteng."
Aku menggangukan kepala ke arah Carla. Dia memang memiliki kemampuan dan pekerjaan yang cocok untuk itu.
Lalu, sepertinya dia terbiasa dengan pertarungan jarak dekat. Karena aku tidak menemukan adanya skill yang menunjukan anak itu menggunakan senjata tajam ketika bertarung.
Lalu, sedikit tambahan, wajahnya memang imut. Tapi aku menggangap dia masih anak-anak. Meskipun rata di bagian tertentu, ternyata di bagian lekukan itu terlihat lumayan.
"Dan, s-saya! Izinnkan saya menjadi asisten anda ... Tuanku!"
Sementara, jika Carla cukup rata, maka aku akan menemukan sesuatu yang sungguh berbeda dari Jean.
"Itu cukup besar." Ah, mataku menoleh ke tempat yang salah! Tapi sungguh, dia tubuh begitu cepat.
Aku kemudian menggelengkan kepala dengan keras!
"Ummm ... Tentu! Kau bisa bekerja untukku mulai dari sekarang." Ngomong-ngomong, apa fungsi Asisten untukku?
"Ah, begini Tuanku. Anda bisa membuatku melakukan sesuatu, dan aku akan melakukan apa yang diperintahkan."
"Maksudmu aku bisa memerintahkan apa saja?" Ya, ini akan menjadi hal yang baik.
Aku tidak hanya bisa mengandalkan Lucfier untuk mengurusi semua keinginanku, jadi aku bisa membuat Jean melakukannya sebagai ganti.
"Oh, iya tuanku. Bagaimana dengan membuat peta? Mempertinbangkan anak ini yang terlihat pintar ..." Ketika Lucfier menyebutkan sesuatu yang membuat Jean merah padam.
"... Anak?" Mata gadis itu kemudian berubah menjadi merah terang dari yang sebelumnya adalah kuning.
Lucfier yang mengetahui niat membunuh yang diarahkan Jean kepadanya segera mundur beberapa langkah dengan ekspresi cukup terkejut.
"Ah ... Kau dalam masalah, sobat. Kau bisa menyebutku begitu, tapi untuk gadis ini, dia akan membunuh siapapun ketika seseorang menyebut dia a... Ups, aku harus menutup mulutku." Carla yang berdiri disampingnya tertawa dengan bahagia melihat ini, seolah-olah penderitaan sesama rekan menjadi bahan lelucon.
Aku kemudian menyuruh Jean untuk mengendalikan diri. "Kita tidak akan tahu seberapa besar kerusakan yang kau buat dari sebuah serangan sihir. Jadi, kita akan kembali ke pembicaraan pertama. Apakah kau bisa membuatkanku sebuah peta?"
Jean yang mulai tenang dengan perkataanku mulai memperlihatkan ekpresi sebelumnya.
"A-Tentu ... Tapi aku perlu berkeliling sebentar dengan Carla sebelum mulai menggambarnya." (Jean)
Aku menggangukan kepala. "Jika bisa, aku menginginkanmu menemukan satu tempat lagi."
"Oh, apa itu tuanku ...?"
Aku kemudian menjelaskan, sesuatu yang spesial jika itu ternyata memang ada.
"Sebuah dungeon. Kau tahu, tempat untuk meningkatkan level dengan mudah dari mengalahkan monster disana." Ya, di dalam permainan game aku sering menemukan itu.
Dan, seperti yang aku ketahui, ada tingkatan lantai tertentu yang akan menentukan seberapa sering dan kuat kau akan menemukan musuh.
"Jika ini tentang mencari dungeon ... Tuan, aku akan berusaha untuk menemukannya!"
"Sungguh? Kau bisa melakukan itu?"
"Carla, bisakah kau menggendongku?"
"Tentu adikku."
"Aku bukan adikmu tahu? Aku adalah kakakmu."
"Tapi menurut usia, kau dan aku hanya berbeda satu menit."
"Mmmm ..."
Aku tersenyum lebar melihat ini, pertengkaran anak-anak. Ya, sudahlah. Itu adalah urusan mereka sekarang, dan aku berusaha untuk tidak melakukan apapun yang bisa membahayakan kastil.
Maksudku, pukulan Carla mungkin bisa merobohkan tembok. Lalu, serangan sihir Jane yang bisa merusak.
Aku bahkan melihat [Hancur] pada skill gadis itu, jadi aku tidak berniat melakukan hal yang membuatnya menggunakan skill di dalam kota ini.
Memang, aku masih belum menyaksikan sendiri kehebatan mereka, jadi aku belum bisa menyimpulkan apakah kedua anak-anak ini berbahaya atau bukan.
"Sambil menunggu mereka kembali. Tuanku, bagaimana dengan membahas rencana penaklukan dua desa lagi?" (Lucfier)
Pria itu mengarahkanku ke pembicaraan lain.
"Kau memiliki informasi tentang desa lainnya?" (Lein)
"Aku bisa mengatakan keduanya tidak jauh berbeda dari Desa Welouf, tapi untuk saat ini sesuatu yang menyerupai tentara kerajaan tengah berusaha memberi dukungan kepada mereka untuk membasmi sesuatu."
"Jadi begitu, ya?" Tunggu, aku pikir mereka tidak akan mengerahkan pasukan?
Mempertimbangkan bahwa sebelumnya kekuatan prajurit di wilayah ini berkurang menjadi setengah dari total kekuatan asli.
Tapi, akan menjadi alasan yang masuk akal jika mereka tidak ingin kehilangan kepercayaan warga.
"Bagaimana dengan rencana menghabisi mereka? Maksudku, kita bisa benar-benar mendapatkan satu kota dan banyak desa jika kita langsung mengalahkan semua yang menjadi penghalang!"
"Tunggu, jangan bilang kau berniat menaklukan kota Kathalan."
Ya, aku memang menyukai ide tentang menghabisi seluruh tentara musuh wilayah ini dan melemahkan kekuatan mereka.
Tapi, aku pikir itu akan cukup beresiko. "Kecuali kita bisa membuat monster menghabisi mereka tanpa membuat kerajaanku terlibat secara langsung."
"Nah, untuk itulah aku akan menyuruh Eve membuat sesuatu yang bisa mempengaruhi monster untuk menghabisi mereka." Lucfier tersenyum bangga, seolah-olah dia berhasil menemukan sesuatu yang membuatnya percaya diri.
"Itu cukup ..." Luar biasa! Aku akan berterimakasih kepada wanita itu jika misi berhasil karena potion buatannya. "Sekarang, satu hal yang menjadi masalah adalah ..."
"Tentang menghancurkan dinding kota?"
"Ya, aku masih belum memiliki kekuatan. Jadi, kita hanya akan menguasai sedikit demi sedikit desa dan membuat tentara kita berjumlah sepuluh ribu atau lebih sebelum memulai serangan pertama kali ke wilayah musuh."
"Brilian Tuanku. Kita akan melakukan sesuai yang kau perintahkan!"