
"Ini quest yang kau minta."
Aku langsung mengambil lembaran kertas yang berada di tangan petualang itu.
"Kau berhasil melakukannya, apakah ada yang mengetahui ini?" Dia menggelengkan kepala ketika aku menanyainya begitu.
"Hanya aku dan anggota partyku. Mereka juga sudah terlibat banyak hal untuk mengalihkan perhatian resepsionis disana. Dan aku sendiri yang mendapat tugas mengambil ini, quest peringkat B yang kau inginkan."
Sebagai tambahan, itu memang ada tulisan B di bagian tertentu.
Jadi aku bisa mengatakannya dia benar-benar melakukannya.
"Jadi ... Mmmm ... Tentang kami." Petualang itu segera menunjukan ekspresi wajah canggung dengan kepala yang menundukan kepala.
"Aku sudah tidak membutuhkanmu. Pergilah kemanapun yang kau suka, asal mataku ini tidak melihat wajahmu itu lagi." Dia langsung berlari meninggalkanku ketika aku mengatakannya.
Aku melihat dia berlari begitu cepat.
Itu hanya membutuhkan beberapa waktu sebelum keberadaan pria itu lenyap ketika memasuki sebuah gang sempit.
"Jadi, Tuanku. Misi apa yang anda dapatkan?" (Aisha)
"Ini hanya tentang menaklukan monster ..." Naga ... Yup, aku tidak salah melihat gambar naga yang jelas terlihat mencolok di kertas itu.
Itu memang benar-benar makhluk dengan sayap tersebut.
Maksudku, mereka memang menugaskan seseorang untuk mengalahkannya. Namun, sampai sekarang belum ada yang mengambilnya.
Jadi, aku bisa mengatakan ini adalah semacam quest yang cukup sulit.
Membayangkan saja, berapa level monster itu ketika aku bertemu dengannya.
Aku kemudian pergi meninggalkan kota untuk mencari monster tersebut.
[Ras: Naga] | [Level: 70]
Tunggu, itu bahkan hanya sekitar tiga puluh lebih tinggi dariku.
Dan, dari yang aku lihat, dia tidak sesuai dengan ukuran yang aku bayangkan.
Tingginya memang beberapa meter, dan ada dua sayap dalam tubuhnya.
Naga ini terlihat cukup berbeda dan bertubuh kecil, jadi aku bisa menyebut dia belum termasuk dewasa dalam usia.
Aku rasa begitu. Dalam quest, guild menentapkan dia pada peringkat B.
Mungkin itu karena berdasarkan kemampuannya?
Tapi setidaknya menurut informasi dari lembaran quest ini, naga tersebut bertanggung jawab atas kebakaran dan pengerusakan yang terjadi pada sebuah desa.
Tunggu, aku tidak berharap desa yang dimaksud adalah tempat Sistine tinggal.
"Kita mulai ..." Aku dengan pedang yang sudah terhunuskan maju lebih awal untuk melakukan serangan pertama kali.
Naga segera menanggapi itu dengan mengibaskan sayapnya.
Tubuhku berhenti bergerak selama beberapa saat.
Itu karena angin yang tiba-tiba muncul dari efek kibasan sayap naga dan tidak lama sesuatu berwarna merah terang sudah berada dalam jarak beberapa meter dariku.
"Oh yang benar saja?" Sebuah cahaya merah keluar dan meledak ke arahku, tepat setelah aku berhasil menyadarinya dan melompat untuk menghindar.
Aku menemukan dampak dari serangan itu cukup berbahaya.
Setidaknya ada beberapa pohon yang hancur, terbakar, dan yang lebih parah lagi, mereka meninggalkan bekas lubang pada tanah.
Sementara naga berniat melakukan serangan lagi, Aisha muncul di belakangnya dan dengan satu serangan memotong salah-satu sayap naga.
"RrOoooaaAaaaRrrrgGgghhh!!!" Dia berteriak seperti itu, naga pasti merasa kesakitan ketika salah-satu bagian tubuhnya hilang.
Aku kemudian memanfaatkan situasi panik Naga untuk kemudian menanggani bagian kakinya.
"Kita berhasil melumpuhkannya!" Untuk saat ini, naga hanya bisa diam ditempat dan tentu dia tidak akan pernah bisa terbang lagi karena salah-satu sayapnya hilang.
Tapi itu tidak membuat semuanya selesai, karena ketika aku mengalihkan serangan ke perut dia, sesuatu yang keras membuat pedangku tidak mampu menembus kulit itu.
"Itu pasti karena sisik naga."
"Sisik naga?" Aisha menganggukan kepala dalam pertanyaanku.
Ya, mungkin itu adalah alasannya.
Kau tahu, tubuh monster ini keras di bagian itu.
Dan senjata biasa pasti akan membuat semuanya sulit untuk ditembus.
"Mungkin saja kita bisa mengalahkan dia dengan melalui pertarungan panjang." Aisha mengatakan itu sebagai pilihan terakhir.
Aku mengetahui itu, sisik naga mungkin bisa melindungi bagian tubuh Naga.
Tapi, ketika satu bagian selalu diserang, maka perlahan itu akan hancur dan rusak.
Nah, mulai dari sinilah kami akan benar-benar membuat kemajuan dalam pertarungan.
Ketika kami melakukannya, Naga jatuh ke tanah setelah tubuhnya tertusuk oleh dua pedang sekaligus, dan mengeluarkan banyak darah.
[+50.000 Emas] | [+1.000 Medali]
"Apa?!" Itu sangat banyak!
Kau tahu, ini adalah pertama kalinya aku mendapatkan uang sebanyak ini ... Lalu, medali yang juga tidak kalah banyaknya.
Tapi, sungguh.
Aku lebih berharap jumlah medali bisa lebih banyak daripada Emas.
Tapi sepertinya sistem sudah mengaturnya sedemikian rupa sehingga aku tidak bisa meminta lebih.
Tetap saja, 1000 medali itu bisa membantuku mendapatkan 1 bawahan lagi.
Dan ketika aku memikirkan apakah sekarang melakukannya ... [-1000 medali]
"Hohoho ... Namaku adalah Lucfier, tuanku. Mulai dari sekarang, hamba akan menjadi pelayan anda." Seorang yang terlihat seperti manusia menampakan diri setelah lingkaran cahaya lenyap.
Aku mengatakannya begitu, karena ada bagian yang tidak bisa kau temukan pada manusia berada pada tubuh orang ini.
Dia adalah laki-laki yang terlihat kurus dan tinggi, tapi sepertinya sangat pintar.
Aku tidak tahu apakah dia memang memiliki kemampuan itu, tapi setidaknya dia yang memakai kacamata kecil bening membuatku yakin kemampuannya bukan berasal dari otot.
Nama: Lucfier
Ras: Iblis
Usia: ??? tahun
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Pekerjaan: Penasehat
Level: 1
Status:
HP [F] | MP [F] | Pertahanan Fisik [F] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [F] | Kelincahan [F] | Serangan Fisik [F] | Serangan Sihir [F] Kecerdasan [S]
Skill:
● Menyamar: Membuatmu ahli dalam misi penyusupan.
● Merekut: Bisa merekrut bawahan.
● Pengamatan: Kemampuan istimewa, mata yang bisa menggali informasi rahasia seseorang hanya dengan melihat lawan bicaranya.
---
"Tuanku memang hebat, anda berhasil menemukan sesuatu yang menjadi andalanku." Lucfier, atau aku bisa menyebutnya sebagai iblis karena ada tanduk pada kepalanya mengatakan itu dengan kalimat memuji.
Sungguh, aku bisa memanggil demon dengan 1000 medali?
"Aku hanya akan mengatakan satu hal yang menjadi tujuanku." (Lein)
"Hamba akan senang mendengar rencana besar anda." (Lucfier)
Jadi, aku menjelaskan tentang rencana besarku untuk membangun kekuatan yang bisa memberontak terhadap pemerintahan baru perdana menteri bernama Raz tersebut, atau aku bisa menyebut dia adalah raja sekarang.
"Tuanku, menurutku kita hanya perlu melakukan satu hal untuk bisa mengalahkan mereka." (Lucfier)
"Oh, apakah kau ada ide?" (Lein)
"Sederhana saja Tuan. Kita hanya perlu membangun markas, dan mulai merekrut orang. Aku akan lebih menyarankan itu tidak terlalu menarik perhatian di awal."
"Jadi, kau menyuruhku membangun benteng?"
"Tuanku memang hebat, anda menemukan jawabannya. Untuk bisa melawan sesuatu seperti kerajaan, kita perlu membangun negara yang bisa mengimbanginya. Dengan begitu, para rakyat yang awalnya mengira tuan tidak berguna akan mulai berubah pikiran ketika anda tiba-tiba datang dengan yang kekuatan luar biasa dan berhasil menjatuhkan penjahat itu."
Sebelum aku selesai mencerna perkataan Lucfier, dia memperbaiki posisi kacamatanya dan menoleh ke seseorang disampingku.
"A-Kita juga bisa memanfaatkan gadis ini dalam rencana tersebut."