The Ultimate Principality System

The Ultimate Principality System
Chapter 33 - Akses Jalan



Jalan yang menghubungkan kota Reig City dengan Desa Welouf sekarang sudah bisa digunakan.


Aku menemukan, itu bukan aspal atau yang bisa aku temukan di dunia lamaku, melainkan batu yang di susun rapi.


Aku berfikir, itu mungkin lebih baik daripada hanya tanah. Ya, itu untuk menghindari kemacetan, kau tahu?


Ketika hujan contohnya. Dia bisa menghasilkan lumpur pada jalanan yang akan membuat kereta sulit melintas.


Jadi, pilihan jalan yang terbuat dari batu mungkin terdengar cocok untuk menghadapi cuaca ekstrim sekalipun.


"Selanjutnya, kita akan memerlukan bantuanmu, Tuan Walton." Aku kemudian menjelaskan beberapa hal yang menjadi masalah di kota ku.


Memang, itu sudah bisa menghasilkan sesuatu seperti komoditas di bidang pertanian, tapi itu masih belum sempurna karena aku belum menemukan tempat yang cocok untuk menjual semuanya.


"Maksud Yang Mulia adalah, Yang Mulia menginginkan bantuanku untuk menjual mereka?" (Walton)


"Ya, seperti itulah. Aku ingin kalian melakukannya. Kau tahu? Negaraku baru dibangun dan belum berkembang, jadi jika salah melakukan sesuatu, para musuhku pasti akan segera menyerang." (Lein)


"A-Saya mulai memahaminya."


Dengan begitu, seluruh hasil pertanian di kota Reig akan diangkut menuju desa Carne, kemudian dari sinilah mereka akan dijual ke beberapa wilayah terpisah.


Lalu, sebagai upah. Aku akan membiarkan Tuan Walton untuk mengambil untung 10 persen dari hasil setiap penjualan.


Aku pikir itu sudah cukup banyak, dan aku juga berniat memperlengkapi mereka dengan gerobak juga.


"Terimakasih Tuanku, selain anda yang sudah menyelamatkan desa kami, anda bahkan memberikan kesempatan penduduk desa untuk mendapatkan pekerjaan." (Walton)


"Ya, mulai dari sekarang aku menginginkan mereka menjadi pedagang." (Lein)


Setelah ini, aku akan mulai membiayai semua urusan yang berhubungan dengan perdagangan seperti, pengawal.


Oh, itu aku bisa membuat beberapa prajurit di kota ku untuk membantu melakukannya.


Lalu, ada masalah lagi. Sepertinya aku benar-benar perlu membangun banyak kereta jika itu tentang penjualan produk secara massal.


"Apakah kau bisa membuatnya, Rokie?" (Lein)


"Ummm ... Itu bisa saja Tuan, tapi aku akan memerlukan banyak kayu untuk membangunnya." (Rokie)


"Bukankah kau memiliki skill yang bisa membuatnya secara instan?"


"Untuk berjaga-jaga tuanku, kita perlu menghemat uang kita. Jika bisa membuatnya tanpa menghabiskan uang, mengapa kita tidak mencoba cara ini?"


Aku kemudian menggangukan kepala.


"Kau benar, kalau begitu. Bisakah kau memulai membuat sepuluh."


"Ah, baik! Tentu ..." Rokie tersenyum kepadaku sebelum dia membalikan badan dan pergi.


Kenapa? Seperti aku melihat dia kesal akan sesuatu.


"Setelahnya, bukankah ini sudah beres?"


Ya, untuk persiapan pemindahan penduduk ke ibu kota pasti akan memakan waktu. Jadi aku akan mulai menunggu sekarang.


***


Dari yang kudengar dari kepala desa.


Total, ada sebanyak empat puluh persen dari keseluruhan jumlah penduduk Desa Welouf yang mengungsi sekarang.


"Delapan puluh, iya?" Jika itu hanya empat puluh persen, bukankah desa ini termasuk dalam ukuran lumayan? Mendekati sedang mungkin?


Lalu, aku melihat Fran dan Sistine yang menggendong sesuatu di punggung sebelum itu berubah menjadi barisan puluhan orang.


"Apa ada yang salah, Tuan lein?" (Sistine)


"Ah, bukan ... Hanya saja, apakah kau yakin dengan ini? Bukankah kalian masih memiliki rumah yang layak dihuni?" (Lein)


"Tidak, kami memang mengatakan akan pindah, tapi itu hanya sebatas untuk membuat kami memiliki dua rumah." (Fran)


Ah, oke. Rupanya ayah Sistine mengatakan dia berniat membangun sesuatu di kota Reig City.


Tidak tahu apa yang menjadi proyek nya. Tapi pria itu mengatakan berniat membuka sebuah bisnis.


"Aku akan membiayai pembangunan, jika bisnis yang kau lakukan bermanfaat."


"Ah, sebenarnya bukan aku, tapi gadis ini." Fran menunjuk ke tempat putrinya berdiri.


Aku melihat, dengan wajah yang malu-malu, Sistine mengiyakan itu sambil menggangukan kepala. Dan, ketika itu berubah menjadi kalimat memuji seperti, "Gadis ini pandai membuat ramuan."


Atau semacamnya, itu akan membuat aku menoleh ke arah Lucfier sebelum bersama-sama menggangukan kepala.


Nama: Sistine


Ras: Manusia


Usia: 12 Tahun


Jenis Kelamin: Perempuan.


Pekerjaan: Alkemis


Level: 10


Skill:


● Pembuat Potion Ringan Lv 2: Memiliki kemampuan untuk membuat obat penyembuhan ringan kualitas S


--- 


Wah! Apa-apaan ini?!


Aku baru mengetahui, Sistine ternyata memiliki bakat untuk membuat sesuatu yang dinamakan potion!


Kenapa tidak dari awal? Tunggu, mungkin aku tidak sadar dia memilikinya!


Maksudku, ketika aku menyelamatkannya di hutan, memang aku tidak lebih menggangapnya sebagai gadis biasa yang mencari uang dari menjual beberapa tanaman obat.


"Heh, jadi itu untuk ini, ya?" (Lein)


"Benar, apakah aku boleh membangun toko itu, tuan Lein?" (Sistine)


Ya, aku tidak keberatan jika itu bisa menguntungkan. Tapi sungguh, potion tingkat S ini benar-benar membuatku terkejut bukan main.


"Ah, iya. Seperti perkataanku tadi, aku akan membiayai semuanya. Jadi kau tidak perlu khawatir."


Rasanya, aku merasa sedikit aneh karena mempekerjakan anak-anak untuk tugas tersebut. Tapi aku tidak memiliki pilihan, kau tahu! Ini demi mendapatkan potion kualitas baik!