
"Dimana ini?"
Sebelumnya, aku hanya mengingat Beon menjatuhkanku di atas pepohonan besar dan semuanya menjadi buram setelah kejadian itu.
Dan, ketika aku melihat ke samping.
"Maaf, Tuan. Aku sepertinya ..." Aku melihat Layla yang terlihat kesakitan setelah pendaratan itu.
Sama, aku juga. Kita akan membalas makhluk itu nanti, oke?
Ketika aku berniat mengatakannya, ada sesuatu yang membuat perhatianku teralihkan.
Sesuatu tiba-tiba muncul dari dalam semak-semak.
[Goblin] | [Level: 190]
Seekor goblin, tapi ... Tunggu, level dia sungguh tidak biasa.
Untuk ukuran, dia memang pendek dan kurus, tapi kenapa levelnya bisa sekuat ini?
"RrrGghhh!"
Goblin kemudian mengambil sesuatu bersamaan ketika mengeluarkan suara aneh.
Aku akan mengganggap ini sebagai sesuatu yang mengancam, jadi dengan pedang aku akan membuatnya mengalami pendarahan di bagian perut.
[Naik Level] | [+50.000 Emas] [+150 Medali]
Tunggu, apa?! "Semudah ini mengalahkan goblin level seratus sembilan puluh itu?!"
Tidak tahu kenapa, aku rasa ini adalah sesuatu yang baik.
Hanya saja, setelah aku mengamati lebih teliti, akan ada beberapa lagi makhluk hijau lainnya yang akan muncul untuk menyerbu kami.
"Serang! Serang! Serang!"
Mereka berteriak sambil memainkan senjata.
Aku menebas dan menebas satu per satu.
Lagi, dan kali ini Layla akan ikut terlibat setelah itu menjadi serbuan sebanyak dua puluh lima melawan dua.
Sungguh perbandingan jumlah yang cukup merepotkan.
Aku memang merasa ini mudah.
Menghabisi goblin hanya dengan satu serangan, tapi sebenarnya, justru inilah yang menjadi penyebab aku terlalu meremehkan mereka sampai pada akhirnya sebuah serangan goblin mengenai lengan kanan ku.
"AwwwAwwwAwww!"
Rasanya seperti terbakar dan perih menyatu menjadi semacam rasa sakit yang membara.
Aku segera memakan daging serigala dan potion yang aku bawa.
"Hanya tersisa dua."
Tapi aku akan menggunakan itu sekarang, karena tidak ada waktu untuk menunggu goblin datang dengan lebih banyak bantuan.
Aku kemudian melihat ke arah Layla yang seperti tidak menghadapi kesulitan ketika melawan semuanya.
Maksudku, dia menggunakan zirah berat dan perisai.
Mungkin itu yang akan membuat dia terlindungi dari serangan, jadi aku mungkin akan mempertimbangkan untuk membuat satu set perlengkapan berat juga.
[Naik Level] | [+50.000 Emas] [+150 Medali]
[Naik Level] | [+50.000 Emas] [+150 Medali]
[Naik Level] | [+50.000 Emas] [+150 Medali]
Aku menjatuhkan tubuhku di tanah.
Dengan begini, semua goblin yang seluruhnya berjumlah dua puluh lima sudah aku bereskan.
Dan itu memang bisa meningkatkan level setiap mengalahkan monster.
Satu hal yang aku herankan dari ini adalah, meskipun emas yang didapat melimpah, itu tidak bekerja untuk bagian medali.
Nama: Layla
Ras: Manusia
Usia: 16 tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Pekerjaan: Ksatria Tombak
Status:
HP [C] | MP [F] | Pertahanan Fisik [D] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [F] | Kelincahan [E] | Serangan Fisik [E] | Serangan Sihir [F]
Skill:
● Tameng Lv 5: Ketahanan perisai bertambah menjadi 19% setelah skill diaktifkan
● Menusuk Lv 3: Peningkatan 9% untuk serangan tombak.
---
"Sungguh perkembangan yang mengejutkan."
Jika terus seperti ini, bukankah dia akan menyalip kekuatan Aisha begitupun dengan yang lainnya?
Aku kemudian mempertimbangkan untuk membawa mereka, maksudku semua bawahanku kesini, juga jika aku memiliki kesempatan, tidak lupa mengundang prajuritku di kerajaan.
Tapi, aku harus menemukan cara untuk keluar sebelum itu, ya?
"Tanaman ini terlihat aneh dan tidak biasa."
Aku mengamati sesuatu yang aku bisa sebut itu sebagai rumput tapi bisa menghasilkan buah kecil berwarna hijau?
"Maksudmu ini, Tuan?"
Layla memaknnya dan dengan polos memasukan itu ke dalam mulut, atau aku bisa menyebut ini sebagai sesuatu yang konyol sebelum itu menjadi sebuah.
"A ... Apa yang ...?!"
Aku melihat Layla yang seperti mengeluarkan cahaya setelah buah itu mungkin mulai bereaksi.
Perlahan, aku melihat Layla yang seperti basah.
Tapi ... Bukan berwarna merah, lebih mirip basah karena air.
"Aku mandi?"
"Bagaimana itu bisa ..."
***
Setelah aku mencoba melakukan eksperimen ternyata ada jenis tanaman tertentu yang akan membantuku membersihkan kotoran yang menempel dalam tubuh.
Itu mirip dengan mandi, tapi ini juga bisa membersihkan sampai pakaian.
Jadi, dengan begitu aku yang tadinya kotor ketika sebelum memakan mereka tapi setelahnya aku merasa segar dan berenergi.
"Tapi mereka basah."
Pakaianku, sepertinya aku harus membeli cadangan.
Lalu, tentang tanaman ini, mereka sungguh ajaib dan tidak wajar fungsinya.
Setelah menikmati buah, kami kemudian melanjutkan perjalanan untuk ke wilayah hutan yang lebih dalam lagi.
"Rrrrrr ..."
"Hmmm? Suara apa itu?" (Lein)
"Aku mendengarnya, Tuan. Dari arah samping kita." (Layla)
"Sungguh?!" (Lein)
Oh, no.
Jika memang benar, aku berharap itu bukan sesuatu seperti naga atau orc, karena aku yakin mereka pasti adalah spesies yang paling merepotkan untuk sekarang.
Berbeda dari apa yang aku lihat, kemudian monster yang mengeluarkan suara tersebut menampakkan diri sambil merobohkan pohon ke arah kami.
[Beruang] | [Level: 199]
"RrrrOooAaaaRrrrGhhhh!"
Rasanya cukup mengejutkan.
Beruang mengeluarkan suara keras yang ganas dan penuh dengan niat membunuh.
Kali ini, monster berbulu coklat yang mendatangiku dengan mata merah.
Sungguh, aku akan lebih memilih menghadapi goblin daripada binatang ganas ini.
Tapi sepertinya aku tidak memiliki kesempatan untuk tawar-menawar.
Jadi, meskipun kami belum siap dengan kemungkinan bertarung melawan beruang, aku akan memastikan kami melakukan perlawanan yang baik.