
Setelah melalui perdebatan yang panjang, akhirnya kami dalam kesimpulan akan mencobanya terlebih dahulu untuk mengenal monster kura-kura ini.
"Kau yakin ini akan berhasil hanya dengan pedang itu?"
"Kau tidak mempercayai perkataanku rupanya."
Eh, memang ... Tapi aku lebih mempercayai apa yang kau sebut sebagai monster ini yang mengerikan.
"Jika kita gagal, kita bisa kabur juga." (Vargha)
Aku menggangukan kepala.
Di dalam kantung besar yang aku bawa sebelum pergi ke tempat kura-kura, aku memang sengaja membawa banyak persediaan potion penyembuhan untuk misi nekat ini.
Yah, semacam aku yang berniat membuat Juggernaut bekerja cukup keras.
Karena dia pasti akan memakan banyak MP, untuk itulah aku akan memulainya dari.
"Ayo bangkitlah, Gelap! [Juggernaut]!"
Gelap mengeluarkan asap yang kali ini berbentuk horizontal dan menghantam apa yang aku lihat sebagai cangkang kura-kura.
Itu memang memantul pada awalnya, namun tetap saja getaran yang dihasilkan dari serangan ini ternyata membuat bukit perlahan bergerak.
"Dia sudah bangun, Lein! Gunakan ini lagi untuk membuat kepala nya muncul!"
Aku merapalkan lebih banyak mantra dan mantra.
Kadang-kadang, sihirku akan tepat mengenai sasaran, seperi kaki kura-kura bukan cangkangnya yang keras itu.
"RrrOooAaaaRrrGggHhh!"
Kura-kura mengaum sebelum aku bisa melepaskan lebih banyak serangan.
Suaranya bahkan lebih keras dari yang aku dengar, setidaknya itu akan membuat monster-monster lemah disekelilingnya pergi menjauh.
Perlahan, kaki monster ini menampakan diri, kemudian disusul oleh bagian yang aku kenali sebagai kepala.
Aku melihat ini sambil melebarkan mata sekarang, dihadapanku berdiri seekor makhluk raksasa setinggi puluhan kaki.
"Tapi tenang ... Aku pasti akan bisa!"
Setelah aku mencoba untuk mempelajari berbagai hal dari buku kuno peninggalan Mark, aku kemudian menemukan satu skill yang mungkin bisa membantuku untuk mengatasi monster ini.
"Gelap! Penghancur dahsyat yang menampakan diri [Juggernaut]!"
Aku merasa lemas setelah menggunakannya, tapi aku kemudian melihat sesuatu terbentuk dari asap hitam yang keluar dari pedang.
"Itu adalah ..." Undead?!
Memang, dia adalah tengkorak dan memakai pedang juga.
Para undead ini muncul di sekitar tubuh kura-kura, dan sepertinya bersiap untuk menusuk sesuatu.
"RrrAaaRrrGgghhhh!"
Kura-kura yang kesakitan, mengeluarkan banyak darah setelah aku melihat para undead melakukannya lebih ganas lagi.
Kali ini, hanya jumlah lah yang aku lihat sebagai penentu dari pertarungan tersebut.
"Aku tidak boleh hanya diam saja!"
Aku kemudian meminum satu potion yang berhasil menyembuhkan seluruh MP ku dan memutuskan untuk menggunakan Juggernaut lagi, tapi kali ini setelah berjalan di atas tubuh kura-kura.
"Hmmm? Dia bersembunyi?"
Aku menemukan, kepala kura-kura perlahan mengecil.
"Woy! Apa yang kau lakukan! Cepat habisi dia dalam satu serangan!"
Vargha mengatakan itu sambil terlihat marah, butuh waktu bagiku untuk memikir beberapa adegan serangan sebelum itu akan menjadi DHUAK! yang akan menebas kepala kura-kura.
"Ughh ... Keras ..."
Bahkan dengan Juggernaut, ini terlihat cukup mustahil.
Tengkorak yang tadinya hanya menyebar ketika bertarung perlahan mengerumuniku untuk alasan membantu.
Mereka setidaknya akan menusukan senjata-senjata mereka ke tempat yang sama dan itu akan membuat kura-kura mengalami kesakitan luar biasa.
"Menghindar! Dia akan menembakan sesuatu!"
"Apa?!"
Baru saja aku mendarat di tanah ada semacam laser putih besar yang menghantam tempat pendaratanku setelahnnya.
Tapi beruntung, Vargha yang segera menanggapi itu sebagai menyeretku pergi dari lokasi.
"Ini tidak akan berhasil, kau tahu? Kita memerlukan sesuatu yang lebih dahsyat lagi!"
"Kau mengatakannya dengan mudah, kenapa tidak kau sendiri yang membantuku bertarung?"
Ya, jika di kalkulasikan, kekuatan kami akan menyamai kura-kura. Dan itu mungkin bisa membuat monster ini kalah.
Tapi, Vargha menggelengkan kepala.
"Aku hanya berharap kau yang mengalahkan ini supaya levelmu meningkat."
Sungguh? Apakah hanya itu yang ada dalam pikirannya, setidaknya bantu aku sedikit apa untuk menjadi pengalihan atau semacamnya yang membuatku bisa menyerang ...
"Tunggu, aku rasa memiliki sebuah ide!"
"Oh, apa itu?"
Kemudian, dalam beberapa perbincangan. Aku akan menjelaskan yang sederhana dulu kepada Vargha.
"Kau sungguh nekat, apa kau yakin ini akan berhasil?"
Aku menggangukan kepala, "Aku rasa aku akan baik-baik saja karena memiliki Juggernaut."
Jadi, ini akan dimulai setelah aku berlari ke arah kura-kura dan melakukan beberapa hal sebagai serangan awal.
Kura-kura memang mengeluarkan banyak darah dan sepertinya itu akan bertambah lagi setelah aku melepaskan sihir [Juggernaut] ke arah dia.
"Ini dia ..."
Aku melihat mulut monster ini perlahan terbuka, dan sesuatu yang terang akan muncuk sebelum KABOM! yang menghancurkan.
"Tapi sebelum itu."
Kura-kura yang masih sibuk menunggu bola-bola cahaya itu menjadi besar tidak menyadari aku akan mendekat, bukannya menghindar.
Aku melempar Juggernuat yang berputar.
Pedangku kemudian memasuki mulutnya, dan itu akan mengeluarkan banyak darah setelah aku melihat Juggernaut keluar melalui tebasan di leher bersamaan dengan kura-kura yang kesakitannya berada pada batas.