
[Pemberitahuan] | [Misi: Membangun kota tahap 2]
Kemudian, dalam beberapa menit setelahnya. Sistem memberikanku semacam misi baru lagi.
Oke, jika yang sebelumnya tentang mendirikan beberapa fasilitas. Itu berarti, sekarang adalah ...
[Membangun rumah sakit 0/1] |
[Membangun sekolah 0/1] |
[Membangun pusat peternakan 0/1]
Hm? Yang terakhir itu seperti aku harus melakukan sesuatu untuk ... Ah, tentu! Itu memang dibutuhkan.
Maksudku, peternakan! Ya, itu untuk menambah bahan pangan dalam kota.
Rasanya kurang jika aku hanya menyediakan sesuatu dari pertanian saja.
Jadi, mulai dari sekarang aku akan memutuskan untuk membangun beberapa hal yang baru.
"Sepertinya ini cukup luas."
Di sebuah tempat dalam tembok kota ... Aku melihat tanah kosong sepanjang kurang lebih seratus meter.
Itu cukup untuk membangun yang namanya pusat peternakan, lalu ... Sepertinya aku harus memiliki lebih dari beberapa hewan.
Jadi, sebelum itu akan dimulai. Aku akan memikirkan tentang merekrut beberapa penduduk untuk berkerja disana, dan menyuruhnya mengurusi hewan ternak.
"Tuanku, aku kembali ..."
Baru saja aku berniat ke dalam kastil tiba-tiba seseorang sudah memelukku dari belakang, dia adalah Jean.
"Maaf! Maaf! Maaf!" Jean yang merasa bersalah mengatakan itu berulang kali sambil menunduk. "Hei, Carla! Bisakah kau tidak melemparku begitu?!"
"Maaf untuk itu Jean ... Aku hanya bercanda." Seolah-olah tidak serius ketika meminta maaf, Carla hanya tertawa ketika mengatakan itu dengan mulutnya, dan dengan cepat membuat wajah Jean merah padam.
"Jadi, kalian berdua. Apakah sudah selesai dengan urusan peta?"
Aku kemudian merusak acara pertengkaran mereka dan membuat semuanya mengalihkan perhatian ke arahku.
Yah, sebenarnya aku belum peduli tentang kertas bergambar itu, yang aku inginkan hanyalah satu hal!
"Dungeon dan ... Emmm ... Kita memang berhasil membuat peta di wilayah sekitar, tapi tentang dungeon tersebut, sepertinya itu cukup mustahil Tuanku." (Jean)
"Kenapa bisa begitu?" Aku yang penasaran segera menanyakan itu.
"Biar aku membantu menjelaskan. Tuan, kita memiliki masalah dengan dungeon! Ya, ada petualang disana! Dan sepertinya hanya orang dalam pekerjaan tersebut yang bisa memasukinya!" (Carla)
"Ah, tentang itu ..." Bukankah aku saat ini juga salah-satu yang bekerja seperti itu? "Sepertinya itu bisa diatasi dengan kartu ini."
Aku menunjukan sesuatu yang berbentuk persegi panjang kepada Jean yang sebelumnya merasa bersalah, yang sekarang segera menunjukan tanda-tanda terkejut.
"Sebuah kartu petualang?! Ternyata ... Ternyata!"
"A-Iya ... Aku memang petualang, kelas C kurasa." Aku tidak begitu ingat, tapi kurasa aku menempati posisi itu.
Lalu, tentang dimana lokasi dungeon berada.
"A-Itu hanya berada tepat di dekat sebuah kota yang ada menaranya."
"Kota dengan menara?" Bukankah kebanyakan memilikinya? Maksudku, untuk mengawasi sesuatu.
"Jika memang ada yang seperti itu, mengapa kalian tidak segera membawaku kesana?" Aku menemukan, karena semuanya sudah jelas jadi aku berniat berangkat bersama mereka.
"Tentu saja, sampai aku baru ingat akan sebuah pekerjaan baruku." Carla menggelengkan kepala.
Ah, aku baru mengetahuinya! Seseorang penjaga sepertinya harus selalu berada di kastil!
Melupakan Carla.
"Jean ... Apakah kau tidak akan ikut juga?"
"Aku ... Mmm ... Ya! Tentu, aku dan Tuan bersama!"
"Mungkin tidak tepat menyebut ini hanya perjalanan kita berdua karena aku juga akan mengajak Aisha dalam misi ini. Jadi, kau tidak perlu khawatir." Jean seperti kecewa setelah aku mengatakan itu.
Kenapa dia? Ah, ngomong-ngomong ... Aku memang berniat untuk mengajak Aisha ikut dalam perjalanan ini. Tentu untuk meningkatkan levelnya dan membuatnya memiliki banyak skill.
Aku juga menemukan, bahwa skill [Peningkatan Level] juga efektif untuk itu dalam beberapa hari terakhir.
Tapi, aku yang tidak mempunyai waktu untuk menunggu. Sepertinya aku harus mencapai level tertentu sebelum mulai menampakan diri dengan memakai identitas pangeran ke wilayah musuhku.
Kau tahu, semacam membuat kejutan.
***
"Jadi ini adalah lokasi nya, ya?" Hanya ada Aku, Aisha, Jean ... Dan, tentu itu terdapat puluhan petualang yang menunggu giliran masuk.
Aku sekarang berada didalam sebuah kota yang dimaksud oleh Jean yang dikenal dengan nama Kota Fhezhyum.
Sekaligus aku akan menganggap ini sebagai lokasi yang bagus untuk meningkatkan level mulai dari sekarang.
"Tuan, apakah ini tidak masalah?" Aku menemukan wajah kecil Jean yang tertutupi kain di kepala.
"Setidaknya kau tidak akan dalam masalah jika menyembunyikan identitasmu." Tentu, akan terjadi keributan jika ada iblis yang berjalan-jalan dikota.
Jadi, aku sengaja membuat Jean memakai mantel hitam tersebut untuk menghindari masalah.
"Tolong tunjukan kartu anda."
Aku dan Aisha memperlihatkan dua kartu kami ke seseorang penjaga.
"Oke, silahkan masuk. Tapi, kau harus menjelaskan siapa anak ini."
"... Anak ..." Woi! Yang benar saja! Aku bahkan lupa bahwa ini akan terjadi.
Lalu, sebelum itu berubah menjadi bencana karena ... Wah! Jean sudah megeluarkan uap putih dan pipinya mulai mengembung tidak terkedali!!! Jadi aku dengan kepala ini mencoba untuk memikirkan sesuatu!
"Ah, itu. Dia adalah pendukung kami."
"Pendukung katamu?"
"Ya, yang bertugas untuk mengambil batu dan membawanya!"
Penjaga menatapku lama sebelum menggangukan kepala.
"Kau tahu, memang ada banyak yang mempekerjakan pendukung. Jadi aku akan menggangap ini sudah biasa. Kau sudah boleh lewat sekarang."
"Terimakasih."